Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
235 - Kualifikasi Untuk Sombong


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_____________________________________________


"Apa sektemu tak pernah memberi didikan sopan santun dan rasa malu?" Dengus Tiankong.


Tiankong yang saat ini masih diselimuti aliran berbagai atribut Mana diseluruh tubuhnya, tampak bagaikan dewa Surgawi yang turun dari langit. Sosoknya saat ini hampir sama dengan perwujudan yang ditunjukkan Theo sebelumnya. Karena memang teknik Berserk buatan yang dipakai Theo, merupakan salah satu teknik kelas S yang diciptakan oleh Tiankong sendiri.


Kini, Tiankong yang masih terbang diatas langit, mulai menatap tajam kearah Savrida. Bersamaan dengan tatapannya, tekanan aura Mana yang dahsyat, mulai menyebar kesegala arah.


Membuat setiap orang yang ada di lokasi medan pertempuran, mulai jatuh berlutut. Sambil mendongak kearah atas. Melihat Tiankong dengan tatapan ngeri.


Bagaimana mereka tak menjadi ngeri, hanya dengan tatapan tajam, sosok misterius yang saat ini sedang mereka lihat diatas langit, sudah mampu memberi tekanan begitu kuat pada lingkungan sekitarnya.


"Apakah ia adalah dewa?"


Salah satu pejuang muda desa tersembunyi, secara reflek segera bertanya begitu dengan cermat memandang kearah Tiankong, menyadari bentuk tubuh sosok yang tengah dilihatnya, tampak sedikit transparan.


Namun, sebelum ada yang sempat menanggapi pertanyaannya, Tiankong yang masih menatap tajam Savrida, kini mulai berbicara.


"Muridku telah membuat sumpah langit. Dan dalam sumpahnya tersebut, ia mengatakan tak akan sudi hidup dibawah langit yang sama dengan kelompok Endless Heavens Sect!"


"Jadi, aku sebenarnya tak mau ikut campur dalam masalah ini, sehingga ia bisa memenuhi sumpahnya dengan kemampuan sendiri!"


"Oleh karena itu, aku sarankan lebih baik kalian pergi saja dari sini sekarang! Tunggu dengan tenang sampai waktunya tiba! Suatu saat, ia sendiri yang akan mendatangi kalian! Dan bisa kupastikan, itu tak akan terlalu lama!"


"Lagipula, aku tak ingin menyia-nyiakan energiku hanya untuk menghadapi kumpulan kecoak tak penting seperti kalian!" Kata Tiankong dingin, menutup kalimatnya dengan hinaan tajam.


Mendengar kata-kata Tiankong, Savrida yang dari awal kemunculannya selalu memasang wajah datar. Kini tampak menjadi marah. Dengan tatapan tak kalah tajam, ia memandang kearah Tiankong. Aliran Mana Cahaya intens, juga mulai menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.


"Mengingat dirimu hanyalah roh yang bisa bertahan hidup dan mempertahankan wujud dengan bergantung pada sisa-sisa simpanan Mana dalam rohmu, apa kau tak berfikir kata-katamu barusan terlalu tajam?" Kata Savrida, yang ternyata menyadari bahwa Tiankong hanyalah roh. Tampak seperti pernah melihat sosok seperti Tiankong sebelumnnya.


"Berlagak bagaikan dewa, padahal cuma Roh gentayangan!"


"Berhenti membual! Kau pikir aku takut padamu? Bila aku ingin membawa muridmu sekarang, terus kau mau apa?"


"Aku adalah tetua dari Endless Heavens Sect! Kelompok paling kuat di Gaia Land ini! Dihadapanku, dan dihadapan Endless Heavens Sect yang agung, kualifikasi apa yang kau punya, sampai berani bersikap begitu sombong!" Dengus Savrida. Bersamaan dengan itu, tatto bercahaya yang ada di keningnya mulai menyala. Ia memanggil keluar dewa Kontraknya.


Ketika Savrida selesai memanggil dewa miliknya, ia segera kembali menyebarkan aura kelas Emperor dari dalam tubuhnya, dimana segera diikuti juga oleh dewa panggilannya, membuat aura gabungan dari dua sosok berkelas Emperor, kini menyebar luas di medan pertempuran. Mulai memberi tekanan balik pada aura yang di keluarkan Tiankong sebelumnya.


"HAHAHHAHHAAH…..!!!!"


"HAHHAHHAHAHAH……!!!!"


"HAHHAHAHHA…..!!!!"


Sementara itu, melihat dua lawan dengan kelas Emperor saat ini mulai memberikan tekanan balik padanya, Tiankong tampak tak menunjukkan ekspresi takut sama sekali di wajahnya. Ia justru mulai tertawa dengan tawa lantangnya yang khas.


"Kau dan dewa panggilanmu! Kalian berdua adalah lelucon terbaik yang pernah kutemui di Gaia Land ini! Level kalian berdua bahkan melebihi murid konyolku yang ada disana!" Kata Tiankong.


"Kau, yang hanya penduduk Gaia Land, bertanya padaku tentang apakah aku mempunyai kualifikasi untuk bersikap sombong?"


"HAHAHHAHAHAHAHA…..!!!!"


"Gaia Land hanyalah satu dari 10.000 Realm kelas rendah, yang berputar-putar bagaikan debu di alam semesta maha luas!"


"Diatas Realm kelas rendah, masih ada 1000 Realm kelas menengah, dimana hanya satu penduduknya, akan mampu menghancurkan seluruh Gaia Land ini rata dengan tanah!"


"Dan diatas Realm kelas menengah, masih ada 100 Realm utama yang menjadi pusat dari alam semesta! Dimana tak akan bisa kalian bayangkan betapa kuat penduduk yang tinggal disana!"


