Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
461 - Ruang Misterius


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Apa yang terjadi?" Gumam Theo. Dalam posisi mengendalikan kepala Joy Kecil, saat ini bisa melihat wilayah sekitar berdasarkan perspektif pandangan Sang Silver Turtle.


Ia bahkan bisa melihat tubuhnya sendiri yang sedang duduk memejamkan mata dalam posisi bersila bersama Gerel di salah satu sudut wilayah perbukitan.


"Tssaaaaaahhhhh….!!!"


Theo masih tampak kebingungan dengan peristiwa aneh yang sedang terjadi padanya, sampai kemudian, kepala raksasa Nagini, secara tiba-tiba muncul di hadapannya. Menatap tajam dengan tatapan mematikan sembari mulai mendesis liar.


"Sialan! Bagaimana bisa jadi begini?" Gumam Theo sekali lagi. Sedikit bisa menangkap situasi. Untuk memastikan, Theo mencoba mulai merasakan anggota tubuhnya yang lain.


Dan benar saja, saat ia ingin menggerakkan kaki, itu adalah salah satu dari empat kaki Joy Kecil yang sedikit bergerak. Sampai akhirnya, ketika Theo mencoba merasakan seluruh anggota tubuh, rasa sakit mulai menjalar.


Ia bisa merasakan bagaimana tubuh Nagini yang ulet dan menyembunyikan otot-otot kuat di balik sisik-sisiknya, menggeliat perlahan tapi cukup keras menekan seluruh tubuh Theo.


"Aku mengambil alih kesadaran Joy Kecil!" Gumam Theo. Tampak kebingungan kenapa bisa berakhir dalam situasi seperti ini.


"Apakah ini efek dari ikatan antar dua ranah jiwa? Atau ada faktor eksternal lain yang menyebabkan bisa jadi seperti ini?" Tanya Theo, kepada dirinya sendiri.


Bersamaan dengan ucapannya tersebut, ia segera jatuh pada pemikiran mendalam. Mulai menganalisa beberapa kemungkinan.


Yang pertama dimana paling mungkin menjadi penyebab peristiwa ini, tentu saja adalah hubungan antar ranah jiwa. Theo memiliki spekulasi bahwa ada satu jalur khusus yang bisa menghubungkan kesadarannya yang masuk kedalam ranah jiwa Joy Kecil, untuk bisa berakhir mengambil alih kesadaran sang Silver Turtle.


Bagaimanapun juga, ikatan antar ranah jiwa yang mampu membuat kesadaran Theo berpindah ke dalam ranah jiwa Joy Kecil, adalah hal baru yang ia ketahui. Dimana tentunya membuat Theo tak terlalu banyak memahami tentang situasi tersebut.


Pemahaman dangkal itulah yang kini membuat Theo berfikir tentang banyaknya kemungkinan. Memasuki ranah jiwa makhluk lain, baru pertama kali dilakukan oleh Theo. Dan yang ia rasakan ketika mengalami hal tersebut adalah, seperti sedang berada di suatu dimensi lain yang terasa asing serta misterius.


"Hmmmmm… Coba kita balik prosesnya! Apakah bisa?" Gumam Theo. Seraya mulai memejamkan mata. Berusaha kembali menarik kesadarannya masuk dalam Ranah Jiwa.


*Wuungggg….!!!


"Bagus! Ini bekerja!" Ucap Theo, saat kembali membuka mata, ia sekali lagi berada di dalam suatu ruang dimensi kosong yang terasa sangat asing.


Namun, tak seperti pertama kali memindahkan kesadaran, Theo yang melihat sekitar, menyadari bahwa tempatnya sekarang berada, bukanlah ranah jiwa Joy Kecil yang tadi sempat ia datangi. Bahkan sosok mungil Joy Kecil sang pemilik ranah jiwa, tak tampak di sekitar ruang kosong tersebut.


"Huuuu….!!!"


"Huuu….!!!"


"Huuuu….!!!"


Theo masih melihat dan memeriksa sekitar dengan tatapan mata tajam. Sampai kemudian, satu suara tangisan mendayu yang seperti tak asing, tiba-tiba terdengar dari arah belakang tubuhnya.


"Hmmmmm… Kau cukup ulet juga!" Ucap Theo, ketika satu sosok bunga yang terlihat sedikit transparan, saat ini mulai samar-samar muncul dari kegelapan ruang asing misterius.


Dalam posisi tangkai panjangnya terus bergoyang pelan seperti sedang mengikuti hembuskan angin, satu tanaman yang tampak persis dengan Bunga Udumbara Serbuk Besi, secara tiba-tiba muncul di hadapan Theo.


Satu pertanyaan yang hanya di jawab oleh bunga Udumbara transparan di hadapannya dengan suara-suara tangisan mendayu.


"Tak kusangka tubuh kosong Bunga Udumbara ternyata memiliki daya bertahan hidup sedemikan kuat!" Gumam Theo.


