TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Menanti Misi Hari ketiga


"Nyonya bangun! Kita sudah sampai rumah." Sopir Jo mencoba membangunkan Aluna dengan sebuah bantal. Ya, dia tidak berani menyentuh langsung nyonya mudanya dengan tangan. Kalau sampai ketahuan habislah dia sekarang.


Sudah hampir setengah jam Aluna tertidur di dalam mobil. Wanita itu baru sadar ketika sopir pribadinya membangunkannya. Matanya yang masih mengantuk ia paksa agar terbuka penuh.


"Apa kita sudah sampai di rumah?" tanya Aluna.


"Sudah dari lima menit yang lalu, nyonya."


Aluna melihat di sebelahnya rupanya sudah tidak ada Alvin, ia pikir lelaki itu sudah masuk ke dalam rumah duluan. "Apa Alvin sudah ada di dalam?" tanyanya.


Aluna mengucek matanya, merapihkan rambutnya yang setengah berantakan.


"Tuan muda sudah kembali ke perusahaan, ada pekerjaan yang harus beliau selesaikan secepatnya," sahut Sopir Jo menjelaskan.


"Apa? Sudah larut malam seperti ini dia masih saja bekerja?" tanya Aluna lagi.


Sopir Jo menjawab tanpa menoleh ke belakang. "Bukankah itu sudah biasa dilakukan tuan muda setiap hari?"


Ternyata dia adalah lelaki pekerja keras! Padahal dia sudah sangat kaya, untuk apa dia bekerja sampai selarut ini? Batin Aluna.


"Ah iya aku lupa. Terima kasih Sopir Jo," ucap Aluna sembari membuka pintu mobil.


Sebenarnya Alvin berencana malam ini ingin menikmati malam berdua dengan Aluna. Sayangnya, Aluna menolaknya dengan halus. Untuk ukuran lelaki dewasa yang normal, tentu saja Alvin menginginkan kebutuhan biologisnya tersalurkan.


Saat berdekatan dengan Aluna di dalam mobil tadi, Alvin tidak bisa menahannya. Dia yang tidak ingin membangunkan Aluna, akhirnya mengalah untuk pergi ke perusahaan, berusaha mengalihkan keinginan biologisnya, menyibukkan diri dengan bekerja. Walaupun membuat kepalanya sedikit pusing karena tak tersalurkan, dengan cara itu bisa membantunya mengalihkan pikiran mesumnya terhadap Luna.


***


Berita mengenai Aluna yang menyelamatkan Nenek Alma dengan keahliannya mengendarai mobil, sudah tersebar luas. Bahkan para pelayan dan seluruh penghuni mansion sudah mendengarnya, mereka sangat segan ketika melihat Aluna.


"Selamat malam, nyonya Aluna." kepala pelayan memberi hormat kepada Aluna yang sudah memasuki ambang pintu.


Aluna menoleh sejenak lalu tersenyum ke arah mereka. Ternyata tidak hanya kepala pelayan, beberapa pengawal dan pelayan berjejer rapih menyambut dan menunduk memberi hormat, berbeda jauh saat pertama kali Aluna memasuki rumah itu.


"Luna, dari tadi nenek sudah menunggumu, Nak!" Nenek Alma berjalan tergopoh menghampiri Aluna.


Melihat Nenek Alma yang sudah sehat, senyum mengembang terlukis di bibir Aluna, ia lalu berjalan mendekatinya. "Nenek sudah sehat? Aku sangat merindukanmu, Nek!" serunya sembari memeluk tubuh wanita tua itu.


"Sudah sayang, temani nenek bermain game malam ini." Pintanya lagi.


Mereka berdua lalu berjalan ke ruangan tengah, kemudian duduk santai sambil bercengkrama di sofa.


"Luna, nenek punya game baru, ada seseorang yang menantang nenek main bareng. Nenek tidak tahu caranya Luna, ajarkan nenek sekarang ya," ucap Nenek Alma menyodorkan handphone miliknya kepada Aluna.


"Siapa orangnya, Nek?" tanya Aluna penasaran.


"Nenek tidak kenal, aku berkenalan lewat grup chat sesama player," sahut Nenek Alma tersipu malu.


Aluna lalu melihat foto profil seseorang yang Nenek Alma tunjukan padanya, rupanya penantang neneknya menggunakan foto anime lelaki muda. Setelah melihatnya Aluna beralih melihat foto profil Nenek Alma di grup chat, ternyata Nenek Alma juga menggunakan profil anime gadis muda.


