
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Cabe petir ilahi di tangan Theo beberapa kali mengeluarkan deru listrik. Namun ajaibnya, deru listrik tersebut sama sekali tak memiliki pengaruh apapun pada Theo yang memegangnya. Hanya membuat Theo beberapa kali merasa kaget, sangat mengherankan.
"Baik, sekarang dengan pikiran, bawa cabe itu keluar!" Tiankong memberi perintah.
Menuruti intruksi masternya, dengan pikiran Theo keluar dari dalam dimensi gelang. Ketika membuka mata, kesadaran Theo kembali lagi kepulau Tropis.
"Sungguh ajaib!" Gumam Theo.
"Dasar manusia purba udik!" Tiankong mencibir.
Kemudian segera melanjutkan. "Sekarang segera kita mulai saja prosesnya. Cabe Petir Ilahi adalah tanaman kelas abadi, meskipun hanya tingkat rendah, Element seedmu masih tak akan mampu menyerap kandungan energi alam yang ada di dalamnya secara optimal."
"Kalau kau menyerapnya secara normal, tubuhmu hanya akan mampu menampung paling banyak 5% dari kandungan manfaat yang ada didalamnya. Sebelum akhirnya Element seed mu tak mampu menampungnya, kemudian menyebarkan kandungan energi cabe tersebut kesegala arah. Ketika itu terjadi, tubuhmu akan meledak!"
"Hanya 5%? dan kemudian tubuhku akan meledak?" Theo segera merasakan ngeri ketika mendengar penjelasan masternya.
"Benar, oleh karena itu aku akan membantumu menyerap cabe ini dari luar. Percaya saja padaku dan segera mulai menyerap Cabe petir ilahi di tanganmu!" Tiankong memberi penjelasan singkat setelah melihat ekspresi Theo.
Setelah ragu sejenak sambil melihat Cabe ungu di tangannya, Theo mulai membulatkan tekad. 'Apapun resikonya, aku harus menjadi kuat!' gumamnya memberi dorongan kepada dirinya sendiri.
Theo segera mengambil posisi duduk bersila, diam sejenak, kemudian mengangkat kepalanya menatap masternya. Dia hendak bertanya bagaimana cara menyerap sumber daya, namun sebelum dia sempat bertanya dia melihat masternya sudah mengambil tindakan.
Dengan ayunan tangan dari masternya, mana angin segera mulai berhembus. Membentuk bilah tajam dan memotong Cabai di tangan Theo menjadi dua, tepat di bagian tengahnya.
Setelah Cabe terbelah menjadi dua, aliran listrik berwarna ungu segera menyebar dengan buas, membuat Theo merasakan takut yang teramat sangat. Namun sebelum Theo sempat bereaksi, dia bisa merasakan aliran mana menyelimuti seluruh tubuhnya.
Masternya telah berpindah tepat di hadapan Theo dan segera membuat pelindung mana disekeliling tubuhnya. Masternya membuat dua lapis pelindung mana, satu menyelimuti tubuh, lapisan lain terbentuk mengelilingi seluruh pulau kecil, menahan listrik ungu yang bergerak dengan liar agar tak menyebar keluar.
Hal ini membuat Theo bisa melihat pemandangan yang sangat mengerikan dihadapannya. Dia bisa melihat aliran listrik ungu yang bergerak liar dan menyambar kemana-mana, sangat tirani!.
"Setelah ini aku akan membimbing aliran mana listrik disekitarmu sedikit demi sedikit memasuki tubuhmu. Ketika prosesnya, jangan pernah melawan aliran mana ini! ikuti arusnya sampai memasuki Element seedmu." Tiankong mejelaskan rencana selanjutnya.
Theo memberi anggukan, menandakan bahwa dia mengerti.
"Ini mungkin akan terasa sedikit sakit, kau harus mampu menahannya! dan ingat untuk tidak melawan atau mencoba menolak aliran mana, atau tubuhmu akan meledak!" Tiankong memberi peringatan sekali lagi.
