TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Mengajak Helen


Setelah mengatakan iya kepada Aluna, Alvin lalu pergi meninggalkannya. Padahal Aluna hendak mengobati lukanya, sayangnya lelaki itu enggan untuk disentuh istrinya.


Aku tidak peduli bagaimanapun dirimu. Bukankah kita sama-sama menguntungkan. Aku bisa menyelesaikan misi dan kamu bisa menyelamatkan rumah tanggamu, batin Aluna.


Dari kejauhan, dua orang yang sedang mengintipnya sudah tak tahan lagi. Mereka akhirnya keluar dari persembunyian dan berjalan mendekati Aluna.


Sepertinya mereka akan mendekatiku! batin Aluna sudah melihatnya.


Aluna merasa kurang nyaman setiap didekati dua orang jelmaan ular itu. Serasa ingin sekali bersembunyi ke dalam goa, jangankan mengajak berbicara, bertemu muka seperti sekarang pun membuatnya enggan meladeni mereka.


Beberapa langkah lagi ketika sudah semakin dekat kearahnya, Aluna cepat-cepat berbalik arah ingin pergi, pura-pura tak melihat.


Harusnya aku berlari! Tapi tidak! Jangan membuat mereka curiga, batin Aluna berpikir agar tak bertatap muka.


"Jangan menghindar Luna!"


Helen menghentikan langkah Aluna seketika.


Ketika menoleh, Mona ibu tirinya rupanya sudah pergi. Hanya ada Helen yang berdiri tidak jauh darinya.


"Apa anda memanggilku?" ketus Aluna.


Menurut Aluna, kalau dilihat dari wajah dan penampilannya, Luna lebih cantik dari pada Helen. Gadis dengan rambut pendek itu berjalan semakin dekat ke arahnya.


"Kamu mau membuktikan apa kepada Alvin? Jelas di dalam video itu adalah kamu. Apa kamu sudah melupakan kehangatan yang diberikan Devan? Apa kamu sudah lupa rasanya Devan memperlakukanmu dengan sangat manis?" Helen terus saja mencecar Aluna terus-menerus.


"Jadi dari tadi kalian sudah menguping pembicaraan kami?" Aluna menatap serius Helen.


"Kalau iya memang kenapa?"


"Berhentilah ikut campur masalah kami!" ketus Aluna, "Atau kamu akan berhadapan dengan ku!"


Helen benar-benar sangat membenci Luna, ia selalu ingin mendapatkan apa yang Luna peroleh. Termasuk Alvin, ia ingin sekali mendapatkannya. Baginya Luna adalah wanita yang dengan mudah ia bodohi.


Belum puas dengan kemarahan Aluna, Helen terus saja menghinanya, "Wanita jala*ng dan murahan sepertimu tak pantas mendapatkan Alvin!" bisik Helen sebelum Aluna meninggalkannya.


Karena saking marahnya Aluna sampai menarik rambut Helen, "Berhentilah mengatai ku dengan kata-kata itu. Kalau tidak adanya hukum dan polisi, aku pasti sudah potong lidahmu menjadi dua bagian!"


Sayangnya ketika Aluna menarik rambut Helen, seorang perawat lewat disebelahnya. Membuat Aluna segera melepaskan dengan cepat rambut Helen.


"Selamat siang, Nona." perawat menyapa mereka berdua.


"Siang, Suster." Aluna tersenyum ketika perawat menyapa mereka. Ia cepat-cepat merapihkan rambut Helen agar perawat tadi tidak curiga kalau mereka sedang bertengkar.


Ekspresi wajah Helen langsung berubah marah, ingin sekali ia membalasnya namun Helen tau kalau Luna sekarang adalah wanita yang kuat. Ia hanya berani beradu mulut dibandingkan dengan kekuatan.


Aluna menahan tawanya mendengar perkataan Helen barusan, "Kalau begitu jangan ikut campur masalahku, apa lagi kalau kamu berniat mengambil alih bisnis ayahku. Ingat kamu adalah anak tiri, tidak lebih!"


Dari sistem yang ia dengar, Helen ingin mengambil alih bisnis ayah Luna, bukan cuma ingin menyelesaikan misinya saja. Aluna juga ingin memberikan perhitungan kepada Helen agar ia tak macam-macam dengan keluarga Luna.


