Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
381 - Tim Penyusup


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Boooommmm….!!!!


*Booommmm….!!!


*Dentang……!!!


Pertempuran sengit terjadi di dalam markas besar Bandit Langit Hitam. Kelompok kecil pimpinan Zota yang menyusup kedalam perkemahan Bandit Langit Hitam, melakukan pertempuran intens dengan para wakil pemimpin Bandit Langit Hitam yang saat ini tengah menjaga kemah medis tempat dimana Boss Besar mereka sedang mendapatkan perawatan.


Zota yang merupakan seorang King tahap langit puncak, tampak mendominasi pertarungan dengan senjata golok besarnya. Ia beberapa kali melancarkan teknik serangan dahsyat beratribut Mana Tanah yang menghancurkan lokasi sekitar.


Bagaimanapun juga, Zota adalah mantan Boss Besar kelompok Bandit Langit Hitam, ia merupakan orang yang merintis serta telah memimpin kelompok itu selama puluhan tahun. Oleh sebab itu, sebagai mantan Boss Besar kelompok Bandit Langit Hitam yang tersohor, Zota tidak bisa dianggap remeh.


Bisa dibilang ia adalah salah satu eksistensi puncak di wilayah Gurun Kematian. Ditambah dengan bentuk Meridian Knight miliknya yang telah mengalami upgrade beberapa waktu lalu setelah mendapat Kristal Beast baru dari Theo, Zota dalam Mode Meridian Knightnya yang berupa manusia setengah Rusa Gunung Bertaring, satu spirit beast dengan tingkat pertumbuhan Ancient, kini tampak sangat mendominasi.


Dua tanduk rusa raksasa bagaikan mahkota raja menghiasi kepalanya, sementara taring tajam yang panjang, mencolok keluar dari dalam mulutnya. Berbekal pengetahuan tentang setiap lawan yang ia hadapi karena mereka semua adalah mantan anggota kelompok yang pernah begitu ia percaya sehingga diangkat menjadi wakil pemimpin Bandit Langit Hitam, Zota berhasil membunuh beberapa lawan.


Disisi lain, Darsa yang ditempatkan Theo sebagai orang dalam untuk memasukkan kelompok penyusup pimpinan Zota kedalam perkemahan besar Bandit Langit Hitam, saat ini juga sudah mulai beraksi.


Ia mengeluarkan Spirit Beast kontraknya yang berupa Lalat raksasa. Spirit Beast milik Darsa ini, bukanlah makhluk sembarangan. Makhluk tersebut biasa dipanggil dengan Lalat wabah kematian. Salah satu Spirit Beast yang paling di hindari oleh siapapun yang tinggal di wilayah Gurun Kematian. Spirit Beast ini begitu berbahaya karena memiliki kemampuan untuk menyebarkan wabah penyakit menular.


Lalat wabah kematian terbang dengan suara mendengung aneh di belakang punggung Darsa, sementara dari dalam tubuhnya, terus keluar ratusan lalat-lalat lain yang memiliki bentuk tubuh lebih kecil.


Ratusan lalat kecil itulah yang saat ini terbang kesegala arah, mengepung dan mengerubungi beberapa wakil pemimpin Bandit Langit Hitam. Dan setiap berhasil mengerubungi sepenuhnya satu orang lawan, ratusan lalat akan mengeluarkan serbuk hitam aneh yang terlihat mengerikan. Berakhir yang menerima serbuk tersebut, berubah warna kulit tubuhnya menjadi hitam legam.


Mereka berteriak kesakitan sembari mencakar kulit tubuhnya, menyebabkan orang-orang tersebut tampak semakin mengerikan ketika kulit tubuhnya mulai berdarah-darah akibat cakarannya sendiri.


Tak berhenti sampai disitu, tepat ketika setiap lawan sudah mulai tak tahan dengan rasa sakit yang mendera tubuhnya dan jatuh berguling di tanah, ratusan lalat segera mulai kembali beraksi, mereka menyerbu masuk kedalam tubuh mangsanya. Memasuki setiap lubang yang ada di dalam tubuh orang-orang malang ini, dan mulai membuat koloni di dalamnya. Menaruh ratusan telur yang akan menjadi lalat-lalat baru.


Melihat cara bertarung Darsa yang begitu mengerikan, serta Zota yang begitu mendominasi, tentu saja setiap lawan mencoba menghindari bentrok langsung dengan keduanya.


Razak yang merupakan seorang bocah dengan kelas General tahap Surga, dimana merupakan pemilik kultivasi paling rendah dalam kelompok, menjadi target favorit setiap lawan.