'Sakit? Tubuh meledak?' Theo segera melihat kearah masternya.
Namun setelah memberi peringatan. Tiankong segera memulai proses, mengabaikan ekpsresi Theo yang seperti ingin menanyakan sesuatu.
Tiankong mengangkat tangannya, dan seperti menjadi bagian tubuhnya sendiri, aliran listrik ungu di sekitarnya segera mengikuti gerakan tangan dari Tiankong.
Listrik ungu terbang keatas sejenak, kemudian mengikuti gerakan tangan Tiankong yang mengayun kebawah, listrik ungu turun dengan cepat seperti sambaran petir. Tepat mengenai tubuh Theo.
Theo yang tidak diberi kesempatan bertanya tentang peringatan dari masternya masih termenung ketika masternya dengan cepat membuat gerakan menyambarkan listrik ketubuhnya.
Dia segera bisa merasakan aliran ganas listrik ungu memasuki pori-pori kulitnya. Bahkan dengan mana pelindung yang dibuat masternya, dia masih bisa merasakan rasa sakit yang teramat sangat. Ini seperti listrik ungu mengalir mencabik-cabik kulitnya dan meremukkan tulangnya ketika mulai masuk kedalam tulang-tulang setelah melewati kulit.
Theo menggertakkan giginya sebelum tak bisa menahan dan akhirnya berteriak dengan keras, kesakitan.
"Arrrrggggghhhhhhhhh….!!!!"
"Jaga kesadaranmu! bila kau kehilangan kesadaran, prosesnya akan gagal dan tubuhmu akan meledak! proses awal memang yang paling terasa menyakitkan."
Suara Tiankong terdengar di dalam pikiran Theo tepat ketika Theo merasa sudah tak tahan dan akan kehilangan kesadaran.
Mendengar peringatan dari masternya, Theo segera menguatkan tekadnya, berusaha keras untuk menjaga kesadarannya. 'Aku harus bertahan! aku harus bertahan! aku akan menjadi kuat!' Theo bergumam dalam pikiran, memberi dorongan kepada tubuhnya.
"Hemmm, tekad yang bagus!" gumam Tiankong.
Tiankong kemudian segera mengalirkan mana dari listrik ungu yang telah memasuki tubuh Theo. Membimbing aliran mana liar tersebut kearah Element seed Theo di dalam ranah jiwanya.
Theo yang masih merasakan rasa sakit yang teramat sangat dalam proses yang dilakukan masternya, bisa merasakan aliran mana listrik mulai menggoncang ranah jiwanya dan menyambar Element seednya.
Ketika Listrik mulai menyambar Element seednya, Element seed Theo secara liar mulai menyerap mana listrik.
Aliran mana pelindung segera terbentuk ketika Element seed Theo mulai menyerap listrik dengan liar, melindungi Element seed agar tetap stabil dalam proses penyerapan. Tiankong juga membuat pelindung mana disekitar Element seed Theo.
Setelah beberapa saat berlalu, butuh hampir satu jam agar proses penyerapan selesai sepenuhnya.
Ketika proses penyerapan selesai, Theo bisa merasakan Element seed nya tumbuh lebih kuat. Dia bahkan mulai bisa merasakan akar-akar Element seed nya mulai tumbuh.
"Hahhhh….hahh…hahhhh..!!" Nafas Theo terengah-engah ketika proses penyerapan selesai.
"Penyerapan pertama berjalan dengan cukup baik. Setelah beristirahat sejenak, kita mulai lagi prosesnya! masih banyak yang harus kau serap." Tiankong menjelaskan sambil menatap Theo yang terlihat masih kesulitan bernafas.
Ketika Theo mendengar ucapan masternya yang terlihat sangat santai, dia segera ingin mengumpat. Sedikit sakit apanya? itu tadi sakit sekali ********!! Peringatanmu terlalu santai!
Namun dia tak berani mengungkapkan keluhannya, bahkan dalam pikiran. Karena fakta masternya ini bisa membaca pikirannya. Hal ini sungguh membuat Theo merasa frustasi.
