TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Perjanjian dengan Alvin


Aluna yang belum mandi dari kemarin memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dahulu sebelum kembali menemui Nenek Alma. Guyuran air mampu membuat segar kembali tubuhnya.


Ketika dirasa cukup bersih, Aluna menyudahi acara mandinya dan segera memakai bajunya kembali. Berdiri di depan cermin sembari memandangi wajahnya.


Saat mandi Aluna memikirkan tentang misi hari ini yang menurutnya cukup berbahaya, ditepuknya lagi kalung sistem agar mengajaknya berbincang sebelum ia memulai misinya.


"Menurutku mungkin misi hari ini sangat berbahaya, sepertinya aku harus bisa merubah sesuatu hal buruk yang terjadi setelahnya. Kalau aku dapat menyelesaikan misi kali ini, akan menjadi keberuntungan bagiku karena Alvin tak mencurigai Luna lagi dan akan bersikap lebih baik," ucap Aluna pelan sembari menyisir rambutnya yang panjang.


Tanpa riasan sedikitpun Aluna masih terlihat sangat cantik. Gadis itu masih menggunakan pakaiannya yang kemarin mengenakan dress yang tidak sesuai dengan kepribadiannya di dunia nyata.


...Sistem bersuara, " Nona Luna, sebenarnya ulah dibalik video itu adalah Helen dan Devan. Tujuan mereka berdua sengaja melakukan hal itu agar bisa memisahkan Alvin dan Luna."...


Aluna menggelengkan kepala meresapi masalah yang sedang pelik menimpanya. Tentu saja baginya rumit, Aluna yang belum pernah pacaran apalagi menikah harus menyelesaikan masalah rumah tangga Luna. Menurutnya salah paham adalah salah satu masalah yang besar dalam hubungan rumah tangga.


"Benar-benar tidak sehat!" seru Aluna di depan cermin, "Luna adalah wanita lemah yang mesti di tolong. Banyak orang yang tidak menyukainya," tambahnya.


...Sistem menjawab, "Benar, Nona. Luna terlalu lemah, hadirnya anda disini adalah agar bisa menyelamatkan rumah tangga Luna."...


"Miss K, bagaimana kalau Alvin tetap akan menceraikan ku?" tanya Aluna penasaran.


..."Game ini akan berakhir, Nona. Anda akan kembali ke dunia nyata dengan kondisi anda yang sakit dan tidak memiliki uang untuk kesembuhan adik anda."...


Aluna menelan ludah berkali-kali mendengar penjelasan sistem. Bukan ia tak percaya takdir, hanya saja semua yang terjadi dengannya di dunia novel sekarang benar-benar seperti berkaitan dengan kehidupan nyatanya.


Memikirkan bagaimana ia bisa menyelesaikan masalah ini membuatnya sedikit pusing. Di pagi hari seperti ini otaknya harus siap untuk berpikir dan mengatur strategi bagaimana ia harus menghadapi Alvin dan Devan, pria yang ada di video itu bersama Luna.


...Sistem bersuara,...


..."Nona, dia adalah Devan dan Hideon, ayah Luna. Helen tidak hanya akan mengambil Alvin, tetapi ia juga ingin mengambil alih perusahaan Hideon."...


Aluna mengarahkan sensor yang ada di kalung itu ke cermin, melihat sekilas gambaran sosok Devan dan ayah Luna di depan cermin. Dari penjelasan sistem membuat Aluna sedikit memahami siapa itu Helen dan Devan. Misi hari ini ia harus bisa membuktikan kalau Luna tidak bersalah, mengungkap siapa yang sebenarnya bersalah dalam video itu.


Dirasa terlalu lama dikamar mandi, akhirnya Aluna memutuskan untuk keluar dan menemui Nenek Alma kembali. Ya, hanya wanita tua itu yang membuatnya nyaman. Dibukanya pelan pintu kamar mandi. Baru beberapa langkah keluar Aluna sudah mendengar suara Alvin.


Ternyata di ruang inap sudah ada Alvin sedang menemani Nenek Alma yang sedang dicek kesehatannya oleh dokter.


"Bagaimana keadaan nenek hari ini, Dok?" tanya Alvin kepada Dokter yang memeriksa Nenek Alma.


"Jantung nenek sepertinya sudah sangat membaik. Denyut nadinya sekarang sudah normal. Tapi saya sarankan nenek jangan terlalu malam bergadang bermain game seperti tadi malam," sahut Dokter sambil tersenyum ke arah Nenek Alma terus memeriksanya.