Namun, mereka yang memutuskan menyerang Razak, berakhir menerima pelajaran penting yang harus di bayar dengan luka parah. Pelajaran tersebut adalah, tak semua Knight dengan kultivasi paling rendah, merupakan orang terlemah dalam satu kelompok.


Razak yang seorang keturunan langsung dari suku Osiris, memanfaatkan dengan baik kumpulan Mana Besi murni yang bagaikan sangat mencintainya, terus berputar disekitar mengikuti dimanapun Razak bergerak.


Dalam mode Meridian Knightnya, dan dua Gauntlet besi pada kedua kepalan tangan, bocah ini tak henti mengeksekusi berbagai teknik serangan dari manual teknik Menempah Tubuh Surgawi yang terus diasahnya tanpa henti setiap waktu. Menyebabkan Razak begitu mahir dalam setiap serangannya. Tak pernah meleset sekalipun setiap melancarkan pukulan atau tendangan.


Sementara di belakang Razak, Hella mengambil posisi untuk melindunginya, bersama White Fang dan Tombak Es dalam genggamannya, Hella melakukan kombinasi sempurna dengan Razak. Keduanya saling memunggungi untuk menutup titik buta masing-masing. Tak memberi kesempatan pada lawan untuk melakukan serangan menyelinap.


Disisi lain, Gerel yang juga menjadi salah satu target serangan pihak lawan, beraksi lebih kejam lagi, ia tampak mencoba bermain-main untuk beberapa saat dengan hanya melancarkan teknik gerakan menghindar dan menyerang satu dua kali, sebelum akhirnya mulai kehabisan kesabaran dan memanggil keluar Nagini. Sang Grey Snake. Satu dari empat Guardian Beast.


Bersama Nagini, Gerel melakukan pembantaian keji, menyerang dan mencabik setiap lawan dihadapannya. Nagini tampak menikmati makan siang yang tersedia di hadapannya.


Darsa yang melihat kemunculan Nagini, segera mengambil sikap berlutut. Memberi penghormatan beberapa kali sebelum kembali berdiri. Sebagai keturunan dari Suku Thousand Beast yang menyembah para Guardian Beast sebagai dewa, tentu saja ia begitu hormat pada Grey Snake.


Selain Gerel yang merupakan pengontrak Guardian Beast, dari tadi tatapan mata Darsa juga tak lepas dari sosok Razak. Dari aliran Mana Besi murni serta kekuatan tubuh fisik luar biasa yang ditunjukkan bocah tersebut, ia segera tahu bahwa Razak merupakan keturunan suku Osiris.


"Pengontrak Guardian Beast lain, dan juga Suku Osiris! Suku kuno yang hidup sejaman dan merupakan rival dari Thousand Beast!" Gumam Darsa. Dengan tatapan sedikit bergetar.


"Hmmmm… Kurasa keputusanku sudah benar-benar tepat! Pemuda yang merupakan Boss Besar Bandit Serigala, 100% pasti adalah orang dalam ramalan kuno!" Ucap Darsa.


*Booommmm….!!!


Darsa masih menatap kearah Gerel dan Razak secara bergantian dengan tatapan mendalam, sampai kemudian, tiba-tiba terdengar satu suara ledakan keras.


Bersama dengan ledakan keras tersebut, sekelompok orang dengan tingkat kultivasi tinggi, melompat turun dari suatu arah.


"Hahahha…! Bagus! Kalian datang tepat waktu!" Seru salah satu wakil pemimpin Bandit Langit Hitam dengan ekspresi serta tatapan mata bersyukur ketika melihat kedatangan orang-orang ini.


Yang baru datang tersebut, tak lain adalah beberapa Boss Besar dari kelompok Bandit yang berada di bawah komando kelompok aliansi Bandit Langit Hitam.


Sekelompok orang ini menatap secara bergantian kearah tim penyusup Zota dan juga para wakil pemimpin Bandit Langit Hitam dengan tatapan yang begitu tajam untuk sementara waktu, sebelum tatapan mereka berhenti ketika melihat sosok Darsa.


"Mereka adalah kelompok penyusup! Dan Darsa adalah pengkhianat! Habisi sekarang juga!" Teriak salah satu wakil pemimpin Bandit Langit Hitam.


Sebuah teriakan yang justru disambut dengan senyum lebar mengerikan dari orang-orang yang baru saja datang. Bukannya bersiap untuk melaksanakan perintah, mereka malah mengeluarkan aura yang tertuju pada kelompok wakil pemimpin Bandit Langit Hitam.