
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Wungg…..!!!
Theo saat ini berada dalam satu ruangan khusus dimana tampak merupakan tempat yang memang memiliki fungsi sebagai ruang perawatan dalam benteng suku Osiris.
Ia terlihat sedang sangat fokus, mengalirkan Mana Cahaya yang di tambah dengan sedikit aliran Mana Air, kearah Element Seed Zota. Membungkus ranah jiwanya dengan balutan kombinasi dua atribut Mana yang memiliki energi kehidupan padat tersebut.
Ruang perawatan sendiri, memiliki berbagai ukiran rune pada dinding-dindingnya, tergambar memanjang menyusuri lantai, dimana berujung pada satu kolam alami berukuran sedang yang berada tepat di tengah ruangan.
Di sekitar kolam, tumbuh dengan rimbun satu jenis tanaman berwarna dominan biru muda. Tanaman ini memiliki satu tangkai dengan ujung bunga yang tampak seperti bulan purnama sedang bersinar terang, namun kemilau itu, juga memiliki warna kepucatan yang begitu menarik mata. Kombinasi yang sungguh sangat indah.
Bunga menawan yang merupakan pusat dari formasi ini, terus mengeluarkan aliran hawa kehidupan pekat, menyebabkan ruang tersebut, benar-benar sangat cocok untuk dijadikan tempat perawatan. Kombinasi Aliran Mana Cahaya dan Air yang begitu murni, tak hentinya terpancar dari rune-rune formasi yang menyerap energi kehidupan dari bunga yang ada di sekitar kolam. Memenuhi ruang perawatan, dengan energi kehidupan yang menyegarkan.
Kondisi tersebut, tentu saja benar-benar membantu Theo dalam proses pemulihan tubuh Zota, ia dari tadi tak perlu mengkhawatirkan tentang simpanan Mana, hanya perlu menjadikan Element Seednya sebagai katalisator yang menyalurkan hawa kehidupan disekitar, untuk bergerak melakukan perawatan pada tubuh serta ranah jiwa Zota.
"Perkembangannya cukup stabil! Tak kusangka, selain ahli dalam bidang formasi dan Forging, kau juga merupakan seorang yang expert dalam ilmu Alchemy! Benar-benar mengesankan!" Ucap Tuan Leluhur, yang dari tadi diam mengamati proses pemulihan yang dilakukan Theo.
"Kau terlalu memuji! Jika dibandingkan dengan Masterku, semua hal yang ku kuasai, benar-benar tak bisa dianggap expert! Dihadapannya, aku bagaikan danau kecil di tengah gurun gersang yang menatap lautan luas!" Jawab Theo.
"Hmmmmm… Master yang luar biasa! Jika punya kesempatan, aku ingin bertemu dengannya!" Tanggap Tuan Leluhur.
"Sayangnya, kesempatan itu mungkin tak akan pernah datang!" Jawab Theo singkat.
Mendengar jawaban Theo, Tuan Leluhur segera sedikit memasang ekspresi wajah menyesal. Merasa telah mengucapkan kalimat yang salah.
"Maafkan aku! Pria tua ini tak tahu jika mastermu sudah…."
Tuan Leluhur belum sempat menyelesaikan kalimat permintaan maafnya sampai Theo dengan cepat memotong.
"Tak perlu meminta maaf! Lagipula itu hal yang wajar bila siapapun ingin bertemu dengannya setelah melihat semua yang bisa kulakukan! Salahku karena secara tiba-tiba membuka topik tentangnya!" Ucap Theo.
"Ngomong-ngomong, aku lebih tertarik membahas tentang bunga yang ada di sekitar kolam!" Lanjut Theo. Mengalihkan topik pembicaraan sembari masih melakukan proses pemulihan.
"Apakah itu bunga Purnama yang terkenal di wilayah kepulauan East Region?" Tanya Theo.
"Benar sekali! Bunga ini khusus tumbuh di pulau Bulan Perak! Satu pulau yang menjadi tempat tinggal utama Elaenor Tribe!" Jawab Tuan Leluhur.
"Hmmmm… Elaenor Tribe, satu dari 10 Biggest Knight Group yang bertempat di East Region selain Barbarian Tribe! Penguasa tunggal seluruh wilayah kepulauan East Region yang dikenal dengan sebutan Thousand Island!" Gumam Theo.
Satu statement yang hanya disambut dengan anggukan singkat oleh Theo, karena ia memang sudah mengetahuinya. Bagaimanapun juga, sebagai salah satu tuan muda kelompok besar, Theo telah mendapat pelajaran tentang informasi dasar tiap-tiap dari 10 Biggest Knight Group sedari masih bocah.
"Salah satu leluhur Suku Osiris, pernah menjalin hubungan baik dengan leluhur Eleanor Tribe. Dalam suasana harmonis, dua kelompok saling bertukar hadiah, dan Bunga Purnama ini, adalah hadiah pemberian mereka waktu itu!" Ucap Tuan Leluhur, menjelaskan tentang asal-usul kenapa Bunga Purnama yang merupakan tanaman eksklusif milik Eleanor Tribe, bisa ada di tempat ini.
