TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Meminum Teh


Setelah berdebat sampai jam dua malam dengan sistem. Akhirnya Aluna bisa memejamkan matanya, tertidur pulas. Ya, Aluna jelas tidak mau menerima saran dari sistem, terlebih dia belum memiliki perasaan cinta kepada Alvin.


Karena saking lelahnya, Aluna yang baru bangun dari tidurnya, baru menyadari ketika jam sudah menunjukan pukul dua belas siang. Aluna langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ternyata sudah jam dua belas siang," gumamnya pelan.


Baru kali ini Aluna semalas itu, untuk pertama kalinya Aluna bangun kesiangan saat matahari sudah sangat terik di luar. Di dunia nyata Aluna selalu bangun pagi sekali sebelum ayam berkokok untuk bekerja, karena adiknya Ara pasti akan membangunkannya duluan. Berbeda dengan sekarang, tidak ada satu pun yang berani membangunkan Aluna, mengingat Aluna sekarang sangat mereka segani.


Setelah selesai membersihkan diri, Aluna memberanikan diri ke luar kamar. Aluna menapaki satu persatu anak tangga yang harus ia lewati untuk sampai ke lantai satu.


Pemandangan pertama ketika Aluna melihat dari atas, sudah terlihat ramai pelayan yang menghias ruang tengah. Dilihat dari kesibukan pelayan, sepertinya akan diadakan pesta besar di mansion.


"Luna, akhirnya kamu keluar juga." Nenek Alma langsung menghampirinya, setelah Aluna sudah menapaki lantai yang sama dengannya.


Mata Aluna berkeliling melihat pemandangan di sekitarnya, dahinya mengernyit seakan ingin bertanya kepada nenek apa yang sedang pelayan lakukan.


"Sepertinya hari ini para pelayan terlihat sibuk. Apa yang terjadi, Nek?" Aluna berjalan di samping Nenek Alma.


Belum menjawab pertanyaan Aluna, Nenek Alma langsung menyambut Aluna, menyuruhnya duduk berhadapan sambil meminum teh.


"Duduklah, Luna. Teh ini sangat bagus untuk merelaksasi pikiran kita. Minumlah! Nenek khusus membuatkannya untukmu." Nenek Alma menyodorkan segelas teh pada Aluna.


"Terima kasih, Nek." Aluna menerima secangkir teh itu lalu meminumnya cepat.


"Hari ini akan diadakan makan bersama keluarga besar yang diadakan sebulan sekali. Bulan ini nenek sengaja membuat megah acaranya karena nenek akan memberitahukan kabar menyenangkan." Setelah Aluna selesai meminum teh, Nenek Alma mengambil cangkir berisi segelas teh lalu menuangnya ke gelas kecil.


"Kabar apa, Nek? Pasti sangat penting," kata Aluna.


"Tentu saja, nanti malam kamu akan tahu sendiri. Nenek sudah tak sabar ingin memulai acaranya," sahut Nenek Alma sambil menyesap perlahan teh.


Aluna kembali melihat ke sekeliling, terlihat para pelayan sedang mempersiapkan berbagai dekorasi di meja tengah. Benar saja yang dikatakan Nenek Alma barusan, sepertinya acara makan ini akan di hadiri lebih besar mengingat sibuknya para penghuni mansion. Aluna tidak tahu semua keluarga yang akan diundang Nenek Alma, dia sendiri tidak berani bertanya langsung padanya.


"Tehnya sangat enak. Nenek sangat ahli dalam membuatnya." Aluna memuji wanita di depannya.


"Jangan terburu-buru meminumnya, sebaiknya kita hirup dulu perlahan, rasakan aromanya agar kita bisa menikmati teh ini," kata Nenek Alma lagi.


Aluna hanya mengiyakan lalu mengikuti arahan wanita tua itu. Bagaimanapun juga dia harus menghargai nenek Alma yang sudah sangat baik kepadanya.


Setelah menyesap beberapa teguk teh, Aluna meminta izin kepada Nenek Alma ke kamar kecil. Ada hal yang ingin ia tanyakan kepada sistem sekarang.


***


Di dalam toilet.


Aluna menepuk kalung sistem yang dipakainya.


"Miss K."


Sensor kalung langsung berkedip.


...[Selamat siang, Nona Aluna.]...


"Beritahu aku berapa jumlah orang yang akan diundang nenek ke acara makan malam hari ini?"


...Sistem menjawab, [Nenek Alma akan mengundang sepuluh orang termasuk Anda dan Nenek Alma.]...


Aluna kembali bertanya menggunakan tas saran, "Siapa saja mereka, Miss K?"


...Sistem kembali menjawab, [Nenek Alma akan mengundang dua anaknya dan dua cucu lainnya. Nenek Alma memiliki tiga orang anak, Anak pertama adalah Anming, ayah dari Alvin. Anak kedua adalah Hansel, biasa Alvin memanggilnya Paman Hans. Terakhir adalah Jia, biasa Alvin memanggilnya Bibi Jia. Mereka berdua tidak menyukai Alvin, sehingga memutuskan keluar dari rumah ini]...


"Ternyata tidak hanya Luna, bahkan banyak juga yang tidak menyukai Alvin. Apa mereka tidak menyukai Alvin karena perebutan kekuasaan?" Aluna kembali bertanya.


Sistem kembali berkedip.


...[Anda akan tahu jawabannya nanti. Malam ini nona tidak boleh tidak menghadiri acara makan malam, karena pesta kali ini adalah persiapan misi selanjutnya.]...