Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
472 - Kuberi Nama Iron


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Jadi itu alasannya! Ini adalah jawaban yang selalu di cari-cari oleh setiap Emperor tahap Surga puncak! Jawaban berharga yang akan rela di bayar dengan mahar apapun oleh para monster tua!" Gumam Tuan Leluhur.


"Masalahnya bukan ada pada bagaimana terus mengembangkan serta menyeimbangkan gejolak Element Seed yang telah dianggap menua, tapi ada pada kondisi jiwa setiap orang!"


"Jika saja aku mengetahuinya sejak dulu, ketika terjebak dalam batasan Emperor tahap Surga puncak!"


"Ini seperti setiap orang sedang mengejar ekornya sendiri! Benar-benar lelucon konyol!" Tambah Tuan Leluhur.


"Yah seperti itulah! Tapi tetap saja, meskipun telah mengetahui metodenya, menghadapi Iblis hati bukanlah perkara mudah! Karena ia adalah penjelmaan dari sisi terburuk setiap orang!" Tanggap Theo.


"Semakin kuat seorang Knight, serta semakin dalam kedalaman auranya ketika telah sampai di puncak Emperor tahap Surga, maka iblis hati yang mendiami jiwa, juga akan semakin brutal dan mengerikan!"


"Bahkan sekedar menemukannya juga bukan hal yang sederhana! Normalnya butuh waktu puluhan tahun menjelajah dunia jiwa dalam ranah jiwa untuk bisa menemukan makhluk ini!" Tutup Theo.


"Ohhh… Penjelasan terakhir, justru membuatku kasihan kepadamu! Jika semengerikan itu, lalu bagaimana dengan iblis hati yang mendiami jiwamu? Bahkan kau sang pemilik iblis hati, terkadang sudah tampak seperti iblis itu sendiri!" Ucap Tuan Leluhur. Menjadi kembali teringat dengan momen awal pertemuannya dengan Theo.


Pertanyaan Tuan Leluhur, menyebabkan Theo kembali memasang senyum sederhana.


"Hahahhaha….! Aku sendiri sebenernya juga penasaran dengan sosok iblis hati milikku!" Jawab Theo.


"Hanya saja, sepertinya aku tak akan pernah melihat versi dari sosok terburuk diriku sendiri ini! Karena dari awal memulai pelatihan, Masterku telah mengarahkan kejalan yang tepat!"


"Jadi, meskipun perkembangan kultivasiku bisa di bilang cukup lambat karena memiliki satu Element Seed dengan jenis tertentu, itu akan berbeda bila aku telah sampai di puncak kelas Emperor tahap Surga!"


"Aku bisa naik tingkat dengan cara normal! Hahahhahahaha….! Benar-benar beruntung!" Ucap Theo.


Satu jawaban yang segera membuat Tuan Leluhur dan Razak memasang ekspresi wajah iri. Merasa begitu iri kenapa tak bertemu dengan Master luar biasa seperti halnya Theo.


"Baiklah! Sudah cukup penjelasannya! Itu tadi adalah informasi berharga yang tak kubagikan kepada sembarang orang sebelum aku bisa mencapai puncak tertinggi Gaia Land!"


"Namun karena sudah memutuskan bahwa kalian berdua akan menjadi pemegang kursi slot dari kelompok kecil yang kelak akan menemaniku menerobos ke realm yang lebih tinggi, kurasa tak ada salahnya membagi informasi ini!" Ucap Theo.


"Setidaknya kalian berdua sudah siap sedikit lebih awal untuk menghadapi rintangan terakhir yang menanti ketika kelak mencoba menerobos ke kelas yang lebih tinggi dari Emperor!"


"Akhir dari kesimpulan topik kita ini adalah, untuk kedepan, aku akan terus memperkuat anggota kelompok Bandit Serigala dengan berbagai metode baru yang belum banyak di ketahui di era primitif ini!"


"Itu tadi adalah hal pertama yang tak kusepakati dari pernyataanmu mengenai bakat bawaan dan umur mempengaruhi kecepatan kultivasi seorang Knight!" Lanjut Theo, menatap kearah Tuan Leluhur.


"Hal kedua yang juga kau salah mengambil kesimpulan adalah, untuk beberapa waktu kedepan, aku tak berniat hanya menaklukan wilayah Gurun East Region! Melainkan seluruh wilayah East Region! Itu juga termasuk wilayah kepulauan!"


"Jadi, tak perlu terburu-buru untuk secara terbuka berhadapan langsung dengan Barbarian Tribe! Kelompok Bandit Serigala masih bisa berkembang lebih jauh dengan menaklukkan kelompok-kelompok lain di wilayah kepulauan!" Tambah Theo.


Mendengar kata-kata Theo, Tuan Leluhur segera memasang ekspresi wajah ragu.


"Hmmmmm…. Jangan terlalu percaya diri! Seluruh kelompok Tribe yang ada di wilayah kepulauan, dinaungi oleh Elaenor Tribe! Satu dari 10 Biggest Knight Group lain sama halnya dengan Barbarian Tribe!" Ucap Tuan Leluhur.


