
Di perusahaan Hideon.
"Beritahu Sembo agar tak menyerahkan anak itu kepada Lily. Aku akan menaikkan komisinya sesuai yang kalian pinta," kata Hideon di telepon.
"Aku tahu, Tuan. Sayangnya barusan nomor Sembo sudah tak aktif lagi. Aku akan menghubunginya lagi kalau sudah aktif, agar dia tak menyerahkannya kepada Lily."
"Bagaimana bisa nomor Sembo tak aktif? Jangan menutupi. Aku sudah memberikan uang tutup mulut sebesar 2 miliar kepada Anda, kalau ada apa-apa dengan cucuku, aku akan melaporkan kalian kepada polisi!"
Uang tutup mulut dari Hideon akan Nyonya Dori bagi rata untuknya 1 miliar dan Sembo satu miliar. Sayangnya Sembo tak mau, menurut mereka jumlahnya terlalu kecil. Memang benar Nyonya Dori kehilangan kontak Sembo. Ketika Nyonya Dori akan menghubunginya lagi, tiba-tiba sinyal di ponsel Sembo menghilang.
"Sinyal di tempat Sembo memang sulit dijangkau. Tuan jangan seenaknya mengancam kami pada polisi. Yang ada Anda akan dituntut balik karena sudah menelantarkan Zero dari bayi, Anda dan anak Anda bisa jadi yang akan masuk penjara. Identitas Zero sudah masuk dalam kartu keluarga kami, secara dinas tentu saja Zero adalah anak kami." Nyonya Dori malah mengancam balik.
Hideon di seberang telepon juga sangat geram, dia pun sama kehilangan sinyal untuk menghubungi Aluna dan Alvin, karena cuaca di pegunungan sedang tidak bersahabat, hujan gerimis disertai badai.
"Aku tidak mau tahu. Kalau ada apa-apa dengan cucuku. Aku akan menghabisi kalian!"
...***...
Di kawasan pegunungan kota X pukul enam pagi. Lily dan beberapa orang suruhannya berusaha membuntuti Sembo. Begitupula Aluna dan Alvin. Dalam posisi dan mobil berbeda mereka masih memantau Sembo dan istrinya dari dalam.
"Sebaiknya kita datangi saja Sembo, kita beri perhitungan dia agar menyerahkan Zero. Beri uang yang dia pinta dan cepat ambil anak kita," kata Alvin berniat keluar.
Sembo dan istrinya ternyata tahu kalau mereka sedang dibuntuti. Suami istri itu sangat rakus, dan licik. Mereka sengaja membeli Zero dari Nyonya Dori karena akan mereka perdagangkan lagi ke luar negeri. Ketika tahu Lily membuntutinya, bukannya meneruskan perjalanan, mereka malah berbelok ke sebuah hotel.
"Jangan! Lily masih mengintainya. Asisten Jo sudah ada di belakang kita, suruh saja dia diam-diam masuk ke dalam hotel. Sebaiknya kita langsung saja ke rumahnya, karena aku yakin Zero sedang tidak bersama mereka," ucap Aluna.
Aluna menengok ke belakang, melihat Asisten Jo sudah ada di mobil belakang mereka. Aluna memberi perintah agar Asisten Jo menemui Sembo di dalam.
"Apa kamu tahu alamat rumahnya?" tanya Alvin.
"Kita sudah memasuki perkebunan Strawberry, beberapa kilometer lagi ada sebuah perkampungan. Barusan aku bertanya kepada seseorang, hampir seluruh rumah di tempat itu adalah milik buruh petik Strawberry. Kita bertanya saja pada orang di sana," sahut Aluna.
Untuk berapa kalinya Alvin mempercayai kata-kata Aluna. Dia sangat yakin kalau Aluna didatangkan untuk mengatasi kekacauan dalam rumah tangganya.
Aluna mulai menyalakan mesin mobilnya berputar arah menuju alamat kampung dekat perkebunan.
...***...
Di tempat lain di perusahaan Alvin.
"Di mana Alvin? Kenapa dia belum datang? Bukankah ini sudah lebih dari jam tujuh pagi, tak mungkin dia terlambat," kata Helen terlihat melamun duduk di ruangan Alvin.
Berkali-kali dia melihat ke arah jendela, memastikan mobil Alvin sudah memasuki halaman perusahaan. Sayangnya dari tadi mobil Alvin tek terlihat kemunculannya. Helen tak tahu kalau Alvin sengaja libur hari ini untuk mencari Zero.
"Sam, kenapa Presdir Alvin belum datang?"
Sekretaris Sam kebetulan masuk ke dalam ruangan Alvin, dia ingin merapihkan berkas-berkas yang sudah ditandatangani Alvin kemarin.
"Presdir tidak bisa bekerja hari ini. Presdir bilang, ada keperluan penting yang harus diurus. Kalau ingin bertanya mengenai pekerjaan, Nona bisa tanyakan padaku," jawab Sekretaris Sam.
"Ada keperluan penting? Apa dia sedang menemui klien sepagi ini? Seumur-umur semenjak bekerja padanya, baru kali ini aku melihat Alvin tak masuk kerja."
"Sepertinya bukan. Beberapa jadwal pertemuan dengan klien sudah dibatalkan hari ini. Aku tidak tahu keperluan penting lainnya, Nona," jawab Sekretaris Sam, "aku permisi dulu, banyak kerjaan yang harus aku selesaikan," sambungnya.
"Tunggu, apa Luna juga tidak masuk?" tanya Helen sebelum Sekretaris Sam keluar ruangan.
Sekretaris Sam mengangguk kemudian berlalu pergi. Mendapati Luna juga tidak datang, Helen merasa bingung dan menduga-duga. Sebenarnya keperluan penting apa yang menyebabkan Alvin tak masuk kerja bersama Aluna? Saat itu juga dia menelepon Asisten rumah tangga Alvin, menanyakan keberadaan lelaki itu di rumahnya.
Helen bertambah kaget saat mendengar Alvin tak ada di rumah bersama Aluna. Ada seseorang yang mengatakan kalau Alvin sedang pergi ke pulau seberang menggunakan helikopter.
"Ke pulau seberang bersama Luna? Tidak mungkin mereka melakukan bulan madu saat ada kabar buruk mengenai Luna. Aku yakin ini ada kaitannya mengenai anak yang dilahirkan Luna. Aku harus menghubungi Mommy agar mendesak Ayah untuk menggali informasi mengenai ayah dari anak itu," kata Helen.
"Kalau iya Alvin bersama Luna mencari anak itu. Aku juga harus menghubungi Lily dan Yuze agar mereka tahu," kata Helen lagi sambil memencet salah satu kontak di ponselnya.