
"Harga pembuka untuk kumpulan Kristal Beast ini adalah 100.000 Mutiara Mana Perunggu!"
"150.000!"
Theo segera menawar begitu Liu Wei menyelesaikan perkenalan item lelang.
Mendengar Theo mengajukan penawaran, sekelompok peserta lelang yang ada di deretan kursi umum mulai menggerutu satu sama lain.
"Sialan! Apa para tamu VIP ini tak ingin memberi kita kesempatan?"
"Yahh…! Sungguh menyebalkan!"
"Ini sama saja kita berada disini cuma untuk menonton!"
"Setidaknya berikan kami kesempatan membeli barang-barang biasa ini! Kalian sudah memonopoli item spesialnya!"
*Wooossshhhh….!!!
Begitu suasana mulai riuh dan tak terkendali, oleh omelan-omelan peserta lelang kelas umum yang ada di tribun bawah, aura kuat kembali memancar dari tubuh Liu Wei.
"Sudah kuperingatkan! Tidak ada sama sekali yang boleh menekan pihak lain! Kalau kalian menginginkan item, maka tawar saja!" Dengus Liu Wei. Masih dengan aura kuatnya.
"Hmmmm…. 200.000!"
"250.000!"
Meskipun terlihat kesal, para peserta lelang yang tak mau menyinggung pihak Gaia Treasure, mau tak mau hanya bisa menelan kekesalan mereka, dan mulai melakukan penawaran.
Theo sendiri, dari balik bilik 17 hanya diam mengamati setelah membuka harga diawal.
"Arthur, lihat dan pelajari! Ini adalah cara melakukan penawaran dalam acara lelang!" Kata Theo.
"Ohhh… Oke!" Jawab Arthur singkat.
"Pertama seperti yang kau lihat tadi, buka harga diawal, dengan standar minumum, agar semua orang tahu bahwa kau, yang memiliki undangan VIP, menginginkan item ini! Bisa dibilang itu sebagai shock terapi awal, setelah itu biarkan saja yang lain menawar!"
"Ini disebut sebagai tes ombak! Dari sini kau akan bisa melihat, siapa saja pesaingmu yang juga menginginkan item ini!"
"Dan seperti kau lihat, dalam kasus item yang kutawar saat ini, yang menjadi pesaing adalah kumpulan peserta lelang yang ada di deretan tamu umum! Tak ada sama sekali tamu VIP yang ikut serta."
"Iya terus?" Tanya Arthur.
"Itu berarti, lawan kita saat ini memiliki kantong yang sedikit dangkal!" Kata Theo, santai.
Ketika Theo dan Arthur masih berbincang, tawaran terus berlanjut diantara para peserta di deretan tamu umum.
"350.000!"
"400.000!"
Setiap orang ini, hanya menawar dengan kelipatan minimun, menandakan dugaan Theo tepat, bahwa memang mereka tak memiliki terlalu banyak Mutiara Mana.
"Ketika sudah pasti lawanmu ini tak memiliki banyak uang, maka gunakan langkah penutup, Shock terapi kedua, dengan cara menaikkan tawaran beberapa kali lipat!" Kata Theo. Sejurus kemudian mengajukan tawaran.
"1.000.000!" Kata Theo, dengan suara tegas yang sangat mantap, tanpa getaran intonasi apapun.
Melihat itu, Arthur sedikit terpana. Begitu juga wanita pendamping bilik yang dari tadi juga ikut mendengar semua penjelasan Theo.
"Ahhh… kenapa mereka berhenti? Itu masih satu juta!" Tanya Arthur. Tampak tak mengerti.
Sementara wanita pendamping bilik, yang sudah lama dan telah puluhan kali mengikuti acara lelang, kini justru menatap Theo dengan tatapan ngeri.
"Hahhaha… lihat! ini cuma masalah mental! Dua kali shock terapi yang kuberikan tadi, mempengaruhi mental para peserta ini!"
"Pada dasarnya mereka mungkin punya uang untuk menyaingiku! Namun karena mental mereka telah goyah, ditambah dengan logika bahwa setiap orang ini hanya tamu kelas umum, yang tentunya punya kebiasaan berhemat, mereka tentu akan takut bersaing denganku, karena takut aku akan menaikkan harga lebih tinggi beberapa kali lipat lagi!" Jawab Theo santai.
"Ohhh… boss! Lalu apa bedanya dengan tawaranku tadi? Bukankah aku juga menaikkan beberapa kali lipat sekaligus?" Tanya Arthur.
