Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
211 - Sudah Cukup!


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur Barat, House Alknight+Bubu dan kawanannya V.S Kelompok Elite House Estrabat)


"Goouuuggghhhh….!!!" Bethany batuk darah dengan sangat parah saat Spirit Beast nya mati.


"Baj1ngan!" Dengus Bethany kemudian, sambil menatap marah kearah Jasia.


Sementara itu, Jasia yang mendapat tatapan tajam dari Bethany, ganti menatap wanita ini balik, dengan tatapan yang tak kalah mencekam.


Setelah menatap balik untuk beberapa saat, Jasia mulai melangkahkan kakinya, bergerak perlahan menuju posisi Bethany.


"Hmmmm… kau pikir dirimu itu sangat kuat?" Dengus Bethany dengan nada geram, saat Jasia yang baru saja membunuh Spirit Beast miliknya, tampak masih belum cukup puas dan kini menargetkan dirinya.


Setelah berkata demikiam, dengan cepat Bethany mengeluarkan sebuah botol berisi cairan hijau pekat. Kemudian tanpa basa-basi lagi segera meminum cairan tersebut dalam sekali teguk.


"Guuggghhh….!!!"


Bethany terbatuk ringan saat selesai meminum cairan yang baru saja ia keluarkan. Setelah itu, seluruh kulit tubuhnya mulai mengalami reaksi aneh. Dimana setiap inci dari kulitnya tampak melepuh. Reaksi aneh yang tampak menjijikkan ini, kemudian diakhiri dengan warna kulit Bethany berubah menjadi ungu gelap.


Selain berubah warna menjadi ungu gelap, kulit di seluruh tubuh Bethany juga mulai mengeluarkan aura aneh. Aura aneh ini, memiliki aroma racun yang sangat kuat.


"Guuggghhhh….!" Bethany kembali terbatuk saat semua proses perubahannya selesai. Kemudian mulai kembali menatap Jasia dengan tatapan penuh kebencian.


"Hmmm… aku yakin, perubahan wujudmu yang tiba-tiba itu, pasti adalah efek dari suatu teknik terlarang. yang mana, memaksa tubuhmu untuk sampai pada potensi tertingginya!" Kata Bethany.


"Namun, itu tentu memberi efek jangka panjang pada tubuhmu, merusak tubuhmu secara permanen!"


"Dan dilihat dari kenaikan kekuatanmu yang meningkat dari kelas General tahap awal, hingga ke King tahap Bumi, teknikmu pasti memberi efek yang lumayan gila setelah ini!"


"Terakhir, kalau boleh kutebak, dengan kenaikan level sedahsyat itu, teknikmu ini jelas punya batas waktu yang pastinya tidak terlalu lama!"


"Dan kebetulan sekali, aku juga punya metode yang hampir sama, dimana bisa digunakan untuk meningkatkan potensi tubuhku dengan drastis!"


"Jadi kita lihat, setelah ini, siapa yang akan bertahan lebih lama!" Kata Bethany menutup semua ucapannya dengan seringai mengerikan. Kemudian maju menerjang kedepan.


*Woooshh….!!!


Aura beracun aneh segera menggelora, menyelimuti area sekitar saat Bethany mengambil langkah majunya tersebut. Membuat setiap orang yang ada di sekitar lokasi, mulai tercekat nafasnya, tak bisa menahan efek dari aura beracun ini.


Efek dari aura beracun ini juga seperti nya terlalu liar untuk bisa di kendalikan oleh Bethany, menyebabkan reaksi tercekat bukan hanya di rasakan oleh anggota House Alknight, namun juga anggota House Estrabat yang berada di sekitar lokasi.


Sementara itu, Jasia yang melihat Bethany menerjang maju, tampak tak memberi reaksi apapun, masih tetap berjalan secara perlahan.


Selain itu, aliran Mana api solid yang sebelumnya menyelimuti tubuh Jasia, kini mulai tampak tak stabil. Menjadi kobaran-kobaran liar yang kacau.


*Booommmm….!!!


Ketika Jasia masih berjalan perlahan, Bethany yang bergerak cepat, sampai lebih dulu dilokasinya, dan tanpa basa-basi, segera memberikan pukulan kepalan tangan penuh aura beracun pada dada gadis ini.


Pukulan tersebut menyebabkan Jasia terpental cukup jauh, hanya berhenti saat tubuhnya menabrak sebuah batu besar yang kebetulan berada di area medan pertempuran.


"Hmmm….!!!"


Bethany yang selesai melancarkan pukulan, mendengus pelan saat melihat Jasia yang baru saja menghujam batu besar, mulai berdiri lagi, kemudian kembali berjalan perlahan kearahnya.


"Mati saja kau!" Bentak Bethany kesal, dan sekali lagi menerjang maju kearah Jasia.


*Boooommmm…!!!


Pukulan lain mendarat di dada Jasia, membuatnya kembali terlempar cukup jauh, kali ini hanya berhenti saat menabrak pepohonan pinus besar.


"Hmmm…!!! Sungguh menyebalkan!" Dengus Bethany, saat melihat Jasia yang baru saja mendarat dengan keras, sekali lagi mulai berdiri dan melangkah maju kedepan secara perlahan.


