Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
189 - Provokasi


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Anak muda! Kau sudah keterlaluan! Benar-benar tak punya sopan santun! Masuk kerumah orang tanpa diundang dan membuat keonaran!"


Melihat semua aksi gila Theo, kini giliran Gaston Stone, Lord dari House Ironhead angkat bicara.


Mendengar orang ini angkat bicara, sudut-sudut mata Theo mulai berkedut, dia mengerutkan keningnya untuk sesaat sebelum menatap tajam kearah Lord Gaston.


"Orang tua! Sebaiknya kau tutup mulutmu! Aku keterlaluan? Tak punya sopan santun? Seluruh anggota House Ironhead, terlebih kau sebagai Lord, tak punya hak mengatakan itu di hadapanku!" Dengus Theo dingin.


"Aku masih belum mengambil bayaran atas rencana pembunuhan licik yang kalian rencanakan padaku dan kedua kakakku, dalam perburuan keluarga House Alknight beberapa tahun yang lalu!"


"Jadi, lebih baik kau diam saja! Tunggu giliran House kalian dengan tenang! Setelah ini, aku pastikan juga akan mengetuk pintu gerbang kalian!" Lanjut Theo, menutup kata-katanya dengan sorot penuh ketajaman.


Mendengar kata-kata tajam Theo, serta sikapnya yang sama sekali tak memberi penghormatan pada Lord Gaston, setiap anggota house Ironhead yang hadir di lokasi segera memasang ekspresi geram.


"Bocah! Kau hanya sedikit berbakat karena berhasil mencapai kelas General di usiamu! Tapi sudah begitu sombong!"


"Biar kuberi kau sedikit pelajaran!" Teriak tuan muda pertama House Ironhead. Kemudian mulai merilis auranya yang merupakan seorang General tahap awal.


Namun, sebelum tuan muda House Ironhead ini membuat langkah pertamanya. Theo dengan cepat mengetuk ujung sepatunya beberapa kali pada lantai aula.


*Bzzzz….!


*Slaaasshhh….!!!


Listrik merah segera menyala begitu Theo melakukan gerakan mengetuk ujung sepatu. Diiringi dengan suara derakan ringan, listrik merah ini berkedip beberapa kali, muncul dan hilang diantara tempat awal Theo berada, berganti ke sebelah tuan muda House Ironhead, kemudian kembali lagi ke posisi awal Theo.


Semua kejadian ini juga di selingi dengan sebuah suara sayatan ringan seperti daging yang sedang di potong.


"Aaarrggghhhh….!!!"


Ketika listrik merah berhenti berderak, teriakan keras menggema kesegala penjuru aula utama. Yang berteriak tak lain adalah tuan muda pertama House Ironhead. Saat ini dalam posisi bersimpuh, ia memegang erat lengan kanannya yang buntung, penuh bercak darah.


"Di usiamu yang sudah menginjak hampir 30 tahun, dan dengan statusmu yang merupakan seorang tuan muda pertama, dimana tentunya kau sering mendapat suplai sumberdaya melimpah dari Housemu, sungguh memalukan karena kau hanya mampu mencapai kelas General tahap awal!" Kata Theo dingin, menatap dengan pandangan merendahkan kearah tuan muda pertama House Ironhead.


"Jadi, jangan pernah membahas tentang bakat lagi di hadapanku! Aku tak mau mendengarnya dari mulut tuan muda sampah seperti mu!" Dengus Theo, kemudian dengan santai melempar potongan lengan dari tuan muda pertama yang dari tadi di pegangnya kearah Lord Gaston.


"Dan kau tua bangka! Atur anggotamu untuk tetap diam! Bukankah sudah kubilang agar dengan tenang menunggu giliran?" Kata Theo.


*Woooshhhh….!!!!


*Booommmm….!!!!


"Theo, aku tak tahu bagaimana caramu melewati semua penjaga dan menerobos masuk. Tapi, setelah semua yang kau lakukan di dalam aula ini, jangan harap bisa keluar lagi dalam kondisi hidup!" Kata Ivanovic, dengan nada dingin yang mencekam, auranya juga bocor keluar tak tertahan sama sekali.


