TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Email Palsu


Setelah mengganti pakaiannya, Aluna memasuki ruangan khusus pegawai. Ruangan itu cukup besar. Memliki sekitar sepuluh sekat yang terbuat dari kaca tebal, memisahkan meja kerja Aluna dengan meja kerja pegawai lainnya.


Aluna sudah sampai di depan mejanya. Dia menaruh semua berkas yang dia bawah di laci sebelah, lalu duduk dengan tenang di belakang meja sambil menata berkas tersebut.


"Nona Luna," panggil sekretaris Fang dari belakang.


Aluna menoleh dan menjawab 'iya'.


"Aku menemukan hal janggal pada berkas penerjemah beberapa hari yang lalu," kata sekretaris Fang sambil menunjukkan selembar kertas kepada Aluna. Kertas tersebut bertuliskan data email resmi perusahaan, dari pesan masuk sampai pesan teks yang terkirim dari surat elektronik tersebut.


Aluna kembali teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat sekretaris Fang salah memberikan jadwal penerjemah lewat email. Setelah diteliti, email yang dikirim kepada penerjemah bukan merupakan email resmi perusahaan.


"Lihatlah, Nona. Barusan aku menerima pesan teks pemberitahuan dari perusahaan indo grup, kalau mereka sudah mengirimkan berkas di email. Tetapi saat aku cek, berkas itu sama sekali tidak masuk. Sekretarisnya memberitahukan kalau sudah mengirim ke email yang sama dengan yang dikirim penerjemah," kata Sekretaris Fang menunjuk sebuah tulisan di kertas.


Aluna membaca dan mengamati kertas itu. Jelas ini bukan diretas, melainkan sengaja dialihkan. Tidak ada asap kalau tidak ada api. Aluna berpikir kalau email itu sengaja disebarkan kepada orang-orang penting yang sedang bekerja sama dengan perusahaan. Pelakunya pasti orang dalam. Kalau ini dibiarkan terus menerus, data perusahaan bisa disalahgunakan.


"Aku yakin pelakunya adalah Nona Helen. Aku banyak mendapati komplen dari para investor, ada diantara mereka ada yang sudah mengirim data deviden lewat email tersebut. Mereka pikir surat elektronik perusahan telah diganti," kata sekretaris Fang menjelaskan.


Aluna berpikir sejenak. Ada benarnya juga masalah ini harus dilaporkan, kalau didiamkan begitu saja, semua data bisa disalahgunakan dan otomatis bisa menyebabkan kerugian bagi perusahaan.


Aluna lalu mengambil kertas itu lalu menemui Alvin di ruangannya. Sementara Sekretaris Fang menghubungi Helen agar datang ke perusahaan secepatnya.


Baru dilaporkan kepada Alvin, timbul masalah baru di perusahaan. Polemik ini membuat Alvin turun tangan langsung dan membuka satu persatu data perusahaan lainnya, dari mulai sumber daya manusia sampai ke bagian keuangan. Dibantu Aluna, Alvin menemukan beberapa kejanggalan. Ternyata banyak uang perusahaan yang disalahgunakan.


"Helen tidak hanya mengirimkan email palsu kepada klien. Tetapi dia juga sudah korupsi uang perusahaan. Total yang sudah dikorupsi hampir miliaran," kata Aluna sambil membaca data di layar komputer.


Alvin hanya bisa menggelengkan kepala berulang kali. Selama ini dia telah keliru menjadikan Helen sekretarisnya, perempuan itu memang sangat pintar dan licik.


Di tempat lain, di dalam taksi. Helen sudah tak sabar agar cepat sampai ke perusahaan. Dia pikir Alvin memintanya datang untuk bekerja lagi. Helen telah siap bekerja, tubuhnya dibalut rok dan atasan formal, terlihat rapih dengan rambut kuning yang dia kepang ke belakang agar tidak terlalu mencolok.


"Selamat siang, Presdir." Helen dengan percaya diri menyapa Alvin. Ya, perempuan itu sudah sampai di ruangan Alvin.


"Sekarang jelaskan padaku, berapa banyak uang yang sudah kamu korupsi?" tanya Alvin penuh amarah.