
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Sekitar Wilayah House Braveheart)
*Booommmm….!!!
*Booommmm….!!!
*Boooommmm….!!!
Rentetan suara ledakan terdengar nyaring.
Pertempuran besar yang terjadi di sekitar wilayah House Braveheart tampak benar-benar kacau. Kelompok aliansi penyerang, saat ini terlihat telah sepenuhnya memojokkan House Braveheart.
Seluruh wilayah telah di kuasai, menyisahkan kastil utama yang masih bertahan sebagai benteng terakhir pertahanan mereka.
"Tuanku! Jika terus begini, kita benar-benar akan jatuh!" Ucap salah satu tetua. Memasang wajah sangat cemas.
"Hmmmm… Bagaimana situasi 10 leluhur suci? Apa mereka masih belum berhasil datang?" Ucap Lucius. Sepeninggal ayahnya yang mati dalam pertempuran melawan Endless Heavens Sect, ia kini telah menduduki posisi Lord.
"Para leluhur suci telah mendapat informasi sejak beberapa hari yang lalu, namun entah kenapa sampai saat ini belum juga kembali!" Jawab sang tetua.
Mendengar jawaban sang tetua, Lucius segera mengerutkan kening. "Apa yang membuat para leluhur suci tertahan?" Gumam Lucius.
Bagaimanapun juga, 10 leluhur suci adalah kumpulan tetua agung dari House Braveheart yang telah berusia ratusan tahun. Mereka adalah para monster tua yang menjaga diri untuk tetap hidup dengan hanya melakukan kultivasi tertutup selama puluhan tahun terakhir.
Kelompok yang disebut 10 leluhur suci ini, hanya akan menampakkan diri dan keluar dari kultivasi tertutupnya, saat kondisi House terancam oleh pemusnahan. Satu situasi yang kini jelas tengah di hadapi oleh House Braveheart.
Setiap House besar biasanya akan selalu memiliki kelompok monster tua sejenis ini. Mereka bisa dibilang adalah orang-orang terkuat di setiap House. Dan melihat House Braveheart adalah House besar yang termasuk dalam 10 Biggest Knight Group, tentu saja para monster tua yang mereka miliki bukanlah orang-orang sembarangan.
Satu dari mereka setidaknya paling rendah merupakan seorang Emperor tahap Bumi. Eksistensi yang mampu menyapu sebuah kota hanya dalam waktu satu malam.
Oleh karena itu, Lucius yang mendengar kelompok 10 leluhur suci housenya saat ini sedang tertahan, tentu saja menjadi heran. Hal atau kelompok mana yang bisa menahan sekumpulan monster tua berkelas Emperor ini.
"Tuanku!"
Lucius masih memikirkan beberapa kemungkinan, sampai kemudian sebuah suara keras terdengar.
"Master Estro!" Gumam Lucius. Saat melihat Master Estro berjalan dengan langkah kaki tergesa sambil menekan dadanya. Pria tua ini tampak terluka cukup parah.
*Bugg….!!!
Tepat ketika Master Estro sudah berada tak jauh di hadapan Lucius, ia jatuh kelantai. Lumeran darah kini mulai merembes pada area dada yang dari tadi ia tekan.
"Berikan ia perawatan!" Seru Lucius, ketika menyadari kondisi buruk Master Estro.
"Tidak perlu! Itu bisa dilakukan nanti! Ada satu hal penting yang harus segera kulaporkan pada anda!" Ucap Master Estro. Dengan intonasi nada berat serta ekspresi wajah sangat buruk.
"Langsung saja!" Jawab Lucius singkat.
"Ini berkaitan dengan para leluhur suci! Kurasa mereka tak akan sampai tepat waktu!" Ucap Master Estro.
"Katakan langsung ke intinya! Kau perlu perawatan segera!" Kata Lucius, begitu melihat wajah Master Estro kini semakin memucat. Darah segar juga mulai mengalir pada sela-sela bibirnya.
"Tuanku, para leluhur suci tertahan oleh kelompok gabungan antara leluhur House Helsinsberg dan House Estrabat!" Jawab Master Estro. Langsung pada intinya.
"B3debah! Mereka benar-benar mengeluarkan segalanya!" Dengus Lucius. Kini mulai mengepalkan keras kedua tangannya.
***
(Perbatasan wilayah House Braveheart)
Kelompok Theo yang kini semakin dekat untuk mencapai wilayah House Braveheart, masih bergerak sangat cepat. Sampai kemudian Theo yang memimpin di depan, tiba-tiba merasakan beberapa aura kuat yang berada di dalam hutan tak jauh di hadapannya.
"Berhenti!" Ucap Theo. Dengan segera menghentikan pergerakan kelompoknya begitu merasakan aura-aura kuat tersebut.
"Ada apa?" Tanya Gerel.
"Musuh?" Ucap Hella, sambil mulai melihat sekeliling.
