Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
286 - Delario Dark


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Suara berisik masih menyelimuti seluruh tribun Death Arena sampai tiba-tiba selubung Kegelapan pekat yang sebelumnya menyelimuti Arena Tongkat, mulai lenyap. Kejadian ini segera membuat keributan yang terjadi, kini mulai mereda. Perhatikan setiap orang kembali tertuju kearah Ring Arena Tongkat.


Pada awalnya para penonton menganggap bahwa nasib peserta bernama Wolf yang telah menyinggung Dark Guild, akan berakhir tragis ketika Kegelapan pekat yang menyelimuti seluruh Ring menghilang.


Namun, begitu selubung Kegelapan pekat benar-benar telah menghilang, pemandangan mengejutkan yang sangat tak terduga, kini terpampang di hadapan semua orang.


Ditengah Ring Arena Tongkat, sesosok pria saat ini sedang mengerang kesakitan dengan kedua tangan dan kaki patah. Yang membuat setiap orang terkejut adalah, pria ini bukanlah peserta Wolf. Melainkan justru Carlos Dark. Sang pembawa acara sekaligus salah satu tetua dari Dark Guild cabang kota Zordan.


"Bawah pergi sampah ini dari hadapanku! Tempatkan ia di penjara bawah tanah markas!" Ucap Delario, yang saat ini berada di hadapan Carlos. Memberi perintah pada beberapa Assasin Dark Guild yang ada di sekitarnya.


Mendengar intruksi dari pemimpinnya, para Assassin segera memberi anggukan singkat. Kemudian berubah menjadi sekelebat bayangan hitam. Menghilang dari atas Ring Arena Tongkat, membawa Carlos Dark yang masih berteriak kesakitan bersama mereka.


"Tuan muda! Sesuai intruksi anda, pertarungan Ring Arena Tongkat, bisa dilanjutkan seperti sedia kala untuk menentukan siapa Kaisar Tongkat periode Death Arena bulan ini!"


"Tak ada lagi yang akan menginterupsi pertarungan anda!" Ucap Delario, sambil memasang wajah hormat kearah Theo.


Theo yang mendengar kata-kata Delario, tak memberi jawaban apapun selain senyum sederhana. Kemudian dilanjutkan dengan mulai menatap Hella Asgard yang dari tadi hanya diam termenung. Benar-benar tak tahu harus bersikap seperti apa. Ia tak menduga identitas dari lawan bernama Wolf yang saat ini ia hadapi, ternyata adalah orang yang memiliki kedudukan tinggi di dalam Dark Guild.


Disisi lain, setelah melihat jawaban senyum sederhana dari Theo, Delario yang merasa bahwa Theo sudah tak memiliki keluhan lain, segera melakukan lompatan tinggi. Mendarat dengan mantap diatas podium Arena.


"Selamat malam! Nama saya adalah Delario Dark! Pemimpin tertinggi dari Dark Guild cabang kota Zordan!" Seru Delario lantang. Tanpa menggunakan item tongkat pengeras suara apapun. Namun begitu, suara Delario mampu menggema di segala penjuru Death Arena. Terdengar dengan jelas ditelinga setiap orang.


"Dalam kesempatan kali ini, aku sebagai pemimpin tertinggi, ingin menyampaikan permohonan maaf atas segala ketidaknyamanan yang terjadi! Karena pertandingan Death Arena periode bulan ini sedikit terganggu oleh salah satu orang kami yang tak terlalu kompeten!"


Mendengar kata-kata Delario, setiap orang di dalam Death Arena tentu saja tahu siapa orang tak berkompeten yang di maksud oleh pria tua ini. Tak lain adalah Carlos Dark, pembawa acara Death Arena.


"Sebagai bentuk permintaan maaf, aku telah menghukum secara pribadi orangku tersebut! Selain menghukumnya, sebagai ganti ketidaknyamanan yang para hadirin sekalian rasakan, aku juga akan menaikkan jumlah hadiah bagi pemenang setiap Arena yang di pertandingkan!"


Jelas sekali maksud dari tindakan Delario yang menyatakan bahwa ia menaikkan nilai hadiah bagi pemenang Arena yang baru saja ia umumkan, merupakan hadiah khusus yang ingin ia berikan pada Theo. Karena bagaimanapun juga, pemenang salah satu Arena, yakni Arena Tongkat, sudah pasti akan jatuh ketangan Theo.


Ucapan Delario tersebut, nyatanya segera disambut dengan sorakan liar para penonton diatas tribun Arena yang tak memahami kejadian di balik selubung Kegelapan pekat sebelumnya diatas Ring Arena Tongkat.


