
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Hmmmm… Kau berniat menaklukan beberapa?" Tanya Sasi.
"Beberapa? Tidak! Aku akan mencoba menaklukan puluhan sekaligus! Menjadikan mereka Demonic Beast kontrak! Menambah kekuatan tempurku!" Jawab Darsa.
Jawaban Darsa, segera membuat kerutan di kening Sasi semakin banyak
"Konyol! Jika sekedar menjinakkan, mungkin sedikit masuk akal, meskipun itu juga merupakan hal yang sedikit mustahil di lakukan oleh makhluk penghuni Realm kelas rendah seperti dirimu! Bahkan aku, hanya bisa menjinakkan sebagian setelah usaha ratusan tahun!" Ucap Sasi.
"Dan sekarang, bukan menjinakkan, kau malah mau mengontrak puluhan sekaligus? Bahkan True Knight dari realm yang lebih tinggi, tak akan mampu menjadi Host dari puluhan Demonic Beast sekaligus!"
"Lagipula, di dalam, masih ada seorang Emperor yang belum di ketahui nasibnya!" Tutup Sasi.
Kalimat keraguan yang di sampaikan oleh Sasi, nyatanya tak membuat keteguhan dari sorot mata Darsa memudar.
"Tuan Goblin! Suku Thousand Beast, punya satu metode rahasia! Metode yang diwariskan turun temurun hanya pada keturunan langsung Khan! Dan metode ini, di dapat oleh Leluhur pertama suku Thousand Beast, dari seorang dewa!" Ucap Darsa. Seraya mulai membuat satu segel tangan rumit. Bersamaan dengan segel tangan tersebut, tatto formasi aneh yang memenuhi wajah Darsa, mulai bergerak cepat tak beraturan, sembari bersinar dengan warnah merah mencolok.
"Dengan metode ini, meskipun memang sangat beresiko, tapi yang kukatakan sebelumnya, tak sepenuhnya mustahil!" Ucap Darsa, kini sosoknya menjadi begitu menyeramkan. Satu hawa kehidupan berat berwarna merah, menyebar luas di sekitar tubuhnya.
"Teknik ini…" Gumam Sasi, dengan ekspresi wajah sedikit terkejut.
"Hmmmm… Sepertinya ini memang takdir yang sudah diatur oleh langit untukmu! Situasinya telah sangat sempurna! Keberadaan Emperor didalam sana, akan membantu memaksa dirimu mengeluarkan segenap kekuatan untuk bertahan hidup!" Ucap Sasi.
"Baiklah!"
Dengan satu gerakan tangan cepat, Sasi segera membuka segel pada pintu. Bersamaan dengan terbukanya segel, pintu perlahan terbuka, tanpa menunda, Darsa melompat masuk begitu melihat pintu telah sepenuhnya terbuka.
"Hmmmm… Suku Osiris, dan juga Suku Thousand Beast, keduanya benar-benar memiliki rahasia terselubung yang begitu menarik! Aku tak sabar untuk melihat dimana ujung dari perjalanan keturunan terakhir kedua suku ini!" Gumam Sasi, seraya mulai kembali menutup pintu dan menyegelnya.
"Ini benar-benar situasi yang agak sembrono, mungkin aku telah melakukan satu kesalahan dengan membiarkannya masuk tanpa konsultasi dulu dengan tuan!"
"Lebih baik aku memberi laporan! Jika memang harus ada hukuman, maka biarlah! Itu sepadan dengan apa yang telah aku lihat sebelumnya! Teknik itu benar-benar eksis! Luar biasa!" Tutup Sasi. Kemudian sosoknya kembali menghilang.
***
(Salah satu ruang Glory Land Warship)
*Wuungggg….!!!
Dengungan keras terdengar menggema kesetiap sudut ruang saat Thomas yang telah berada dalam mode Meridian Knight, mengeluarkan Gada raksasa kelas S miliknya.
"Grrrrrr…..!!!!"
Bersamaan dengan dengungan yang memekakkan telinga, satu suara erangan yang seperti berasal dari makhluk kuno nan buas, terdengar lirih dari dalam Gada yang di panggul oleh si Gendut.
*Woooshhhh….!!!!
Tepat ketika erangan hewan buas terdengar, ledakan aliran Mana Tanah yang begitu intens, ganti menyebar luas memenuhi ruangan. Menyebabkan hawa di dalam ruangan tersebut, menjadi begitu berat.
"Roh Naga Bumi! Sepertinya, kita tak bisa terus-terusan saling memunggungi! Sudah saatnya kau dan aku sedikit melakukan obrolan yang lebih intim!" Gumam Thomas. Seraya melempar Gada yang sebelumnya ia panggul, kearah depan.
*Baaaammmm….!!!
Suara berat yang menggetarkan seluruh ruangan, segera menggema begitu Gada yang di lempar Thomas mendarat pada lantai metalik Glory Land Warship.
"Grrrrrr…..!!!"
"Berhenti mengerang tak jelas! Bukankah sudah kubilang, kita perlu mengobrol lebih jauh lagi! Aku perlu secepatnya berkembang lebih kuat! Dan itu tak akan bisa terjadi bila segel Kontrak antara kau dan aku masih belum sepenuhnya sempurna!" Seru Thomas lantang. Hampir membentak.
"GRRROOOAAAAHHHHH…..!!!!"
