
"Satu dari 4 Guardian Beast, Grey Snake!" Kata Theo. Sedikit terkejut.
"Nagini, makan!"
Saat Theo masih memasang ekspresi wajah sedikit tertegun, Gerel memberi intruksi pada Grey Snake yang ia panggil dengan nama Nagini, untuk menyerang Theo.
"Tssaaahhhhh…!!!"
Bersamaan dengan perintah dari Masternya, Nagini mendesis dengan liar sekali lagi, sebelum mulai merayap maju menerjang kedepan dengan gerakan sangat cepat.
Disisi lain, tetua kedelapan dari Barbarian Tribe yang melihat nona mudanya memerintahkan Nagini menyerang Theo, segera memasang wajah sedikit heran.
"Hanya bocah ingusan dengan kelas General bumi, kenapa harus memanggil Grey Snake?" Gumam sang tetua, sambil mulai melihat kearah Theo dengan tatapan seolah telah melihat seonggok mayat.
Sementara Theo yang kini menjadi pusat perhatian setiap orang, justru mulai memasang seringai lebar di wajahnya. Menatap tajam kearah Grey Snake yang terus mengeluarkan aura liar atribut lumpur kuno pekat.
"Tekanan yang begitu luar biasa! Tak kusangka akan bertemu pengontrak Guardian Beast lain di tempat seperti ini!" Gumam Theo.
"Joy Kecil, bisa keluar sebentar?" Kata Theo kemudian.
Bersamaan dengan kata-kata Theo, tatto segel pada punggung tangan kanannya segera menyala dengan nyala terang cahaya perak.
Dan tepat ketika Grey Snake akan sampai di lokasi Theo, sekelebat makhluk kecil melompat keluar dari dalam tatto segel. Makhluk ini menatap sebentar kearah Grey Snake dengan tatapan polos penuh keingintahuan, sampai kemudian tatapannya seketika berubah menjadi ganas saat menyadari Grey Snake memiliki tatapan membunuh kearah Theo Masternya.
"Groooooaaaahhh….!!!"
Dalam sekejap, tubuh kecil makhluk yang baru saja keluar itu, langsung membesar menyamai ukuran tubuh Grey Snake, ia berteriak keras untuk sesaat, sebelum mulai mengeluarkan atribut Mana Besi kuno intens dari dalam tubuhnya. Menekan balik atribut Mana Lumpur kuno yang sedang berusaha menekan Theo.
*Booooommmm….!!!
Tepat saat Joy Kecil telah berubah keukuran tubuh aslinya yang saat ini sudah seukuran pohon besar. Grey Snake yang awalnya menerjang menuju lokasi Theo, kini menabrak keras tubuh Joy kecil yang berdiri menghadang melindungi Masternya.
Benturan kedua Guardian Beast ini, menimbulkan guncangan hebat pada lantai 5 menara. Atribut Mana kuno yang menyesakkan, juga mulai tersebar liar memenuhi ruangan imbas dari benturan keras keduanya.
"Sssstttaaaaaaahhhhhh…..!!!"
Merasa serangannya di hadang, Grey Snake kembali mendesis liar, tampak sangat kesal pada Joy kecil.
"Groooooaaaahhh…!!!"
Disisi lain, Joy kecil yang tentunya juga marah karena merasa makhluk di hadapannya ingin membunuh Theo, membalas desisan lawannya dengan teriakan liar memekakkan telinga. Aura Besi kuno kini juga semakin intens menyeruak dari dalam tubuhnya.
Melihat hal itu, Grey Snake tampak tak mau kalah, ia juga mulai menyebarkan Mana Lumpur kuno miliknya kesegala arah. Dan bersamaan dengan menyebarnya Mana lumpur kuno ini, ratusan ular kecil yang berbentuk sama dengan Grey Snake. Kini mulai terbentuk dari aliran Lumpur kuno.
Ratusan Grey Snake mini yang baru saja muncul ini, ikut mendesis liar untuk beberapa saat, menyebabkan ratusan suara desisan yang begitu memekakkan telinga, kini terdengar disegala penjuru ruangan. Menginisiasi rasa takut bagi siapapun yang saat ini mendengarnya.
Menyisahkan hanya tiga orang yang tampak bisa menahan suara desisan tersebut, yakni Gerel, yang memang pemilik Grey Snake, Tetua kedelapan Barbarian Tribe, yang memang memiliki kelas tinggi dimana ia seorang King tahap surga, dan terakhir adalah Theo, yang saat ini dilindungi oleh aura Besi kuno milik Joy kecil.
Suara desisan bertahan untuk beberapa saat sampai kemudian, Grey Snake beserta ratusan kloningnya, kini mulai kembali menerjang kedepan. Berniat menyerang Joy kecil sekali lagi.
