
Empat orang bodyguard Lisa bergerak maju ke depan. Mereka hendak melaksanakan perintah Lisa untuk mendorong Mona. Namun, sebelum mereka berempat mendorong wanita itu, empat pengawal Mona lebih dulu menahannya.
"Apa yang akan kalian lakukan terhadap nyonya kami?" bentak empat pengawal Mona berbarengan.
Salah satu bodyguard Lisa menjawab, "Nyonya kalian telah mendorong nona muda kami. Nyonya kalian harus menerima akibatnya."
Ke delapan orang itu saling berdiri berhadapan. Saling menatap sinis lawan mereka.
"Tidak bisa! Kalian harus berhadapan dengan kami dahulu." Satu orang pengawal Mona menantang salah satu bodyguard Lisa, "ini rumah nyonya kami. Tak pantas kalian ribut di sini!"
Rumah Mona letaknya terpisah dari rumah lainnya. Tak ada satu pun tetangga atau pun orang lain yang melihat perseteruan mereka.
"Kami tidak peduli! Tugas kami adalah melindungi nona muda kami. Tidak peduli siapa pun kalian, kami akan tetap melawannya."
Bug!
Salah satu bodyguard Lisa melayangkan satu pukulan yang mendarat di pipi salah satu pengawal Mona.
Bug!
Tidak mau kalah, pihak Mona langsung membalasnya.
Satu lawan satu pihak Mona dan Lisa berkelahi. Saling pukul, saling hantam, bahkan saling tendang.
Mona yang sudah habis kesabaran, hendak menampar Lisa. "Perempuan sialan! Beraninya kamu ke mari hanya untuk berkelahi mencari keributan!"
Namun, sebelum wanita itu mendaratkan tamparannya, Lisa sudah lebih dulu menahan tangannya dan berhasil mendorong Mona sampai tersungkur ke tanah.
"Kurang ajar!"
Melihat Ara yang diam saja menyaksikan, Lisa mendekatinya lalu menjambak kasar rambut Ara. "Ini tidak akan terjadi kalau kamu tidak mengganggu calon suamiku. Katakan, apa Paman Noah ada di dalam rumahmu? Atau jangan-jangan kau menyembunyikannya di kamar makanya ibumu sampai tak tahu."
"Argh!" Ara menjerit kesakitan.
Merasa tak terima karena dituduh menyembunyikan Noah. Ara menjambak balik rambut Lisa dengan keras. "Perempuan gila! Beraninya kamu menuduhku menyembunyikan lelaki di kamar. Aku tidak serendah itu! Berhentilah menggangguku, perempuan gila!"
Terjadi tarik menarik satu sama lain rambut mereka. Ara menjambak rambut Lisa, begitu pun sebaliknya. Mona yang melihatnya langsung membantu menarik Lisa. Namun, Lisa kembali menendang, membuat wanita itu kembali tersungkur.
"Dasar anak tak tahu sopan santun!" Mona memegangi punggungnya yang kesakitan, sampai-sampai untuk berdiri pun harus ditolong pelayan perempuan.
Bodyguard yang dibawa Lisa sudah terlatih dan sangat kuat. Tak ada apa-apanya kalau melawan petugas keamanan Mona. Tidak ada setengah jam bodyguard Lisa sudah berhasil melumpuhkan pengawal Mona dengan beberapa kali tendangan dan pukulan.
"Nyonya, kami menyerah. Mereka berempat sangat kuat." Salah satu pengawal Mona memegang tangannya yang kesakitan.
"Betul. Mereka berempat bukan tandingan kami."
"Tidak, tolong anakku. Perempuan gila itu sedang menjambak rambut Helen," kata Mona.
Tentunya, kekuatan Lisa lebih besar dari Ara. Dia mampu melepaskan tangan Ara dari rambutnya dan terus mendesak Ara. "Jangan dekati Noah lagi," ucapnya ketus.
"Dia bukan pacarku." Ara ingin menjelaskan kalau dia dan Noah baru mengenal dan tak memiliki hubungan istimewa. Sayangnya Lisa tak peduli, terus menarik rambutnya.
"Aku akan melepaskan, kalau kamu berjanji tidak mendekati Noah lagi," kata Lisa lagi.
Di saat bersamaan mobil berwarna hitam terparkir tepat di depan mereka semua. Seorang perempuan dengan tatapan bengis, turun dari dalam mobil menatap tajam ke arah Lisa. Ya, dia adalah Aluna. Untungnya dia datang tepat waktu. Kalau tidak adiknya bisa babak belur dikerjai Lisa.
"Kakak," kata Ara dengan senyum yang mengembang.
Semua mata tertuju ke arah Aluna. Termasuk Lisa dan Mona. Mona tak menyangka kalau Aluna akan pulang lagi ke rumah Hideon.
