Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
279 - Wajah yang Tak Asing


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_____________________________________________


(Arena Tongkat)


Saat semua penonton di tribun masih memfokuskan perhatian pada Arena Tangan Kosong. Pertandingan di empat Arena lain kini juga telah berlangsung.


*Tang…!!!


*Traang…!!!


Suara benturan antar logam menggema dengan berisik saat puluhan senjata tongkat saling beradu di Arena Tongkat.


Theo yang saat ini sedang memakai tongkat logam Baal, beberapa kali menghujamkan pukulan telak kearah titik vital lawan-lawan yang secara kebetulan berada di sekitarnya.


Kepala, dada, dan perut. Itulah urutan Theo dalam melancarkan serangan. Dengan teknik permainan tongkat yang ia pelajari saat menjalani kehidupan seratus tahun dalam gerbang kerakusan, ia menjelma menjadi semacam mimpi buruk bagi lawan-lawan yang ada di sekitarnya. Mereka yang awalnya dengan percaya diri menyerang Theo, semuanya berakhir terpental keluar arena, atau jatuh tak sadarkan diri ketika mendapat satu pukulan telak darinya.


Kombinasi dari teknik cantik sebagai seorang ahli dalam senjata tongkat, ditambah dengan tenaga fisiknya yang begitu mengerikan, Theo kini menjelma layaknya monster buas diatas Arena Tongkat. Menyebabkan setiap lawan akan segera bergerak menjauh saat Theo berada di sekitarnya.


Mereka dibuat benar-benar ngeri saat melihat Theo, kini mulai melakukan pembantaian sambil memasang seringai lebar yang sangat menyeramkan. Tak jarang pukulan telak Theo bukan hanya membuat lawannya tak sadarkan diri, beberapa bahkan mati ditempat begitu menerima hantaman tongkat logam Baal.


"Hei…! Lihatlah ke Arena Tongkat! Ada peserta menarik lainnya!" Seru salah satu penonton.


Seruannya yang cukup keras, membuat beberapa penonton lain yang berada di sekitar, dimana awalnya masih serius melihat kearah Arena Tangan Kosong, kini ikut melihat pada pertandingan di Arena Tongkat.


"Wow…! Teknik tongkat yang sangat indah! Begitu tegas dan mendominasi!" Gumam salah satu penonton lain, begitu melihat aksi Theo.


"Bukan cuma indah! Tenaga fisik pemuda ini benar-benar di luar nalar! Bagaimana ia bisa menghabisi lawan-lawannya yang memiliki kelas sama, hanya dengan sekali pukul!"


"Dia monster! Tau begini aku tadi harusnya menempatkan seluruh uangku untuknya! Dengan kehadiran pemuda ini, bisa dibilang Arena Tongkat telah menemukan pemenangnya! Aku 100% yakin pemuda inilah yang akan menyandang gelar Kaisar Tongkat periode ini!" Tambah penonton lain.


"Lihatlah seringai lebarnya itu! Dia seperti hewan buas yang sedang bermain-main dengan lawannya!"


Saat para penonton mulai menaruh perhatian kearahnya, Theo yang sedang bertarung di atas ring, terus tanpa ampun membantai lawan-lawan di sekitarnya.


Beberapa peserta pertarungan Arena Tongkat bahkan dengan konyol memilih melompat keluar dari atas Ring begitu melihat Theo bergerak kearahnya. Memilih kalah dengan cara yang jelas merendahkan harga dirinya, hanya untuk tak bentrok langsung dengan pemuda monster di hadapannya.


"Memalukan!"


"Idiot! Dan kau menyebut dirimu seorang Knight?"


"Mati saja kau!"


"B4jingan! Aku menaruh uangku untukmu!"


Suara celaan dari atas tribun penonton segera menggema begitu beberapa peserta Arena Tongkat melompat keluar dari dalam Ring.


"Diam kalian penonton sialan! Kami masih menyayangi nyawa!"


"Itu benar! Sebesar apapun uang yang kalian pertaruhkan, tak sebanding dengan nyawa kami yang melayang ditangan pemuda ini!"


Mendengar para penonton mulai mencaci, petarung Arena Tongkat yang melompat keluar ring, membalas dengan bentakan keras. Sambil sesekali melirik kearah Theo yang tampak tak peduli pada mereka yang telah melompat keluar dari Ring, melanjutkan pembantaian.


"Wohoooo…. Peserta menarik lain telah muncul dalam pertandingan Death Arena malam ini! Nomer Ring 98 dengan nama Wolf! Tampil mendominasi! Bahkan menyebabkan beberapa sampah dengan konyol melompat keluar dari atas Ring!" Lagi-lagi suara Carlos sang komentator menggema keras keseluruh penjuru tribun Arena. Kali ini mengomentari aksi Theo.


"Mulai sekarang, aku menjuluki pemuda ini dengan sebutan sang Wild Wolf! Beruntunglah kalian yang telah menaruh uang taruhan pada pemuda ini!"


Bersamaan dengan kata-kata Carlos yang secara sepihak memberi julukan pada Theo, para penonton yang sudah begitu antusias, terdorong oleh ke antusiasaanya, tanpa pikir panjang menyetujui julukan yang di berikan Carlos, dengan segera mereka serentak menyerukan nama Wild Wolf menggema keras kesegala penjuru tribun penonton.