"Baiklah! Aku tak akan menggangumu! Lagipula, ruang kosong yang kau ciptakan ini sepertinya bisa bermanfaat juga! Memiliki efek khusus dimana menjadi semacam ruang transit yang membuat aku bisa mengambil alih kesadaran Joy Kecil!"


"Jadi, kedepan mungkin kita akan lebih sering berinteraksi!" Ucap Theo. Seraya mulai memejamkan mata.


Detik berikutnya Theo kembali membuka mata, ia telah berada dalam ranah jiwa Joy Kecil. Theo melanjutkan memejamkan mata. Dan detik berikutnya lagi, ia akhirnya membuka mata di dalam tubuhnya sendiri. Melirik kearah Gerel yang dari tadi menatapnya dengan tatapan cemas.


"Sudah selesai?" Tanya Gerel, begitu melihat Theo telah membuka mata dan mulai berdiri dari posisi duduk bersila.


"Ya! Kau bisa menarik Nagini! Kita harus memberi waktu istirahat pada dua Guardian Beast!" Jawab Theo. Sembari menatap kearah tubuh raksasa Joy Kecil yang secara berkala mulai menyusut.


Tepat ketika tubuh Joy Kecil telah kembali ke ukuran dimana biasa sang Silver Turtle pakai ketika muncul di hadapannya, Theo mengaktifkan tatto segel. Menarik kembali Joy Kecil yang tampak tertidur pulas, kedalam tatto segel.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Gerel, ia tanpa mengatakan apapun, menarik kembali Nagini yang tampak sudah sangat kelelahan, masuk kembali dalam tatto segel untuk beristirahat dan memulihkan kondisi tubuhnya.


***


(Benteng Osiris)


*Tap…!!!


Dengan wajah sedikit lesu, Theo mendarat diatas benteng. Disambut oleh ribuan tatapan yang seolah meminta penjelasan seluruh anggota kelompok Bandit Serigala yang sedari tadi mengamati pertempuran mengerikan antar dua Guardian Beast.


"Hmmmmm…. Kenapa kalian semua melihat dengan tatapan seperti itu? Jika kalian meminta aku menjelaskan apa yang baru saja terjadi, maka lupakan saja! Itu urusan pribadi!" Ucap Theo.


Satu kalimat yang tentu saja segera membuat ekspresi wajah setiap orang menjadi kesal. Bagaimanapun juga, dari tadi seluruh anggota kelompok Bandit Serigala sudah sangat penasaran dengan identitas sebenarnya dua makhluk panggilan milik Theo dan Gerel.


Dua makhluk yang tentu saja bukan merupakan Spirit Beast, maupun Demonic Beast. Karena setelah melihat jalannya pertempuran antar dua makhluk tersebut, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala sepakat, tak ada Demonic Beast atau Spirit Beast yang akan berada di level semengerikan itu.


Melepas satu dari dua makhluk raksasa milik Gerel dan Theo yang sedang mengamuk, itu sudah akan cukup untuk menghancurkan seluruh kota kecil dalam beberapa saat saja. Tak akan lebih dari satu malam.


Sayangnya, dalam rasa penasaran yang begitu mendera benak setiap orang dengan sangat hebat, mereka malah mendapat jawaban acuh dari sang Boss Besar.


"Kemana sebenarnya wakil pemimpin Darsa pergi? Ini benar-benar menyebalkan!" Ucap salah satu anggota divisi Thousand Beast.


Sebagai anggota divisi Thousand Beast yang seluruhnya adalah True Knight, tentu saja para True Knight ini yang paling penasaran dengan dua makhluk panggilan milik Theo dan Gerel.


Bagaimanapun juga, seorang yang mengambil jalan True Knight, akan benar-benar haus informasi tentang suatu makhluk entah itu Spirit Beast ataupun Demonic Beast dengan kekuatan luar biasa. Membayangkan bagaimana jika makhluk-makhluk tersebut berhasil mereka kontrak.


Dan ketika Theo menolak untuk menjawab, setiap orang saat ini tentu saja segera mencari keberadaan Darsa. Karena ia dianggap sebagai orang paling expert pada bidang True Knight dalam kelompok Bandit Serigala.


Setiap anggota divisi Thousand Beast yang begitu mengidolakan Darsa, menganggap sang pemimpin divisi, akan memiliki jawaban atas pertanyaan yang ada di dalam benaknya masing-masing.


"Razak! Ikut aku! Antar ke ruang penempaaan!" Ucap Theo tiba-tiba. Mengabaikan tatapan kesal setiap orang kepadanya.


"Baik!" Jawab Razak singkat. Tanpa mempertanyakan apapun. Seraya mulai berjalan memandu Theo kearah ruang penempaaan.


"Ngomong-ngomong, kau membawa Gauntlet besi kelas S milikmu?" Tanya Theo. Dari arah belakang.


---


Note : Woe, like turun banget. Segel mistis dong biar semangat!