*Woooshhhh….!!!!
Tepat ketika Thomas menyelesaikan kalimatnya, jawaban dari Gada raksasa yang sedang ia ajak bicara, bukan lagi erangan ringan. Melainkan teriakan liar. Diiringi dengan semakin pekatnya aliran Mana Tanah yang keluar dari dalam Gada tersebut.
"Sialan! Benar-benar keras kepala!" Dengus Thomas. Mulai merasa tertekan oleh hawa berat yang memenuhi ruangan.
"Anak muda!"
Sampai kemudian, ketika Thomas tampak sudah mulai frustasi dan akan jatuh berlutut, satu suara seorang wanita tua yang sangat ringkih, tiba-tiba terdengar di telinganya.
"Hehe… Salam Roh Naga Bumi yang agung! Ini kedua kalinya kita berinteraksi sejak saat aku pertama mencurimu dari dalam Ruang harta keluarga!" Gumam Thomas.
"Hmmmm… Seharusnya kau tahu, kenapa pada awal pertemuan kita, aku tak memberimu kontrak sempurna! Sengaja membuatnya cacat!" Jawab Roh Naga Bumi.
"Tentu saja! Itu karena aku bukanlah pewaris yang sebenarnya!" Jawab Thomas lirih, sambil mulai memasuki satu senyum kecil.
"Jika sudah tau, lalu kenapa kau masih dengan sengaja membangunkanku?" Tanya Roh Naga Bumi.
"Bukankah sudah kubilang bahwa aku ingin menyempurnakan kontrak?" Jawab Thomas. Dengan sekuat tenaga, kini memaksa tubuhnya yang sudah hampir jatuh berlutut, untuk kembali berdiri dengan gagah.
"Hmmmmm… Dan bukankah sudah jelas itu tak bisa dilakukan? Kau bukan pewaris yang sebenarnya!" Jawab Roh Naga Bumi.
"Lagipula, selama beberapa tahun ini kau memakaiku, jelas sekali terasa kau tak ada niat untuk benar-benar menginginkan kekuatanku! Kau mencuriku dari dalam ruang harta, hanya sekedar untuk memberi ejekan pada ayahmu bukan? Menyebabkan keluargamu menjadi kacau dengan menghilangkan salah satu senjata penting yang merupakan pilar penjaga kekuatan keluarga!" Tambah Roh Naga Bumi.
"Sejujurnya, semua yang kau katakan barusan adalah benar! Aku tak akan menyangkalnya! Memang itu niat awalku!" Jawab Thomas.
"Namun, setelah berjalannya waktu, ada beberapa kejadian yang menyebabkan diriku sedikit mengubah pola pikir dan tujuan hidup!"
"Sepertinya, aku benar-benar tak bisa kabur dari jalan seorang Knight! Keputusan untuk menjadi pedagang, dimana ingin membuktikan pada keluarga bahwa aku bisa menjadi besar dengan caraku sendiri, tampaknya sudah tak bisa diteruskan lagi!"
"Saat ini aku ingin menjadi lebih kuat lagi! Ingin menjadi seorang Knight yang benar-benar tangguh! Dalam keluarga baru yang kini telah kumiliki, aku tak akan pernah menjadi sosok pecundang seperti sebelumnya! Aku tak akan menjadi beban bagi keluarga baruku!" Lanjut Thomas, dengan sorot mata penuh keteguhan.
"Jadi, tolong beri aku satu kesempatan untuk bisa menyempurnakan segel Kontrak!" Tutup si Gendut.
"Hmmmm… Sebagai Roh item yang setengah tersegel denganmu, aku bisa merasakan bahwa kali ini kau memang benar-benar memiliki tekad!" Guman Roh Naga Bumi.
"Namun, tetap saja! Jika kau ingin menjalankan prosesi penyempurnaan Kontrak, itu akan sangat beresiko! Bagaimanapun juga, aku adalah senjata yang dari awal bukan untukmu!"
"Jika tetap memaksa, aku bisa saja membiarkan kau mencoba prosesi tersebut, tapi harus kuperingatkan, semuanya akan menjadi 3-5 kali lipat lebih berat! Presentasi keberhasilannya akan sangat kecil!"
"Dan bila benar-benar gagal dalam prosesnya, ranah mentalmu akan runtuh! Kau akan menjadi orang idiot tanpa pikiran selama sisa hidup!" Ucap Roh Naga Bumi, dengan intonasi nada menekan pada setiap kalimat yang ia ucapkan.
"Aku akan mengambil semua resiko yang ada di depan! Cukup beri kesempatan!" Jawab Thomas cepat. Terlihat tanpa berfikir sama sekali.
"Sesuai keinginanmu!" Jawab Roh Naga Bumi. Bersamaan dengan jawabannya tersebut, Gada raksasa mulai bergetar hebat, mengalirkan Mana Tanah intens kearah kening Thomas untuk beberapa saat sebelum kembali menariknya.
*Woooshhhh….!!!
Tubuh raksasa Thomas yang masih dalam mode Meridian Knight, kini tampak terdiam di tempat. Pandangan matanya kosong menatap kedepan.
"Selamat datang di dunia Roh! Semoga perjalananmu membuahkan hasil!" Gumam Roh Naga Bumi untuk terakhir kalinya.
---
Note :
Yuk yang belum saling follow di ig, jika berkenan, silahkan follow akun SDC ^^