TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Lisa atau Mona


Setelah merapihkan kukunya, Ara kembali ke kamar Helen. Kasur yang empuk dan kamar yang begitu nyaman, membuat Ara merasa betah berada di dalamnya. Belum pernah sekali pun dia tidur di kasur yang senyaman itu. Ara membuka lemari Helen yang dipenuhi dengan baju dan gaun yang bermerek. Dicobanya satu per satu baju itu, tampak pas menempel di tubuhnya yang ramping.


"Hoaem, kenapa rasa kantukku kambuh lagi." Ara kembali menguap. Direbahkan tubuhnya ke kasur.


Benar-benar sangat nyaman, batin Ara.


Matanya benar-benar sangat berat. Baru saja dia ingin memejamkan matanya. Ara mendengar seseorang berteriak di halaman depan rumahnya. Ara merasa mengenal pemilik suara yang berteriak di bawah.


"Dasar wanita tak tahu diri. Keluar sekarang ja lang!" teriak seseorang dari bawah sangat keras.


"Helen si alan! Beraninya kamu merebut calon suamiku. Keluar, kalau tidak aku akan mendobrak pintu pagar rumahmu!" teriaknya sekali lagi.


Mendengar nama Helen dipanggil. Ara langsung bangun dan berjalan menuju balkon kamarnya. Dia ingin melihat siapa wanita yang meneriaki nama Helen dengan sangat kencang.


Ara melihat dari atas balkon, Lisa dan pasukannya berada di depan pintu pagar. Perempuan itu masih saja tidak terima dengan Ara, karena menurutnya gara-gara Ara, dia sampai putus dengan Noah.


"Sepertinya Lisa sudah salah paham denganku. Padahal aku menganggap Noah hanya teman saja,' kata Ara.


Teriakan Lisa yang sangat keras terdengar oleh Mona yang ada di lantai satu. Awalnya Mona mengira, ada orang gila di depan pintu pagarnya, karena pelayan sendiri mengatakan ada orang asing berdiri di depan pagar sedang marah-marah.


"Helen! Keluar ja lang!" teriak Lisa lagi sangat keras.


Begitu mengetahui dia memaki anaknya, Mona pun langsung berlari ke depan. Dia sangat tidak terima ada yang mengatai anaknya dengan kata-kata kasar. Saat itu juga dia didampingi kedua pelayan pribadinya berjalan ke luar.


Dua pelayan membuka pintu gerbang halaman depan.


"Siapa kamu?" teriak Mona menatap tidak suka Lisa yang sedang berkacak pinggang.


Lisa berjalan mendekat sembari melihat sinis ke arah Mona. "Di mana Helen? Di mana wanita sialan itu menyembunyikan calon suamiku?" ketusnya.


Mona semakin geram dengan kelakuan Lisa. "Beraninya kamu berkata kasar tentang anakku. Siapa calon suamimu? Anakku tidak mungkin merebut calon suamimu!" bentaknya.


Lisa menatap sinis. "Noah. Dia calon suamiku, dan anakmu berhasil merebutnya dariku! Memangnya tidak ada lelaki lain selain pacarku, hah!"


Saat itu juga Mona tertawa lepas. "Ha ... ha ... Noah siapa? Aku tak pernah mendengar ada taipan kaya bernama Noah, anakku tidak mungkin menyukai lelaki dari kalangan bawah. Sepertinya kamu salah orang!" Mona mendo rong bahu Lisa dengan telunjuknya.


Lisa tak mau kalah dia mendo rong balik Mona. "Anakmu itu wanita tak tahu diri. Kalau dia tak menyukai lelaki dari kalangan bawah. Kenapa dia mau diajak jalan berdua. Wanita munafik!"


Mendengar kegaduhan di luar, Ara yang baru turun dari lantai atas, langsung berlari ke luar. "Apa-apaan ini?"


Lisa dan Mona menoleh berbarengan.


"Akhirnya kamu keluar juga ja lang," kata Lisa tersenyum miring, "tidak ku sangka ternyata ibu dan anak sama saja."


"Apa maksudmu?"


"Pikir saja sendiri!" Lisa melirik tajam, "di mana kamu menyembunyikan kekasihku, apa paman Noah sedang ada di dalam?"


Lisa berjalan mendekati pintu gerbang, menyembulkan kepalanya dari luar berusaha melihat ke dalam halaman. Namun sebelum kepalanya mendekati pintu gerbang, dua orang pelayan mendorongnya, tidak memperbolehkan Lisa masuk bahkan mengintip sekali pun.


"Lepaskan! Aku ingin mencari calon suamiku di dalam. Helen pasti menyembunyikannya," kata Lisa berusaha melepaskan tangan dari kedua pelayan itu, "pengawal beri pelajaran mereka karena berani menyentuh tanganku!" perintahnya kepada empat bodyguard yang dibawanya. Lisa sengaja membawa mereka untuk mengepung rumah Mona.


Kedua pelayan didorong oleh kedua pengawal Lisa agar melepaskan tangan gadis itu.


Melihat pelayannya diperlakukan kasar. Mona yang merasa dipermalukan di rumahnya, langsung memanggil seluruh penjaga keamanan yang dimilikinya.


"Panggil semua pengawal. Perempuan ini telah membuat habis kesabaranku," perintahnya kepada dua pelayan wanita tadi.


Tidak ada lima menit semua pengawal Mona berkumpul di luar. Lisa sudah berdiri sejajar dengan empat pengawalnya. Begitu pun Mona, dua penjaga keamanan dan dua tukang kebun berdiri sejajar dengannya. Mereka berdiri saling berhadapan, lima lawan lima. Sementara, Ara berdiri di antara mereka, melihat satu persatu pengawal yang di bawa Lisa.


"Jadi ceritanya kamu ingin mengeroyokku?" tanya Ara.


"Semuanya tergantung kamu. Berhentilah berhubungan dengan calon suamiku, atau kalian akan menerima akibatnya." Dengan sombong Lisa mendongakkan dagunya.


Jelas Mona tak terima anaknya diancam seperti itu. Dia semakin marah dengan tingkah Lisa yang sombong. Detik itu juga, dia mendekati Lisa lalu mendorongnya kasar. Membuat gadis itu benar-benar kaget.


"Kurang ajar! Sudah kubilang kalau lelaki itu bukan tipe anakku. Beraninya kamu mengancam Helen di rumahnya sendiri. Enyah kau dari sini!'


Akibat dorongan Mona, tubuh Lisa terjengkang ke belakang. Untungnya ke empat pengawal Lisa, sigap menolongnya.


Sambil mengelus punggungnya, Lisa berkata, "Beraninya kamu mendorongku sampai terjatuh. Pengawal! Dorong wanita tua itu sampai jatuh, aku akan memberikan kalian bonus yang besar!"