Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
460 - Peristiwa Aneh


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Jadi, bagaimana?" Tanya Theo kemudian. Sembari mulai mengambil posisi duduk.


"Sebagai seorang pengontrak Guardian Beast, kau pasti bisa merasakan bahwa ranah jiwamu dan ranah jiwa Guardian Beastmu, terikat satu sama lain dengan suatu benang tipis namun terasa sangat kuat!" Ucap Gerel.


"Ikatan ini pula yang menyebabkan kita bisa mengerti dan saling berkomunikasi dengan Guardian Beast!" Tambah Gerel.


"Hmmm… Sepertinya aku tahu benang tipis yang kau maksud! Namun ikatanku dan Joy Kecil, itu bukan sebuah benang, tapi lebih seperti untaian tanaman rambat yang menempel pada kedua ranah jiwa!" Tanggap Theo.


"Ohh…! Itu fakta yang baru kuketahui! Kupikir ikatannya akan sama saja!" Jawab Gerel.


"Tapi yang lebih penting, kau tetap bisa merasakan ikatan tersebut! Karena cara yang akan kusampaikan, berhubungan erat dengan hal itu!" Lanjut Gerel.


*Boooooommmmm….!!!!


Ditengah obrolan, satu ledakan atribut Mana Besi pekat tiba-tiba menyeruak kesekitar, Joy Kecil yang sedang di belenggu dengan tubuh panjang Nagini, tampak berusaha melakukan upaya lepas dari terkaman sang Grey Snake.


Kejadian itu, tentu saja membuat Theo dan Gerel yang berada tak jauh dari lokasi pertempuran antar dua Guardian Beast, menatap tajam kearah dua makhluk menyeramkan tersebut.


Ekspresi wajah Theo dan Gerel berubah cemas saat melihat Nagini sedikit demi sedikit tampak mulai tak mampu mempertahankan cengkraman tubuhnya pada Joy Kecil.


"GROOOOOAAAAHHH….!!!!"


Sampai kemudian, Joy Kecil yang masih menggeliat berusaha lepas, mulai berteriak liar. Sebelum membuka mulutnya lebar. Menggunakan dua taring perak yang menjulang keluar dari dalam mulut, sang Silver Turtle menggigit tubuh Nagini.


"Tssaaaaaahhhhh…..!!!!"


Gigitan Joy Kecil, menyebabkan tubuh Nagini bergetar hebat, diiringi dengan ia mulai mendesis kesakitan. Dalam kemarahannya, Nagini membalas dengan menerjangkan kepala kearah wajah Joy Kecil, menusukkan tanduk abu-abu pada ujung kepalanya, pada pipi sang Silver Turtle.


Tindakan saling serang ini, menyebabkan dua Guardian Beast tersebut sekali lagi saling bergelut dengan intens. Benar-benar marah kepada lawannya masing-masing.


"Gerel! Detailnya nanti saja! Sekarang lebih baik langsung pada cara yang kau maksud tadi!" Ucap Theo, dengan raut wajah cemas saat melihat dua Guardian Beast mulai saling serang satu sama lain dengan serangan-serangan berbahaya.


"Sebenarnya cukup sederhana! Kau tinggal memanfaatkan ikatan antara dirimu dan Silver Turtle, untuk memindahkan kesadaran masuk kedalam ranah jiwanya!" Jawab Gerel cepat. Jelas sekali dari ekspresi wajahnya, wanita ini begitu mengkhawatirkan kondisi Nagini. Dimana sekarang mendapat banyak luka pada sisi-sisi tubuhnya yang terus digigit oleh Joy Kecil.


"Memindahkan kesadaran? Bagaimana caranya?" Tanya Theo tak mengerti.


"Entahlah! Kau seharusnya tau bagaimana caranya! Aku hanya mengerti! Tapi tak bisa menjelaskan!" Jawab Gerel.


"Sialan! Jelaskan dengan benar! Jika terus begini, kau hanya membuang waktu!" Dengus Theo.


"Jangan membentakku! Disini aku datang untuk mencoba membantu!" Dengus Gerel balik.


"Kalai begitu katakan dengan benar!" Ucap Theo. Sambil mulai menekan tanah pijakannya. Tampak mulai tak sabar.


"Sudah kubilang! Aku tak tahu! Itu secara otomatis terjadi padaku ketika dulu Nagini mengamuk!"


"Melihat para tetua terus menyerangnya, aku benar-benar merasakan rasa sakit yang teramat sangat! Tak tega melihat kondisi tubuh Nagini yang penuh luka!"


"Sampai akhirnya, dalam tangisan tak tertahan, aku kembali mengingat momen saat-saat pertama kali melihat Nagini menetas dari dalam telur! Satu moment yang mana membuat hatiku benar-benar bahagia! Entah kenapa seperti merasa, bahwa aku memiliki seorang anak!"


"Dan tepat ketika perasaan itu muncul, aku memejamkan mata. Detik berikutnya membuka mata, kesadaranku sudah berpindah tempat! Ada di dalam ranah jiwa Nagini!" Tutup Gerel. Sembari mulai melihat kearah Theo.


Ekspresi wajah Gerel berubah sedikit tertegun ketika melihat sosok Theo disampingnya. Entah sejak kapan, Theo telah dalam kondisi menutup mata dalam posisi duduk bersila. Aliran Mana Besi pekat, kini juga mulai membungkus seluruh tubuhnya.