Tentu saja dokter mendengar mereka tadi malam berteriak-teriak saat sedang bermain game. Tadi malam dokter dan para tim medis lainnya tidak bisa melarang Nenek Alma karena wajahnya terlihat begitu gembira, terlebih lagi ketika dokter memeriksa keadaan Nenek Alma pagi ini semakin membaik membuat mereka percaya obat yang paling mujarab bagi Nenek Alma adalah rasa gembira saat bermain game.


Nenek Alma yang mendengar dokter berbicara, tertawa lepas, "Ha..ha..bermain game ternyata bisa membawaku kembali muda, Dok!"


Sementara dari samping, Aluna berjalan pelan mendekati mereka. Menoleh sebentar kepada Alvin, lalu duduk di sebelah Nenek Alma.


"Nenek," sapa Aluna.


Melihat kehadiran Aluna membuat Nenek Alma tak bisa menutupi rasa gembiranya, bayangan ia tadi malam bermain game dengan Luna terngiang kembali. Ingin rasanya wanita tua itu melanjutkan lagi bermain game bersama Luna.


"Luna, darimana saja kamu, Nak? Nenek kira kamu sudah pulang ke rumah," ucap nenek Alma begitu kegirangan.


Dokter yang memeriksa Nenek Alma terkagum melihat sosok Aluna, terkesima melihat kecantikannya.


"Ini semua berkat Luna, Dokter." Nenek Alma memeluk hangat tubuh Aluna.


Aluna yang merasa dianggap penting tersenyum balik menanggapi mereka semua, Alvin menatap tajam kearahnya. Pria itu masih menaruh curiga dan kemarahan setiap kali melihat wajah Aluna.


"Nona sangat hebat bisa membuat Nenek Alma sehat dengan cepat, berkat pertolongan anda juga nenek bisa tertolong. Selain cantik Anda juga ternyata wanita yang hebat!" puji dokter lelaki itu tersenyum manis. Ia tidak tahu kalau Aluna adalah istri Alvin.


"Alvin memang beruntung mendapatkan Luna menjadi istrinya," sahut Nenek Alma cepat di depan Dokter, agar dokter itu tahu kalau Luna sudah bersuami.


Mendengar Luna adalah istri Alvin, raut muka dokter mulai berubah ketakutan saat Alvin menatapnya tajam. Jelas Alvin bisa saja membuatnya dipecat dari rumah sakit itu kalau sampai dia menggoda istrinya.


"Nenek, jangan berlebihan aku masih terlalu biasa saja," ucap Aluna tersipu.


Berani-beraninya kamu tebar pesona di depan suamimu, Luna! batin Alvin geram.


Hanya Alvin yang tidak terlalu peduli dengan Luna, ia terlihat kesal saat Dokter lelaki itu memuji Luna di depannya. Alvin buru-buru mendekati Aluna menariknya kebelakang saat Dokter hendak memeriksa tekanan darah neneknya. Ia terlalu malu mengatakan kalau ia sedang cemburu.


"Sepertinya kita perlu bicara," bisik Alvin.


Disaat bersamaan suster pribadi Nenek Alma memasuki ruang inap membawakan baju ganti untuk neneknya.


"Nenek Alma, ganti baju dulu ya," ucap Suster Ana.


Alvin tidak ingin membicarakan perceraian di depan neneknya yang sedang sakit, ia menarik Luna agar keluar ruangan.


"Nek, Suster Ana sudah datang, Alvin ingin keluar sebentar bersama Luna." Alvin meminta ijin kepada neneknya.


Setelah Nenek Alma mengangguk, Alvin menarik tangan Luna keluar ruangan.


***


Di luar ruangan.


"Kita harus ke kantor pengadilan agama, mengurus perceraian kita. Aku tidak mau terlalu lama bersama dengan wanita hobi selingkuh sepertimu," Alvin menatap tajam Aluna.


Jelas Aluna tidak ingin sampai Alvin menceraikan Luna, kalau itu terjadi akan berakhirnya misi ia di dunia novel. Aluna tidak ingin kembali ke dunia nyata dengan keadaan sakit dan tidak memiliki cukup uang.


"Itu tidak benar, Anda sudah salah paham," ucap Aluna.


"Wanita dalam video itu jelas adalah kamu, apa itu masih dikatakan salah paham!" ketus Alvin.


"Baiklah kalau malam ini aku bisa membuktikan aku tidak bersalah! kamu tidak boleh menceraikan ku!" seru Luna balik menatapnya.


###


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.


Terima kasih.