Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
261 - Bandit Serigala


(Keesokan paginya)


"Kalian semua! Cepat bangun!" Teriak Theo. Sambil menghentakkan kakinya satu kali pada tanah. Membuat gua tempat ia berada, bergetar hebat untuk beberapa saat.


"Ada apa?"


"Serangan musuh?"


"Gempa bumi?"


"Keluar sekarang juga!"


Teriakan dan juga getaran hebat yang baru saja di buat Theo, segera membuat empat orang lain yang saat ini beristirahat di dalam gua segera terbangun dengan wajah panik. Salah satu Bandit bahkan sudah mulai berlari menuju pintu keluar gua.


"Mau kemana kau?" Kata Theo, menghadang sang Bandit yang tampak sangat panik.


"Ahhh… kakak besar? Kau tak merasakan gempa tadi?" Tanya sang Bandit.


"Gempa apa?" Jawab Theo, seraya kembali menghentakkan kakinya ketanah, membuat gua sekali lagi bergetar hebat.


"Ahhh… Jadi itu kau!" Kata sang bandit. Kini mulai sedikit tenang.


"Hmmmm… Kakak besar! Itu terlalu berlebihan! Kenapa tak membangunkan kami secara biasa saja!" Keluh Thomas, ia dari tadi sudah takut setengah mati. Merasa kelompoknya ditemukan dan mendapat sergapan dari orang-orang Barbarian Tribe.


"Hehhe... Maafkan aku, hanya saja, sekarang aku sedang sedikit bersemangat!" Kata Theo.


"Kalian semua dengarkan, aku akan memberi setiap dari kalian sebuah penawaran! Dan penawaran ini, akan menjadi salah satu langkah awal dari sebuah rencana besar yang aku pastikan akan mengguncang seluruh East Region! Bila berjalan lancar, kedepan kalian tak perlu takut lagi pada Barbarian Tribe!" Lanjut Theo.


Mendengar kata-kata Theo, baik itu Thomas maupun ketiga Bandit, segera saling tatap satu sama lain, sebelum kembali menatap Theo dengan sedikit ragu. Rencana besar macam apa sehingga Theo dengan percaya diri mengatakan akan mampu menggoncang East Region. Bahkan membuat mereka tak akan takut lagi kepada Barbarian Tribe. Satu dari 10 Biggest Knight Group yang menguasai seluruh wilayah Gurun East Region.


"Kakak besar! Tolong katakan tawaranmu!" Pinta Thomas kemudian. Merasa tak ada ruginya mendengar penawaran Theo.


"Baiklah! Tapi sebelum aku menyampaikan penawaran, Thomas, bisa kau jelaskan padaku bagaimana pemetaan dari wilayah Gurun East Region ini secara detail?" Tanya Theo.


"Ohhh…" Mendengar pertanyaan tiba-tiba Theo, Thomas tertegun sejenak sebelum mulai menjelaskan.


Menurut Thomas, wilayah gurun East Region, dibagi menjadi 5, yang terdiri dari 5 gurun besar yang berbeda. Pertama adalah Gurun Darah Gersang, tempat saat ini kelompok Theo berada. Yang kedua adalah Gurun Pasir Berisik, ketiga Gurun Purba, keempat Gurun Lima Warna, dan terakhir adalah Gurun Kematian.


Kelima Gurun besar ini, membentuk daratan raksasa yang di sebut sebagai wilayah Gurun East Region, kelimanya hanya dipisahkan oleh aliran sungai deras yang memanjang membelah seluruh daratan yang disebut sebagai sungai leluhur.


"Hmmm… Oke, informasinya tidak terlalu jauh dari penjelasan seorang Master yang memberiku pelajaran tentang wilayah Geografis Gaia Land ketika masih belajar di House dulu!" Gumam Theo. Tampak hanya memastikan kembali informasi yang telah ia ketahui dengan bertanya kepada Thomas yang merupakan penduduk asli East Region.


"Baiklah, sekarang untuk para bandit!" Kata Theo, kini ganti menoleh kearah tiga Bandit dihadapannya.


"Berapa jumlah kelompok Bandit yang ada di wilayah Gurun ini? Serta total keseluruhan yang ada di empat wilayah gurun lainnya!" Tanya Theo.


"Aahh… itu…!" Salah satu Bandit, kini mulai menjelaskan.


Di wilayah Gurun darah gersang, yang bisa di bilang merupakan wilayah paling lemah dibanding empat Gurun lainnya. Paling tidak terdapat ratusan kelompok Bandit yang bermarkas di wilayah ini. Sementara di wilayah Gurun lain, dimana merupakan wilayah yang didiami oleh orang-orang lebih kuat, tentu saja memiliki jumlah yang lebih besar lagi. Karena meskipun persaingan lebih ketat, tapi jumlah harta yang bisa mereka rampok juga lebih banyak.


