TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Harus Mencari Sendiri


Sistem mengingatkan Aluna agar merubah alur novel. Merubah cerita yang harusnya menyedihkan karena terkena jebakan menjadi cerita yang sweet. Ya, itu adalah misi ke empat Aluna dan sampai detik ini, ia baru menyelesaikannya 50%. Aluna benar-benar kehabisan ide, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi, mengingat keberhasilan lulus misi kali ini hanya sistem lah yang menentukannya.


"Apa yang harus aku lakukan lagi Miss K?" tanya Aluna, dia tidak tahu harus berbuat apa mengingat waktu hanya sebentar lagi.


[Anda harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu.]


"Bukti, apa Alvin tidak dapat menemukan botol yang benar?" tanya Aluna lagi.


[Nona, Anda memiliki tas saran yang bisa ditukar untuk mencari informasi keberadaan bukti. Misi kali ini memang lebih sulit. Nona harus berusaha sendiri mencari pecahan botol yang benar.]


Mendengar penjelasan sistem, Aluna mengerti sepertinya sistem menyuruhnya agar menukar tas saran untuk mendapatkan petunjuk. Dari sistem juga dia mulai mengerti, sesusah apa pun misi, harus dia sendiri yang lebih dominan berusaha. Aluna baru menyadari, dia belum melakukan apa pun untuk mencari bukti.


Aluna menghempaskan kasar tubuhnya ke atas tempat tidur, memejamkan matanya sambil terus memikirkan untuk mencari bukti. Ya, dia memang terbiasa menyelesaikan masalah apa pun sendirian, tetapi untuk misi hari ini dia sedikit ragu akan bisa menyelesaikannya.


"Jam berapa sekarang?" Aluna melontarkan pertanyaan untuk dirinya sendiri.


Aluna lalu mengambil ponsel di saku celananya untuk melihat waktu. Baru membuka handphone, Aluna dikagetkan oleh banyaknya panggilan tak terjawab dari Hideon. 'Ada perlu apa ayah Luna meneleponku?' Aluna bergumam di dalam hati.


"Halo, Ayah." Aluna langsung menyapa Hideon ketika panggilan teleponnya terhubung.


^^^"Luna, sekarang kamu sedang berada di mana?" tanya Hideon di telepon. ^^^


Agak sedikit canggung Aluna menelepon lelaki yang dipanggilnya "Ayah" itu. Aluna yang masih berbaring di atas tempat tidur terpaksa harus menghubunginya karena penasaran.


"Aku sedang berada di rumah suamiku. Ada apa Ayah meneleponku?" tanya Aluna lagi.


Hideon yang berada di seberang telepon, mengembuskan napasnya pelan. Ya, mau tak mau dia harus menghubungi Luna demi Helen, menanyakan penyebab pingsannya Helen dan meminta agar Luna sedikit mengalah demi adiknya.


^^^"Luna, apa penyebab Helen pingsan. Apa benar sebelum pingsan kalian bertengkar?"^^^


Aluna mulai menjauhkan telepon dari telinganya. Dia pikir Hideon menelepon Luna karena ingin menanyakan kabar anaknya. Tetapi bukan, dia menelepon hanya karena Helen. Aluna mulai malas menanggapi.


"Aku tidak tahu!"


^^^"Luna, dengarkan ayah! Walupun dia bukan adik kandungmu, tetap dia adalah keluarga kita. Kalau masalah kalian masih belum selesai, sebaiknya untuk sekarang kamu lebih mengalah sedikit, agar Helen tidak terlalu banyak pikiran yang dapat membuatnya kembali koma."^^^


Aluna tak menyahut, walaupun teleponnya dia jauhkan, tetap dia masih bisa mendengar apa yang dibicarakan Hideon.


^^^"Aku yakin Helen masih menganggapmu kakak. Buktinya saat bangun dari koma tadi, Helen terus memanggil-manggil namamu dengan kakak. Kata perawat, kata pertama Helen ketika bangun, dia ingin bertemu denganmu. Aku ingin kalian berdamai, Luna." Hideon terus menasehati Luna di telepon.^^^


"Maaf, Ayah. Sepertinya aku sedang sibuk. Kita bicarakan nanti saja," kata Aluna sambil memutuskan sambungan telepon.


Pet.


Tetapi, kenapa hati kecilku berkata lain? Kenapa aku jadi teringat adikku Ara? Bagaimana keadaanmu, Ara?


Aluna semakin melamun, terus memandangi foto Helen di handphonenya. Dia sangat merindukan 'Arabella' keluarga satu-satunya yang dimiliki di dunia nyata. Aluna rela berkorban apa pun demi Ara, bahkan semenjak adiknya didiagnosis menderita leukimia, Aluna tak memikirkan kebahagiaannya untuk menikah. Dia hanya ingin adiknya sembuh.


Aku melakukan semuanya untukmu, Ara. Bersabarlah!


Aluna menyeka cairan bening yang keluar dari ujung netranya. Setiap teringat adiknya, dia tak bisa membendung air matanya. Dari sistem Aluna mengetahui kalau dia berhasil menyelesaikan misi, maka dia akan mendapatkan uang dan berbagai keahlian lainnya. Uang yang didapatkan akan dipergunakan untuk operasi adiknya, Arabella.


Melihat keuntungan dari sistem, Aluna kembali bersemangat menyelesaikan misi. Dia masih punya waktu sisa empat jam lagi dari sekarang.


Drtt ... drtt ....


Handphone Aluna kembali bergetar, ada panggilan masuk dari Alvin.


^^^"Luna." Alvin berkata sangat pelan di telepon. ^^^


"Yah," jawab Aluna.


^^^"Maafkan aku Luna." Dari nada bicara Alvin seperti sangat berat. ^^^


"Maaf untuk apa?" tanya Aluna.


^^^"Aku sudah mendapatkan info dari Noah. Hasilnya tidak ada satu pun sidik jari punyamu dan Helen. Maafkan aku sudah mengecewakanmu, Luna. Tetapi, jangan khawatir! Setelah Tuan Dae Jung pulang, malam ini aku akan kembali ke bar dan mencarinya lagi untukmu."^^^


^^^ ^^^


Sebelum Alvin mengatakan, Aluna sudah menduganya. Walaupun sedikit heran, dia tak begitu kaget atau pun kecewa. Tetapi tidak dengan Alvin, lelaki itu terlihat sedih karena belum bisa membantu istrinya, dia merasa tidak bisa diandalkan.


"Kamu tidak perlu kembali ke bar. Biar aku saja yang mencari bukti itu sendiri, sekarang." Aluna secara dominan menolak. Di saat itu, dia langsung menutup teleponnya.


Aluna yang sedang duduk di atas tempat tidur, langsung menepuk kalung sistem. Dia memutuskan menukar satu tas saran untuk mencari bukti.


"Miss K, aku tukar satu tas saran milikku untuk mencari informasi keberadaan bukti," kata Aluna ketika sensor di kalungnya menyala.


Sistem langsung membalas, pertukaran pun berhasil. Sistem menerangkan dengan menampilkan layar kecil di sebuah cermin, memberitahukan letak keberadaan bukti.


...[Pelayan kembali salah memberikan kantong pecahan botol. Kantong sampah yang asli sudah ada di tempat pembuangan sampah. Anda masih punya dua jam dari sekarang sebelum sampah-sampah diangkut oleh petugas ke tempat...


...pembuangan akhir.]...


Apa? Jadi aku harus mencari langsung ke tempat sampah? Baiklah, tidak masalah!