Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
423 - Rekonstruksi


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Memperbaiki? Kapal perang ini?" Tanya Tuan Leluhur, sekali lagi di kejutkan oleh kata-kata Theo.


"Anak muda! Kapal perang ini merupakan benda kuno yang menyimpan banyak misteri di dalamnya! Meskipun telah menjadi rongsokan, apa kau yakin mampu memperbaikinya?" Tanya Tuan Leluhur.


"Pak tua! Bukankah sudah kubilang aku punya satu ide? Lagipula, tak perlu menjelaskan tentang kapal ini, aku sudah punya cukup pengetahuan tentang itu!" Jawab Theo. Merasa catatan tentang Six Ancient Thing yang tertulis dengan jelas dan sangat rinci pada masing-masing jenisnya dalam jurnal peninggalan Tiankong, akan lebih lengkap dari pada penjelasan orang lain, siapapun itu.


"Yang kuperlukan sekarang adalah, agar kau membantuku untuk menjaga agar realm kecil yang ada di dalam kapal perang tetap stabil sementara waktu! Sehingga aku bisa dengan leluasa melakukan perbaikan!" Tambah Theo.


"Kau punya satu metode yang bisa digunakan untuk itu bukan?"


Mendengar kata-kata Theo, Tuan Leluhur tampak merenung sejenak. Sebelum tatapan matanya kembali tajam.


"Yang kau minta ini cukup berbahaya! Meskipun memang aku bisa saja mengusahakannya! Tapi, untuk melakukannya, perlu satu orang tambahan dengan simpanan Mana Besi cukup mendalam dan murni sebagai partnerku! Tak bisa hanya aku seorang!" Jawab Tuan Leluhur.


"Dan melihat situasi sekarang, kurasa itu cukup tak mungkin! Karena selain diriku yang memiliki simpanan Mana Besi murni dan mendalam, tak ada orang lain yang bisa diandalkan! Hanya kau yang bisa menjadi parnerku!" Ucap Tuan Leluhur, sambil memandang dengan tatapan menyapu sekitar kearah setiap anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang ada di dalam ruangan.


"Razak sebagai keturunan Suku Osiris memang memiliki Mana Besi murni, tapi belum cukup mendalam! Memintanya menjadi partner sama saja dengan membuang nyawanya!" Tutup Tuan Leluhur.


"Hmmmmm... Kurasa aku bisa memberimu partner yang sesuai!" Jawab Theo, seraya mulai mengayunkan tangan.


Bersama dengan ayunan tangan Theo, Istana Emas terbang keluar dari dalam ranah jiwanya. Melayang diatas ruang harta dengan ringan.


"Istana Emas yang legendaris!" Gumam Tuan Leluhur, dengan tatapan takjub memandang kearah Istana Emas.


"Ohhh, kau tau tentang Istana Emas?" Tanya Theo.


"Tentu saja! Sejak jamanku, Istana ini sudah menjadi legenda diwilayah Gurun East Region! Muncul beberapa kali dengan misterius! Menculik secara acak penghuni wilayah gurun ini!"


"Beberapa anggota suku Osiris juga pernah menjadi korbannya! Dan setiap orang yang terbawa masuk, tak akan pernah keluar lagi!" Ucap Tuan Leluhur.


"Jadi seperti itu!" Gumam Theo, kemudian mulai memasang ekspresi wajah tak peduli.


"Sasi, bisa keluar sebentar?" Ucap Theo kemudian.


"Siap tuan!"


*Woooshhhh…!!!


*Tap…


Mendengar intruksi Theo, tanpa menunda Sasi melompat keluar dari dalam Istana Emas, mendarat dalam posisi berlutut di hadapan Theo.


"Makhluk apa itu? Spirit Beast? Tapi kenapa bisa bicara?" Ucap Tuan Leluhur, begitu melihat sosok Sasi.


"Dia disebut Goblin! Salah satu ras penghuni Realm yang lebih tinggi!" Jawab Theo.


"Lagi-lagi realm yang lebih tinggi?" Gumam Tuan Leluhur. Kini semakin percaya dengan keberadaan realm yang lebih tinggi.


"Sasi, kurasa kau sudah mendengar semua percakapan kami tadi! Aku punya rencana memperbaiki Glory Land Warship yang ada di depan, dengan menempa dan menggabungkannya dengan Istana Emas, bagaimana menurutmu?" Tanya Theo.


"Dengan Api Surgawi yang telah kau dapatkan, serta simpanan Logam Surgawi yang masih cukup banyak, itu memang sangat mungkin untuk melakukan rekonstruksi ulang!"


"Terlebih, kontruksi Istana Emas, memang cukup selaras dengan Three Dimension! Karena Panglima Cinta-Kasih, sepertinya memang membuat Istana Emas sebagai imitasi dari Three Dimension!" Ucap Sasi.


"Bisa dibilang Panglima Cinta-Kasih cukup terobsesi dengan Six Ancient Thing! Sehingga mencoba membuat imitasinya dalam bentuk Istana Emas!" Tutup Sasi.


