TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Bab 279. Transfer Energi


Zero sudah memasuki hutan kecil dekat pelabuhan. Dibantu cahaya bulan, dia terus berjalan seorang diri. Zero memegangi perutnya yang lapar. Keadaan sekarang seperti de javu saat berada di hutan pedesaan beberapa minggu yang lalu. Kalau di sana dia bisa bertahan, seharusnya pun di hutan yang dia tapaki sekarang pun sama.


Terlihat daun berguguran, beberapa lembar jatuh menerpa rambutnya yang hitam. Bukan karena sedang musim semi, ada burung elang yang sedang memburu seekor ular di atas. Keduanya bertarung saling mempertahankan nyawa masing-masing. Hingga membuat dahan pohonnya bergoyang, menjatuhkan beberapa tangkai daun ke arah Zero.


"Daun yang bercahaya, mungkin aku tidak akan mati kalau hanya memakan beberapa lembar saja?" kata Zero. Ditangannya sudah menggenggam dua lembar daun yang terlihat bercahaya.


Seketika, staminanya kembali pulih. Daun terakhir yang dia makan, seperti memiliki energi Qi yang merasuk lewat beberapa titik akupunktur di tubuhnya.


"Daun ajaib yang turun dari langit," kata Zero sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Zero tahu sekarang ada di hutan. Tidak begitu sulit untuk bertahan, hanya perlu menunggu sampai pagi menjelang barulah dia putuskan untuk pulang.


Zero terus berjalan melewati beberapa macan kumbang yang terus menatapnya. Mereka tidak berani menyerang apalagi memangsa. Lewat tatapan Zero yang tajam saja, semua hewan tersebut menunduk. Seakan sedang menghadapi seorang raja hutan.


"Aku kedinginan, bisakah kalian memberitahukan aku di mana mencari kayu bakar yang kering?" tanya Zero kepada sekumpulan macan kumbang.


Zero ingin membuat api unggun, hendak memberikan sandi lewat asap yang mengepul kepada Aluna. Dia yakin orang tuanya pasti sedang sibuk mencari. Karena suasana habis hujan deras, dia kesulitan mencari kayu bakar di sana.


Sementara di tempat lain, Lily dan Yuze yang masih berseteru dengan para pengendara. Rupanya tak menemui titik temu. Para pengendara yang dirugikan tetap meminta ganti rugi yang lebih besar atau membawanya ke jalur hukum.


"Yuze, lihat ada mobil Luna menuju ke mari," kata Lily kaget sambil berbisik di telinga Yuze.


Jangankan Lily, Yuze pun tampak terperanjat. Mereka tak ada pilihan lain kecuali kabur. Kalau tidak Aluna dan Alvin akan menangkap mereka.


"Sebaiknya kita pergi sekarang sambil mencari anak itu. Setidaknya kita masih punya kesempatan untuk melenyapkan anak itu," kata Yuze.


"Ada apa ramai sekali?" tanya Aluna. Mobilnya menjadi terganggu karena orang-orang di depan mengganggu jalan.


Setelah mobil berhenti, Aluna langsung keluar begitu melihat mobil Yuze yang sedang dikerumuni banyak orang.


"Mereka kabur, katanya ingin mencari ponakannya yang hilang," kata salah satu dari mereka.


"Ya, sayang sekali mobilnya ditinggal begitu saja di pinggir jalan."


Aluna langsung menghampiri salah satu dari mereka dan menanyakan ada masalah apa. Salah satu dari mereka kebetulan melihat saat Zero kabur dari mobil.


"Apa Anda melihat anak ini? Dia adalah anakku yang hendak diculik. Bisakah kalian beritahu, lewat mana mereka kabur?"


"Yah, anak ini sama persis dengan yang aku lihat. Dia anak itu, berlari ke sana. Ke hutan kecil di dekat pelabuhan." Orang yang menjawab menunjuk arah pukul dua belas kepada Aluna.


"Terima kasih, ambil saja uangnya sebagai biaya ganti rugi," kata Aluna sambil memberikan segepok uang bagi pengendara yang sudah dirugikan Yuze. Meskipun bukan dia sendiri yang menabrak, setidaknya pengendara yang dirugikan mendapat uang yang layak untuk ganti ruginya.


"Aluna, kalungmu ... menyala lagi," kata Alvin sambil menunjuk leher Aluna.


[Skill sudah berhasil ditransfer. Zero sudah mendapatkan ilmu bela diri dan bertahan hidup. Anak itu telah aman di dalam hutan.]


Aluna berjalan menjauhi para pengendara dan masuk ke dalam mobil Yuze. "Miss K, bisalah kamu berikan lokasi apesifiknya. Aku akan menuju ke hutan untuk menolong Zero."