TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Peringatan Sistem


"Minum ini agar kamu terhindar dari kesialan," kata Mona menyodorkan gelas berisi ramuan dari paranormal kepada Helen, dihadapan Aluna yang sedang duduk santai di ruang tengah.


Helen yang saat itu sedang bersantai memakai masker wajah langsung menoleh begitu ibunya datang kembali.


"Minuman apa ini? Kenapa warnanya buram seperti ini?" tanya Helen sembari mengamati gelas berisi minuman ditangan Mona. Mencium baunya saja rasanya enggan dia menerima apalagi sampai meminumnya.


"Minuman Ini adalah ramuan dari paranormal agar kamu terhindar dari roh jahat yang akan menguasai tubuhmu. Ini juga penangkal agar kamu terhindar dari serangan ilmu hitam yang sengaja dikirim oleh seseorang yang iri denganmu, Nak." Mona berucap sambil matanya melirik Aluna.


Terlihat Aluna tak menggubris. Dia duduk sambil menonton televisi berpura-pura tak mendengar. Padahal di dalam hatinya dia sangat penasaran dengan tingkah ibu dan anak itu.


"Ta-tapi!"


"Minum saja sekarang, ini sangat ampuh. Daripada nanti kamu mengalami kesialan. Itu sangat membahayakan nanti." Mona terus mendesak anaknya agar meraih gelas itu dan meminumnya.


Dengan sangat terpaksa Helen lalu meraihnya. "Mom, ini bukan ...." Baru mendekatkan hidungnya saja dia sudah mual duluan, "kenapa baunya sangat busuk?"


"Ayo cepat minum. Hanya bau sedikit tapi ramuan ini sangat ampuh. Rasanya manis, Mommy sudah mencampurkannya dengan madu." Mona mendorong gelas tersebut agar menempel pada mulut Helen.


Mau tak mau Helen menuruti perintah Mona. Dia sangat percaya kalau ibunya itu tak mungkin mencelakainya. Dengan hidung ditutup jari tangan, Helen mulai meminum ramuan tersebut pelan-pelan.


Mereka berdua sangat aneh sekali, sudah tahu bau busuk kenapa masih saja diminum? gumam Aluna melirik sekilas. Dia sangat penasaran dengan reaksi Helen selanjutnya.


"Hoek."


Benar saja, baru beberapa teguk, terlihat jelas perubahan wajah Helen yang memerah dan seakan sedang menahan sesuatu di mulutnya. Tapi dia menahan minuman itu agar masuk.


Melihatnya, Aluna semakin terbengong begitu pun Mona. "Telan saja, Nak–"


"Hoek!" Ucapan Mona terpotong karena Helen sudah memuntahkannya terlebih dahulu.


Masih merasakan mual, Helen langsung berlari ke kamar mandi diikuti Mona di belakangnya. "Helen kenapa denganmu?"


"Hoek! Mommy, minuman apa ini?" teriaknya lalu memuntahkan seluruh isi perut di wastafel.


Melihat keduanya berlari, Aluna mengekor di belakang bergegas menghampiri mereka. "Ha ... ha ... jangan-jangan ibumu bukan memberikan ramuan pengusir roh jahat. Melainkan ramuan pencabut nyawa," ucap Aluna sambil tertawa meledek.


"Jaga ucapanmu!" bentak Mona pada Aluna. Dia sedang membantu Helen memijat tengkuknya.


"Mommy! Ini bukan ramuan tapi racun!" Bentak Helen masih dalam keadaan mengeluarkan isi perutnya.


Mona tidak tahu kalau Master Fodu adalah pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa. Karena terobsesi dengan ritual dan makhluk halus, orang tersebut sampai gila dan membuka praktik sendiri.


...***...


Di tempat lain di malam hari jam sebelas malam. Seorang perempuan memakai topi dan penutup wajah, sengaja membuntuti Noah yang sedang berjalan seorang diri menuju kamar kostnya. Noah tak melihat namun dia merasakan seperti ada orang yang mengikutinya di belakang.


"Kenapa aku merasa ada yang sedang mengikutiku?" kata Noah pada dirinya sendiri.


Ya, tentu saja yang mengikutinya adalah Lisa. Dia sengaja membuntuti Noah hanya ingin mengambil rekaman di kalung. Karena ketiduran dia tak mendengar pernyataan Noah untuk dirinya kemarin malam karena kehilangan sinyal.


Berkali-kali Noah menoleh. Namun setiap kali menoleh, Lisa selalu menghindar menyembunyikan tubuhnya. "Ah mungkin hanya perasaanku saja," kata Noah berusaha menepis.


Karena tak ada apa pun. Lelaki itu kembali berjalan menyusuri jalan setapak menuju kamar kostnya yang tidak jauh dari tempat kerja. Noah sengaja memilih tempat itu agar menghemat ongkos karena sudah tidak memiliki mobil.


"Akhirnya sampai juga," kata Noah setelah sampai di depan sebuah rumah berukuran kecil. Lalu dia merogoh kantong mengambil kunci rumah itu dan membukanya cepat.


Tiba-tiba.


"Paman!!"


