
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Perbukitan Merak)
"Boss! Meskipun sudah tak ada kabut, dan juga kita memiliki peta resmi dari kekaisaran, tetap saja perjalanan di bukit ini begitu melelahkan!" Kata Arthur. Saat ini, sambil menggunakan sebatang kayu, dia berjalan dengan langkah goyah.
"Hmmm… jangan banyak mengeluh! Setidaknya dengan begini kita bisa mengambil jalur tercepat!" Jawab Theo, saat ini dia berjalan sambil menyalin sebuah buku.
Sejak di perintahkan oleh Masternya menyalin semua buku yang ada di perpustakaan gelang ruang-waktu, Theo hampir menghabiskan semua waktu luang yang ia punya untuk mencicil pekerjaan tersebut. Seperti saat ini, sambil melakukan perjalanan pulang, ia menyalin salah satu buku.
"Boss! Apa kau tak bosan setiap hari menyalin buku-buku usang itu?" Tanya Arthur, mencoba mencari topik pembicaraan.
"Apa kau tak punya pertanyaan lain? Sudah lebih dari 20 kali kau menanyakan hal itu padaku!" Dengus Theo.
"Hehhehe… dari mana sebenarnya asal semua buku-bukumu itu? Kulihat kau sudah menyalin hampir 100 lebih buku usang dalam perjalanan pulang ini! Seperti tak ada habisnya saja!" Tanya Arthur.
"Arthur! Pertanyaan yang itu juga sudah kujawab!" Bentak Theo. Tak habis pikir kenapa Arthur terus mengulang pertanyaan-pertanyaan yang sama.
"Ahhh… Boss!!! Ini sungguh membosankan! Ayolah, lebih baik kita melakukan perlombaan untuk menghabiskan waktu!"
"Tidak bisa! Kau tak lihat? Aku sedang sibuk!" Dengus Theo.
"Hahh…..!"
*Wuuunggg….
Ketika Arthur terlihat masih mencoba mencari topik pembicaraan lain. Tatto di punggung tangan kanan Theo tiba-tiba menyala. Tak lama kemudian, Joy kecil terbang keluar dari dalam tatto. Mendarat di pundak Theo.
"Tuuu…..!"
"Ohhh… sudah waktunya makan?" Kata Theo, begitu Joy kecil menampakkan dirinya.
Tanpa menunda Theo segera menyimpan buku salinan yang sedang ia pegang, kemudian mulai menyuapi Joy kecil dengan Mana Besi miliknya. Selain menyalin buku, Theo juga masih melanjutkan rutinitas hariannya dalam memberi makan Joy Kecil.
"Boss! Apa kau menyadarinya? Tubuh Joy kecil ini semakin lama semakin besar saja!" Kata Arthur, setelah mengamati beberapa saat Joy kecil yang sedang makan.
"Bukankah itu normal? Dia makan setiap hari! Akan aneh malah kalau dia tak tumbuh!" Jawab Theo.
"Ya, bukan begitu! Tapi perkembangannya jauh lebih cepat dari sebelum-sebelumnya dalam beberapa hari ini! Lihatlah! Dia sekarang bahkan sudah kesusahan untuk duduk tenang diatas pundakmu!"
"Hmmm…."
Mendengar kata-kata Arthur, Theo mau tak mau mulai memperhatikan dengan lebih teliti tubuh Joy kecil. Dan sama seperti kata Arthur, Theo kini menyadari adanya beberapa perubahan pada tubuh Joy kecil.
Selain ukuran tubuhnya, yang mulai berkembang, dari awalnya hanya tak lebih besar dari telapak tangan Theo, kini sudah berkembang seukuran buah semangka. Dan setelah di perhatikan dengan lebih teliti lagi, juga terdapat perubahan warna kulit dibeberapa bagian tubuhnya.
Tubuh Joy kecil yang sebelumnya berwarna putih polos, kini mulai tampak memiliki bercak-bercak berwarna hijau muda di beberapa bagian. Terutama di keempat ujung kakinya.
"Tak usah terlalu di pikirkan! Itu normal! Justru menandakan Silver Turtle ini tumbuh dengan baik!" Kata Tiankong, dari dalam gelang ruang-waktu, ketika melihat ekspresi cemas Theo.
"Hmmm… begitukah?" Tanya Theo.
"Karena Mana Besimu menjadi semakin murni, Joy kecil yang menerima asupan tiap hari, berkembang lebih cepat dari pada biasanya!"
"Ohh… kalau memang benar begitu! Berarti itu adalah berita bagus!" Jawab Theo, kini mulai mengelus lembut kepala Joy kecil yang sedang asik menghisap Mana Besi dari ujung jari Theo.
