
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Keesokan harinya. Aula utama House Wildbear)
Saat ini, Lord Bernard terlihat duduk dengan tenang dikursi kebesarannya, di aula utama juga telah hadir semua tetua dari House Wildbear, mereka duduk melingkar mengelilingi ruangan. Sementara di tengah ruangan, Theo duduk di kursi yang lebih rendah, sedang dengan tenang menyeduh tehnya.
"Tuan muda Theo, apa benar kondisimu sudah membaik?" Tanya Master Dario yang juga berada lokasi tersebut.
"Sudah sangat baik, sebelumnya aku cuma kehabisan simpanan Mana, sehingga jatuh pingsan." Jawab Theo.
"Baiklah kalau begitu, aku rasa kau adalah tipe orang yang tidak suka dengan hal yang berbelit-belit. Jadi, aku akan memotong semak belukar dan langsung ke intinya." Kata Lord Bernard setelah Theo menjawab pertanyaan Master Dario dengan mantap.
"Jadi tawaran apa yang sebelumnya ingin kau ajukan kepada kami?" Tanya Lord Bernard, dia langsung ke topik utama.
Mendengar itu, Theo tak langsung menjawab. Dia menyesap tehnya untuk beberapa saat, terlihat sangat menikmati dan paham bagaimana cara meminum teh dengan elegan dan benar. Baru setelah dia meletakkan cangkir tehnya, ia memulai obrolan.
"Sebelumnya, kalian semua pasti sudah tahu bagaimana menakutkan serta kuatnya elemen kegelapan milik Arthur."
"Jadi, bisa kalian bayangkan seperti apa jadinya bila Arthur mampu mengontrolnya dengan baik?" Kata Theo, dengan ekspresi tenang, kemudian mulai menatap para tetua di sekitarnya.
"Tawaranku sebenarnya sangat sederhana." Theo kembali melanjutkan. Masih dengan ekspresi tenang, kali ini tatapannya jatuh kearah Lord Bernard.
"Aku mempunyai cara untuk membuat Arthur, mampu mengontrol elemen kegelapannya. Sebagai bayarannya, aku hanya meminta untuk kedua house kita membentuk aliansi." Kata Theo menutup penjelasannya. Sejurus kemudian dia kembali menyesap cangkir tehnya.
Dan ketika Theo selesai mengajukan tawarannya, ruangan aula segera menjadi hening, setiap tetua kini menatap tajam kearah Lord Bernard. Menyerahkan semua keputusan kepadanya sebagai seorang Lord.
Melihat hal itu, mau tak mau Theo menjadi sedikit terkesan, setiap House besar biasanya selalu memiliki pertentangan dan intrik politik di dalamnya. Sehingga akan sulit membuat satu keputusan bulat secara bersama.
Namun, dari pengamatan Theo beberapa hari ini, hal itu berbeda dengan House Wildbear, mereka sangat solid, setiap tetua terlihat tak memiliki keraguan sama sekali kepada Lord mereka. Menyerahkan semua keputusan penting kepada Lord, mereka tak akan mempertanyakan atau memberi pendapat bila memang Lord tak bertanya terlebih dahulu.
Sekarang Theo menjadi tahu, kenapa House Wildbear, dengan sumberdayanya yang lebih minim dari House Alknight, mampu bertahan dan menjadi salah satu House besar di wilayah ini.
Suasana hening bertahan untuk beberapa saat, Lord Bernard yang keputusannya di tunggu oleh semua tetua yang hadir, masih terlihat berfikir. Jari-jarinya mengetuk meja beberapa kali sebelum mulai kembali angkat bicara.
"Berapa waktu yang kau berikan agar kami bisa mengambil keputusan?" Tanya Lord Bernard.
Mendengar pertanyaan itu, Theo segera menatap tajam namun tak merendahkan kearah Lord Bernard.
"Karena dalam beberapa hari kedepan, aku mungkin akan meninggalkan Glaire Empire untuk beberapa saat. Dan karena aku ingin meminimalisir ancaman yang di terima Houseku ketika aku pergi."
"Dengan segala rasa hormat, dan tak ada niat untuk bersikap tak sopan, aku memerlukan jawaban sekarang juga." Jawab Theo.
Sikap Theo yang sangat terbuka dan elegan ketika memberi jawaban ini, segera membuat seluruh tetua serta Lord Bernard sendiri menjadi sedikit terpana. Dan setelah beberapa saat hening….
Mendengar jawaban itu, Theo yang masih memegang cangkir teh, segera menyesap tehnya lagi, mengosongkannya dengan cepat, kemudian menaruhnya diatas meja.