"Ohooo… para hadirin sekalian, kuperingatkan jangan terlalu terbawa suasana terlebih dahulu! Meskipun sang Wild Wolf ini begitu ganas, masih ada satu peserta lain di Arena Tongkat yang tak kalah kuat!"


"Lihatlah sebelah sana! Dengan seperangkat Armor yang begitu gagah, peserta nomer 57 dengan nama Ring Hell, bertarung dengan gerakan dominan! Permainan tombaknya begitu anggun dan mempesona!" Seru Carlos. Mengalihkan perhatian setiap penonton kearah peserta yang ia maksud.


Carlos yang saat ini bertugas sebagai pemandu acara, tampak benar-benar lihai memainkan emosi penonton. Membuat suasana di pertarungan Death Arena malam ini menjadi sangat semarak.


Dan seperti kata Carlos, para penonton kini bisa melihat bagaimana peserta bernama Hell yang ia maksud, memang merupakan seorang expert dalam teknik tombak. Gerakannya begitu gemulai, namun benar-benar kontras dengan eksekusi teknik tombaknya yang begitu dominan.


Hal ini membuat setiap orang yang melihat cara peserta ini memainkan tombak, akan segera terhanyut oleh keindahan dominasinya yang aneh.


Dibawah tatapan sebagian besar penonton yang memang sengaja diarahkan Carlos untuk melihat kearahnya. Hell dengan gerakan cekatan membantai setiap lawan disekitarnya. Dengan sapuan besar mendorong beberapa lawan sekaligus terlempar keluar dari atas Ring.


Disisi lain, karena jumlah peserta sudah mulai berkurang cukup drastis, dimana hanya menyisakan belasan peserta saja dari total awal 100 peserta Arena Tongkat, kini Theo mau tak mau akhirnya ikut melihat aksi peserta bernama Hell yang saat ini sedang memainkan tombaknya dengan elegan.


"Hmmm… Tak salah lagi! Teknik Tombak yang begitu elegan ini, aku pernah melihatnya di suatu tempat!"


"Tapi dimana?" Gumam Theo, kini menjadi sangat penasaran.


*Woooshhhh…!!!


*Trang…!!!


*Tang….!!!


Kemudian, didorong oleh rasa penasaran, dengan gerakan menerjang sambil menyerang lawan-lawan tersisa di hadapannya, Theo bergerak cepat menuju kearah peserta bernama Hell. Yang merupakan peserta wanita dimana sebelumnya sempat di jadikan bahan candaan oleh peserta lain saat masih berada di ruang tunggu.


Sementara itu, melihat Theo yang saat ini masih memasang seringai lebar di wajahnya bergerak cepat kearahnya, Hell segera melakukan gerakan teknik tombak memutar, menyingkirkan beberapa lawan tersisa di sekitarnya.


Dengan serangan Hell barusan, kini semua 98 peserta Arena Tongkat telah gugur. Menyisahkan ia dan Theo yang masih bertahan diatas Ring.


*Dentang…!!!


Benturan antar logam menggema keras begitu tongkat Baal Theo bersentuhan dengan Tombak Hell.


Benturan keras tersebut, membuat Hell segera mengambil beberapa langkah mundur kebelakang. Kedua tangannya kini bergetar hebat. Terasa sangat kebas.


"Tenaga fisik macam apa!" Gumam Hell lirih. Sambil mulai menatap kearah Theo dengan tatapan ngeri.


Namun, saat ia masih berusaha mengulur waktu untuk memulihkan kebas di tangannya yang masih bergetar hebat. Theo yang berdiri tak jauh di hadapannya tiba-tiba kembali melakukakan gerakan cepat, memanfaatkan tenaga fisik bagaikan monster miliknya, Theo menginjak tanah dengan hentakan keras. Bermanuver mendorong tubuhnya, melakukan terjangan cepat kearah Hell.


"Sial!" Dengus Hell.


Ia yang tau tak akan bisa menghindari serangan Theo, segera mengarahkan tombaknya kedepan, mengambil posisi bertahan.


*Tang…!!!


Namun, tanpa di duga, Theo yang sebelumnya tampak akan melancarkan serangan lurus kedepan, tiba-tiba melakukakan manuver lain, mengganti gerakan lurus tongkat logam Baalnya kearah atas. Dengan sengaja membenturkan tongkatnya pada helm baja milik Hell. Menyebabkan helm tersebut terpental lepas dari kepala wanita tersebut.


Dengan terlepasnya helm baja milik Hell, kini semua orang bisa melihat dengan jelas wajahnya. Peserta ini ternyata adalah seorang wanita yang memiliki paras sangat cantik, benar-benar gambaran dewi surgawi. Rambut panjangnya yang terurai karena tak lagi tertahan oleh helm baja, menambah pesona cantiknya begitu di terpa oleh angin.


"Wajah yang tak asing! Sekarang aku ingat siapa dirimu!" Ucap Theo, saat akhirnya bisa melihat dengan jelas wajah lawannya.


-----


Note :


Teman-teman yang belum sempat memberi rate, tolong di sempatkan ya. Biar bisa naik sedikit dari 4.6. Hehehe...