"MATIII…!!!!"


*Booommmm….!!!


Sekali lagi Jasia terlempar. Namun, sekali lagi pula Jasia kembali berdiri.


"MATI…!!!"


"MATI…!!!"


"MATI…!!!"


*BOOOOMMMM…!!!


*BOOOOMMMM…!!!


*BOOOOMMMM…!!!


Melihat Jasia tak henti-hentinya kembali bangkit, Bethany yang merasa semakin kesal, segera memborbardirnya dengan puluhan serangan.


"Haaahhh…. Hahhhh…. Hahhhh….!"


Bethany tampak mulai kehabisan nafas saat selesai melancarkan puluhan serangannya. Namun, lagi-lagi Jasia kembali berdiri.


Tapi tak seperti sebelum-sebelumnya, Jasia saat ini mulai tampak sempoyongan, dengan langkah gontai, ia maju perlahan kedepan. Selain itu, aliran Mana api yang ada di seluruh tubuh Jasia, kini terlihat mulai padam.


"Hahahahha….!! Akhirnya!" Kata Bethany, dengan ekspresi wajah sangat puas, saat melihat kondisi Jasia yang sudah melemah.


*Booommmmm….!!!


Dengan sangat bersemangat, Bethany melancarkan serangannya sekali lagi. Membuat Jasia kembali terpental untuk kesekian kalinya.


Jasia tampak berusaha kembali berdiri, namun kali ini dengan susah payah, kedua kakinya juga terlihat bergetar hebat. Setelah usaha kerasnya, Jasia akhirnya kembali bisa berdiri lagi.


Melihat hal ini, Bethany yang merasa kemenangan sudah berada di genggamannya, mulai menerjang kedepan, berniat memberikan serangan penutup pada lawannya.


*Booommmm….!!!


Namun, hanya setengah jalan Bethany melakukan terjangan, sebuah pukulan keras mendarat tepat di wajahnya. Mendorongnya kembali keposisi semula.


"Hmmmm…. Sudah cukup! Aku tak tahan lagi! Bodoh amat dengan racunmu!" Dengus Lord Bernard. Menatap tajam kearah Bethany, kemudian mulai melepas sarung besi di tangan kanannya.


Sarung tangan besi ini tampak mulai menghitam, terkena efek racun ganas yang menyelimuti tubuh Bethany.


Setelah melepas sarung tangan tersebut, Lord Bernard mulai berubah kedalam Mode Knightnya. Ia merupakan seorang Meridian Knight dengan bentuk Gorila gunung berapi.


"Hmmm… lagi-lagi pria tua bau tanah ini! Suka sekali mencampuri urusan orang dan merusak kesenanganku!" Dengus Bethany. Tampak sangat kesal.


"Dan kenapa juga wujud Meridian Knightmu harus seekor Gorila! Kau mengingatkanku pada kawanan kera menyebalkan yang tadi! Sungguh memuakkan!" Bentak Bethany.


"Tutup mulut busukmu itu!" Mendengar semua ocehan Bethany, Lord Bernard tampak sangat tak sabar, balas membentak wanita ini dengan nada sangat kasar. Kemudian maju menerjang kedepan, mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu.


*Boooommmm….!!!!


***


Disisi lain, Jasia yang sudah kehilangan efek dari situasi aneh yang ia alami, dengan tubuh sempoyongan, terlihat tetap berusaha berjalan maju kedepan.


Sampai akhirnya langkah gadis muda ini tiba-tiba terhenti, kedua kakinya yang bergetar hebat, tak mampu lagi menahan tubuhnya untuk tetap berdiri. Jasia tampak akan tumbang, namun sesaat sebelum tubuhnya menyentuh tanah, Lord Arduric bergerak cepat menangkapnya. Membekap lembut tubuh lemah generasi muda Housenya ini.


"Sudah cukup! Kau sudah melaksanakan tugas yang di berikan tuan mudamu dengan baik! Bahkan terlalu sangat baik!" Kata Lord Arduric. Dengan ekspresi wajah kontenplatif saat melihat kondisi tubuh menggenaskan Jasia.


"BOSWERIC….!!!!" Teriak Lord Arduric kemudian dengan sangat lantang.


Mendengar teriakan tersebut, dan menyadari situasi genting Jasia, Bosweric bergerak cepat dan dalam sekejap sampai di lokasi Lord Arduric.


"Bawa gadis muda ini kembali ke Basecamp secepatnya! Dan berikan perawatan terbaik padanya! Aku tak peduli bila itu harus menghabiskan semua sumberdaya dalam House! Selamatkan dia!" Kata Lord Arduric.


Selepas Lord Arduric memberi perintah, tanpa menunda lagi, dan tanpa memberi pertanyaan apapun, Bosweric memimpin tim medis House yang ada di sekitarnya untuk bergerak cepat membawa tubuh Jasia keluar dari medan pertempuran.


----------


Catatan lagi:


Mulai sekarang, setiap hari minggu, penulis ijin cuma up satu chapter aja ya. Mau family time sama istri dan si kecil yang lagi lucu-lucunya ^^