"Hmmm… kau ini mendengarkan penjelasanku atau tidak sih? Kan sudah kubilang langkah awal adalah tes ombak!"
"Lawanmu tadi jelas-jelas tamu VIP! Jadi jangan samakan mereka dengan para tamu kelas Umum ini!" Dengus Theo.
"Ahhh… jadi begitu! Aku sudah mengerti, kita bahas hal lain saja boss…!" Kata Arthur, mencoba memasang wajah mengerti.
Melihat itu, Theo yang tau anak ini belum mengerti, hanya mencoba untuk membuat ia berhenti bicara karena tak mau belajar hal ribet macam ini, segera memasang wajah kesal.
"Hmmm... teruskan seperti itu, maka Kristal Beast yang baru saja kau beli tadi tak akan kuberikan padamu! Lebih baik aku menjualnya lagi kepada orang di bilik 13 untuk balik modal!" Kata Theo.
"Ehh… jangan begitu! Baiklah, baik, aku belajar!" Kata Arthur cepat.
"Baik, item kedua, kau yang tawar!" Jawab Theo.
Begitu seterusnya, Theo membimbing Arthur untuk melakukan penawaran di item-item selanjutnya, mereka ikut serta di hampir semua item yang sedang di lelang.
Hal ini membuat bilik 17 milik Theo, mendapat banyak tatapan permusuhan dari para tamu undangan kelas umum, yang mana mereka merasa Theo telah merampok acara lelang.
"Ini tidak adil! Apa dia tak akan membiarkan kita mendapatkan item apapun?"
"Sialan! Apa uang milik orang itu tak ada habisnya?"
Omelan-omelan kembali terdengar bersamaan dengan aksi gila yang di lakukan Theo, dari 7 item umum yang di lelang, sejauh ini 5 diantaranya jatuh ketangan Bilik 17.
"Hahahha… sekarang aku mulai paham!" Kata Arthur, setelah melakukan perang penawaran berkali-kali.
"Bagus! Setelah ini biar aku yang menawar!" Kata Theo, ketika item kedelapan atau satu dari tiga item spesial terakhir, akan segera menaiki panggung.
"Ohh… ngomong-ngomong, Nona, berapa sisa uangku?" Tanya Theo tiba-tiba, kepada Wanita pendamping bilik.
Wanita ini, yang dari tadi hanya tertegun karena melihat kejadian Theo dengan santainya memperlakukan lelang akbar, sebagai ajang pelatihan bagi Arthur, terlebih Theo dengan berbagai trik, mampu memukul mundur lawan-lawan pesaingnya di harga standar minimum, dari barang yang dilelang. Segera tergagap ketika Theo bertanya kepadanya.
"Ituu… Anda telah membeli beberapa barang, Yakni kumpulan Kristal Beast seharga 1 juta, Manual rahasia dari formasi kuno yang tak lengkap 800.000. Senjata kelas B 600.000. Satu set Armor kelas B 900.000. Dan terakhir adalah Sebuah peta misterius yang tak jelas seharga 500.000. Jadi totalnya adalah 3.800.000. Dikurangi dengan simpanan uang anda yang bernilai 11.950.000 berarti sisa uang anda adalah 8.150.000 Mutiara Mana Perunggu!" Jawab wanita penjaga bilik. Dengan sedikit canggung.
"Hmmm… lumayan! Kita lihat apa 3 item terakhir ini cukup menarik untuk di beli!" Kata Theo.
Namun ketika tiga item terakhir di keluarkan, tak seperti harapan Theo, ketiganya tak terlalu menarik minatnya. Sebenarnya ada satu manual teknik rahasia yang berhubungan dengan racun, sedikit menarik perhatiannya.
Tapi mengingat manual ini mungkin ada di simpanan perpustakaan milik Masternya, dan juga dia merasa pengetahuannya tentang racun sudah lumayan tinggi karena banyak belajar dari perpustakaan desa tersembunyi, dia mengurungkan untuk ikut serta dalam perang penawaran. Terlebih lawan saingnya adalah para tamu di deretan VIP yang tentunya akan terlalu menguras keuangan bila ia ikut bersaing.
"Hmmm… lumayan, 8.150.000 Mutiara Mana Perunggu, berarti bila di konversi menjadi Mutiara Mana Perak, akan senilai 81.500! Itu cukup untuk berkultivasi dalam beberapa tahun!" Kata Theo, dengan ekspresi puas. Ketika acara lelang telah secara resmi ditutup.