
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Dua hari kemudian)
"Hmmm… Bagaimana kondisimu bocah?" Tanya Theo, saat melihat Razak sedikit membuka mata.
"Sangat baik! Tapi, aku merasa ada energi aneh yang terus berputar di sekitarku!" Jawab Razak.
"Ohh... Itu adalah energi alam yang disebut Mana! Karena segel yang mengunci garis darahmu telah terbongkar, sesuatu didalam ranah jiwamu yang di sebut Element Seed, kini telah bangkit!"
"Dan dengan bangkitnya Element Seed tersebut, kini kau bisa merasakan dan juga memiliki kendali untuk memanfaatkan atribut Mana yang ada di sekitarmu!"
"Kau telah resmi menjadi seorang Knight!" Kata Theo.
Mendengar apa yang disampaikan Theo, Razak yang saat ini telah benar-benar pulih, segera mengambil posisi berdiri, sebelum akhirnya berlutut di hadapan Theo.
"Terimakasih banyak tuan! Dengan ini aku telah selangkah untuk bisa membalaskan dendam Suku Osiris yang telah membelenggu kami selama ribuan tahun!" Kata Razak.
"Berdiri!" Jawan Theo singkat.
Merasa Theo memberinya intruksi, Razak tanpa menunda segera berdiri kembali.
"Kedepan, aku tak ingin melihatmu bersikap seperti tadi! Kau bukan budak!" Ucap Theo.
"Hmmm… Tidak bisa, aku sudah berjanji akan mengikutimu!" Jawab Razak. Dengan ekspresi wajah sengitnya yang khas.
"Dan apakah aku tadi mengatakan menerima janjimu?" Tanya Theo.
"Ahh… Itu…!"
Pertanyaan Theo, membuat Razak seketika menjadi bingung harus memberi tanggapan seperti apa. Karena Theo memang tak memberi kata menerima janji Razak.
"Jika kau mau mengikutiku, itu terserah, tapi bukan sebagai pelayan apalagi budak! Bergabung saja dengan kelompok Bandit Serigalaku!" Kata Theo.
"Bergabung menjadi Bandit?" Gumam Razak, tampak sedikit ragu.
"Itu terserah kau mau apa tidak! Tapi bila kau bergabung dengan kelompokku, itu sudah cukup buatku untuk mengakui dirimu sebagai salah satu kawanku!" Ucap Theo, dengan tatapan tajam.
"Menjadi kawanmu?" Gumam Razak.
"Tuan, itu terserah, asal aku bisa mengikutimu, maka sudah cukup! Suku Osiris selalu menjunjung tinggi janji yang telah mereka ucapkan! Dan meskipun kau belum menerimanya, tetap saja aku sudah mengucapkannya! Lagi pula selain memegang janji, Suku Osiris juga menekankan untuk selalu membalas budi!"
"Jadi, tak ada alasan untuk aku tak mengikutimu!" Jawab Razak.
"Baiklah! Dengan ini kuanggap kau setuju bergabung dengan kelompok Bandit Serigala!" Kata Theo, seraya mulai mengayunkan tangan, mengeluarkan sebuah Spacial Ring dari dalam gelang ruang-waktu.
"Ambil Spacial Ring ini! Didalamnya terdapat tumpukan Pill obat yang disebut sebagai Foundation Pill! Makan sehari tiga kali! Itu akan membantu memperkuat pondasimu sebagai Knight!" Kata Theo, kemudian melempar Spacial Ring kearah Razak.
"Tuan! Bukankah ini barang mahal!" Tanya Razak, dengan tangan bergetar. Sejak kecil, ia telah hidup sebagai budak, barang paling berharga yang pernah ia pegang hanyalah sepiring makanan.
Kini, ketika Theo memberinya Spacial Ring, item yang hanya dimiliki kalangan Knight serta beberapa pedagang kayak, Razak mau tak mau menjadi sedikit merinding.
"Memang lumayan mahal! Tapi aku punya cukup banyak! Jadi tak perlu dipikirkan! Justru Foundation Pill yang tersimpan di dalam Spacial Ring tersebut yang sebenarnya lebih berharga!"
Perkataan Theo tersebut, justru membuat tubuh Razak semakin merinding. "Pill nya lebih berharga dari Spacial Ring?" Gumamnya.
"Sudah kubilang tak usah di pikirkan! Sekarang kau adalah salah satu kawanku! Jadi kedepan, biasakan dirimu untuk melihat harta! Apa yang ada di tanganmu saat ini bukanlah apa-apa! Hahahha…!" Kata Theo, begitu melihat ekspresi Razak. Bocah ini mengingatkan pada dirinya sendiri ketika pertama kali diajak keliling oleh Tiankong menjelajahi Kastil Gelang ruang-waktu.
Ketika Razak masih memandang Spacial Ring ditangannya dengan tatapan ragu, Theo kembali mengeluarkan beberapa item dari dalam Gelang ruang-waktu.