"Ada apa dengan ekspresi jelekmu itu? Kau tak suka aku membantumu menyerap mana ini? Setidaknya ucapkan terima kasih setelah ini!" Tiankong menghardik Theo setelah melihat perubahan Ekspresinya.
Theo hanya bisa menelan ludah dan semua rasa frustasinya, kemudian menatap ratusan aliran listrik liar yang menderu dengan tirani di hadapannya. Dia langsung merasa ngeri.
'Harus berapa kali lagi aku disambar listrik-listrik ini?' gumamnya dalam hati.
"Aku sudah menghitungnya, karena aku perlu membagi-bagi lagi listrik ini menjadi lebih kecil agar tubuhmu bisa menerimanya, setidaknya akan perlu sekitar 1000 sambaran." Jawab Tiankong sambil tersenyum mengerikan setelah mendengar keluhan dalam hati muridnya.
Setelah mengatakan itu, Tiankong melanjutkan, mengabaikan tatapan ngeri Theo kearahnya.
"Baiklah, jangan membuang waktu terlalu lama, mari kita mulai lagi! ini akan menjadi proses yang panjang, aku tidak bisa membuang-buang manaku yang berharga untuk terus mempertahankan pelindung mana disekitar pulau dan tubuhmu."
Theo masih menatap ngeri ketika masternya selesai memberi penjelasan dan mulai melakukan sikap akan menyambarkan petir sekali lagi. Dia mengurungkan keluhan yang akan diucapkannya setelah melihat itu, segera mengambil sikap siap untuk menerima sambaran listrik.
Segera listrik menyambar sekali lagi, kembali membuat Theo merasakan sakit teramat sangat di sekujur tubuhnya.
"Aaaaarrggggggg…..!!!!!"
Prosesnya hampir sama seperti penyerapan pertama sebelumnya, berjalan selama sekitar satu jam.
Setelah istrahat beberapa saat, proses tersebut diulang kembali, begitu seterusnya.
**
Kini Theo bisa melihat di dalam ranah jiwanya, Element seednya telah menumbuhkan enam cabang muda. Ke enam cabang ini memiliki enam warna yang berbeda, sesuai dengan warna dasar dari setiap tipe mana.
Cabang merah untuk mana api, biru untuk air, hijau untuk angin, coklat untuk tanah, putih untuk cahaya, dan hitam untuk mana tipe kegelapan.
Secara resmi Theo telah menjadi calon Knight. Tahap awal dari perjalanan seorang Knight, pemula kelas E tingkat 1.
Selain telah resmi menjadi calon Knight, Theo yang telah mengalami pembaptisan, dari seribu sambaran listrik juga mengalami perubahan kualitatif pada tubuhnya. Sambaran listrik ilahi ribuan kali telah meredam kulit, tulang, meridian, dan seluruh bagian tubuhnya. Hal ini membuat tubuhnya memancarkan aura yang sangat berbeda.
Kualitas tulangnya menjadi lebih bagus, kulitnya menjadi lebih cemerlang, kedua hal ini membuat Theo memancarkan aura yang tajam. Juga membuatnya menjadi lebih menarik dan tampan.
Theo segera merasa puas dengan perubahan yang dia rasakan pada tubuhnya, terlebih lagi dia telah berhasil menumbuhkan Element seednya. Beban berat yang dia rasakan dalam dua tahun terakhir segera terasa lebih ringan.
"Bagus! proses penyerapan berjalan lancar dan lebih cepat dari prediksi awal. Kau juga terlihat cocok mengenakan pakaian itu, membuatmu terkesan berwibawah seperti ketika masa mudaku. Namun tetap, aku lebih tampan."
Suara Tiankong terdengar dan segera membuyarkan pikiran Theo yang sedang merasakan perubahan pada tubuhnya.
Tiankong awalnya memprediksi bahwa proses penyerapan akan berlangsung lebih lama dari satu bulan. Namun Element seed Theo ketika dalam proses penyerapan mana mulai tumbuh, dan mulai mempercepat proses penyerapannya secara alami.