Aluna menarik lengan bajunya sampai ke siku. Masih menatap tajam, dia berjalan cepat mendekati Lisa. "Beraninya kamu menyakiti adikku!"
Detik itu juga, Aluna menarik rambut Lisa, menjambak dan memutar rambut Lisa dengan keras lalu menarik tubuh perempuan itu ke sisi mobil.
Bug!
"Argh!" Lisa menjerit kencang.
"Nona Lisa!"
Tak terima majikannya di banting. Keempat bodyguard mendekati Aluna hendak melawannya.
"Awas, Kak!" teriak Ara memberitahukan kepada kakaknya ada bahaya di belakangnya.
Secepat kilat Aluna membalikkan badan lalu menendang satu persatu ke empat bodyguard itu. Satu lawan berhasil dilumpuhkan Aluna dengan sekali tendangan tepat di kema luannya.
"Apa kalian tidak malu ingin mengeroyok seorang wanita?"
"Kami tidak peduli!"
"Cuih, banci!"
Tiga orang itu menatap sinis ke arah Aluna. Tidak ingin kecolongan, Aluna langsung memasang kuda-kuda, melompat lalu menendang lurus tepat ke arah dada salah satu bodyguard itu.
Bug! Tak!
Satu orang lagi tumbang oleh Aluna. Namun, tidak untuk dua orang lainnya. Karena tahu dia tidak akan bisa melawan keempatnya sekaligus, Aluna mencari akal. Dengan gerakan sangat cepat, Aluna menarik kembali tubuh Lisa.
"Jangan bergerak! Kalau tidak aku akan mencekik perempuan ini sampai ma ti." Aluna berhasil menyandera Lisa, menyeretnya menjauh dari ke empat bodyguard itu.
Ke empat bodyguard menghentikan langkahnya.
Aluna mencengkeram keras leher Lisa. "Ada masalah apa kamu dengan adikku?"
Leher Lisa yang tercekik tak dapat berbicara jelas. "Ampun ... amp--" Lisa memohon ampun kepada Aluna.
"Baiklah, aku kan melepasmu untuk berbicara, asalkan semua bodyguardmu itu, kamu suruh masuk ke dalam mobil. Suruh mereka pergi dari sini!" teriak Aluna.
Karena tak bisa bernapas, Lisa menunjuk semua bodyguardnya untuk masuk ke mobil, menuruti semua perintah Aluna.
"Tolong jangan sakiti Nona Lisa. Kami akan menuruti mau Anda."
Tak ingin membantah, semua bodyguard itu menurut lalu menjauh dan memasuki mobil masing-masing memperhatikan dari dalam mobil.
Aluna menyeret Lisa ke halaman dalam rumah Hideon, menjauhkannya dari pengawal pribadinya.
"Minggir!" seru Aluna menarik tubuh Lisa ke dalam.
Semua orang memberi jalan, terbengong dengan perubahan Luna. Menurut mereka, Luna yang mereka kenal sangat lemah dan tak jago bela diri. Tetapi tidak dengan Ara, dia sudah mengetahui kehebatan kakaknya. Ara tersenyum menang mengikuti Aluna dari belakang.
Sekarang semua sudah ada di halaman rumah. Mona menutup rapat pintu gerbang agar pengawal Lisa tak dapat masuk ke dalam.
"Uhuk-uhuk!" Lisa terbatuk begitu Aluna melepas cengkeraman tangan di lehernya.
"Kenapa kamu menyakiti Helen? Ada masalah apa kamu dengannya?" tanya Aluna tegas.
Lisa menunduk ketakutan. "Helen merebut Noah dariku."
Aluna beralih melihat Ara.
Seakan tahu isi hati kakaknya, Ara langsung mejelaskan semua masalah mereka dengan Aluna. Ara mejelaskan siapa Noah, dan kenapa sampai Lisa marah besar karena menganggap dialah penyebab keretakan hubungan mereka. "Jadi bukan aku penyebab putusnya hubungan kalian! Kamu bilang Noah aku sembunyikan, silahkan cari di dalam kalau tidak percaya!"
Mendengar penjelasan Ara, Lisa hanya menunduk. Bukan takut padanya, melainkan kepada Aluna.
"Aku sudah menjelaskannya tadi, kalau anakku tidak mungkin menyukai lelaki dari kalangan bawah, tapi perempuan gila ini terus saja membuat keributan." Mona menambahi.
Aluna menatap sinis Lisa yang semakin ketakutan. "Sekali lagi kamu menyakitinya, kamu akan berhadapan denganku. Aku tidak peduli siapa pun kamu. Aku akan mencarimu ke mana pun kalau sampai menyakiti adikku!"
"Maafkan aku, Kak. Aku tidak akan mengulanginya lagi, izinkan aku keluar dari sini," ujar Lisa terus menunduk.