"Dan sekarang, kau yang hanya penduduk Gaia Land, mempertanyakan kualifikasiku untuk bersikap sombong?"


"HAHAHHAHAHAHAHA….!"


"Harus kuakui, bahwa kau adalah badut terbaik yang pernah kutemui sepanjang hidupku!"


"Oleh karena itu, ada satu hadiah khusus yang akan kuberikan padamu!"


Tiankong yang saat ini memasang ekspresi wajah menyeramkan, menutup kata-katanya dengan mulai mengacaukan aliran ruang dan waktu di lingkungan sekitarnya.


Dengan tangan kanan dipenuhi aliran Mana kuno Ruang, serta tangan kiri Mana kuno Waktu. Tiankong kini benar-benar bagaikan sosok dewa serta iblis di saat bersamaan.


"Musnah!"


*Wooooshhhh….!!!


Tiankong hanya mengayunkan tangan dengan ringan, namun tiba-tiba badai ruang dan waktu yang begitu menyeramkan, mulai terbentuk. Menerjang dengan dahsyat kearah puluhan Knight dari Endless Heavens Sect yang saat ini masih berada di lokasi, sedang menatap kearahnya dengan tatapan ngeri.


Dan begitu badai ruang-waktu yang bergerak dengan sangat cepat ini sampai di lokasi kelompok tersebut, hanya dalam sekejap, badai ini menyapu setiap orang yang berada disana. Melenyapkan mereka semua menjadi debu. Hilang dalam ketiadaan.


Kejadian ini segera membuat setiap orang yang berada di lokasi pertempuran, menjadi merinding seketika. Sangat ketakutan. Bagaimana tidak, hanya dalam hitungan sepersekian detik. Puluhan Knight berkelas King, mati tanpa meninggalkan bekas sama sekali.


Bahkan Savrida yang sebelumnya dengan percaya diri dan begitu congkak memberi tantangan serta merendahkan Tiankong, kini ikut menatap ngeri kearahnya. Sama sekali tak menduga bahwa akan ada didunia ini, itentitas dengan kekuatan begitu dahsyat seperti Tiankong. Dimana mampu menyapu habis puluhan King hanya dengan satu ayunan ringan.


Ketika Savrida masih menatap ngeri kearah Tiankong, sosok yang di tatapnya ini tiba-tiba menghilang. Kemudian dalam sekejap, muncul kembali dibelakangnya.


Gerakan Tiankong ini, benar-benar sangat halus dan sunyi, tanpa membuat riak energi Mana apapun. Membuat Savrida yang saat ini masih termenung menatap kedepan, kearah dimana sebelumnya Tiankong melayang, sama sekali tak menyadari kehadirannya.


"Makhluk rendahan!" Kata Tiankong lirih, namun dengan nada dingin yang mencekam. Tepat di sebelah telinga Savrida.


Savrida yang sangat terkejut, segera menoleh kearah Tiankong. Namun dalam sekejap, sosok Tiankong kembali menghilang.


"Badut terkonyol!"


Suara Tiankong, kembali terdengar, tepat dibelakang Savrida. Namun begitu ia menoleh, Tiankong kembali menghilang.


"Karena berhasil menghiburku, ada satu hadiah khusus untukmu!"


Lagi-lagi, suara Tiankong terdengar, membuat Savrida kini tampak seperti orang bodoh, terus menoleh kebelakang berulang kali.


"Imbalan dari menghiburku, adalah ampunan untuk nyawamu!" Kata Tiankong, namun kali ini untuk terakhir kalinya.


Dalam sekejap, sosoknya muncul lagi tepat di hadapan Savrida. Kemudian tanpa menoleh, menggunakan ujung jari telunjuk, ia memberi satu tusukan singkat pada kening dewa panggilan milik Savrida yang dari tadi berdiri di samping tuannya. Tusukan jari ringan tersebut, segera menembus dahi sang dewa. Membuatnya berubah menjadi seberkas cahaya, lenyap dalam ketiadaan.


Tanpa berkata apapun, Tiankong yang baru saja menghabisi dewa panggilan seperti seekor semut, ganti mengarahkan telunjuknya kearah kening Savrida. Dilanjutkan dengan mulai mengalirkan Mana kegelapan kedalam kepala pria dihadapannya tersebut.


Membuat Savrida yang otaknya dihujam oleh Mana kegelapan, segera membuka lebar kedua matanya. Tubuhnya juga mulai mengejang untuk beberapa saat. Sampai akhirnya jatuh berlutut. Menatap kosong kearah depan, dengan air liur mulai mengalir dari mulutnya.


"Hadiah khusus, semut kegelapan pemakan otak! Semut-semut ini akan bertahan dan memakan otamu secara perlahan setidaknya sampai 100 tahun kedepan, jadi kau punya waktu hidup lumayan lama!"


"Tak perlu berterima kasih padaku untuk saat ini karena telah mengampuni nyawamu, simpan terima kasih nya lain waktu di kehidupan selanjutnya!"


"HAHHAHAHHAAH…..!"


Hari ini, Sivrada, tetua kesembilan Endless Heavens Sect yang agung, secara resmi berakhir menjadi manusia idiot tanpa fungsi otak, selama sisa waktu hidupnya kedepan.


Setelah puas tertawa, Tiankong kini mulai melihat kearah langit, dimana kapal perang raksasa milik Endless Heavens Sect berada.


"Hmmmm… Glory Sky Warship! Satu dari Ancient Thing jenis ketiga! Tak kusangka hari ini aku berkesempatan untuk melihatnya!"