Semakin tumbuh Element Seednya, semakin cepat proses menyerapnya. Dari yang awalnya butuh satu jam untuk satu kali penyerapan sambaran listrik, menjadi terus berkurang durasinya. Hal ini menyebabkan proses penyerapan keseluruhan listrik mana berjalan lebih cepat dari perkiraan awal.
Theo kini juga telah berganti pakaian. Ia menggunakan pakaian latihan putih, mirip dengan yang dipakai masternya. Membuat ia terlihat lebih menarik.
Theo harus berganti baju karena baju yang ia pakai hancur ketika proses penyerapan baru berjalan beberapa kali. Baju dari simpanan masternya di dalam kastil yang dia pakai memiliki bahan khusus yang kuat, dan memang di gunakan untuk kebutuhan latihan.
Melihat kearah masternya, Theo merasa ada sedikit perubahan pada sosoknya, sang master kini terlihat lebih transparan dari sebelumnya.
"Master, apa kau baik-baik saja?" Tanya Theo merasa khawatir.
"Jangan perdulikan hal-hal yang tidak penting, sekarang adalah waktu yang penting untukmu. Karena cabang Element seedmu baru saja tumbuh, kau harus segera menstabilkannya terlebih dahulu." Tiankong menolak menjawab pertanyaan Theo.
"Ambil beberapa simpanan mutiara mana perunggu di dalam kastil! dan segera lakukan proses budidaya!"
"Kau masih ingat jalur mana yang kugunakan sebelumnya untuk memandu listrik ilahi memasuki tubuhmu bukan? Serap mana dalam mutiara perunggu, ikuti jalur yang sama untuk mengalirkan nya kesetiap cabang Element seed mu!" Tiankong menutup penjelasannya.
Theo yang sebenarnya masih mengkhawatirkan kondisi masternya, hanya bisa menuruti intruksi, karena masternya terlihat tak mau membahas hal tersebut.
Theo mengambil beberapa puluh mutiara perunggu dan memulai proses menstabilkan Element seed nya. Sementara masternya menghilang masuk kedalam gelang ruang-waktu.
Butuh 10 mutiara perak untuk menstabilkan satu cabang Element seed Theo. Dalam prosesnya, dia menghabiskan 60 mutiara perak dan seminggu penuh sampai selesai menstabilkan semua cabang.
Ketika Theo membuka matanya untuk pertama kali setelah semua proses selesai, dia bisa merasakan perutnya berbunyi. kelaparan.
"Sebelumya listrik ilahi selalu membuat tubuhmu kembali bertenaga dan bugar pada setiap sambarannya. Kini setelah seminggu berlalu, efeknya mulai menghilang. Oleh karena itu kau mulai kelaparan."
Suara masternya terdengar, masternya yang telah menghilang beberapa hari terakhir masuk kedalam gelang ruang-waktu telah kembali muncul.
"Tangkap beberapa spirit beast kelinci bertanduk satu di sekitar pulau untuk kau makan! aku bisa merasakan ada beberapa dari mereka yang entah bagaimana masih bertahan hidup dari sambaran listrik ilahi." Tiankong memberi intruksi.
"Setelah kau selesai mengisi perut, aku akan menjelaskan rencana latihan selanjutnya." Tiankong menutup intruksinya.
**
Theo berbaring santai setelah menyelesaikan makan nya. Dia makan dengan sangat lahap, ini pertama kalinya dia merasakan daging dalam satu bulan terakhir.
Bletaakkkkkk....!!!!
Tiba-tiba sebatang kayu terbang dan memukul kepalanya.
"Kau sudah selesai makan? Siapa yang menyuruhmu bermalas-malasan?" Tiankong melayang kearah Theo dengan tatapan seram.
"Master, aku sudah berlatih keras dalam sebulan ini! sedikit santai kurasa perlu." Jawab Theo sambil memegangi kepalanya yang sakit.
"Cuma sedikit sambaran listrik dan kau sudah mengeluh?" Tiankong melotot kearah Theo.