"Wah, aku tak menyangka ternyata nenek seorang wibu," kata Aluna kagum.


"Ah sebenarnya tidak Luna. Nenek hanya menyukai gambarnya saja. Lihatlah Luna, malam ini dia kembali mengajakku bermain game bareng." Nenek Alma kembali menunjukan sebuah chat dari teman gamer yang ada di grup chat.


"Baiklah, aku akan mengajarinya. Nenek buka dulu aplikasinya."


Aluna yang tidak tega melihat Nenek Alma, akhirnya menjelaskan secara detail cara bermain bareng di dalam party sebuah game. Dengan sangat antusias Nenek Alma mendengarkan penjelasan dari Aluna lalu memulai permainannya.


Aluna tersenyum menanggapi. "Nenek disebut pemain baru berarti." Aluna sangat senang melihat Nenek Alma yang sangat gembira, jiwa muda dalam wanita itu masih terlihat jelas, lebih tepatnya jiwa Nenek Alma menolak tua.


Setelah beberapa jam bermain game bersamanya, Aluna menyuruh Nenek Alma segera beristirahat karena sudah hampir tengah malam. Ia lalu mengantar Nenek Alma ke kamarnya menemaninya sampai terlelap.


Jam menunjukkan pukul 23.00, Aluna yang merasa kelelahan akhirnya kembali ke kamar tamu untuk beristirahat.


"Baru menjalankan dua misi aku sudah sangat lelah seperti ini." Aluna berbaring di kasurnya, meluruskan tubuhnya yang terasa pegal.


Sebelum tidur Aluna melihat handphone milik Luna, memanfaatkan waktu istirahatnya untuk melihat sosial media milik Helen.


Aluna menggulir satu persatu foto yang ada di sosial media milik Helen, dilihatnya dengan saksama wajah gadis yang sangat mirip dengan adiknya, Ara.


"Kenapa harus kamu Ara yang mirip dengan wanita ular itu?" gumam Aluna pelan.


Tentu saja malam ini ia sangat merindukan adiknya. Melihat foto Helen membuat Aluna kembali bersemangat, energinya kembali penuh. Ia lalu menyalakan alarm agar bisa lebih cepat menyiapkan misi selanjutnya.


***


Pukul 00.00


Tringggg!!


Alarm berbunyi sangat kencang. Aluna yang baru terlelap satu jam langsung terbangun seketika. Dengan gerakan cepat Aluna menepuk kalung sistem miliknya.


Sambil terus menguap dan belum membuka lebar matanya Aluna bertanya kepada sistem, "Miss K, apa misi aku hari ini?"


Kalung sistem menyala.


..."Selamat nona Aluna! Anda mendapatkan bonus misi libur sehari. Anda bisa beristirahat hari ini."...


Aluna langsung mengucek matanya lalu mempertajam pendengarannya berharap tidak salah mendengar. "Katakan sekali lagi Miss K, apa benar aku mendapatkan libur sehari?" tanyanya lagi.


...Sistem menjawab, "Benar, Nona. Karena sistem puas dengan hasil kerja Anda. Hari ini Anda diliburkan."...


"Yeaaahhh!" teriak Aluna histeris.


"Akhirnya aku bisa tidur tenang sekarang!" Aluna kembali merebahkan tubuhnya di kasur.


Aluna yang sudah sadar penuh sangat gembira malam ini. Aluna merasa bebas hari ini, rencananya dia ingin beristirahat penuh memulihkan energinya yang hampir terkuras habis selama dua hari. Karena saking gembiranya, Aluna yang dari tadi membolak-balikan tubuhnya di kasur tidak bisa tidur kembali.


"Hari ini aku sangat senang bisa terbebas dari Godzila jantan itu." ucap Aluna pelan.


...Sistem yang masih menyala langsung memperingatinya, "Nona Aluna, walaupun Anda hari ini bebas dari misi, Anda masih bisa mengumpulkan tas saran."...


Aluna kembali bertanya, "Katakan padaku bagaimana caranya agar aku mendapatkan tas saran hari ini?"


...Sistem menjawab, "Anda harus sering berinteraksi dengan Tuan Alvin."...


Karena penasaran Aluna kembali bertanya, "Contohnya?"


...Sistem berkedip. "Untuk mendapatkan tas saran, salah satunya yang harus Anda lakukan adalah melakukan hubungan intim dengan tuan Alvin."...


Aluna kembali terperanjat. "Apa?"


"Tidak! Aku tidak mau!"