
"Terima kasih sudah menyelamatkanku, Nona." Noah melontarkan senyum termanisnya kepada Ara.
Sementara Ara terus memperhatikan wajah Noah yang menurutnya tidak asing. "Bukankah kamu idol K-pop yang sedang naik daun itu," ucap Ara tersipu.
Noah yang tidak merasa benar dengan apa yang dibicarakan Ara hanya bisa tersenyum. Dia terus mengamati perilaku Ara yang menurutnya adalah Helen. 'Artis K-pop? Apa aku setampan itu? Kenapa Nona Helen bisa semanis itu melihatku, padahal yang aku tahu, Nona Helen sangat arogan dan ketus' Noah terus membatin.
"Haish, jangan memujiku sejauh itu, pujian Anda terlalu jauh. Aku hanyalah seorang pegawai biasa. Aku bukan artis dalam negeri apalagi artis Korea." Noah menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ya, memang banyak orang yang mengatakan kalau wajahnya mirip sekali dengan Ji Chang Wook.
"Berarti aku telah salah orang. Aku pikir aku sedang berada di Korea, nyatanya bukan." Ara menutup wajahnya malu karena salah menduga.
"Tidak masalah, kalau Anda menganggapku seperti itu, Nona." Noah berdiri mendekati Ara, "aku sangat berterima kasih karena Nona sudah menolongku. Aku sangat salut dengan keberanian Anda."
Saat kecelakaan itu terjadi, Ara yang kaget langsung mendekati mobil. Kondisi mobil memang sangat mengkhawatirkan, setrum di kabel busi mengalami kebocoran. Bahkan asap sudah memenuhi isi mobil. Noah sudah melihat CCTV yang diberikan pihak kepolisian, kalau Ara tak segera menyelamatkannya, mereka bisa ikut terbakar di dalam mobil.
Noah hanya melihat sepintas seorang wanita sedang berusaha membuka pintu mobil. Ya, wanita itu tentunya adalah Ara. Terlihat di CCTV, Ara menarik Noah dan dua wanita dengan susah payah dengan mempertaruhkan nyawanya, membuat Noah merasa berhutang budi kepada Ara.
"Aku tidak menyangka Anda mempertaruhkan nyawa demi kami. Aku juga tidak menyangka kalau Nona tidak seperti yang aku bayangkan. Ternyata, tidak hanya suka menolong tetapi Anda juga sangat ramah." Noah yang awalnya berpikiran negatif masih tidak percaya kalau yang di depannya adalah sekretaris Alvin, karena sikapnya sangat berbeda. Dia pun tidak mengetahui kalau Helen sudah tidak bekerja kepada Alvin.
"Mobil akan meledak, tidak mungkin aku membiarkan seseorang ikut terbakar di dalamnya. Aku hanya berusaha menolong semampuku, Tuan," kata Ara.
"Aku sangat kagum dengan keberanian Anda, Nona Helen."
Helen? Sebenarnya siapa Helen? Apa aku adalah ... Ara terus membatin.
Ara yang merasa baru mengenalnya terlihat bingung. Dia sebenarnya sudah menduga kalau yang ditempatinya bukan tubuhnya yang asli. Ara mengingat lagi kapan terakhir dia berada sebelum sadar.
Saat itu Ara sedang melihat kakaknya yang di dorong beberapa perawat di rumah sakit tempatnya tinggal. Ara melihat Aluna dalam kondisi terluka parah dengan darah di mana-mana. Ara yang ketakutan langsung berteriak histeris dan langsung pingsan. Saat terbangun dia sudah berada di tubuh Helen di waktu yang pertama di rumah sakit. Penyebab dia kembali lagi ke dunia nyata karena tak sadarkan diri, ketakutan melihat Mona.
Ketika sadar di dunia nyata, Ara melihat lagi kakaknya yang akan dibawa ke ruang operasi. Di waktu itu juga, dia terlihat ketakutan dengan kondisi Aluna. Ara ingin menemani dan melihat kondisi kakaknya langsung. Namun, karena dia juga sedang sakit, perawat tidak memperbolehkannya masuk ke ruang operasi dan menunggunya. Ara terus mengamuk dan menangis membuat perawat terpaksa menariknya ke bangsal dan membiusnya lewat infus. Setelah itu Ara tertidur dan kembali terbangun di kamar Helen.
Noah terus memuji Ara karena keberaniannya. Sementara, Ara yang semula diam kini merasa aneh karena berulang kali Noah memanggilnya dengan nama 'Helen' membuatnya risih ingin segera kembali ke tubuh aslinya.
"Saudara Noah," panggil petugas polisi membawa sebuah surat yang harus Noah tanda tangani.
"Ya," jawab Noah menoleh.
"Segera tanda tangani surat laporannya. Barusan Anda lupa menandatanganinya." Petugas polisi menyerahkan surat itu kepada Noah.
Noah lalu meraih surat itu lalu menggerakkan tangannya segera menandatangani. "Apa semuanya sudah selesai? Kalau iya aku akan mengantar Nona Helen pulang," ucapnya kepada petugas polisi yang menanganinya.
Petugas Polisi mengerutkan keningnya. 'Bukannya tadi wanita ini berkata bernama Ara?' pikirnya dalam hati. Dia sempat bertanya sebelum Ara memberikan laporan kepada temannya.
"Saudara Noah, wanita di depan Anda bukan bernama Helen, tetapi Arabella." Petugas polisi yang menanganinya menasehati Noah.
Efek dari perkataan petugas polisi membuat Noah kebingungan. Noah mengedikkan bahunya dengan dahi yang mengkerut. Dalam hatinya mungkinkah dia telah salah orang. Noah terus mengamati lekat wajah Ara.
"Apa benar Anda bukan Nona Helen yang aku kenal. Benarkah nama Anda Arabella?" tanya Noah.
Menyadari itu Ara yang awalnya tenang, terbawa panik. Dia kembali teringat dengan Aluna yang akan di operasi. Ara sangat takut dengan tatapan Noah yang mengintimidasi.
"Aku harus pergi!" Di saat itu juga Ara berlari meninggalkan Noah dan petugas polisi tanpa pamit. Gadis itu sangat ketakutan dan panik.
"Nona Ara, tunggu! Maaf, aku telah salah memanggil namamu." Noah segera mengembalikan surat itu kepada petugas polisi dan ikut berlari mengejar Ara.
"Tunggu aku, Nona!"