Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
345 - Menaikkan Tempo


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Setelah Hella pergi)


"Anak muda, katakan padaku, apa yang kau rencanakan terhadap putriku!" Ucap Lord Odin. Hawa membunuh sedikit bocor dari dalam tubuhnya ketika mengucapkan pertanyaannya tersebut.


"Tuanku, aku tau apa yang sedang kau pikirkan! Dan kalau boleh jujur, itu tak sepenuhnya salah!" Jawab Theo.


Sebuah jawaban yang membuat hawa membunuh dari dalam tubuh Lord Odin menjadi lebih intens. Salah satu ujung tangannya sudah mulai terbungkus oleh Aliran Mana Es berbentuk pisau tajam, sampai kemudian Theo dengan cepat melanjutkan kalimatnya.


"Aku memang berencana membuat Hella tetap berada di sekitarku! Memanfaatkan potensinya yang tak terbatas sebagai seorang True Knight, untuk membantu melancarkan semua rencanaku kedepan!" Lanjut Theo.


"Anak muda! Kau mencari kematian! Jangan kau pikir hanya karena putriku…"


Ekspresi wajah Lord Odin sudah berubah amat menyeramkan dan juga sudah mulai akan melangkah kedepan ketika Theo kembali dengan tatapan tajam tanpa rasa takut melanjutkan penjelasannya.


"Namun, ada satu hal yang harus kau tau, setiap kali berencana menjadikan seseorang masuk kedalam lingkaranku, maka akan kuberikan semua yang kubisa untuk membuat mereka menjadi lebih kuat!"


"Berkembang bersama, dan mencapai puncak tertinggi bersama!" Tutup Theo, dengan tatapan penuh ketajaman. Membuat Lord Odin yang melihatnya, bisa merasakan bahwa ia sedang tak membual.


Kalimat Theo yang tak memiliki riak getaran sama sekali saat ia ucapkan keluar dari dalam mulutnya, serta ditambah dengan tatapan penuh ketajaman yang menghiasi sorot matanya, membuat Lord Odin menghentikkan langkah kakinya.


"Mencapai puncak tertinggi? Ambisi yang cukup besar!" Gumam Lord Odin, kini mulai menarik hawa membunuh yang dari tadi sengaja ia bocorkan.


"Baiklah kalau begitu! Untuk saat ini aku percaya padamu!" Tutup Lord Odin. Tubuhnya kini mulai berubah menjadi kabut Es.


"Tapi, sekali lagi aku melihat tubuh putriku penuh luka seperti tadi, dalam apapun itu rencana pelatihan yang kau berikan. Jangan salahkan pria tua ini bila akan memotong salah satu bagian tubuhmu sebagai sovenir!"


"Selain itu, dalam beberapa tahun kedepan, aku ingin kau segera melamarnya!" Ucap Lord Odin untuk terakhir kalinya, sebelum tubuhnya kini benar-benar menghilang.


"Hahh…! Masalah melamar dan pernikahan benar-benar selalu merepotkan! Itu akan jauh lebih mudah berhadapan dengan orang seperti Lucius di situasi seperti ini!" Gumam Theo.


***


(Perkemahan Bandit Serigala)


"Boss! Akhirnya kau kembali!" Ucap Thomas, saat melihat Theo kembali ke perkemahan.


Selain Thomas, hampir seluruh anggota Bandit Serigala kini bergerombol menunggu Theo melompat turun dari punggung Raja Naga Hitam. Begitu penasaran dengan apa yang terjadi dalam pertarungan Theo dengan lelaki tua Misterius.


"Siapa pria tua tadi sebenarnya? Kenapa membuat keributan di markas kita?" Tanya Oscana.


"Itu tak penting! Yang lebih penting adalah, dimana ia sekarang?" Sahut salah satu wakil pemimpin tua. Dengan raut wajah cemas.


Dalam kerumunan orang tersebut, juga tampak Razak bersama dengan Yahuwa dan Yaseya yang belum lama ini sampai di perkemahan. Ketiganya begitu terkejut saat mendengar kabar serangan mendadak yang di terima markas besar Bandit Serigala.


"Boss! Apakah ia begitu kuat?" Tanya Razak dengan ekspresi wajah polos.


Selama ini, seberat apapun pertarungannya, ia tak pernah melihat Theo dalam kondisi seburuk sekarang. Berakhir dengan tubuh penuh luka dan banyak sekali bercak darah yang mulai mengering di seluruh tubuhnya.


Oleh karena itu, Razak mau tak mau dibuat menjadi begitu penasaran dengan kekuatan lawan yang baru saja di hadapi oleh Theo.


"Dasar tak tahu situasi! Sudah tau Boss sedang terluka parah! Malah menanyakan sekuat apa musuhnya! Berhenti melihat sesuatu hanya dari sudut pandang kekuatan!" Bentak Syakira, merasa kesal dengan sikap Razak. Gadis kecil ini menutup kalimat omelannya dengan menginjak keras kaki Razak.


"Itu benar! Abaikan orang-orang konyol ini! Kita bahas lagi masalah tersebut nanti!" Tambah Sanir.


