
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Lobi peserta pertarungan Death Arena)
"Selamat bagi saudara-saudara semua yang telah berhasil meraih gelar Kaisar di masing-masing Arena yang di pertandingkan!" Ucap Delario. Kepada lima orang pemenang Death Arena periode bulan ini yang sekarang sedang berdiri di hadapannya.
"Para pemenang di periode saat ini bisa dibilang cukup beruntung karena kami sebelumnya telah menetapkan kenaikan hadiah sebesar 2 kali lipat! Jadi setiap dari kalian akan menerima kelipatan uang pendaftaran 12 kali lipat!"
"50.000 Mutiara Mana Perunggu yang kalian pakai untuk mendaftar, kini telah dilipat gandakan sebanyak 12 kali, sehingga yang akan kalian terima setelah di potong 20% bagi kami selaku pihak penyelenggara, adalah 480.000 Mutiara Mana Perunggu!"
"Jumlah tersebut masih belum termasuk dengan taruhan para penonton! Kalian akan mendapatkan tambahan sejumlah 10% dari tiap-tiap penonton yang memenangkan taruhan karena menempatkan uang taruhannya pada kalian!"
"Untuk mengetahui jumlah pastinya, saya persilahkan untuk ke bilik klaim hadiah masing-masing yang telah kami persiapkan di sebelah sana!" Ucap Delario, sambil menunjuk kesalah satu arah. Dimana terdapat 5 bilik berwarna hitam.
"Baiklah! Kalau masih ada yang ingin kalian tanyakan, silahkan!" Kata Delario.
Mendengar itu, tak ada satupun dari 5 orang pemenang termasuk Theo yang memberi pertanyaan.
Melihat hal ini, Delario segera memberi salam tangan singkat, kemudian mempersilahkan kelima Kaisar Arena Periode ini meninggalkan tempat.
Tepat setelah kelima Kaisar meninggalkan tempat, salah satu petugas Death Arena, kini dengan sigap mulai mengukir nama masing-masing Kaisar baru pada sebuah prasasti batu besar. Dimana sudah tertulis ratusan nama Kaisar Death Arena periode sebelum-sebelumnya di permukaannya.
***
(Aula penyambutan Death Arena)
Dengan langkah lebar, Thomas yang saat ini memasang wajah antusias, berjalan cepat menuju Theo dan Razak yang telah lama menunggu.
"Kenapa begitu lama?" Tanya Theo.
"Hahhaha… Boss! Kita memenangkan banyak uang! Tentu saja itu akan sedikit memakan waktu untuk menghitung uang-uang tersebut! Karena aku tak mau ada sedikitpun salah hitung dalam prosesnya!" Ucap Thomas. Dengan senyum lebar tak bisa lepas dari wajahnya.
"Seperti itu! Baiklah, sekarang jelaskan dengan rinci berapa yang kita dapat!" Tanya Theo.
"Hehe Boss! Kita benar-benar untung besar! Entah kenapa saat ini aku merasa baru saja merampok pihak Dark Guild! Hahahha…!" Jawab Thomas.
"Jelaskan dulu! Lanjutkan tertawa anehmu itu nanti saja!" Dengus Theo. Kini mulai merasa tak nyaman dengan cara Thomas tertawa yang terdengar aneh dan di buat-buat.
"Itu benar!" Tambah Razak. Memasang wajah setuju sambil menganggukkan kepala. Tampak meniru ekspresi Theo.
"Heehhh…! Kalian berdua, kenapa menjadi tak sabaran!" Gumam Thomas.
"Benar! Sekarang juga!" Ucap Razak. Lagi-lagi meniru tindakan dan ekspresi Theo. Membuat Theo yang kini menyadari bocah ini sedang menirunya, segera melirik singkat, sebelum tampak tak peduli.
"Baiklah, baiklah! Jadi begini!" Thomas mulai menjelaskan.
Menurut Thomas, karena diawal ia diberi modal oleh Theo sebesar 3.500.000, dan karena ia menaruh semua uang tersebut untuk Theo, maka yang di dapat kelompoknya setelah di kalikan menjadi 12 adalah 42.000.000 Mutiara Mana Perunggu. Dan setelah di potong 20% untuk pihak Dark Guild, keuntungan bersih yang mereka terima saat ini adalah 34.080.000.
Sebuah angka yang sangat fantastis, begitu fantastis hingga membuat Razak yang mantan seorang budak, kini hanya bisa memasang ekspresi wajah tercengang. Begitu terkejut sampai ia tak lagi terfikir untuk melihat ekspresi wajah Theo dan menirunya.