"Nagini! Berhenti menyerang!"


Melihat hal tersebut, Gerel segera berteriak untuk menghentikan Nagini yang terlihat belum sadar dengan perubahan sikap Joy Kecil, terus menyerangnya meskipun Sang Silver Turtle tak memberi perlawanan balik.


***


(Ranah jiwa Joy Kecil)


Theo kembali membuka mata hanya untuk menyadari dirinya kini telah berada di dalam satu ruang yang penuh dengan aliran Mana Besi pekat yang bercampur dengan serbuk besi milik bunga Udumbara.


Dalam posisi melayang, Theo mulai menoleh kesekitar. Mencari keberadaan dari manifestasi kesadaran Joy Kecil.


Sapuan mata Theo terhenti ketika melihat disalah satu sudut ruang misterius, satu sosok kura-kura kecil yang imut, sedang melayang ringan. Tampak sedang tidur dengan sangat pulas. Sementara di sekitar tubuhnya, terikat sulur-sulur tanaman berwarna keperakan. Berasal dari sebuah bunga yang melayang di samping sang kura-kura.


Tanpa menunda, Theo segera bergerak mendekat.


"Hmmmmmm… Hey! Sudah kubilang, lama-lama kau akan menjadi mirip Belphegor jika terus malas-malasan seperti ini!" Gumam Theo. Sembari memasang senyum tipis melihat Joy Kecil yang sedang tertidur pulas.


"Jika aku tahu bunga Udumbara akan memiliki kemampuan mengambil alih jiwa ketika sudah tak memiliki Kristal Plant pada wadah kosongnya seperti ini, aku tentu akan melarangmu makan dengan sembarangan!" Lanjut Theo.


"Baiklah! Saatnya bangun! Kita bersihkan parasit ini dari dalam ranah jiwamu!" Tutup Theo. Seraya mulai mengalirkan Mana Kegelapan pada ujung jari telunjuk tangan kirinya. Sementara pada ujung telunjuk jari tangan kanan, aliran Mana Cahaya pekat, mulai menjalar keluar.


*Wooossshhhh…!!!


*Woooshhhh….!!!


Dengan gerakan tangan menyilang, Theo yang membentuk dua atribut Mana paling langka diujung jari telunjuknya menjadi dua pisau tajam. Memotong sulur utama yang mengikat tubuh tertidur Joy Kecil.


"Huuuu….!!!!"


"Huuu…..!!!"


"Huuuu…..!!!"


Tubuh kosong Bunga Udumbara Serbuk Besi yang tumbuh dalam ranah jiwa Joy Kecil segera mengeluarkan satu suara tangisan sedih saat Theo memotong sulurnya. Bunga tersebut bergoyang untuk beberapa saat sebelum akhirnya mulai layu.


"Bagus! Kurasa ini akan cukup!" Gumam Theo. Saat melihat aliran Mana Kegelapan dan Cahaya yang saat ini menyelubungi Bunga Udumbara Serbuk Besi, mulai bereaksi satu sama lain. Menekan masing-masing yang memang merupakan unsur yang saling bertolak belakang.


"Tuuuu….!!!"


Sampai akhirnya, satu suara imut Joy Kecil terdengar disamping telinga Theo. Sang Silver Turtle tampak melayang sembari melihat dengan tatapan bingung kearah Theo.


"Hahhaha…! Kau penasaran kenapa aku bisa ada disini?" Tanya Theo. Sembari mulai mengelus lembut kepala mungil Joy Kecil. Benar-benar merasa gemas dengan ekspresi wajah polosnya yang sungguh menggemaskan.


"Tuuuu….!" Jawab Joy Kecil. Kemudian segera melompat ketempat favoritnya. Yakni pundak kanan Theo.


"Baiklah! Karena semua telah terkendali, dan aku telah menyingkirkan parasit dalam ranah jiwamu, sudah saatnya kembali keluar!" Ucap Theo. Kemudian mulai memejamkan mata. Akan kembali menarik kesadarannya keluar.


*Woooshhhh….!!!


Kesadaran Theo mulai melayang perlahan dan kemudian berubah menjadi seberkas cahaya putih, akan keluar dari dalam ranah jiwa Joy Kecil. Namun, tepat ketika berada di perbatasan ranah jiwa, sebuah untaian serbuk besi dengan cepat mengikat kesadaran Theo. Melemparnya kesatu ruang lain yang berbatasan antara ranah jiwa Joy Kecil, dengan dunia luar.


*Bammmm….!!!


Kesadaran Theo yang terlempar, membentur keras ruang aneh yang baru saja terbentuk itu. Sebelum Theo akhirnya membuka mata.


Dan, kejadian mengejutkan terjadi ketika Theo kembali membuka mata. Ia memang bisa melihat dunia luar. Tapi itu bukan dari perspektif tubuhnya. Melainkan tubuh raksasa Joy Kecil.


"Apa yang terjadi?" Gumam Theo dengan nada terkejut. Ketika menyadari dirinya sekarang bisa mengendalikan kepala raksasa Joy Kecil, menoleh kekanan dan kekiri.


---


Note : Woe, like turun banget. Segel mistis dong biar semangat!