"Boss! Kalau dia terus berkembang! Kedepan Nama Joy kecil sudah tidak bisa di pakai lagi! Kau harus menyebutnya Joy Sedang! Atau Joy Remaja!" Kata Arthur.
Mendengar nama aneh yang keluar dari mulut Arthur, Theo segera menoleh kearah bocah ini, menatapnya dengan tatapan tak setuju.
Melihat tatapan Theo, Arthur segera mengerutkan keningnya. "Apa? Bukankah memang begitu? Coba kau bayangkan! Jika Joy kecil terus tumbuh dengan cepat seperti ini! Hanya dalam beberapa tahun ia akan berukuran sebesar sapi dewasa!" Kata Arthur.
"Itu akan sangat aneh bila kau tetap memanggilnya Joy kecil!" Tambahnya kemudian.
"Hmmm… apapun yang terjadi! Dia tetap Joy kecil!" Dengus Theo, tampak tak terima Arthur mengubah-ubah nama Silver Turtle nya.
"Tuuuu…..!"
Sama seperti Theo, Joy kecil ikut mendengus dengan ekspresi kesal saat Arthur dengan sembarangan mengubah namanya.
Bersamaan dengan dengusan tersebut, Aura besi kuno mulai memancar dari dalam tubuh Joy kecil. Kemudian dengan cepat menyelimuti tubuhnya. Saat aura ini selesai membungkus tubuh Joy kecil. Ukuran tubuhnya yang semula sebesar buah semangka, kembali lagi menjadi seukuran telapak tangan Theo.
"Apa yang terjadi?" Melihat itu, Theo menjadi sangat terkejut. Cemas seketika.
"Boss! Apa yang Joy kecil lakukan?" Sama seperti Theo, Arthur juga tampak cemas. Ia mulai menyesal telah mengucapkan kata-katanya sebelum ini. Menganggap yang terjadi dengan Joy kecil adalah kesalahannya.
"Tenang saja! Guardian Beast adalah Makhluk Illahi dengan berbagai kemampuan istimewa! Mengecilkan tubuh seperti ini juga adalah salah satunya!" Jawab Tiankong, mencoba menenangkan Theo.
"Ohhh… sungguh kemampuan yang unik!" Jawab Theo.
"Hmmm… itu normal! Makhluk ini secara alami akan berkembang keukuran yang diatas batas kewajaran! Kau tak akan percaya bila aku mengatakan sebesar apa mereka bisa tumbuh!" Jawab Tiankong.
"Ohh… master tolong katakan saja!"
"Hmmm… ukuran puncak mereka, bahkan jauh lebih besar dari seluruh Gaia Land ini?" Jawab Tiankong.
Mendengar itu, Theo segera mengerutkan keningnya, "Master, kau mau membodohiku dengan lelucon konyolmu lagi bukan?" Kata Theo, sambil memasang wajah tak percaya.
"Hahh… terserah kau saja mau percaya atau tidak! Yang jelas, kemampuan mengecilkan tubuh dari para Guardian Beast ini, akan menjadi sangat berguna bagi tuan mereka!"
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Theo.
"Bukankah sudah jelas? Itu karena dengan kemampuan ini, kedepan bila ia sudah tumbuh menjadi sebesar gunung! Kau masih akan bisa memanggilnya sesukamu tanpa menarik perhatian pihak lain!" Jawab Tiankong.
"Ahhh… benar juga! Akan sangat menggemparkan bila tiba-tiba Joy kecil raksasa muncul di hadapan semua orang!" Jawab Theo.
"Tuuu….!"
Ketika Theo dan Tiankong masih berdiskusi, Joy kecil membuat suara lucu, dari ekspresi nya, ia terlihat ingin Theo memuji karena bisa mengecilkan tubuh.
"Hahhaha… iya-iya, anak pintar! Kau tak ingin menyusahkan papa benar?" Kata Theo, sambil mulai mengelus kepala Joy kecil lagi.
"Tuuu…. Tuuu…. !"
Joy kecil terus bersuara manja ketika Theo mengelus kepalanya. Sambil beberapa kali melihat kearah Arthur, seolah ia ingin mengatakan kepadanya untuk tak mengubah namanya lagi secara sembarangan.
"Hehhee… hehhehe…!"
Melihat tatapan kesal Joy kecil yang justru terlihat menggemaskan, Arthur hanya bisa tertawa canggung beberapa kali, kemudian maju kedepan, ikut mengelus Joy kecil di cangkang peraknya.