TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Bab 247. Masalah dengan Mertua


^^^"Kakak kalau tidak keberatan biar Zero aku saja yang jemput," kata Ara di telepon.^^^


Sebelum Zero datang, Aluna sedang berbicara dengan Ara di telepon. Aluna bercerita kalau hari ini Zero akan bersekolah. Dia akan mengantar dan menjemput Zero setiap hari. Namun, karena takut suatu saat nanti jadwalnya bentrok ketika meeting dengan klien, Ara menawarkan diri untuk menggantikan Aluna menjemput Zero.


"Tidak usah, Ara. Aku bisa melakukannya sendiri. Bukan aku tak mau. Aku hanya takut suatu saat nanti tiba-tiba kamu berubah menjadi Helen," jawab Aluna.


Ara mengerti ketakutan Aluna, mengingat Helen adalah wanita yang licik dan melakukan berbagai cara untuk menghancurkan Luna.


Baru selesai berbicara, Zero datang menghampiri ibunya. Mengatakan kalau nenek Alma mengajaknya jalan pagi di halaman depan.


"Mama, nenek sudah menunggu di kamarku," ucap Zero.


Aluna menunda aktifitasnya sejenak dan mengikuti anak kecil tersebut ke kamarnya. "Di mana nenek, Ze?"


Tidak ada Nenek Alma di sana, hanya ada pelayan An yang sedang membersihkan ruangan kamar Zero. "Nyonya besar sudah kembali ke kamarnya, Nyonya muda. Beliau berpesan, karena ada keperluan penting pagi ini, nyonya besar tak jadi jalan pagi bersama Tuan kecil Zero."


"Terima kasih Pelayan An," jawab Aluna, "kalau begitu kita bersiap-siap sekarang, hari ini adalah hari pertamamu bersekolah di tempat yang baru," kata Aluna lagi, kali ini berbicara dengan Zero.


"Horee! Aku senang, Mama."


"Lihat ini adalah seragam TK-mu, kau pasti sangat cocok mengenakannya," kata Aluna sambil memperlihatkan seragam di tangannya.


Zero sangat suka. Bukan karena seragamnya yang baru. Tetapi dia senang karena sebentar lagi mendapatkan teman-teman yang baru dan bisa bersekolah lagi.


"Ayo pakai dulu seragamnya," ajak Aluna.


Sebelum sarapan pagi, Aluna lebih dulu mengurus semua keperluan Zero dari pagi sampai sore. Karena setelah Zero pulang sekolah nanti, dia akan mengajak anak itu ke tempat kerjanya.


"Luna!" panggil Nyonya Clara ketika melihat mereka keluar dari kamar.


Aluna dan Zero menoleh. Dia melihat Clara berjalan mendekati. Terlihat kening Clara mengernyit saat melihat Zero mengenakan seragam sekolah.


"Luna, mau ke mana kalian?" tanya Clara lagi.


"Sekolah? Bersekolah di mana, Luna? Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?" tanya Clara kepada Aluna, "Apa kamu juga akan kembali bekerja lagi?" Clara melihat busana formal yang dikenakan Aluna dari atas sampai bawah.


"Iya, Ibu mertua. Tapi sebelum bekerja, aku akan mengantar Zero dulu ke sekolah. Kebetulan tempat sekolah Zero searah dengan tempat kerja," jawab Aluna sambil melontarkan senyum.


Clara tampak terkejut. Menggelengkan kepala pelan seakan tak setuju sama sekali dengan keputusan Aluna. "Kenapa kamu baru mengatakan sekarang kalau cucuku mulai sekolah. Sudah aku bilang kalau ada apa-apa dengan cucuku, bicarakan dengan kami dulu. Apalagi menyangkut hal penting seperti tempat sekolah Zero. Aku sudah siapkan taman kanak-kanak bertaraf internasional yang sangat bagus untuk Zero. Dari seragamnya saja, sepertinya sekolah yang kamu pilih untuk kalangan bawah. Tidak sesuai dengan keluarga kami. Aku tak suka dan nenek pasti tak akan setuju."


