Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
247 - Latih Tanding


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Satu minggu kemudian)


"Hahhh…! Gurun ini ternyata memang benar-benar luas!" Kata Theo, kini sudah mulai bosan dengan aktivitas nya dalam satu minggu ini yang hanya duduk didalam kereta sambil melakukan kultivasi.


"Hehehe… Kakak besar! Apa kubilang! Untung saja ada para Bandit ini!" Kata Thomas, sambil memasang ekspresi wajah antusiasnya yang khas. Entah kenapa pria ini tampak memiliki energi positif yang selalu terpancar dari rona wajahnya.


"Hmmmm… lebih baik berlatih dulu!" Gumam Theo. Tampak tak peduli dengan kata-kata Thomas.


"Para Bandit berhenti! Saatnya latih tanding!" Teriak Theo kemudian. Yang segera disambut oleh ekspresi ngeri dari para kawanan Bandit.


"Kakak besar! Baru beberapa jam yang lalu kita latih tanding! Apa ini tak terlalu cepat?" Tanya salah satu Bandit, mencoba menawar keinginan Theo, tampak benar-benar takut ketika mendengar Theo ingin melakukan latih tanding.


"Hmmm… Sudah berani mempertanyakan intruksi ku?" Gumam Theo. Segera melompat keluar dari dalam kereta sambil memasang wajah menyeramkan kearah Bandit yang baru saja berbicara.


"Ti… tidak! Bukan begitu maksudku!" Jawab sang Bandit dengan nada bergetar, semakin takut saat melihat ekspresi Theo kearahnya.


"Kalau begitu segera bersiap! Kita latih tanding sekarang!" Kata Theo, kini mulai mengalirkan Mana besi kuno kedalam tubuhnya. Mengeksekusi teknik Iron Body.


*Kraaakkkk….!!!


*Kraaaakkk….!!!


*Kraaakkkk….!!!


Seperti biasa, bersamaan dengan Theo selesai mengeksekusi teknik Iron Body miliknya, suara derakan tulang yang saling bergesek, mulai terdengar nyaring dari dalam tubuhnya.


Suara-suara derakan ini, membuat para Bandit menjadi semakin takut, merasa sedang mendengar suara paling mengerikan dalam hidupnya. Kini mereka mulai menatap ngeri kearah Theo.


Bagaimana para Bandit tak merasa trauma, dalam beberapa hari terakhir, Theo sering kali memerintahkan pada mereka untuk menemaninya berlatih tanding. Dan dalam setiap latih tanding ini, hampir semua tulang dalam tubuh para Bandit, sudah pernah berakhir di patahkan oleh Theo. Membuat rasa sakit teramat sangat dalam prosesnya.


Setelah tulang-tulang mereka patah, Theo akan melanjutkan dengan memberi Pill penyembuh luka fisik instan, yang awalnya benar-benar di syukuri oleh kelompok Bandit. Karena dengan Pill tersebut, luka-luka mereka akan sembuh setelah beristirahat dalam beberapa waktu.


Namun, rasa syukur itu hanya bertahan dalam beberapa saat. Karena begitu mereka sembuh dari luka-lukanya, Theo akan memerintahkan pada setiap anggota Bandit, untuk melanjutkan latih tanding. Membuat kelompok Bandit ini harus berulang kali merasakan rasa sakit parah pada tulang yang patah hanya dalam satu kali sesi latih tanding dengan Theo.


Disembuhkan, dipatahkan, disembuhkan, dan kemudian hanya untuk di patahkan lagi. Itulah urutan dari kejadian setiap kali para Bandit harus menemani Theo berlatih.


"Hmmmm… Kenapa belum ada yang bergerak dan berubah dalam mode Meridian Knightnya?" Tanya Theo, begitu ia yang selesai mengeksekusi teknik Iron Body nya, tak melihat pergerakan apapun dari kelompok Bandit. Orang-orang ini hanya diam terpaku, menatap kearah Theo dengan pandangan nanar. Sangat memelas.


"Ohhh… Jangan bilang kali ini kalian ingin aku yang menyerang lebih dahulu?" Tanya Theo lagi, sambil mulai memasang seringai lebar penjahat jalanannya.


"Kau…! Cepat maju terlebih dahulu!" Teriak salah satu Bandit, memerintahkan orang terlemah dalam kelompoknya untuk mulai menyerang Theo. Sangat takut begitu melihat seringai Theo yang bagaikan iblis.


"Kenapa harus aku? Kau saja! Bukankah kau adalah yang terkuat diantara kita!" Jawab anggota yang mendapat perintah. Kakinya mulai bergetar hebat, dilanjutkan dengan rembesan air mulai keluar dari balik celananya.


