
Di laboratorium forensik, Noah dan semua timnya sedang bergerak mencari sidik jari. Meskipun menggerutu, mereka tetap lembur, tidak akan pulang sebelum hasilnya keluar. Kalau tak melihat Alvin adalah sahabatnya, sudah pasti Noah tidak akan meneruskan penelitiannya yang sampai detik ini belum menemukan titik terangnya.
^^^"Tenanglah, kami sudah terbiasa meneliti kasus yang lebih berat dari ini. Sabarlah, mau meneliti di mana pun tetap saja akan sama hasilnya. Bersabarlah Alvin, kalau hasilnya sudah keluar, malam ini aku akan mengabarimu secepatnya," ucap Noah di telepon.^^^
Di saat Alvin sedang asik menelepon, kalung sistem berkedip, sensornya tiba-tiba menyala.
...[Nona Aluna, aku akan memberikan tas saran malam ini dengan syarat, ...
... Anda harus menci*um Alvin sekarang.]...
Aluna yang berjalan di belakang Alvin tampak terkejut mendengar saran sistem. Aluna menepikan langkahnya sedikit menjauhi Alvin yang masih menelepon Noah. Untung saja Alvin tidak mendengar Aluna berbicara sendiri, karena tengah fokus dengan teleponnya.
"Jangan gila kamu Miss K, bagaimana mungkin aku yang harus menci*um Alvin duluan?" tanya Aluna kepada Miss K.
...[Bagaimana kalau sidik jarinya tidak ditemukan? Tanpa bantuan tas saran, sepertinya Anda akan kesulitan menyelesaikan misi hari ini, sementara sisa tas saran sudah habis terpakai. Nona bisa menggunakannya untuk mencari keberadaan botol pecahan beling sendiri nantinya. Dengan menukarkannya menjadi skill atau informasi. Aku akan memberi waktu setengah jam dari sekarang, kalau tidak tas saran akan kadaluarsa."...
Miss K terus membujuk Aluna dengan mengiming-imingi tas saran. Sementara Aluna yang mendengarnya tampak berpikir keras. Benar kata sistem, kalau sampai hasilnya tidak ada mau tak mau dia harus mencari sendiri. Dengan waktu yang tidak lama lagi, sudah jelas dia membutuhkan tas saran untuk membantunya.
Ah' bagaimana ini? Bukankah kita juga pernah ...
...[Nona, tidak mau bukan kalau usaha Anda sia-sia selama ini?]...
"Kamu benar-benar membuatku harus melakukannya!" gerutu Aluna.
Aluna berjalan pelan sedikit demi sedikit menghampiri Alvin dari belakang. Langkahnya sedikit ragu-ragu, wajahnya pun terus menunduk malu-malu.
"Eum ... Alvin," kata Aluna pelan, berdiri di sebelahnya.
Sebelum Alvin menoleh, dia hendak menutup teleponnya terlebih dahulu. Tanpa diduga Alvin, Tiba-tiba saja Aluna yang sedikit berjinjit menarik wajahnya lalu menutupinya dengan kedua tangan.
Cup.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Aluna mendaratkan satu ci*uman manis di bibir Alvin. Membuat mereka sama-sama terdiam dan saling menatap sejenak.
"Kalau sudah ada hasilnya, kabarkan aku secepatnya. Aku akan menunggumu di mobil," ucap Aluna setelahnya. Dia berjalan pelan meninggalkan Alvin sendirian yang masih memegangi bibirnya.
Walaupun hanya berdurasi beberapa detik, Aluna berhasil membuat Alvin tampak tercengang, dia yang baru saja menutup telepon, wajahnya langsung bersemu merah, bahkan jantungnya pun mendadak berdebar kencang. Ya, ini adalah kali pertamanya Alvin dici*um oleh wanita yang dicintainya, membuat dia tersipu malu.
...[Selamat Nona Aluna, Anda mendapatkan satu tas saran]...
***
Di dalam mobil, mereka duduk bersebelahan dan sama-sama terdiam. Aluna sibuk dengan pemikirannya, sementara Alvin terus membayangkan perilaku istrinya. Gambar Aluna ketika menci*umnya terlintas di benak Alvin. Tampak sederhana, namun berhasil membuat Alvin sangat bahagia dan tersenyum sendiri.
Perilaku Alvin membuat Aluna sedikit canggung. Membuat Aluna tidak berani mengajaknya berbicara.
Kenapa dia tersenyum sendiri? Apa karena ci*uman tadi? Ah' aku pun sebenarnya malu. Tapi apa boleh buat, aku sangat membutuhkan tas saran itu, batin Aluna.
Sepuluh menit berlalu tanpa berbicara, akhirnya mobil mereka sampai di depan vila. Aluna buru-buru turun agar bersiap menyiapkan masakan untuk Tuan Dae Jung. Namun, sebelum dia keluar dari pintu mobil, tangan Alvin mencekalnya.
"Luna," ucap Alvin pelan.
Aluna pun menoleh. "Yah," sahutnya.
Alvin mendekatkan tubuhnya lalu berbisik di telinga Aluna. "Beritahu aku dulu lain kali kalau kamu ingin menci*umku," ucapnya pelan.