'Sedikit sambaran? Sedikit sambaran kepalamu!!' Theo menghardik dalam hati.
"APA KAU BILANG?" Tiankong menekan kata-katanya sambil mulai tersenyum menyeramkan kearah Theo.
"Gleekkkk" Theo sekali lagi lupa bahwa masternya bisa membaca pikirannya. Dia segera merasa dingin di punggungnya.
Bletakkkkkk….!
Bletakkkkk…!
Bletakkkk....!
Theo ingin menangis, namun dia bahkan tidak bisa mengumpat dalam hatinya. Ini sangat membuatnya frustasi.
"Dengarkan aku baik-baik! kita akan membahas rencana latihan selanjutnya." Tiankong kembali berbicara setelah puas memukul kepala Theo.
"Kita tak punya banyak waktu, kau tahu persediaan makanan disini tidak lah banyak. Sementara untuk keluar dari jurang ini, setidaknya kau harus menjadi Knight kelas D Puncak." setelah berkata demikian, dengan ayunan tangan Tiankong mengeluarkan buah bercahaya seukuran telapak tangan pria dewasa.
"Kau cukup beruntung menemukan buah ini sebelumnya, ini adalah buah energi. Buah energi adalah sumber daya yang mampu memberi energi kehidupan bagi yang memakannya."
"Aku akan memotong basa-basi, intinya buah yang kau temukan ini berumur lebih dari 1000 tahun, dan bila kau memakannya, kau tidak akan merasa lapar kurang lebih selama 4 tahun."
"Itu akan menjadi batas waktumu, kau harus menjadi Knight kelas D Puncak dalam waktu 4 tahun." Tiankong memberi penjelasan.
Theo segera bengong, kakak pertamanya yang dianggap generasi muda paling berbakat di dalam house. Baru bisa mencapai puncak knight kelas D ketika umurnya menginjak 17 tahun.
Theo saat ini masih berusia 12 tahun, jadi bila mengikuti yang dikatakan oleh masternya, dia harus mencapai puncak Knight kelas D ketika menginjak usia 16 tahun.
Theo segera ingin mengajukan pertanyaan, namun dia teringat bahwa masternya tidak suka ada orang yang memotong kata-katanya. Jadi, dia memilih untuk diam mendengarkan lebih lanjut.
"Setelah ini aku akan membuat sebuah dimensi ruang. Di dalamnya waktu akan berjalan dua kali lebih lambat. Satu tahun berlatih di dalamnya, setara dengan latihan selama dua tahun di luar. Jadi ini seperti kau menambah waktu latihanmu dua kali lipat menjadi 8 tahun."
Theo sekarang mendapat pencerahan, jadi ini sudah diperhitungkan dengan matang oleh masternya, dia mengangguk tanda mengerti.
"Kurasa dengan sumber daya yang ada di dalam kastil, mencapai puncak Knight kelas D dalam waktu 8 tahun adalah hal yang sangat mudah. Oleh karena itu, selain melakukan budidaya, aku juga akan mengajarimu beberapa hal dan ilmu-ilmu dasar lainnya."
"Kita gunakan waktu 8 tahun ini sebaik-baiknya untuk membangun dasarmu sebagai Knight."
Setelah berkata demikian dan melihat Theo untuk memastikan bahwa dia mendengarnya dengan baik, Tiankong segera mulai menutup matanya.
Aliran mana aneh segera terbentuk di sekitar Theo dan masternya, ruang disekitar mereka segera retak dan mengahsilkan lubang hitam.
Proses ini mengingatkan Theo pada lubang hitam yang sebelumnya pernah dia lihat. Namun bedanya, lubang hitam yang dibuat masternya terlihat sangat stabil, tanpa fluktuasi.
"Segera masuk dan kita mulai pelatihannya!"
Mendengar intruksi dari masternya, Theo memasang tatapan penuh tekad. 'Aku akan menjadi kuat!' setelah bergumam, dia melangkah dengan kaki mantap memasuki lubang hitam.
Pelatihan yang sebenarnya dimulai!