Sejurus kemudian dia mengayunkan tangan, mengeluarkan beberapa gulungan kertas diatas meja, tanpa berbicara dia mengambil satu gulungan dan melemparkannya kearah Lord Bernard.
"Itu adalah manual teknik yang kutemukan di sebuah reruntuhan kuno. Manual teknik ini, khusus diciptakan bagi pengguna elemen kegelapan."
"Biarkan Arthur mempraktekannya, maka dia akan bisa mengontrol, bahkan memanfaatkan elemen kegelapan miliknya sebagai kekuatannya sendiri untuk kedepan." Kata Theo, dia kemudian melemparkan semua gulungan sisa kearah Master Dario.
Lord Bernard yang mendengar kata-kata itu, segera membuka gulungan yang di lempar Theo. Setelah membaca isinya secara singkat, dia bisa tahu dari pengalamannya menekan elemen kegelapan milik Arthur dengan berbagai metode selama bertahun-tahun, gulungan di tangannya memang akan mampu membantu kondisi Arthur.
"Hmmmm… kau tahu, karena sudah berada di tanganku, aku bisa saja menyimpan semua manual teknik ini. Dan membatalkan kesepakatan aliansi kapan saja." Kata Lord Bernard, dengan tatapan dingin kearah Theo.
"Hmmmmm… aku pernah mendengar, bahwa Master Dario yang ada disini, pernah mengatakan sangat percaya diri dengan keahliannya dalam menilai karakter seseorang."
"Dan kebetulan sekali, aku juga sangat percaya diri dengan hal yang sama." Jawab Theo dengan tenang, sambil memainkan cangkir tehnya.
Jawaban Theo segera membuat suasana kembali hening. Setiap orang bergantian melihat kearah Theo dan Lord Bernard. Menunggu hasil dari keputusan selanjutnya.
"Hahhahahhahaha….. hahhahahhaha….. " Namun tiba-tiba, ditengah suasana hening tersebut. Lord Bernard tertawa lantang, memecah keheningan.
"Anak muda, aku sungguh sangat terkesan dengan sikapmu, kau benar-benar pemuda yang menarik!" Kata Lord Bernard melanjutkan.
"Tenang saja, meskipun House Wildbear bukanlah house yang benar-benar lurus, namun kami bukanlah house yang akan mengingkari kata-katanya sendiri."
Mendengar hal itu, senyum Theo mulai mengembang. "Dengan begini, kuanggap kita telah sepakat menjadi aliansi."
"Aku bisa menjamin, posisi aliansi diantara kedua house akan sejajar satu sama lain."
"Terakhir, kalian bisa pegang kata-kataku ini, kedepan akan ada saat dimana house Alknight kembali kemasa kejayaannya."
"Ketika saat itu telah tiba, kami tak akan pernah melupakan kawan-kawan kami. Dan aku jamin, saat-saat itu tak akan terlalu lama lagi." Kata Theo, menutup penjelasannya dengan sorot mata tajam, penuh kepercayaan diri.
"Dengan tuan muda yang memiliki karakter luar biasa sepertimu, aku akan mempercayainya. Kuharap kau tak mati sebelum berkembang. Hahhahahah….." Lord Bernard kembali tertawa lantang setelah memberi tanggapan.
"Baiklah kalau begitu, karena kesepakatan sudah terbentuk, aku akan meminta ijin untuk undur diri." Kata Theo.
"Ohh… kenapa terburu-buru, aku masih ingin meluangkan sedikit waktu denganmu, mungkin kita bisa minum teh bersama." Jawab Lord Bernard.
"Sayangnya aku tak mempunyai seorang putri, hanya seorang putra berandal yang mengacau saja kerjaannya. Padahal menurutku kau adalah seorang menantu yang ideal."
Mendengar kata-kata Lord Bernard, sudut-sudut mata Theo mulai berkedut. 'Dengan sifatmu yang eksentrik. Aku tak bisa membayangkan bila kau punya seorang putri, akan jadi gadis macam apa dia nanti.' Gumam Theo dalam hati.
"Ehh, bagaimana bila begini, kau dan Arthur akan mengangkat saudara, kalian akan menjadi saudara angkat?" Kata Lord Bernard lagi, dengan senyum lebar yang aneh.
"Tuanku, jujur aku juga ingin mempunyai seorang adik, tapi aku tak ingin mengangkat saudara dengan orang yang bahkan tak mengenalku."
"Jadi lebih baik menunggu Arthur bangun dan menyatakan kesediaanya." Jawab Theo. Mencoba menghindar dari saran aneh Lord Bernard.
"Bagus, tidak masalah, dia akan mau! Dia harus mau, kuyakinkan padamu dia tak akan menolak!" Jawab Lord Bernard dengan senyum menyeramkan yang aneh.