Disisi lain, Joy kecil yang melihat ratusan musuh saat ini menerjang kearahnya, tampak tak memiliki ekspresi takut sama sekali. Sorot matanya yang diawal masih tampak ganas, kini malah mulai berubah sayu sekali lagi. Bagaikan tatapan mata seorang pertapa kuno yang telah banyak melihat pasang surut kehidupan. Tatapan sayu yang entah kenapa membuat siapapun yang melihatnya, akan merasa sang pemilik tatapan, mampu untuk melindungi apapun itu yang ingin ia lindungi.
*Wungg…!!!
Bersamaan dengan tatapan sayu yang mulai di tunjukkan Joy kecil, aura Mana besi kuno yang sebelumnya menyebabar memenuhi ruangan, kini mulai tertarik lagi kearahnya. Berhenti tepat di hadapan Joy kecil, dan mulai terkompres. Menciptakan sebuah aura pelindung transparan tanpa cela, yang diakhiri dengan suara dengungan keras begitu proses terbentuknya selesai.
*Booommmm…!!!
Suara benturan keras kembali menggema begitu Grey Snake dan ratusan kloning dari tubuhnya, membentur aura pelindung yang baru saja di ciptakan Joy kecil.
Benturan keras antar dua atribut Mana kuno ini, mau tak mau membuat situasi didalam ruangan kembali penuh tekanan, sebaran aura kuno yang memenuhi segala penjuru ruangan, membuat nafas setiap orang menjadi sesak.
Puluhan Kloning Grey Snake yang membentur aura pelindung, segera hancur, menyiprat kesegala arah kembali kedalam bentuk Mana lumpur. Hanya menyisakan beberapa yang masih bertahan. Sementara aura pelindung ciptaan Joy kecil, kini juga mulai retak, menerima efek berat dari hasil bentrokan hebat barusan.
Dalam posisi buntu, kedua Guardian Beast tampak saling menatap satu sama lain. Grey Snake dengan tatapan mata mendalam penuh kelicikan, sedangkan Joy kecil masih dengan tatapan sayu bagaikan pertapa kuno miliknya.
Kondisi ini bertahan untuk beberapa saat, sampai kemudian Grey Snake yang kini hanya memiliki beberapa puluh sisa dari Kloningnya, memutuskan mengambil inisiatif serangan. Maju menerjang kedepan sambil mendesis keras.
Melihat hal itu, Joy kecil justru memecah aura pelindung miliknya yang telah retak. Ganti mengalir kan Mana besi kuno untuk menyelimuti seluruh tubuhnya. Tampak bersiap menerima serangan lawan dihadapannya menggunakan tubuh fisiknya.
*Boooommm…!!!
Lagi-lagi bentrokan dahsyat yang kembali menggetarkan seluruh ruangan, tak terhindarkan.
"Hmmmm… Tak kusangka, bocah ini merupakan salah satu pengontrak Guardian Beast, sama dengan nona muda!" Gumam tetua kedelapan Barbarian Tribe. Yang dari tadi mengamati jalannya pertempuran antar Guardian Beast dengan sangat seksama.
"Kakak besar, kau benar-benar sesuatu, tak hentinya membuatku terkejut! Seorang pengontrak Guardian Beast ya!" Seru Thomas, yang juga mengamati pertempuran dua makhluk dihadapannya. Ekspresi antusias kembali menghiasi wajah bulatnya.
Mendengar seruan Thomas, Theo segera melihat kearahnya dengan tatapan heran.
Bagaimanapun juga, Guardian Beast merupakan mahluk yang masih awam di kalangan umum. Hanya beberapa kelompok tertentu yang sepertinya menyadari keberadaan makhluk-makhluk mistis ini.
Sepengetahuan Theo, di Gaia Land ini hanya orang-orang Desa Tersembunyi yang mengetahui para Guardian Beast, bahkan mereka menjadikan para Guardian Beast ini sebagai dewa yang disembah.
Dan kini, sepertinya orang-orang Barbarian Tribe, bahkan Thomas mengetahui dan merasa tak asing dengan Guardian Beast. Jika itu kelompok Barbarian Tribe, maka bukan hal yang terlalu mengejutkan, karena faktanya, ada satu diantara kelompok ini yang memiliki kontrak dengan Guardian Beast. Yakni nona muda mereka Gerel Khan.
Yang membuat Theo sedikit terkejut adalah, ternyata Thomas juga mengetahui tentang Guardian Beast, hal ini membuatnya semakin penasaran dengan identitas sebenarnya dari pria gentut ini.
"Hmmm… Pria Gendut yang disana itu temanmu? Aku merasakan aura kuno yang tak biasa secara samar memancar dari dalam tubuhnya!" Kata Ernesto tiba-tiba.