"Hmmmmm… Jika kedua kelompok saling manjalin hubungan baik, lalu kenapa aku tak pernah membaca dalam catatan kuno manapun tentang Eleanor Tribe memberi bantuan pada suku Osiris ketika mereka dalam situasi genting menghadapi serangan Endless Heavens Sect?" Tanya Theo.
"Hmmmm... Masalah itu...!" Gumam Tuan Leluhur.
"Eleanor Tribe sejak jaman dahulu kala, selalu bersikap pasif! Jika bukan merupakan satu hal yang menyangkut wilayah Thousand Island kekuasaannya, mereka lebih memilih untuk mengabaikan!"
"Memahami fakta tersebut, Leluhur suku Osiris tak mau mengambil satu tindakan yang beresiko menyebabkan kawannya ikut jatuh dalam musibah!" Jawab Tuan Leluhur.
"Hmmmm… Bukankah itu kau Leluhur terakhir yang memimpin suku Osiris?" Tanya Theo.
"Kurang tepat, meskipun tak sepenuhnya salah! Perang antara Suku Osiris melawan Endless Heavens Sect berlangsung selama puluhan tahun! Ada tiga generasi Khan yang silih berganti memimpin dalam tenggang waktu tersebut!" Ucap Tuan Leluhur.
"Dan yang menjalin hubungan baik dengan Khan Eleanor Tribe, adalah kakekku! Khan dua generasi diatasku! Aku yang merupakan keturunannya, memilih untuk menghormati keputusan tersebut! Tak meminta bantuan pada Eleanor Tribe! Meskipun banyak tetua yang memang memberi tekanan agar aku meminta bantuan!" Tutup Tuan Leluhur.
"Jadi kau mau bilang, jika saja dulu kau meminta bantuan, maka Eleanor Tribe akan mengulurkan tangan?" Tanya Theo lagi. Sedikit tertarik, karena keputusan yang diambil oleh Tuan Leluhur waktu itu, bisa saja akan mengubah alur pertempuran, mengubah catatan sejarah.
"Entahlah! Karena kami tak pernah meminta bantuan!" Jawab Tuan Leluhur singkat.
Jawaban yang membuat Theo untuk memilih tak lagi bertanya lebih lanjut. Menghormati Tuan Leluhur yang merupakan Khan terakhir Suku Osiris menjelang keruntuhan suku tersebut. Karena jika diteruskan, ia tahu topik ini hanya akan membuat Tuan Leluhur harus kembali mengingat masa-masa terkelam dalam hidupnya.
Theo memilih kembali fokus pada proses pemulihan yang sedang dilakukannya.
"Sepertinya ini adalah yang terbaik bisa kulakukan untuk sekarang!" Gumam Theo, sembari menarik aliran Mana yang dari tadi ia salurkan ketubuh Zota.
Membiarkan Element Seed Zota yang telah mulai stabil, untuk merekonstruksi kondisinya sendiri dengan memanfaatkan energi kehidupan melimpah yang ada di dalam ruangan.
"Tuan Leluhur! Apakah formasi pertahanan dari Benteng Suku Osiris ini telah sepenuhnya aktif?" Tanya Theo.
"Yah, sudah aktif semenjak beberapa hari yang lalu, dan kedepan, kau tak perlu memanggil benteng ini dengan embel-embel Suku Osiris! Karena kau bisa dianggap telah secara resmi menjadi pemilik benteng ini! Jadi, silahkan beri nama untuk lebih memudahkan!" Ucap Tuan Leluhur.
"Tak perlu! Aku menghormati suku Osiris! Tetap panggil dengan sebutan Benteng Suku Osiris saja! Atau agar lebih simple, sebut saja Benteng Osiris!" Jawab Theo.
"Hmmmm… Baiklah kalau begitu, ngomong-ngomong, kenapa kau tadi menanyakan tentang formasi pertahanan?" Tanya Tuan Leluhur.
"Cuma sekedar memastikan saja! Karena setelah ini, aku berniat mencabut Bunga Udumbara Serbuk Besi yang ada di perbukitan depan!" Jawab Theo.
"Dengan tercabutnya bunga Udumbara Serbuk Besi, Kabut Serbuk Besi tak akan lagi bisa tereproduksi secara berkala, yang mana tentu saja menyebabkan lokasi Benteng Osiris, lama kelamaan akan terekspos!" Tambah Theo.
"Hmmmm… Kurasa itu tak terlalu menjadi masalah, karena aku sendiri cukup yakin dengan formasi pertahanan benteng ini! Namun, kenapa kau ingin mencabut bunga Udumbara itu? Bukankah keberadaannya cukup membantu dalam menambah kekokohan pertahanan kita?" Tanya Tuan Leluhur.
"Aku punya rencana untuk itu! Dan tenang saja! Karena bunga Udumbara Serbuk Besi merupakan harta alami yang bisa dibilang sangat berharga milik suku Osiris, aku tak akan mengambilnya untuk keperluan pribadi!"
"Bunga ini akan berguna untuk membuat Razak menjadi lebih kuat lagi!" Tutup Theo.