
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Alejandro sedikit terpanah melihat tatapan penuh ketajaman Theo, sesaat kemudian dia mulai tersenyum. Dan dengan gerakan ringan dia mengayunkan tangannya, sebuah Orb berwarna hitam pekat dengan simbol aneh tepat di tengahnya, keluar dari dalam cincin spacialnya.
"Cari putraku! namanya Santiago, berikan Orb ini kepadanya!" Kata Alejandro.
"Hmmm… Senior! Junior yang rendah ini bernama Theodoric Alknight, dari House of Alknight. Sebelumnya, bolehkah aku tahu namamu?" Tanya Theo, sambil memberi salam tangan perkenalan.
Karena kondisi genting dan terburu-buru sebelumnya, mereka bahkan belum sempat berkenalan.
"Ohh, maafkan ketidaksopanan pria tua ini! Uhukkk…..!"
"Namaku Alejandro Black, dari Dark Guild." Jawab Alejandro.
"Jadi, untuk menemukan putraku, cari dia di cabang Dark Guild yang ada di ibukota Glaire Empire."
Sesaat setelah mengatakan itu, Alejandro kembali mengeluarkan sesuatu dari Spacial Ringnya. Kali ini yang ia keluarkan adalah sebuah token emas.
"Bawa juga ini bersamamu, ketika sampai di markas cabang Dark Guild, tunjukkan token ini hanya kepada penjaga bernama Cassio. Dia akan mengurus sisanya. Uhuukkk….!"
"Ingat, hanya benar-benar serahkan token ini pada penjaga bernama Cassio! jangan percaya kepada orang lain! Cassio mudah dikenali, dia adalah pria dengan bekas luka parah di mata kanannya." Lanjut Alejandro, kemudian mulai batuk dengan hebat, memuntahkan banyak sekali darah segar.
Melihat itu, Theo segera mendekatinya, menopang tubuh pria tua tersebut.
Sementara itu, Aria yang juga mendengar semua obrolan serta perkenalan Theo dan Alejandro, kini tampak termenung.
"Keluarga Black?"
"Dark Guild?"
"Tidak salah lagi!" Gumamnya, seperti mengerti sesuatu.
"Aku berjanji padamu, semua yang kau percayakan padaku, akan sampai di tangan yang semestinya!" Kata Theo begitu dia menopang tubuh Alejandro.
Mendengar itu, Alejandro hanya membalas dengan senyuman, seraya kemudian menyerahkan token serta Orb ketangan Theo.
Theo yang menerima Orb, karena merasa benda ini sangatlah penting, segera akan menaruhnya kedalam gelang ruang-waktu. Namun, hal aneh terjadi.
"Apa yang terjadi?" Tanya Theo kaget.
Ketika dia menyentuh Orb, Mana kegelapan yang pekat dan terasa sangat kuno, segera keluar dari dalamnya. Mana kegelapan kuno ini, dengan cepat menyelubungi tubuh Theo, kemudian seperti menjalar, itu juga mulai merambat kearah Arthur.
Melihat hal itu, Arthur yang panik segera melempar Joy Kecil yang ada di tangannya kepada Aria. Selain Theo, dia yang paling tahu betapa berbahaya atribut kegelapan.
"Boss…!" Arthur berseru kearah Theo ketika Mana kegelapan yang keluar dari Orb mulai merambati kakinya.
Namun, Theo yang telah sepenuhnya di selubungi kegelapan, tak memberi jawaban. Dia hanya diam terpaku dengan mata sepenuhnya hitam legam, sama seperti kondisi ketika Arthur di kuasai Mana kegelapannya.
"Ini gawat!" Melihat kondisi Theo, Arthur mulai merasa frustasi, namun sebelum dia berhasil memikirkan apapun, Mana kegelapan juga selesai melahap seluruh tubuhnya.
Anehnya, Mana kegelapan ini tak melanjutkan jalarnya kearah Aria setelah selesai menyelubungi Arthur, Aria yang awalnya sudah waspada dan berencana menghindar, kini hanya bisa diam mematung sambil memeluk Joy kecil. Pandangannya terpana melihat kondisi dua orang yang ada di hadapannya.
"Tuuu….."
Hanya ketika Joy kecil membuat suara, tampak khawatir dengan kondisi Theo, Aria tersadar dari lamunannya.
"Apa yang terjadi pada mereka!" Teriak Aria kepada Alejandro. Terlihat sangat panik dan khawatir.
"Ituu… ini benar-benar tak terduga, sungguh takdir yang sangat tak terduga!" Alejandro bukannya menjawab Aria, malah bergumam aneh pada dirinya sendiri.