"Hmmmm… Membuang waktu saja!" Dengus Theo. Merasa tak sabar. Kini mulai maju dengan langkah kaki berat. Menggetarkan lingkungan sekitar dalam setiap langkahnya.


Bagaimanapun, meskipun teknik Iron Body miliknya adalah salah satu teknik peningkatan kekuatan fisik terbaik yang pernah ia ciptakan. Theo masih belum terlalu mampu untuk mengontrol teknik tersebut.


Tulang-tulang dalam tubuhnya, masih belum berada di kualitas yang memungkinkan untuk menahan Mana besi kuno pekat yang menyelimuti seluruh tubuhnya saat ia mengeksekusi teknik ini. Berakhir menjadi cela besar dalam teknik Iron Body dimana menyebabkan Theo kehilangan fleksibilitas dalam pergerakan. Membuatnya menjadi sangat lambat.


Theo yang menyadari cela atau kelemahan besar dalam tekniknya tersebut, memutuskan untuk mencoba meningkatkan kualitas tulangnya dengan terus menerus mengeksekusi teknik Iron Body. Memaksa tulang-tulang dalam tubuhnya agar menjadi terbiasa dengan beban berat yang menekan tubuh Theo saat ia mengeksekusi teknik ini.


Dan kebetulan, para Bandit yang sedang ia pekerjakan untuk melayaninya saat ini, adalah kumpulan Meridian Knight yang memiliki kekuatan fisik tak wajar. Kehidupan ganas kelompok Bandit yang mengharuskan mereka untuk terus bergerak di padang pasir yang terik, secara tak langsung melatih tubuh fisik orang-orang ini menjadi lebih kuat dari pada tubuh normal manusia biasa.


Dari fakta tersebut, Theo memutuskan memanfaatkan para Bandit, sebagai bahan latih tanding sempurna bagi proses penempaan kualitas tulangnya.


"Arrrggggghhh…!!! Bodoh amat! Segera mulai latih tandingnya, agar segera juga cepat selesai!" Teriak salah satu Bandit, kemudian mulai berubah kedalam mode Meridian Knightnya. Tampak bersiap akan menerjang maju kearah Theo.


Kata-kata frustasi salah satu Bandit tersebut, segera membuat kawan-kawannya mengikuti apa yang ia lakukan, mereka sepakat untuk segera memulai latih tanding, agar latih tanding sesi ini cepat selesai.


*Woooshh…!!!


Bersamaan dengan orang-orang ini selesai berubah kedalam mode Meridian Knightnya. Mereka segera maju menerjang kearah Theo. Tindakan yang disambut oleh Theo dengan semakin melebarkan seringainya.


Namun, begitu orang-orang ini menerjang maju, dan akan segera bentrok dengan Theo yang telah memasang seringai lebarnya, ternyata kawan yang memberi kata-kata dorongan agar mereka segera memulai latih tanding, kini justru hanya diam di belakang. Mengamati kedepan sambil memasang ekspresi wajah bersyukur.


"B4jingan sialan!"


"Dasar rubah!"


"Bedeb4ah!"


"B4ngsat!"


"Kau anak iblis picik!"


Menyadari telah ditipu oleh kawannya, kelompok Bandit yang telah terlanjur maju kedepan, dan tak bisa lagi menghindari bentrokan dengan Theo, segera memaki kawannya tersebut. Menyebabkan puluhan kata makian menggema di sekitar lokasi.


*Boooommmm….!!!


Namun, puluhan teriakan makian tersebut, segera mereda dan digantikan oleh teriakan kesakitan begitu Theo yang telah bersiap dengan tinjunya, mengambil langkah serangan pertamanya. Dilanjutkan dengan mulai menghajar semua kawanan Bandit. Mematahkan tulang-tulang mereka setiap kali tinju atau tendangannya mendarat pada bagian tubuh para Bandit.


"Hahhahahha….! Dikondisi yang panas dan terik ini, kalian para Bandit benar-benar hiburan yang bagus! Harus kuakui kalian adalah yang terbaik!" Teriak Thomas, sambil tertawa lantang. Tampak sangat terhibur dengan latih tanding yang sedang ia saksikan.


Namun, saat Thomas masih sibuk mengamati latih tanding dalam posisi tiduran santai di dalam kereta sambil terus mengipasi dirinya sendiri. Tiba-tiba pandangan matanya teralihkan pada suatu sudut padang pasir yang berada tak jauh dari lokasi Theo melakukan latih tanding. Dimana suatu aura yang tampak seperti fatamorgana, mulai terbentuk dan kemudian memunculkan sebuah menara tinggi aneh dari dalamnya.


"Fatamorgana mistis! Menara kuno yang legendaris!" Seru Thomas antusias, begitu melihat menara yang muncul dari dalam peristiwa Fatamorgana di hadapannya.