Mendengar pertanyaan dari Hella dan Gerel, Theo tak memberi jawaban apapun. Ia tahu bahwa dua gadis ini tak merasakan kehadiran beberapa aura kuat yang ia tangkap, karena memang lokasinya masih lumayan jauh.
Theo yang masih terdiam, kini mulai menatap wilayah hutan yang berada tak jauh di hadapannya dengan tatapan ragu.
"Memutar, atau memeriksa?" Gumam Theo. Kembali berfikir untuk beberapa saat.
"Lebih baik memeriksanya dulu!" Ucap Theo, menjawab pertanyaannya sendiri.
Entah kenapa Theo memiliki dorongan insting yang mengatakan bahwa keberadaan orang-orang dengan aura kuat yang saat ini ia rasakan, memiliki hubungan erat dengan situasi yang sedang di hadapi oleh House Braveheart.
Bagaimanapun juga, itu akan aneh bila ada beberapa Knight kuat dimana dari aura yang di tangkap Theo sepertinya adalah kelompok Emperor, berkumpul di satu tempat yang sama.
"Kalian berdua, tarik semua aura kedalam tubuh! Jangan sekali-kali membocorkannya! Berjalan perlahan di belakangku!" Ucap Theo. Kemudian mulai mengaktifkan teknik Ice Projection miliknya. Dalam sekejap menghilangkan hawa keberadaan dari orang-orang disekitarnya.
(Hutan bersalju)
*Boooommmm….!!!!
Sebuah ledakan dahsyat terdengar nyaring. Ledakan ini menyebabkan wilayah hutan di sekitarnya, seketika rusak berat menerima imbas dari keganasan daya hancur ledakan tersebut.
"Kalian para b4jingan pengecut! Bertarung dengan benar! Kami tak punya waktu untuk bermain-main!" Ucap salah satu pria tua yang terlihat sangat ringkih. Nada bicaranya sedikit bergetar ketika mengatakan setiap kalimat yang ia ucapkan.
Disekitar sang pria tua, terdapat 8 pria tua lain yang memiliki pakaian hampir mirip dengannya. Sementara satu pria tua lain, saat ini terkapar dengan tubuh penuh bekas luka, warna kulitnya tampak sedikit menghijau.
"Hahhaahha…! Pak tua! Kita ini seumuran! Apa kau tak malu menyebut yang sedang kita lakukan saat ini sebagai sebuah permainan! Tahu diri sedikit! Kita sudah terlalu tua untuk memainkan permainan apapun!" Jawab seorang wanita tua. Dengan senyum tipis yang terlihat mengerikan.
Wanita tua ini tampak sedang menghadang 10 kelompok pria tua di hadapannya bersama dengan beberapa Knight tua lain di belakangnya.
Mendengar jawaban wanita tersebut, pria tua yang sebelumnya berbicara, kini mulai menggertakkan gigi-giginya.
"Dengarkan ini baik-baik! Bila sampai terjadi sesuatu dengan Houseku! Maka akan kupastikan House Helsinsberg dan juga House Estrabat menerima ganjaran yang setimpal!"
"Akan kubawa kengerian dari apa itu yang di sebut pembantaian di rumah kalian masing-masing!" Gumam sang pria tua. Sebelum aura atribut Es intens, kini mulai menyeruak dari dalam tubuhnya.
Bersama dengan delapan kawannya yang lain, pria tua ini berubah bentuk kedalam mode Knightnya, dan mulai menerjang maju kedepan.
"Langkah frustasi! Itu percuma! Kami tak sedang ingin bertarung! Hahahah…!!!" Jawab wanita tua, seraya kemudian mulai membuat segel tangan. Dalam sekejap membentuk sebuah formasi raksasa berwujud pilar-pilar besi.
Ketika pilar besi terbentuk, beberapa Knight tua yang dari tadi berdiam di belakangnya, kini melompat menempati masing-masing puncak pilar raksasa. Dilanjutkan dengan para Knight tua ini ikut membuat segel tangan.
Menggunakan atribut Mana masing-masing, mereka membuat formasi kombinasi dan mulai merangkai puluhan pilar menjadi rangkaian formasi raksasa dengan berbagai gabungan elemen. Secara sepenuhnya menutup ruang gerak lawan-lawannya yang saat ini bergerak menerjang maju kedepan.
*BOOOOMMMMM….!!!!
Suara ledakan keras kembali menggema begitu kelompok penerjang, secara bersamaan melancarkan serangan terkuat masing-masing pada formasi penghadang raksasa.
Sementara itu, saat situasi masih tampak mencekam efek dari hembusan gelombang kejut keras yang menyebar kesegala arah, disalah satu sudut hutan bersalju, Theo diam mengamati pertempuran antar Knight kelas tinggi yang terjadi di hadapannya dari jarak aman.
"Kumpulan monster tua! Sepertinya keputusanku untuk memeriksa terlebih dahulu adalah tepat!" Gumam Theo.