Hanya mendengar nilai hadiah yang tentu saja juga berlaku bagi para petaruh, membuat para penonton menjadi begitu antusias. Meskipun faktanya memang tak setiap penonton akan menikmati kenaikan hadiah ini pada akhirnya, karena memang menebak satu pemenang dari 100 petarung yang berhasil bertahan sampai akhir diatas Ring Arena bukanlah hal yang mudah.


Selain butuh pengamatan yang jeli, dimana memerlukan untuk menjadi penonton setia dari setiap pertandingan Death Arena yang dilakukan tiap bulan untuk mengetahui kemampuan setiap pertarung yang biasanya selalu rutin mendaftar, juga di butuhkan keberuntungan besar agar petarung tebakannya bisa bertahan sampai akhir.


Bagaimanapun juga, sistem battle royal yang di terapkan dalam pertandingan Death Arena, dimana mengharuskan 100 peserta bertarung disaat bersamaan dalam satu ring, membuat segala kemungkinan bisa terjadi. Tak ada satu hal yang pasti.


Ditambah dengan fakta bahwa setiap petarung rata-rata memiliki kelas yang seimbang. Yakni berkelas General. Efek dari satu aturan lain dari penyelenggara yang menetapkan batas maksimal kelas Knight bagi para peserta yang ingin mendaftar. Membuat ketidakpastian dalam menebak pemenang dari setiap Arena yang dipertandingkan menjadi lebih besar lagi.


Benar-benar sulit menebak pemenang yang akan menjadi Kaisar di tiap Arena dalam penyelenggaraan Death Arena. Pihak Dark Guild yang menjadi penyelenggara tampaknya cukup cerdik dengan membuat semua aturan agar pertandingan Death Arena mereka, menjadi menarik setiap bulannya.


Namun, meskipun memang sulit untuk menjadi pemenang taruhan, tetap saja sudah menjadi kodrat dasar manusia untuk menjadi senang, saat mendengar mereka berkesempatan untuk mendapatkan hadiah yang besar. Hal inilah yang menjadi pendorong adrenalin bagi setiap penonton, untuk seketika berubah begitu antusias.


Disisi lain, bila para penonton biasa saja sudah begitu antusias saat mendengar kenaikan hadiah bagi pemenang, Thomas yang merasa sudah pasti menjadi pemenang, karena menempatkan semua uang taruhan miliknya pada Theo, saat ini tampak memasang ekspresi sumringah. Senyum lebar tak bisa lepas dari wajah pria gentut ini.


Terlebih dia dan Theo berasal dari kelompok yang sama, menyebabkan tak akan ada potongan jatah bagi pemenang yang akan ia terima, kelipatan uang taruhannya hanya akan terpotong 20% untuk pihak Dark Guild sebagai penyelenggara.


Sambil menggendong Razak yang masih tak sadarkan diri, Thomas melangkah riang menuju kembali ketempat duduknya diatas tribun.


Thomas yang sebenarnya masih penasaran dengan koin hitam yang dikeluarkan Theo sebelum Kegelapan pekat menyelimuti seluruh Ring Arena Tongkat, dimana pada akhir peristiwa ketika kembali mendapat visi justru Carlos Dark yang tergeletak ditengah Ring dalam keadaan kedua tangan dan kaki patah, kini tak peduli lagi dengan rasa penasarannya tersebut.


Mendengar ia akan mendapat kenaikan hadiah kemenangan dari taruhannya menjadi 12 kali lipat, sudah cukup untuk membuat pria gentut ini berhenti merisaukan hal lain.


Disisi lain, saat setiap orang masih di penuhi rasa antusias yang menggelora, Delario yang saat ini sedang berdiri diatas podium, kembali menyampaikan sesuatu.


"Kurasa sudah cukup jelas pemberitahuan tentang ganti rugi dari kami sebagai pihak penyelenggara. Dan dengan ini, untuk pertama kalinya, aku akan turun langsung bertindak sebagai pembawa acara dalam sisa pertandingan Death Arena periode ini!"


"Baiklah! Silahkan mulai lagi pertarunganya!" Seru Delario lantang. Memberi tanda untuk setiap peserta kembali bertarung.


Seruan Delario tersebut, segera kembali disambut dengan teriakan antusias dari para penonton yang ada diatas tribun Arena. Mereka sudah tak sabar untuk melihat sisa pertarungan diatas 5 Arena yang dipertandingkan.


Sebagian menunggu apakah jagoan masing-masing bisa bertahan sampai akhir. Sementara sebagian penonton lain yang jagoannya sudah tereliminasi, hanya sekedar ingin menyaksikan pertunjukan yang tersisa.


Dengan ini, pertandingan Death Arena yang sempat terjeda. Kembali di mulai.