"Luna.. Luna! Apa kamu tidak tahu kalau ayah sendiri yang akan menyerahkan sahamnya kepadaku. Bahkan karena ulah mu, Ayah sudah tidak percaya lagi denganmu."


Terus saja berkata sombong, Helen berbicara kepada Luna. Guratan senyum licik kembali terlukis di bibirnya. Sebentar lagi ia akan menang, pikirnya. Dari bayangannya sekarang, masa depan Luna sebentar lagi akan hancur. Tidak hanya Alvin, bahkan ia akan mendapatkan ayah tirinya, Hideon.


Aluna merasa terkejut mendengar ucapan dari mulut Helen, benarkah ayah Luna sendiri yang menyerahkannya? Atau hanya bualan Helen untuk memanasinya? Ini adalah misteri yang harus Aluna selesaikan perlahan.


"Ayahmu sendiri yang bilang kepada ibuku kalau harta untukmu sementara dicadangkan dan tidak akan diberikan untukmu! Malang sekali nasibmu, Luna!" Helen kembali mengejeknya.


Aluna terdiam sejenak, pagi tadi ia sempat mendengar dari sistem kalau Hideon beranggapan bahwa anaknya memiliki sikap yang dangkal tidak bisa menjadi penerus perusahaannya. Hideon menilai Luna hanya memikirkan soal cinta dan selalu mengejar lelaki termasuk Alvin dan Devan.


Semenjak video itu dilihat Hideon, ia semakin yakin kalau putrinya hanya memikirkan hawa nafsunya, berusaha mendapatkan hati dari dua pria sekaligus. Parahnya lagi Hideon taunya Luna hanya bisa menghabiskan uang tak pernah mau tahu bisnis yang digeluti ayahnya. Karena pikirannya itu, Hideon akhirnya percayakan saham perusahaannya kepada istrinya dan Helen.


Luna benar-benar wanita lemah dan malang. Tidak bisa melawan dan hanya diam ketika semua orang berusaha menusuknya dari belakang. Luna yang sedang ia tempati tubuhnya sedang bertukar posisi di tubuhnya di dunia nyata. Sementara Aluna di dunia nyata sedang dalam kondisi koma di rumah sakit.


Terakhir sebelum mereka berpindah posisi, Luna dalam kondisi semakin terpuruk dan sedih. Luna sempat ingin mengakhiri hidupnya, namun semua itu gagal. Alvin sudah lebih dulu mengurungnya di kamar.


Aluna benar-benar tidak bisa berkata-kata saat Helen mengatakan kalau ayah Luna tidak mempercayainya lagi. Aluna berpikir sepertinya ia harus menemui ayah Luna dulu sebelum malam tiba. Ia ingin merapihkan sehelai demi helai masalah yang seperti benang kusut yang akan dilaluinya.


Sepertinya aku harus mengundang wanita ular ini juga nanti malam. Ia harus menerima balasan dari kelakuannya! batin Aluna terus berpikir.


Melihat Luna diam saja, Helen tampak berpikir kata-katanya berhasil membuat Luna frustrasi. Jelas dia begitu senang melihat perubahan raut muka Aluna yang sedang diam berpikir.


"Sepertinya aku harus pergi, Luna. Aku turut prihatin dengan semua yang menimpamu! Semoga kamu tidak berakhir dengan bunuh diri," ucap Helen tersenyum menang.


"Itu tidak mungkin nona! Aku tidak seburuk yang Anda pikirkan, karena aku yakin aku tidak bersalah. Dan sebentar lagi aku akan membuka semua kebusukan mu! Bukankah kamu dalang dari video itu," balas Aluna tegas.


"Heuh! aku ingin tertawa mendengarnya. Kamu tidak bisa sembarang menuduhku tampa bukti! Aku pergi dulu!" Helen berbalik arah hendak meninggalkan Aluna.


Namun baru selangkah akan berlalu, Aluna menarik tangan Helen, "Kalau bukan kamu yang bersalah, baiklah datanglah ke cafe miracle malam ini. Aku akan membuktikan siapa yang sebenarnya busuk dan wanita jalan*ng!"


Aluna sengaja mengundang Helen ingin membuka kejahatan yang dilakukan saudara tirinya itu. Ia ingin membuktikan kalau Ia tidak bersalah di depan Alvin. Beberapa rencana sudah ada dalam pikirannya.


####


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.


Terima kasih.