
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Dipimpin langsung oleh Theo, kelompok Bandit Serigala akhirnya membuat langkah awal memasuki wilayah Gurun Kematian.
Dengan teralihkannya perhatian kelompok Tribe-Tribe besar akibat kemunculan Istana Emas, khususnya Red Rock Tribe yang sebelumnya memfokuskan perhatian mereka sepenuhnya kepada kelompok Bandit Serigala, kini langkah Bandit Serigala tak terhadang.
Mereka bergerak secara perlahan tapi terorganisir dengan sangat baik. Setiap hari semakin mendekat pada lokasi dimana perkemahan besar kelompok Bandit Langit Hitam yang menjadi target pertama Bandit Serigala berada.
Zota yang berperan sebagai petunjuk jalan, memberi kontribusi besar pada mobilisasi kelompok Bandit Serigala setiap harinya. Dengan pengalamannya selama puluhan tahun memimpin salah satu kelompok Bandit di wilayah Gurun Kematian paling di segani, Zota menunjukkan jalur paling aman dan cepat untuk sampai di lokasi tujuan.
Merasa wawasan Zota cukup berguna, ditambah dengan jiwa kepemimpinannya yang masih cukup baik, Theo akhirnya tak mau menyia-nyiakan talenta Zota dengan hanya menempatkannya pada divisi penyergap pimpinan Sanir. Ia memutuskan untuk menjadikan Zota wakil pemimpin divisi baru Kelompok Bandit Serigala. Yakni divisi pelacak.
Zota sendiri, tentu saja merasa sangat tersanjung dengan apresiasi yang diberikan Theo padanya. Dengan sigap dan penuh dedikasi, ia yang tak ingin mengecewakan Theo, memimpin divisi pelacak sepenuh hati. Memberi semua yang ia punya agar bisa berguna untuk kelompok.
Divisi pelacak yang dipimpin oleh Zota inilah yang pada akhirnya menjadi kelompok pertama melakukan pergerakan setiap harinya. Sebelum semua orang bangun dari istrahatnya, mereka sudah bergerak untuk memetakan kondisi lingkungan sekitar.
Memilih jalur paling aman yang mana minim sarang Spirit Beast yang memang berjumlah ribuan di wilayah Gurun Kematian. Hal ini membuat mobilisasi besar kelompok Bandit Serigala benar-benar berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan berarti.
Namun, ketika kelompok Bandit Serigala sampai di suatu wilayah perbukitan, langkah mereka yang lancar akhirnya berhenti, menemui hambatan pertama.
"Boss! Maafkan aku! Divisi pelacak sudah mencari rute terbaik! Namun, sepertinya untuk saat ini, kita tak punya pilihan lain!"
"Untuk bisa mencapai wilayah perkemahan besar Bandit Langit Hitam, rute tercepat adalah melewati daerah perbukitan ini!" Ucap Zota. Memberi laporan pada Theo.
Mendengar kata-kata Zota, Theo tak segera memberi jawaban. Hanya terus memandang kearah celah masuk daerah perbukitan yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam, sebelum mulai mengerutkan kening. Tampak cukup tertarik.
Daerah perbukitan itu sendiri, terlihat sunyi jika dilihat dengan cara pandang biasa.
"Hmmmm... Dari nada bicaramu, dan dari aura yang secara samar kurasakan dari arah celah pintu masuk daerah perbukitan yang ada di depan, sepertinya wilayah yang akan kita lewati ini merupakan satu sarang Spirit Beast yang cukup berbahaya!" Ucap Theo.
"Hmmmm… Itu benar Boss! Sayangnya kita harus melewati perbukitan ini! Jika tidak, maka kelompok kita harus memutar terlalu jauh. Membuat kita menghabiskan waktu 1 minggu lebih lama untuk sampai di lokasi tujuan!" Jawab Zota.
"Kita tak punya waktu sebanyak itu! Belum lagi proses penaklukan yang nantinya pasti diiringi dengan pertempuran besar terlebih dahulu! Itu akan memakan waktu!" Gumam Theo.
"Kelompok Tribe yang terus memasang mata di belakang punggung kita, tak akan selamanya tertahan oleh Istana Emas sampai akhirnya menyadari bahwa masuk kedalamnya adalah hal yang sia-sia!" Tambah Theo.
"Jadi Zota, kelompok Spirit Beast macam apa yang tinggal di dalam sana!" Tanya Theo kemudian.
"Yang tinggal di dalam adalah salah satu jenis Spirit Beast paling berbahaya di wilayah Gurun Kematian! Serigala Gurun Liar!" Jawab Zota.
"Serigala Gurun Liar ini sebenarnya tidak terlalu kuat. Masih banyak Spirit Beast yang lebih kuat dari mereka di wilayah Gurun Kematian. Hanya saja, Serigala Gurun Liar memiliki otak dan insting yang sangat tajam!"
