Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
269 - Serigala Menyalak


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Satu Minggu kemudian)


*Booommmm…!!!


*Booommmm….!!!


*Booommmmm….!!!


"Arrrggggghhh…!!! Ampun…! Tolong lepaskan aku!" Teriak salah satu anggota Bandit. Dengan ekspresi wajah sangat ketakutan.


Saat ini, sang Bandit tampak sedang dicengkeram erat lehernya oleh Thomas yang sudah dalam Mode Meridian Knightnya. Bentuk Meridian Knight Thomas yang mengambil wujud Gajah gurun, membuat perawakan Thomas yang dari awal sudah sangat besar dan gemuk, kini tampak bagaikan raksasa.


"Salahkan saja nasib buruk dari kelompokmu karena harus bertemu dengan Bandit Serigala!" Gumam Thomas. Sebelum tanpa banyak bicara lagi, menghujamkan pukulan telapak tangan keras pada kepala sang Bandit, menghancurkan kepala tersebut dalam sekali pukul.


"Boss…! Sudah beres! Tinggal satu yang disana!" Kata Thomas, setelah menyelesaikan aksinya. Sembari menunjuk satu anggota Bandit terakhir dari kelompok Bandit Gurun yang saat ini menjadi korban pembantaian Bandit Serigala.


"Biar aku saja!" Kaya Yaseya, kini mulai bergerak maju mendekati Bandit yang di maksud Thomas.


"Tolong…! Tolong ampuni aku! Tolonglah!" Seru Sang Bandit, kini mengambil posisi berlutut. Air kencing mulai membasahi celananya.


"Hmmm… Seperti kata si Gendut, salahkan saja nasib burukmu!" Kata Yaseya, kini mulai mengangkat kepalan tangannya.


Namun, saat Yaseya hendak mengeksekusi pukulan yang telah ia siapkan, suara Theo tiba-tiba terdengar.


"Yaseya, biarkan dia pergi!" Ucap Theo.


Mendengar itu, Yaseya segera menoleh kearah Theo, tampak sedikit bingung. Dalam satu minggu terakhir, setiap kali melancarkan aksi perampokan kepada kelompok Bandit Gurun lain, Theo selalu memerintahkan kepada Kelompok Bandit Serigala untuk tak menyisakan satupun anggota lawannya tetap bertahan hidup. Ia bahkan memberi intruksi agar setiap lawan harus mati dalam kondisi semenggenaskan mungkin.


Kini, mendengar Bossnya mengatakan agar ia melepaskan Bandit terakhir di hadapannya, tentu saja Yaseya menjadi ragu.


"Boss, kau bilang lepaskan dia?" Tanya Yaseya, takut ia sedang salah dengar.


"Itu benar! Lepaskan dia!" Jawab Theo singkat. Sambil mulai memeriksa tumpukan harta kelompok Bandit gurun yang baru saja di bantai kelompoknya.


"Ahhh… Baiklah!" Jawab Yaseya canggung. Kemudian kembali menoleh kearah lawan di hadapannya.


"Kau tak mendengarnya? Tunggu apa lagi? Cepat pergi dari sini!" Bentak Yaseya, saat melihat Bandit terakhir masih berlutut dengan tubuh bergetar hebat. Sama sekali tak berani mengangkat kepalanya.


Baru setelah Yaseya membentaknya, Sang Bandit dengan sedikit ragu mulai mengangkat kepala, melirik sebentar kearah punggung Theo, sebelum tanpa menunda, bergerak dengan kecepatan penuh, secepat yang ia bisa menjauh dari bekas lokasi pertempuran. Tanpa berani menoleh kebelakang sekalipun.


"Razak! Segera lakukan tugasmu!" Teriak Theo. Begitu Bandit terakhir telah meninggalkan tempat.


"Baik!" Jawab Razak, suaranya terdengar dari atas salah satu tebing.


Tak begitu lama, Razak bergerak cepat menuju lokasi kereta harta Bandit Gurun. Diikuti oleh gadis kecil di belakangnya.


"Syakira, sudah kubilang kau tak perlu ikut! Apa kau tak takut melihat mayat-mayat itu?" Seru Razak, sambil menunjuk kearah tumpukan mayat dengan tubuh pecah belah tak jauh dari kereta harta. Begitu menyadari gadis kecil yang dipanggilnya Syakira, ternyata bergerak mengikuti.


"Emmm… Aku juga ingin berguna! Bagaimanapun aku adalah anggota kelompok Bandit Serigala! Lagipula, dalam seminggu ini, aku sudah mulai terbiasa melihat mayat-mayat seperti itu!" Jawab Syakira. Sambil sedikit melirik kearah tumpukan mayat. Sebelum dengan cepat menarik lagi lirikannya, sedikit memasang ekspresi ngeri.


"Jangan membentak padaku! Dan jangan sekali-kali memanggilku bodoh lagi! Itu kau yang bodoh! Kau sudah berjanji akan selalu bersama dan melindungiku! Jadi, jika kau bergabung dengan kelompok Bandit Serigala, tentu saja aku juga harus ikut bergabung!" Bentak Syakira, sambil menendang salah satu kaki Razak.


Mendengar itu, Razak kini hanya tertegun, tampak bingung harus menjawab seperti apa, sampai kemudian bocah kecil yang masih cukup polos ini, hanya bisa menoleh kearah Theo untuk meminta bantuan. Sambil memasang ekspresi konyol.


"Hahhaha.…! Kenapa menatapku seperti itu? Kau adalah lelaki! Selesaikan masalahmu sendiri! Apalagi itu menyangkut asmara! Aku tak berani ikut campur!" Jawab Theo. Yang segera disambut dengan gelak tawa Thomas dan yang lainnya.