Kalimat yang segera membuat setiap anggota Bandit Serigala disekitar menatapnya dengan tatapan tajam. Merasa kehadiran para wanita benar-benar mengganggu saja.


"Hmmmm… Terimakasih telah mengkhawatirkan kondisiku, aku memang berniat segera memulihkan diri setelah ini. Namun, sebelumnnya ada beberapa hal yang ingin kusampaikan!" Ucap Theo, kemudian melakukan lompatan ringan turun dari punggung Raja Naga Hitam.


Begitu mendarat di tanah, dengan gerakan tangan ringan Theo menarik Raja Naga Hitam kembali masuk kedalam Gelang ruang-waktu.


"Kalian semua, dengarkan aku, pria tua misterius sebelumnnya adalah Lord dari House of Asgard! Odin Asgard! Dia adalah seorang Emperor kelas menengah!" Ucap Theo. Tiba-tiba membuka identitas pria tua yang menyerang perkemahan kelompok Bandit Serigala.


"Lord dari House of Asgard?"


"House of Asgard, satu dari 10 Biggest Knight Group?"


"Emperor kelas menengah?"


Gumaman-gumaman ringan mulai terdengar begitu Theo membuka identitas Lord Odin. Setiap anggota Bandit Serigala benar-benar dibuat terkejut. Seorang Emperor, apalagi tahap menengah, tak setiap hari mereka akan bisa bertemu dengan eksistensi puncak seperti itu.


"Kalian tak salah dengar, dan aku juga sedang tak bercanda, yang kukatakan barusan adalah fakta!" Ucap Theo.


"Fakta yang juga membuatku ingin sedikit merubah rencana kelompok kita kedepannya!" Lanjut Theo.


Kata-kata Theo, membuat kelompok wakil pemimpin segera mengerutkan kening. Namun, sebelum mereka sempat bertanya, Theo mengayunkan tangan dengan ringan, tiba-tiba mengeluarkan setumpuk besar sumberdaya berharga yang ia beli dari Gaia Treasure dalam kunjungan sebelumnnya.


Tumpukan sumberdaya yang segera membuat mata setiap orang menyala dengan terang.


"Kita masih terlalu lemah!" Ucap Theo.


"Bagaimanapun lawan terakhir dari seluruh rencana kita bila berjalan dengan lancar, itu bukanlah berhadapan dengan sesama Bandit, melainkan apa yang menunggu kita setelah berhasil menaklukkan seluruh kelompok Bandit!" Tambah Theo, dengan raut wajah serius dan dingin.


"Itu adalah Barbarian Tribe! Bersama dengan seluruh Tribe yang mereka pimpin di wilayah Gurun East Region!" Tutup Theo, menyapu pandangannya keseluruh anggota Bandit Serigala di sekitar.


Mendengar kata-kata Theo, hawa dingin kini mulai merambat pada punggung setiap orang. Bagi kelompok Bandit, nama Barbarian Tribe sudah seperti raja iblis yang begitu di takuti.


"Bisa kalian lihat kekuatan dari Lord Odin sebelumnnya, hanya satu orang sekelas dirinya, itu sudah cukup untuk menyapu dengan sangat mudah seluruh kelompok kita!"


"Dan sebagai sesama 10 Biggest Knight Group, Barbarian Tribe pastinya juga memiliki banyak Knight dengan level kekuatan seperti Lord Odin!"


"Jadi untuk kedepan, kelompok kita harus bergerak lebih cepat dan efisien! Kita taklukkan seluruh kelompok Bandit di wilayah-wilayah gurun lain dalam tempo yang sedikit lebih cepat dari rencana awal! Sebelum kelompok Tribe mulai mengalihkan perhatiannya pada kelompok Bandit Serigala!"


"Dalam prosesnya, aku juga ingin setiap orang bertambah kuat dengan lebih cepat lagi!"


"Untuk mencapai tujuan kelompok, dan untuk meraih kejayaan bersama, kita harus melewati jalan yang lebih terjal lagi!"


"Oleh sebab itu, aku sudah memutuskan, karena kelompok Bandit di 2 wilayah gurun lain memiliki tingkat kekuatan relatif tak jauh berbeda dengan Gurun Darah Gersang, maka kelompok kita akan di bagi menjadi dua!"


"Kita taklukkan Gurun Pasir Berisik dan Gurun Lima Warna di waktu bersamaan!"


"Satu kelompok di pimpin oleh Sanir, sementara kelompok lainnya kupercayakan pada Thomas!"


"Masalah detail pembagian divisi, akan kujelaskan besok langsung pada keduanya!" Tutup Theo.


"Boss! Lalu kau bagaimana?" Tanya Thomas.


"Aku akan melakukan pelatihan tertutup didalam Istana Emas! Mencoba naik ke kelas King!"


----


Note :


Akhir bulan ini, mulai tanggal 29-31, saya cukup sibuk, tapi tetap diusahakan up, meskipun cuma 1 chapter. Mohon pengertiannya, tanggal 1 kembali normal 2 chapter. ^^