"Hmmmm… Angka yang sangat besar! Dimana seluruh uang itu sekarang?" Tanya Theo.
"Semua ada disini!" Jawab Thomas sambil menunjuk pada Spacial Ring yang sedang ia kenakan.
"Berikan padaku! Itu adalah jumlah tambahan untuk Kas Bandit Serigala! Kita akan menggunakannya untuk membeli beberapa keperluan lagi!"
"Kau tak ada masalah dengan itu bukan? Tak ada pembagian bagi kita yang berkunjung dan berpartisipasi dalam Death Arena malam ini!" Ucap Theo.
Mendengar itu, Thomas masih mempertahankan senyum lebarnya, sebuah ekspresi yang benar-benar tak diharapkan oleh Theo, karena dengan sifat serakah si Gendut, Theo menduga bahwa meskipun Thomas tak akan berani menolak, setidaknya ia masih akan memasang ekspresi tak senang saat Theo mengatakan rencananya, dimana dalam rencana tersebut, ia tak mendapat bagian apapun dari tumpukan uang yang berhasil mereka dapatkan malam ini.
Masih mempertahankan senyum lebar d wajahnya, dengan santai Thomas kemudian melepas Spacial Ring dan melemparnya kearah Theo.
Dan tanpa menunda, Theo yang sedikit curiga dengan ekspresi tak biasa Thomas, segera memeriksa jumlah uang didalam Spacial Ring yang baru di berikan Thomas padanya.
"Apa-apaan! Kenapa jumlah menjadi seperti ini?" Ucap Theo dengan ekspresi wajah terkejut saat selesai memeriksa tumpukan uang yang ada di dalam Spacial Ring.
Pikiran buruk Theo yang sempat menganggap Thomas memainkan jumlah uang di dalam Spacial Ring dan melakukan praktek korupsi, lenyap seketika saat menyadari jumlah uang yang ada di dalam Spacial Ring bukanlah angka yang di sebut Thomas diawal, yakni 34.080.000. Melainkan justru 48.000.000 kelebihan dalam jumlah yang relatif banyak.
"Bagaimana jumlahnya bisa menjadi sebanyak ini?" Tanya Theo.
"Hehhe… Boss, kelebihan uang sisanya adalah milikku pribadi! Kau tak boleh menyentuhnya! Aku tak sempat memisahkannya karena terlalu banyak! Jadi sementara kau bawa dulu, nanti di penginapan baru kita pisahkan!" Jawab Thomas.
Mendengar kata-kata Thomas, dan melihat senyum lebar yang selalu menghiasi wajahnya, Theo sekarang mulai mengerti apa yang terjadi.
"Dasar kau gendut licik! Aku mengerti sekarang! Jadi kapan kau menambah modalmu?" Tanya Theo.
"Hehehehe… Ya begitulah! Setelah kau memasuki ruang tunggu, aku yang pintar ini, terfikir hal tersebut, sehingga dengan cepat kembali ke tempat registrasi dan menambah modal yang kau berikan, dengan uang pribadiku sendiri sejumlah 1.500.000! Hehe…!" Jawab Thomas, dengan senyum penuh kemenangan.
'Dasar si gentut sialan! Dengan ini dia untung lebih dari 10 juta Mutiara Mana Perunggu tanpa melakukan apapun!' Gumam Theo dalam hati.
"Sekali pedagang tetap saja pedagang! Kau pintar melihat peluang! Pantas saja kau begitu cemas saat aku bermain-main dengan wanita itu!" Ucap Theo.
"Hehhehe… Boss, jangan bilang begitu! Kau seolah ingin menyebutku licik saja! Aku kan cuma terlalu percaya padamu! Aku sangat percaya bahwa Boss besar Bandit Serigala tak akan kalah dalam pertandingan Death Arena ini!" Kata Thomas, dengan nada sangat antusias.
"Berhenti mencoba menjilat kau b4jingan! Kau itu memang memiliki otak licik bila sudah menyangkut masalah harta!" Dengus Theo.
"Hahhahahha….! Kuanggap itu pujian darimu!" Jawab Thomas.
"Hahh... Sudahlah! Sebaiknya kita kembali sekarang!" Ucap Theo.
Dengan intruksi terakhir Theo, urusan kelompoknya di dalam Death Arena akhirnya selesai, mereka kemudian mulai berjalan menuju ke Gaia Inn untuk kembali beristirahat.