"Tuuu….."
Sementara itu, Joy kecil yang tampak makin khawatir dengan Theo, berusaha lepas dari tangan Aria, ingin melompat kearah Theo. Bermaksud melindunginya.
"Hentikan! Joy kecil, itu berbahaya!" Aria yang sedikit banyak tahu tentang seberapa berbahayanya elemen kegelapan, segera dengan sekuat tenaga menahan Joy kecil dalam dekapannya.
"Pak tua! Cepat jelaskan apa yang terjadi dengan mereka!" Kali ini Aria bertanya dengan membentak, terlihat mulai marah karena dia tak tahu harus berbuat apa.
"Uhuukkk… kedua temanmu ini, apa mereka memiliki atribut kegelapan?" Tanya Alejandro kepada Aria.
"Arthur? Ya dia memiliki broken dual Element Seed kegelapan dan api. Sementara Theo? Aku tak tahu! dia terlalu tak terduga!" Jawab Aria.
"Hmmm… Sungguh takdir yang menarik...! uhukkk…!"
"Dalam perjalanan hidupku yang panjang ini, Belum pernah sekalipun, aku melihat Mana kegelapan semurni dan seganas yang di keluarkan oleh kedua pemuda ini!"
"Sepertinya, di akhir perjalanan hidupku, aku berkesempatan untuk melihat hal yang tak terduga yang belum pernah terjadi sebelumnya!" Alejandro mulai berbicara sendiri setelah mendengar jawaban dari Aria.
"Apa yang kau katakan? Jelaskan dengan benar!" Bentak Aria lagi, kini tampak sangat kesal ketika melihat Alejandro mulai meracau dengan dirinya sendiri.
"Gadis muda! Tenangkan dirimu, nikmati pertunjukan yang setelah ini akan kau lihat!" Jawab Alejandro. Tanpa menoleh kearahnya, matanya terfokus kearah Theo dan Arthur yang masih di selubungi oleh Mana kegelapan kuno yang semakin lama semakin pekat.
"Berhenti meracau dan bersikap sok misterius! cepat jelaskan dengan benar!" Bentak Aria, semakin tak sabar dengan sikap Alejandro. Dia juga mulai kesusahan menahan Joy kecil yang terus bergeliat hebat di dalam dekapannya.
"Sekarang kita lihat, iblis kelas tinggi macam apa yang akan keluar!" Alejandro kembali mengabaikan Aria, dia masih berbicara dengan dirinya sendiri.
Bersamaan dengan kata-kata Alejandro, Mana kegelapan kuno yang awalnya dengan intens menyelubungi Theo dan Arthur, kini mulai menjalar kesatu titik, yakni tepat pada bagian tengah kening keduanya.
Setelah terfokus sebentar, Mana kegelapan tersebut mulai membentuk suatu tatto segel bergambar aneh yang terus berubah-ubah. Sampai akhirnya berhenti dengan bentuk sebuah lingkaran pentagram.
"Uhuuukkk… hahhaha… uhuukkk…" Melihat itu, Alejandro kini mulai tertawa serak, dengan diriingi beberapa kali batuk darah.
Meskipun kondisinya semakin parah, namun sorot matanya tajam, penuh dengan energi kehidupan. Dia seperti berjuang sekuat tenaga untuk tidak mati terlebih dahulu, sebelum selesai menyaksikan hal yang sedang terjadi di hadapannya.
Beberapa saat kemudian, setelah tatto segel bintang pentagram selesai terbentuk, tatto ini bersinar terang. Sejurus dengan bersinarnya tatto tersebut, formasi bintang pentagram muncul pada tanah di depan kaki Theo dan Arthur.
Dari dalam formasi bintang pentagram yang baru saja muncul, dua sosok makhluk aneh perlahan merangkak dari dalamnya.
Perlu beberapa saat dan usaha untuk merangkak, sampai akhirnya wujud dua makhluk ini benar-benar terlihat jelas. Dan bersamaan dengan dua makhluk ini berhasil merangkak keluar dengan sempurna, Theo dan Arthur juga kembali tersadar.
Theo dan Arthur yang baru saja tersadar, dan melihat dua makhluk menyeramkan berada tepat di hadapan mereka, segera dengan kompak dan tanpa koordinasi mundur beberapa langkah kebelakang secara bersamaan.
Namun, seperti mengabaikan keterkejutan keduanya, makhluk yang berdiri di hadapan Theo mulai mengambil sikap berlutut.
"Kontrak jiwa terpenuhi, hamba adalah Gusion, iblis keempat dari Hell Orb, dengan ini mengabdi kepada Master!"