"Paman, kau pikir aku takut dengan gertakanmu? Kalau aku berani masuk kesini seorang diri, ditempat semua musuh sedang berkumpul, maka aku cukup percaya diri untuk bisa keluar lagi dengan santai!"


"Diam kau bocah tengik! Kau pikir setelah semua yang kau lakukan, terutama tindakanmu pada kakakku! Kau masih berfikir bisa kabur dari sini hidup-hidup?"


"Dengan semua Knight kelas tinggi yang sedang berkumpul ditempat ini, Kau pikir bisa secepat apa dirimu bergerak?" Bentak tuan muda kedua House Ironhead, merasa sangat geram dengan semua tingkah sombong Theo.


"Secepat apa aku bisa bergerak?" Gumam Theo lirih. Sejurus kemudian ia kembali mengetuk ujung sepatu kelas Illahinya kelantai aula.


*Bzzzzttt….!!!!


Gemerlap listrik merah kembali muncul, diiringi dengan suara berderak ringannya yang khas.


*Slaaassshhh….!!!


*Gedebug….!!!


Berbarengan dengan munculnya listrik merah ini, suara daging terpotong kembali terdengar, diakhiri dengan gedebug ringan tubuh yang tumbang.


Kali ini, korban tebasan tersebut adalah tuan muda kedua House Ironhead yang baru saja berbicara, tubuh pemuda ini jatuh kelantai dengan kepala buntung.


*Glundung…


Ketika semua orang masih termenung karena pergantian peritiwa yang cepat ini, dengan santai Theo yang sudah kembali keposisinya semula, melempar kepala sang tuan muda kedua dengan cara menggelindingkannya kearah Lord Gaston.


"Bukankah sudah kubilang untuk mengatur anggotamu? Sekali lagi ada yang bicara, akan ada kepala lain yang kugelindingkan kearahmu!" Kata Theo, dengan nada dingin.


"Kau… baj1ngan tengik!"


Lord Gaston berteriak marah, merilis seluruh auranya, terlihat akan maju menerjang kearah Theo, hal yang sama juga tampak di lakukan Ivanovic dan seluruh anggota House Ironhead serta House Estrabat. Mereka semua merilis aura masing-masing. Bersiap maju menghabisi bocah liar di hadapan mereka.


"Ice Projection!"


Namun, sesaat sebelum semua orang mengambil langkah untuk maju menerjang, dengan cepat Theo bergumam, dan mengaktifkan teknik Ice Projectionnya.


Dengan aktifnya teknik ini, aura tak kasat mata segera menyelubungi area disekitar Theo, membuat hawa keberadaan serta sosoknya menghilang dalam sekejap.


"Apa yang terjadi?"


Melihat Theo tiba-tiba menghilang, setiap orang yang ada di dalam ruangan segera menjadi sangat terkejut.


Karena peningkatan kualitas serta kuantitas jumlah Mana yang bisa ia simpan di dalam Element Seednya saat ini, yang disebabkan oleh naiknya kelas Theo, dari kelas Immortal ke kelas General, ia kini mampu mengendalikan serta meningkatkan beberapa teknik miliknya ketingkat yang lebih tinggi.


Salah satunya adalah teknik Ice Projection yang sedang ia pakai. Membuat setiap orang menjadi semakin sulit mendeteksi keberadaan Theo saat ia dalam kondisi mengaktifkan teknik tersebut.


Selain itu, bertambahnya kuantitas simpanan Mana juga membuatnya kini bisa memakai sepatu kelas Illahinya beberapa kali dalam satu waktu, maksimal 4 kali, itupun bila dalam ruang lingkup jarak dekat.


Peningkatan-peningkatan ini bukan cuma terjadi dalam ranah Element Seed, namun juga biji tumbuhan kecil penyimpan Mana kuno Gravitasinya juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.


Sekarang tanaman ini telah tumbuh cukup rindang di sebelah Element Seed miliknya, membuat Theo bisa lebih leluasa mengaktifkan Mana Gravitasi seperti ketika ia memainkan kelompok House Estrabat yang menyerangnya secara bersamaan diawal tadi ketika ia pertama kali memasuki aula.