"Asmara?" Gumam Razak.


Kata-kata Theo, segera membuat wajah konyol Razak, kini justru semakin menjadi, secara perlahan ia kemudian kembali menoleh kearah Syakira.


Disisi lain, Syakira yang juga mendengar kata-kata Theo, kini tampak mulai memerah ronah wajahnya. Dan begitu melihat Razak kembali menatapnya. Gadis kecil ini segera menundukkan wajah dengan sangat dalam. Terlalu malu untuk mengangkat wajah, kini ia hanya bisa memandangi ujung-ujung sepatunya.


Melihat tingkah Syakira, Razak yang tak paham dengan situasi sang gadis, menganggap sang gadis sekarang bersikap sangat aneh, hanya bisa kembali terbengong. Benar-benar tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Hahhaahha….!!!"


"Hahhhahahha….!!!"


"Hahhahhaa….!!!"


"Masa kanak-kanak memang yang terbaik!"


Tingkah dua bocah kecil, segera membuat gelak tawa kembali meledak.


Tak berapa lama kemudian, Theo akhirnya mengatakan bahwa ia menerima permintaan Syakira untuk ikut bergabung kedalam kelompok Bandit Serigala.


"Razak! Aku memberimu intruksi khusus! Selama dalam misi perburuan, selain kau harus bersembunyi ditempat aman, kau juga harus melindungi dan mengawasi Syakira! Keamanannya adalah tanggung jawabmu!" Kata Theo. Yang segera disambut anggukan mengerti tanpa keraguan sama sekali oleh Razak.


"Baik! Syakira, karena sudah bergabung, kau harus berguna bagi kelompok! Jadi segera bantu tugas Razak dalam mengosongkan kereta Harta!" Lanjut Theo, kini melihat kearah Syakira. Sambil menyerahkan sebuah Spacial Ring kosong kepada gadis kecil tersebut.


"Siap Boss! Aku sangat bersemangat!" Jawab Syakira, dengan wajah antusias dan nada penuh keriangan. Tanpa menunda ia kemudian meraih Spacial Ring yang di sodorkan Theo padanya. Dilanjutkan dengan berlari kecil kearah kereta harta. Meninggalkan Razak di belakang.


"Tunggu aku!" Kata Razak, kini berusaha mengejar Syakira.


Begitulah, kegiatan berburu kelompok Bandit Serigala, terus berlanjut sepanjang hari. Satu hari, dua hari, tiga hari, sampai dengan seminggu penuh, kegiatan Bandit Serigala hanya berburu kelompok Bandit gurun lain.


Namun ada perubahan dari intruksi Theo pada perburuan minggu ini. Tak seperti minggu sebelumnya dimana Theo memerintahkan untuk tak menyisakan satupun anggota Bandit bertahan hidup, membunuh semua dengan cara sebrutal mungkin, pada satu minggu ini, meskipun intruksi bunuh dengan cara sebrutal mungkin masih diterapkan, tapi Theo entah kenapa akan selalu membiarkan satu anggota Bandit lawannya untuk bertahan hidup. Membiarkan satu Bandit ini pergi dengan selamat.


***


(Minggu ketiga)


Atas ide Thomas, yang mengatakan kelompok Bandit Serigala harus memiliki lambang sendiri sebagai ciri khas kelompoknya, dan atas kreativitas dari Syakira dalam membuat desain gambar Logo, diawal minggu ketiga sejak terbentuknya kelompok Bandit Serigala, mereka akhirnya memiliki lambang kelompok Bandit.


Lambang tersebut berbentuk kepala Serigala yang tampak memiliki ekspresi menyalak, dengan tiga bekas cakaran pada permukaan lambang. Bentuk lambang yang sebenarnya identik dengan lambang dari House Alknight.


Kini, dalam setiap aksi perburuan yang dilakukan oleh Bandit Serigala. Panji-panji berlambang Serigala menyalak akan selalu menemani, dikibarkan dengan bangga oleh Razak dan Syakira dari lokasi aman.


Selain lambang kebanggaan, pada minggu ketiga ini, entah bagimana, ternyata banyak kelompok Bandit Gurun lain yang kini mengenal Bandit Serigala. Desas-desus tentang kebrutalan kelompok Bandit Serigala yang memburu sesama Bandit, menyebar luas di kalangan Bandit gurun.


Hal ini membuat setiap aksi yang dilakukan oleh Bandit Serigala, menjadi berlangsung lebih mudah, banyak Bandit gurun akan segera menyerah begitu melihat panji-panji Serigala menyalak, terkibar dihadapan mereka.


Dari sini, Thomas dan ketiga anggota Bandit Serigala lain, sekarang mulai paham dengan intruksi aneh Theo minggu lalu yang selalu memerintahkan untuk melepas satu anggota Bandit lawan, setelah membunuh secara brutal kawan-kawannya. Dimana intruksi Theo yang dianggap oleh mereka aneh, ternyata merupakan strategi brilian guna menyebarkan nama serta kebrutalan kelompok Bandit Serigala.


Karena dengan korban sekaligus saksi mata langsung dari tiap aksi yang mereka lakukan, pastinya akan memberi sensasi berbeda pada mereka yang di lepas Theo, saat ia menceritakan secara langsung pengalamannya bertemu dengan Bandit Serigala.


Pada minggu keempat, tepat satu bulan terbentuknya Bandit Serigala, kini mereka mulai melakukan perekrutan anggota, dari para kelompok Bandit lain yang memilih menyerah tanpa perlawanan.