"Mereka selalu bergerak secara kelompok! Dengan pintar menyerang dan menyudutkan mangsanya! Ditambah wilayah mereka membuat sarang selalu adalah celah perbukitan, menyebabkan mereka akhirnya menjadi salah satu kelompok Spirit Beast yang dianggap paling berbahaya di wilayah Gurun Kematian!"
"Itu semua dengan catatan jika kita secara tak sengaja memasuki sarang mereka! Dan sayangnya, kali ini kita tak punya pilihan lain selain memasuki sarang tersebut!" Tutup Zota.
"Hmmmm… Ini sebenarnya cukup menarik!" Ucap Theo.
Mendengar Theo mengatakan bahwa ia malah tertarik, Zota tentu saja segera mengerutkan kening.
"Boss! Jadi langkah kita selanjutnya? Apakah langsung masuk saja dengan kelompok besar?" Tanya Zota, menunggu intruksi dan jawaban Theo.
"Zota, para Serigala Gurun ini, memiliki garis darah tingkat pertumbuhan apa?" Tanya Theo tiba-tiba, menjawab pertanyaan Zota dengan pertanyaan balik.
"Ahhh… Itu, mereka memiliki tingkat pertumbuhan Ancient! Dan secara umum yang bergerak mencari mangsa dalam kelompok adalah yang memiliki tingkat kelas A!" Jawab Zota.
"Hahahah…! Kebetulan sekali!" Ucap Theo. Seraya mengayunkan tangan dengan ringan.
Bersama dengan ayunan tangan Theo, ratusan Boneka Bernyawa Serigala Metalik keluar dari dalam gelang ruang-waktu. Boneka bernyawa Serigala metalik milik Theo yang awalnya berjumlah 50 ekor, kini bertambah menjadi 120 ekor.
Waktu luang yang ia dapat ketika kehabisan Mutiara Mana Perunggu saat melakukan proses kultivasi dibulan pertama setelah ia naik tingkat ke kelas General tahap Surga puncak di kota Gurun Zordan, menyebabkan Theo yang harus menunggu diadakannya pertarungan Death Arena bulan selanjutnya untuk kembali mengisi simpanan Mutiara Mana-nya, memilih menghabiskan waktu dengan menempa.
Ia membuat beberapa Boneka Bernyawa tambahan, salah satunya adalah Boneka Bernyawa Serigala Metalik. Menambah jumlahnya menjadi 120 ekor.
Saat ini, ketika setiap anggota kelompok Bandit Serigala yang berada di sekitar masih menatap ratusan Serigala metalik yang di keluarkan oleh Theo dengan tatapan takjub, Theo tiba-tiba memberi intruksi.
"Kelompok Bandit Serigala! Dirikan kemah di sekitar celah masuk perbukitan! Hari ini kelompok kita beristirahat lebih awal!" Ucap Theo.
"Boss? Kenapa? Bukankah lebih baik kita segera masuk dengan seluruh anggota? Meskipun memang jatuhnya korban tak akan bisa dihindari, tapi menurutku, itu adalah langkah terbaik yang bisa kita ambil untuk saat ini!" Ucap Zota.
"Tidak! Kalian tunggu disini untuk sementara!" Jawab Theo.
"Sementara aku akan masuk kesana seorang diri! Kita lanjutkan perjalanan keesokan harinya setelah aku menyelesaikan urusan di dalam!" Tutup Theo. Dengan pandangan mata antusias menatap kearah perbukitan sarang Serigala Gurun Liar di hadapannya.
"Kawan-kawanku! Saatnya mencari makan dan mendapatkan roh yang lebih baik!" Ucap Theo, kemudian tanpa menoleh kebelakang, bergerak cepat memasuki celah perbukitan. Ditemani dengan ratusan Serigala metalik yang bergerak liar mengikuti di belakang.
"Seorang diri? Boss! Itu berbahaya!" Seru Zota.
"Zota! Cukup lakukan apapun itu perintah Boss Besar!" Ucap Sanir. Sebelum melangkah pergi meninggalkan tempat, bersiap mengatur divisinya.
Langkah Sanir, diikuti oleh kelompok wakil pemimpin Bandit Serigala yang lain, setiap dari mereka menuju divisinya masing-masing. Meninggalkan Zota yang masih agak terbengong di tempat.
"Saudaraku, berhenti mencemaskan segalanya sepanjang waktu! Lebih baik sekarang kau temani kita minum-minum!" Sahut Oscana, yang saat ini sudah ditemani dua kawan karibnya Yahuwa-Yaseya di belakang.
Tak seperti Zota, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala yang lain saat ini tampak bersikap santai, bahkan sudah mulai mendirikan kemah sejak pertama Theo memberi intruksi.