"Ohhh… Kapan kau pernah bilang akan menaklukkan Tribe?" Tanya Theo.


"Jadi begitu!" Gumam Tuan Leluhur.


"Satu rencana yang patut dicoba!" Tambahnya kemudian.


"Baiklah! Cukup diskusinya! Karena kedepan aku berencana untuk memperkuat anggota, dan juga menahan pergerakan Barbarian Tribe, ada beberapa hal yang perlu kulakukan!" Ucap Theo.


"Jadi, bisakah kau mengambil alih proses pemulihan keempat orang ini? Tak perlu melakukan banyak hal, cukup awasi saja proses pemulihannya! Perawatan pertama sudah selesai! Dengan adanya Bunga Purnama, tubuh mereka akan pulih secara perlahan!" Tutup Theo.


"Baiklah! Selesaikan keperluanmu! Aku akan mengambil alih dari sini!" Jawab Tuan Leluhur. Tanpa menanyakan detail apapun.


"Terimakasih!" Jawab Theo singkat.


"Razak, kau ikut aku ke ruang penempaan!" Tambah Theo kemudian. Seraya berjalan meninggalkan tempat bersama Razak dibelakang.


***


(Ruang penempaan)


"Bagaimana koneksimu dengan roh item Bunga Udumbara Serbuk Besi yang kutanam dalam Gauntlet itu?" Tanya Theo. Memandang kearah sepasang Gauntlet besi yang dikenakan Razak.


"Sejauh ini tak terlalu bagus Boss!" Jawab Razak.


"Ia tampak memasang sikap dingin! Jarang berbicara kepadaku! Percakapan kami hanya terjadi diawal ketika ia menawarkan kontrak! Setelah itu, ia hanya berbicara seperlunya saja!" Tambah Razak.


"Jadi seperti itu!" Gumam Theo.


Sebenarnya Theo paham, kenapa sang roh item bersikap dingin pada Razak. Itu karena, sama halnya dengan roh bunga Udumbara Beku yang di lebur Theo pada Panah Issabela, Roh dari Bunga Udumbara Serbuk Besi ketika awal telah selesai merasuk secara sempurna pada Gauntlet besi, segera menawarkan kontrak dengan dirinya yang merubah sang penempa dimana juga memiliki kecocokan atribut Mana dengan sang Roh.


Namun, penawaran kontrak ini tanpa pikir panjang langsung di tolak oleh Theo. Karena sejak awal ia memang menyiapkan sang roh item untuk Razak. Bahkan jika Theo mau, itupun tak akan terlaksana. Empat bocah Dosa yang merupakan roh senjata dimana telah lebih dahulu mendiami tubuh Theo, tanpa ragu pasti akan segera menendang keluar roh bunga Udumbara Serbuk Besi begitu proses kontrak akan dimulai.


Penolakan Theo inilah yang menyebabkan Roh Bunga Udumbara Serbuk Besi yang kini telah menjadi roh item Gauntlet besi, segera dalam mood yang tidak baik. Terpaksa memberi tawaran kontrak pada Razak.


"Meskipun koneksi diantara kalian masih belum terjalin dengan baik, tapi pengendalianmu pada kekuatan Gauntlet besi bisa di bilang sudah cukup bagus!" Ucap Theo.


"Yah, ia masih mau menjalankan intruksi! Tapi dengan kekuatanku saat ini, serbuk besi yang bisa kuciptakan masihlah sangat terbatas!" Jawab Razak.


"Jangan terlalu merendahkan kekuatanmu sendiri!" Ucap Theo.


"Dibandingkan semua orang yang pernah kutemui, kau adalah Knight dengan tingkat perkembangan kultivasi paling menakjubkan!" Tambah Theo.


"Lagipula, jika masih di wilayah sekitar Benteng Osiris, dimana dipenuhi dengan kabut serbuk besi yang belum memudar, bisa di katakan kau akan sangat sulit di kalahkan! Bahkan seorang Emperor tahap awal akan dapat kau sudutkan dengan mudah!"


"Ngomong-ngomong, kau beri nama apa Roh item dari Gauntlet besi itu?" Tanya Theo.


"Iron!" Jawab Razak singkat.


"Iron ya! Sederhana tapi cukup berkesan!" Tanggap Theo.


"Baiklah Razak, Aku punya tugas untukmu dan juga Iron! Setelah ini, pergi ke wilayah kabut serbuk besi, manfaatkan sebanyak yang kau bisa untuk membuat sebuah lengan dan kaki yang sangat kokoh dari serbuk besi yang ada disana!"


"Buat sesuai dengan ukuran tubuh Zota!" Tutup Theo.


"Baik!" Jawab Razak singkat. Tanpa memberi pertanyaan apapun, segera meninggalkan tempat untuk melaksanakan intruksi.


"Hmmmmm… Baiklah! Satu masalah telah dalam perjalanan selesai! Sekarang, saatnya kembali menempa! Aku punya ide yang sangat brilian! Hehehe…!" Gumam Theo. Dengan sorot penuh keantusiasan. Seraya mengeluarkan satu gulungan kertas sketsa, serta sebuah tabung formasi berisi jiwa sisa panglima Cinta-Kasih.