"Kau memiliki dual Element Seed Tanah dan Api, dimana memungkinkanmu untuk mengendalikan atribut besi, Jadi, ambil manual teknik ini! Itu akan cocok untukmu!" Kata Theo, seraya menyodorkan Gulungan Manual teknik bertuliskan -7 tahap menempa tubuh surgawi- kepada Razak.
Sebuah teknik penempaan tubuh kelas tinggi yang merupakan salah satu koleksi perpustakaan gelang ruang-waktu.
"Dan karena memiliki atribut besi, ditambah dengan kelebihan tubuh fisik milikmu, maka kusarankan agar kau mengambil jalan sebagai Meridian Knight, dengan begitu, potensi tubuh fisikmu yang luar biasa, akan bisa dikembangkan dengan maksimal!"
"Sebagai Meridian Knight, Kristal Beast dari Iron Lion ini, akan sangat cocok untukmu!" Kata Theo, kini menyodorkan Kristal Beast kepada Razak. Ia mendapatkan Kristal Beast Iron Lion tersebut secara tak sengaja ketika terakhir menjelajah Jurang Misterius.
"Ketika sudah mampu mencapai kelas Pioneer, aku akan membantumu menyerapnya! Karena bagaimanapun juga, Iron Lion adalah Ancient Beast! Jadi tidak boleh sembarang dalam proses meleburnya kedalam Meridian!" Kata Theo, menutup semua penjelasannya dengan senyum lebar.
Suasana kemudian berkembang menjadi hening begitu Theo berhenti bicara, karena saat ini Razak justru hanya terdiam sambil memandang dengan tatapan kontenplatif pada item-item yang di berikan Theo kepadanya.
"Kenapa?" Tanya Razak lirih, memecah keheningan.
"Hmmm..??" Gumam Theo.
"Kenapa kau membantuku sampai sejauh ini?" Ucap Razak, memperjelas pertanyaannya. Dia sama sekali tak memahami kenapa Theo begitu baik padanya.
"Kenapa? Jika kau menanyakan itu, sebenarnya cukup sederhana! Itu karena lawan kita kebetulan adalah kelompok yang sama!"
"Yang menyegel dan menempatkan formasi garis darah kepada leluhur Suku Osiris ribuan tahun yang lalu, bukankah mereka Endless Heavens Sect?" Tanya Theo. Kini mulai memasang senyum menyeramkan.
Mendengar Theo menyebut Endless Heavens Sect, ekspresi wajah Razak langsung berubah, penuh kebencian.
"Itu benar!" Jawan Razak singkat.
"Hehhehe… Karena tujuan kita sama, maka tak ada ruginya bagiku membantumu untuk bertambah kuat!"
"Suatu saat nanti, mari bersenang-senang, kita ketuk pintu gerbang mereka!" Kata Theo, diiringi dengan aura liar mulai menyebar keluar dari dalam tubuhnya. Seringai lebar kini juga tampak menghiasi wajahnya.
***
(Perkemahan Bandit Serigala)
"Ohhh… Boss besar kau akhirnya kembali!" Seru Thomas, begitu melihat Theo berjalan mendekat.
"Maaf telah membuat kalian menunggu!" Jawab Theo.
"Tak masalah!" Tanggap Thomas.
"Razak! Kau kembali!"
Sementara Ketika Theo dan Thomas terlibat obrolan sederhana, gadis kecil yang melihat keberadaan Razak di belakang Theo, segera berteriak riang. Ia berlari cepat menuju kawannya tersebut sebelum memberi pelukan erat.
"Hmmm…! Sudah cukup! Lepaskan!" Gumam Razak, seraya mencoba melepas pelukan gadis kecil, wajahnya sedikit memerah.
"Ohhh… kebetulan semuanya sedang berkumpul, aku akan mengumumkan bahwa bocah lelaki bernama Razak ini, akan bergabung dengan kelompok Bandit Serigala! Kuharap kalian bisa membimbingnya untuk menjadi Bandit yang benar!" Kata Theo. Seraya mengusap kepala Razak. Memperkenalkannya sebagai anggota baru Bandit Serigala.
Mendengar kata-kata Theo, baik Thomas dan ketiga anggota Bandit Serigala lain, segera mengerutkan kening masing-masing, sebelum mulai saling tatap satu sama lain.
Mereka saat ini menjadi heran, bagaimana bocah ini bisa berubah sikap sedemikian rupa, masih teringat jelas di ingatan mereka dimana bocah bernama Razak ini, begitu keras kepala dimana ia tampak dengan sangat terpaksa, hanya untuk sekedar mengucapkan kalimat meminta bantuan pada Theo.
Namun sekarang, bocah keras kepala tersebut, justru terlihat sangat patuh pada Bossnya.
"Boss, apa yang kau lakukan padanya? Kau tak habis mencuci otaknya bukan?" Tanya Thomas reflek.