Noah dibuat kaget oleh suara seorang wanita. Saat itu juga dia menyalakan lampu dan melihat Lisa sudah duduk di kamarnya.


"Lisa! Kenapa kamu ada di sini? Lewat mana kamu masuk ke kamarku?"


"Paman jangan berteriak. Sekarang sudah malam. Aku ke sini hanya ingin mengambil kalung itu lagi," kata Lisa menaruh telunjuknya di bibir.


"Apa?! Kau gila. Kamu sendiri bilang ingin mengembalikannya. Kenapa memintanya lagi? Sekarang keluarlah, sebelum ada orang yang tahu aku membawa perempuan di dalam kamar," bentak Noah dengan nada rendah agar tak terdengar sampai luar.


"Ada sesuatu di bandul kalung itu. Dan aku lupa mengambilnya," ucap Lisa.


Terlihat wajah Noah yang marah menyeret Lisa keluar. "Aku sudah membuangnya. Sebaiknya kamu pergi saja."


"Kenapa kamu membuangnya? Aku pikir kamu akan menyerahkannya kepada Ara," kata Lisa sebelum pergi.


"Itu bukan urusanmu, Lisa."


"Paman bilang bukankah kita berteman."


"Iya, tapi–"


Lisa langsung memotong ucapan Noah. "Beritahu aku di mana rumah Ara. Setelah itu aku akan pergi."


"Ara tidak ada di sini. Dia sedang ada di luar negeri. Sekarang pergilah." Saat itu juga Noah langsung menutup pintu kamar kostnya.


"Paman! Kalau begitu di negara mana Ara tinggal?" Lisa kembali mengetuk pintu.


Akan tetapi semakin Lisa mengetuk, Noah tak membukanya.


Baiklah aku akan mencari tahu sendiri siapa Ara dan di mana tempat tinggalnya? Aku penasaran bagaimana sosok perempuan itu, batin Lisa.


...***...


Beberapa hari kemudian. Aluna terus melihat ke arah Helen mengamati perempuan itu berulang kali. Sudah beberapa hari ini adiknya masih belum bertransmigrasi lagi. Padahal tas saran yang dia dapatkan lebih dari cukup untuk menukarnya agar Ara kembali.


Ada untung dan ruginya bagi Aluna. Beberapa hari ini dia bisa mengerjai Helen habis-habisan. Aluna dan beberapa pegawai sering menyuruh Helen membuatkan kopi atau makanan untuk mereka. Helen tak ubahnya sebagai asisten pribadi yang mengurus kebutuhan mereka sehari-hari.


Aluna sangat rindu dengan adiknya. Padahal dia sudah susah payah mendapatkan tas saran. Tapi untuk sementara ini sistem masih menolak pertukaran tersebut. Karena menurut sistem, keadaan Aluna di dunia nyata sedang tidak baik. Ara harus terus berada di samping Aluna.


Setelah pekerjaannya selesai. Aluna berjalan seorang diri di dalam toilet. Dia sengaja memilih tempat itu untuk berbicara dengan sistem.


"Miss K, kapan aku bisa menukar tas saran yang aku kumpulkan dengan adikku? Aku sudah mendapatkan lebih dari sepuluh."


...[Untuk sementara sistem belum bisa menukar tas saran yang sudah Anda dapatkan.]...


"Jadi maksudmu adikku belum bisa bertransmigrasi lagi?"


...[Keadaan Ara sangat baik di dunia nyata. Tetapi tidak dengan Anda. Nona sedang tidak baik, kecelakaan itu membuat Nona banyak kehilangan darah. Sementara, golongan darah Anda sangat langkah. Ara sedang kesusahan mencari pendonor yang sama dan itu membuat sistem tak dapat menghadirkan Ara kembali.]...


"Setelah mendapatkan pendonor yang pas, apa aku bisa kembali sementara ke tubuh asliku?" tanya Aluna.


...[Tidak! Kecuali kalau sistem mengalami gangguan. Ada beberapa misi yang memiliki bonus tinggi. Bonus itu bisa Anda tukar dengan hari. Artinya Anda tidak akan menghabiskan waktu setahun di sini untuk kembali.]...


"Benarkah? Apa misinya?"


...[Nona akan tahu bertahap. Setelah ini bersiaplah, Nona Aluna. Kerena akan ada adegan menyedihkan di dalam novel selanjutnya. Ada sebagian keadaan yang akan berbalik, Anda harus menyiapkan mental mulai dari sekarang.]...


"Apa?! Adegan menyedihkan?"


...[Ya di novel asli plot selanjutnya, Alvin sangat marah besar terhadap Luna. Tidak hanya Alvin, semua keluarga juga akan memarahi Luna habis-habisan dan berniat mengusirnya. Kehadiran Anda di sini untuk mengatasi kesalahpahaman yang terjadi.]...


"Kapan aku mengetahuinya?"


...[Besok malam]...


Aluna terdiam sejenak lalu memasukkan lagi kalung itu ke dalam kerah bajunya. Tak ada yang bisa dihindarkan, Karena kehadirannya di sini memang untuk mengatasi kesalahpahaman antara Alvin dan Luna.