Aluna berusaha tenang tak terpancing emosi. "Ze, papa sudah menunggumu di ruang makan untuk sarapan pagi. Kamu pergi duluan ya? Nanti mama akan menyusulmu ke sana," kata Aluna memberitahukan kepada Zero. Dia tak mau berdebat di depan Zero.


Zero mengangguk dan berpamitan kepada Clara. Sementara Aluna mengajak ibu mertuanya itu untuk duduk di sofa untuk membicarakan hal ini.


"Maafkan aku ibu mertua. Aku sudah melihat kondisi TK tersebut. Menurutku pendidikan di sana cukup bagus. Tidak kalah dengan sekolah yang ibu mertua anjurkan," kata Aluna.


Alasan Aluna menyekolahkan Zero di tempat itu karena selain bisa bersekolah pagi, ada program bermain untuk mengasah kreatifitas dan bakat anak yang dilakukan di taman kanak-kanak sampai sore. Para murid di sana juga akan diberi waktu makan, dan istirahat siang sambil menunggu orang tua mereka pulang menjemput. Sangat cocok bagi Aluna, dan yang paling utama keamanan di sekolah tersebut sangat ketat. Tidak boleh sembarang orang menjemput murid tanpa izin orang tua.


"Di mana dia sekolah? Segera urus perpindahannya. Aku akan mendaftarkan cucuku di sekolah khusus anak bangsawan. Apa jadinya nanti kalau dia bergaul dengan anak kalangan bawah? Zero harus lebih baik dan pintar lebih dari ayahnya," kata Clara dengan nada tinggi.


"Maaf, ibu mertua. Aku akan tetap menyekolahkan anakku di sana. Dan satu lagi, demi keamanan Zero aku tidak akan memberitahukan di mana tempat Zero bersekolah. Maaf, aku pamit undur diri. Waktuku tidak banyak. Kalau masih ada yang perlu dibicarakan lagi, nanti malam aku akan menemuimu ibu mertua lagi," ucap Aluna.


Clara tampak kesal dengan putusan Aluna. Bisa-bisanya dia merahasiakan sekolah cucunya. Dan yang paling utama, Aluna tak menuruti perintahnya. Clara terus mengoceh menyuruh Aluna cepat memindahkannya, tetapi Aluna tak peduli. Aluna berjalan pergi menuju ruang makan sambil terus mendengar ocehan Clara dari belakang.


"Dasar menantu tak bisa diatur! Aku sudah duga kalau kamu adalah wanita pembangkang. Kalau bukan kakek Alvin yang memilihmu, aku tidak akan menyetujui kamu menikah dengan anakku. Aku akan menyalahkannya nanti kalau terjadi sesuatu terhadap cucuku nanti. Hal sekecil apa pun kamu harus bertanggung jawab. Aku juga akan mengganti nama Zero, dan kamu tak berhak menolaknya!" celoteh Clara dari belakang.


Aluna berusaha tak mendengar ocehan Clara dan terus berjalan menjauh. Tinggal serumah bersama mertua memang harus banyak menyiapkan kesabaran. Benar pun kadang disalahkan. Apalagi kalau melakukan kesalahan, fatal akibatnya. Apalagi menghadapi mertua yang banyak aturan seperti Clara. Lebih baik diam dari pada melawan menurut Aluna. Dia adalah ibunya, dia tahu yang terbaik dan keputusan Zero ada di tangannya sendiri.


"Miss K, adakah ramuan penakluk hati mertua? Kalau ada aku ingin menukarnya dengan uang?" tanya Aluna sambil menepuk kalung sistem.


[Ha, ha ... taklukan saja sendiri, Nona. Anggap saja sebagai penguji kesabaranmu nanti apabila memiliki mertua di dunia nyata.]


"Ah' kamu benar-benar pelit Miss K!"


[Jangan terlalu fokus dengan masalah rumah tangga. Karena masalah utama Nona sekarang adalah bagaimana cara menghadapi Yuze dan Lily. Karena keduanya sedang berusaha menculik Zero dan ingin menghabisinya.]