Oleh karena itu, bila memang harus menjumlah seluruh kelompok Bandit. Meskipun tak bisa memberi jumlah pastinya, ketiga Bandit sepakat, itu akan lebih dari 1000 kelompok.


"Sekitar 1000 kelompok ya?" Gumam Theo, tampak memasang ekspresi berfikir setelah para bandit menyelesaikan penjelasannya.


"Kakak besar! Jadi penawarannya?" Tanya Thomas, kini menjadi sedikit tak sabar.


"Aku akan langsung saja kali ini, kedepan aku berencana membentuk kelompok Banditku sendiri! Dan dengan kelompok ini, aku akan menaklukan seluruh kelompok Bandit lain! Menjadikan seluruh Bandit yang ada di East Region ini, berada di bawah kendali kelompok Bandit yang kupimpin!" Kata Theo. Dengan intonasi nada yang sangat santai.


"Membentuk kelompok Bandit, kemudian menaklukkan seluruh kelompok Bandit lainnya?"


Rencana Theo yang disampaikan dengan nada santai, segera di sambut dengan tatapan bergetar empat orang yang ada dihadapannya. Mereka mulai merasa pemuda yang ada dihadapannya ini sedang ingin membuat candaan.


Bagaimanapun, kelompok Bandit di wilayah Gurun East Region, bukankah kelompok biasa. Mereka terdiri dari kumpulan orang-orang bengis yang sangat kuat.


Bahkan Barbarian Tribe yang selama ini dengan gencar memimpin ratusan Tribe lainnya, berusaha memberantas kelompok-kelompok Bandit, merasa kewalahan dengan jumlah mereka yang sangat banyak dan terus bertambah. Satu hancur, dua lagi akan tumbuh. Begitu seterusnya.


Wilayah gurun yang gersang, membuat banyak penduduk East Region yang berakhir putus asa, memilih jalan menjadi seorang Bandit untuk bisa mendapat kekayaan secara instan. Hal inilah yang menyebabkan suburnya pertumbuhan kelompok Bandit di wilayah East Region.


Dan saat ini, mendengar Theo mengatakan ia ingin menaklukkan seluruh kelompok Bandit. Tentu saja keempat orang yang berada di hadapannya menjadi ragu. Mulai menatap Theo dengan tatapan konyol.


"Benar! Aku akan membentuk kelompok Bandit, dan menaklukkan seluruh kelompok lainnya!" Kata Theo lagi, kali ini nada santainya menghilang, diganti dengan nada dingin. Sorot mata penuh ketajaman, juga mulai memancar dari matanya.


"Dan aku menawarkan kepada kalian, untuk menjadi orang-orang pertama yang kurekrut. Menjadi pelopor dari kelompok Bandit ku! Yang artinya, kalian akan menjadi wakil ketua Bandit!" Kata Theo, kini menyampaikan penawarannya pada tiga orang di hadapannya.


Berbeda dengan ketika Theo mengatakan rencana nya diawal yang menggunakan nada santai, dimana disambut dengan tatapan konyol oleh empat orang yang mendengarnya, kini setelah Theo menyampaikan tawaranya dengan nada serius, sambil membiarkan ketajaman matanya menyapu keempat orang ini. Tanggapan berbeda segera tampak di wajah setiap orang, ekspresi mereka berubah serius seketika.


Entah kenapa, begitu melihat ketajaman di mata Theo, mereka mulai merasa mendapat suatu dorongan aneh di dalam sudut hatinya yang terdalam, dorongan untuk percaya bahwa pemuda di hadapannya ini, akan mampu melakukan semua hal gila yang baru saja ia sampaikan.


"Bagaimana? Kalian menerima penawaran ku?" Tanya Theo.


"Aku menerimanya!" Jawab Thomas, dengan ekspresi wajah gigih.


Mendengar jawaban Thomas, ketiga Bandit yang pada awalnya masih tampak sedikit ragu, secara serentak ikut menerima tawaran Theo.


"Baiklah! Bagus! Dengan ini kelompok Bandit kita telah terbentuk! Dan aku sebagai pemimpin, akan memberi nama kelompok kita, sebagai Bandit Serigala!" Kata Theo.


"Salam pada pemimpin!"


"Hidup Bandit Serigala!"


Secara serentak, ketiga orang Bandit dihadapan Theo segera mengambil sikap berlutut. Memberi hormat padanya. Sikap mereka ini merupakan tradisi kuno para Bandit ketika menyatakan sumpah setia pada pemimpin mereka.


Disisi lain Thomas yang tak mengetahui tradisi ini, karena dari awal bukan seorang Bandit. Dengan canggung mulai ikut berlutut.


'Sialan! Aku benar-benar menjadi seorang Bandit!' Gumam Thomas dalam hati.


-------


Teknik Segel Mistis :


"Wahai kalian ribuan pembaca ghoib, dengan teknik segel ini aku memanggil kalian!"


"Keluarlah! Biarkan aku meminjam jempol kalian untuk sejenak menekan tombol like!"