TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Ara dan Noah


Hubungan mereka berakhir ketika keluarga Noah bangkrut. Keluarga Noah memiliki utang miliaran rupiah di Bank. Mereka juga harus mencicil ratusan juta setiap bulannya. Tidak hanya berhutang kepada Bank, keluarga Noah pun berhutang banyak pada keluarga Lisa dan Alvin.


Tentu saja hal itu membuat jarak yang lebar, membentang antara si kaya dan si miskin. Orang tua Lisa yang awalnya hangat, mendadak dingin bagai es batu setiap kali melihat Noah. Begitu pun sebaliknya, karena kasta mereka yang bertolak belakang, membuat keluarga Noah memberikan batas, mereka tahu diri enggan menjadikan Lisa sebagai menantunya.


"Kami sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Sebaiknya Nyonya urus Lisa, dia sendiri yang sengaja datang padaku," ucap Noah.


^^^"Ha ... ha ... bagus Noah! Pegang kata-katamu! Sekarang katakan berapa uang yang kamu mau? Kamu butuh uang untuk memperbaiki mobilmu, bukan?"^^^


"Simpan saja uangmu dengan baik, Nyonya! Aku bisa mencarinya sendiri. Katakan kepada anak Anda agar tak mendekatiku lagi!"


^^^"Cuih! Sombong kamu, Noah! Anakku tidak akan mengejarmu kalau kamu tak memberi peluang. Apa jaminanmu kalau tidak mendekati anakku lagi?" Olive menantang Noah agar memberikan jaminan.^^^


Mendengar itu, Noah terdiam beberapa detik. Jaminan? Dia sendiri tak tahu apa yang dipinta Olive. Noah tak mungkin memberinya uang, gaji bulanannya saja selalu habis untuk membayar utang dan biaya hidup keluarganya. Lalu apa yang Olive pinta? Jangankan uang harta pun dia tak punya. Bahkan mobil yang menjadi harta satu-satunya pun sudah terbakar karena kecelakaan tadi. Noah terus berpikir di dalam hatinya.


"Nyonya--"


Belum sempat Noah berucap, Ara yang ada di sebelahnya langsung merebut ponsel itu. Ya, dia tahu siapa Noah. Ara sudah pernah membaca asal-usul Noah di novel. Ara juga tahu, kalau Noah sebenarnya menyayangi Lisa. Walaupun Lisa banyak kekurangan, sebelumnya mereka berdua saling mencintai. Ara juga tahu bagaimana kondisi keuangan Noah dan keluarganya.


"Kasar sekali ucapanmu, Nyonya! Asal Anda tahu, anak Anda sendiri yang mengejar-ngejar Noah. Aku tidak tahu bagaimana cara Anda mendidiknya, wanita itu sangat kasar dan brutal. Kalau aku jadi dia, aku tidak akan mengejar-ngejar lelaki yang sudah tak mencintaiku lagi. Rendah sekali harga diri anak Anda, Nyonya!" bentak Ara di telepon.


^^^"Kurang ajar! Siapa kamu? Beraninya kamu menghina anak dan keluargaku! Apa kamu pacar baru Noah, hah!" pekik Olive.^^^


"Siapa aku, itu tak perlu Anda tahu! Urus anakmu! kalau perlu ikat dia, jangan sampai dia lepas lagi!" Ara menaruh kasar handphone itu di tangan pengawal pribadi Lisa.


Ara begitu kesal karena ucapan Olive sudah sangat keterlaluan. Pengawal yang menerima handphone begitu tercengang, dia juga tahu kalau apa yang diomongkan Ara adalah benar.


"Ayo kita pergi. Keluarga dia sudah tidak waras!" Ara menarik tangan Noah agar segera pergi menjauh. Ara begitu muak dengan perlakuan Olive. Ketika mereka berdua berjalan pergi, Lisa yang ada di dalam mobil tampak tak terima. Namun, karena mobil Lisa sudah melaju, dia tak bisa berbuat apa-apa.


Ara berhasil membawa Noah menjauh. Ara pun segera melepas tangannya dari tangan Noah. "Maaf, tadi aku hanya tidak suka kalau ada seseorang yang dihina!" Ara menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Tidak apa, Nona. Justru aku sangat berterima kasih karena kamu sudah membantuku," balas Noah membalas tersenyum, "kalau Nona mau, bagaimana kalau aku antar pulang. Kebetulan aku membawa mobil kantor," imbuhnya.


Ara mengangguk mengiyakan. Di menit itu pula, mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil. Ara tampak senang, karena ini adalah kali pertamanya seorang lelaki mengantarkannya pulang. Ya, walaupun dia sedang berada di dalam dunia novel. Itu cukup membuat gadis itu bahagia.


Di dalam mobil, Noah banyak menceritakan tentang dirinya dan hubungan dengan Lisa. Ara berpura-pura tak tahu dan berusaha menjadi pendengar setia. Tidak hanya tentang hubungan percintaannya saja, Noah juga menceritakan masalah keuangan keluarganya.


"Aku tak punya kekayaan yang akan dibanggakan seorang wanita. Bahkan rumah pun aku tak punya. Ya, wanita itu adalah mantan tunanganku. Kami sudah dijodohkan sejak aku masih sekolah menengah atas dulu. Saat itu, Lisa masih berusia sebelas tahun, sementara aku sudah berumur 18 tahun," kata Noah.


"Aku yakin Lisa mencintaimu sampai segila itu karena sesuatu hal yang dimilikimu. Eum ... apa kamu masih mencintai Lisa?"


Saat itu juga Noah menggeleng. "Sejak kecil, aku sudah menganggapnya adik sendiri. Aku sangat menyayangi Lisa tetapi bukan sebagai pacar. Melainkan sebagai kakak kepada adiknya."


"Kita sudah sampai depan rumahmu," ucap Noah.


"Bolehkah aku meminta nomer ponselmu, Nona?" pinta Noah.


Saat itu juga Ara mengambil sesuatu dari dalam tasnya. "Ini adalah kartu namaku. Di sana ada nomer handphone milikku. Oh, iya terima kasih sudah mengantarku pulang."