"Hmmmm… Sudah kuduga!" Gumam Theo. Dari awal masuk kedalam Istana Emas, Theo memang sudah memiliki pemikiran yang sama dengan apa yang diucapkan Sasi, karena entah kenapa, ia melihat banyak kemiripan antara Istana Emas, dengan deskripsi Three Dimension yang tertulis pada jurnal peninggalan Masternya.


Kemiripan paling mencolok ada pada realm kecil lain yang tersimpan di dalam kedua benda ini. Dimana realm kecil, merupakan satu keistimewaan utama dari Three Dimension.


Yang membedakan hanyalah, Realm kecil di dalam Istana Emas yang sempat dimasuki Theo, berukuran tak terlalu luas dan menjadi tempat tinggal sekumpulan Demonic Beast. Sementara menurut catatan yang tertulis pada jurnal Tiankong, realm kecil yang ada di dalam Three Dimension, harusnya berukuran sekitar lima kota besar. Dan yang tinggal di dalamnya, bukanlah Demonic Beast maupun Spirit Beast, melainkan sekumpulan makhluk purba misterius.


"Ngomong-ngomong, apa tak masalah kau membocorkan rahasia dari tuanmu yang terdahulu begitu saja?" Tanya Theo, sambil memasang senyum tipis kearah Sasi.


"Hmmmm… Rahasia adalah ketika itu benar-benar tak di ketahui orang lain! Sementara kau sendiri, sepertinya sudah bisa menerka apa yang tadi kukatakan sejak lama! Oleh karena itu saat ini memiliki ide untuk melakukan rekonstruksi ulang!" Jawab Sasi.


"Aku tau kau hanya sekedar memastikan! Lagipula, aku juga tak punya kesempatan untuk berbohong padamu bukan?" Tutup Sasi.


"Hahhahaha….!!!"


Mendengar jawaban Sasi, Theo segera tertawa lantang.


"Baiklah! Pertanyaan terakhir! Menurutmu, bagaimana peluang yang kumiliki dengan ide ini?" Tanya Theo.


"Melihat semua hal yang di butuhkan sudah tersedia, ditambah dengan rasio keberhasilan dalam bidang menempa yang kau miliki cukup tak masuk akal, bisa dikatakan 90% akan berhasil!" Jawab Sasi.


"Tapi itu semua tergantung! Apakah si Leluhur ini benar-benar memiliki satu metode untuk menstabilkan realm kecil yang ada di dalam! Karena bisa kurasakan, riak aliran realm kecil ini terasa sangat kacau!" Tutup Sasi.


"Jadi pak tua, kau dengar itu? Sasi yang di hadapanmu ini adalah Ras Goblin! Mereka dianugerahi oleh cinta Mana Besi seperti suku Osiris! Apakah ia sesuai kebutuhanmu dan bisa di jadikan partner?" Tanya Theo.


Pertanyaan Theo, segera disambut dengan Tuan Leluhur menatap lekat kearah sosok Sasi, sementara Sasi, segera ganti menatapnya dengan tatapan sedikit merendahkan begitu merasa tuan Leluhur mencoba memindainya.


"Berhenti memindaiku! Apa kau meragukan kemurnian dan kedalaman simpanan Mana Besi dalam Element Seedku?" Dengus Sasi.


"Katakan saja apa metode yang kau maksud tadi! Makhluk penghuni realm kelas rendah sepertimu, berani sekali meragukan Mana Besi Ras Goblin!" Tutup Sasi. Dengan ekspresi wajah tak terima.


"Mulut yang tajam!" Dengus Tuan Leluhur. Begitu mendengar kata-kata Sasi. Kini menatap kearah sang Goblin dengan pandangan sengit.


"Hei! Ada apa dengan kalian berdua?" Ucap Theo. Merasa perseteruan tiba-tiba yang terjadi tanpa alasan jelas antara Sasi dan Tuan Leluhur cukup konyol.


"Sasi! Berhenti memprovokasi!"


"Tuan Leluhur! Langsung saja katakan metodenya!" Ucap Theo kemudian. Menatap bergantian pada Sasi dan Tuan Leluhur.


"Hmmmmm…. Ras Goblin atau apapun sebutanmu itu! Ikuti aku!" Ucap Tuan Leluhur. Kemudian tanpa menunda bergerak cepat memasuki Glory Land Warship.


Dan begitu Tuan Leluhur sudah meninggalkan tempat, Sasi bukannya segera mengikuti, kini malah menatap kearah Theo.


"Tuan! Mulai sekarang, aku secara resmi mengangkat Razak sebagai muridku! Apa tak masalah?" Tanya Sasi tiba-tiba.


Mendengar permintaan tiba-tiba dari Sasi, Theo segera menaikkan salah satu ujung alisnya, sekarang ia menjadi paham mengenai alasan sang Goblin tak menyukai keberadaan Tuan Leluhur. Jadi itu karena Sasi merasa tersaingi dengan keberadaan Tuan Leluhur dalam agendanya membimbing Razak.


"Hahaha…! Tentu saja tak masalah!" Jawab Theo.


"Terimakasih!" Ucap Sasi singkat. Kemudian bergerak dengan gerakan langkah gesit memasuki Glory Land Warship.


---


Note : Hari minggu, satu chapter ^^