Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
404 - Zhou Kang


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Pertempuran di depan gerbang kemah besar kelompok Bandit Serigala)


*Booommmm…!!!


*Booommmm….!!!


*Booommmm….!!!


Menggunakan kombinasi antara injakan penuh bobot Gajah metalik raksasa, serta ayunan Gada senjata kelas S yang sedang ia genggam, Thomas yang telah berada dalam mode Meridian Knightnya, kini bagaikan dewa para gajah yang sedang mengamuk. Tanpa belas kasih ******* setiap lawan yang berdiri di hadapannya.


Disisi lain, tak mau ketinggalan, Darsa dengan Kalajengking Merah Raksasa yang ia tunggangi, memimpin kelompok True Knight dari divisi Thousand Beast, terus menggerus maju kedepan. Menyudutkan pihak lawan yang sebagian besar adalah aliansi kelompok Bandit Elang Merah.


Tak seperti aliansi Bandit Sisik Ular yang segera mendapat perintah tanggap dari Boss Besar mereka untuk membentuk formasi bertahan kecil yang solid ketika ia menyadari situasi sudah tak ada harapan, Boss Besar kelompok Bandit Elang Merah, justru memberi intruksi agar pasukannya terus bertarung sampai titik darah penghabisan.


Hal ini menyebabkan anggota aliansi Bandit Elang Merah yang dari awal sudah tercecer akibat imbas ledakan formasi jebakan yang di eksekusi Theo, kini bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. Tak tahu harus berbuat seperti apa. Bergerak acak kesana kemari, berakhir menjadi target empuk kelompok penyerang Bandit Serigala.


Baik itu Thomas dengan divisi pendobrak miliknya, atau Darsa dan Zota dengan divisi Thousand Beast serta divisi serangan jarak jauh, bergerak sangat mudah mengambil nyawa satu persatu anggota aliansi Bandit Elang Merah.


"Boss! Jika terus begini, kita benar-benar akan musnah!" Seru salah satu wakil pemimpin Bandit Elang Merah, sambil memasang ekspresi wajah sangat cemas.


Mendengar kata-kata wakil pemimpinnya, Boss Besar Bandit Elang Merah mulai menggertakkan giginya dengan keras. Tampak berfikir sambil melihat sekeliling. Sampai kemudian, pandangannya jatuh kearah Thomas dan Darsa yang sedang memimpin di garis terdepan pasukan Bandit Serigala.


"Kalian semua yang masih punya tenaga! Dengarkan aku!" Seru Boss Besar Bandit Elang Merah.


"Berhenti menyerang secara acak! Targetkan serangan hanya pada para pemimpin kelompok Bandit Serigala!" Seru Boss Besar Bandit Elang Merah dengan lantang, sebelum akhirnya mulai masuk kedalam mode Soul Knightnya.


Dengan tubuh yang telah diselimuti oleh aliran Mana Api berbentuk Elang, Boss Besar Bandit Elang Merah tanpa menunda segera terbang menerjang kedepan, memilih targetnya. Dan yang ia pilih, tak lain adalah Thomas yang sedang dengan santai mengayunkan Gada raksasa di tangannya pada gerombolan musuh.


"Hmmmm? Kau serius memilihku sebagai target serangan?" Gumam Thomas. Dengan ekspresi wajah marah. Begitu melihat sosok Boss Besar Bandit Elang Merah terbang cepat menuju kearahnya.


"Gentut itu milikku!" Seru Boss Besar Bandit Elang Merah.


"B*jingan!" Bentak Thomas. Seraya mengangkat tinggi-tinggi Gada di tangannya.


*Woooshhhh….!!!!


Tepat ketika Boss Besar Bandit Elang Merah sudah berada dekat dengan Thomas, ia segera melancarkan serangan semburan api ganas pada tubuh si Gendut.


"Hahhahaha….! Kujadikan kau B*bi bakar!" Seru Boss Besar Bandit Elang Merah, dengan ekspresi wajah puas.


Namun, ekspresi wajah puas yang ia tampilkan, hanya bertahan untuk beberapa saat, kemudian segera berubah ngeri saat melihat Thomas yang sedang ia bakar dengan semburan Mana Api intens, kini justru melakukan gerakan melompat tinggi.


Dengan tubuh sepenuhnya telah diselimuti Armor Tanah, Thomas yang melompat tinggi diudara, jatuh bagaikan meteor. Mengayunkan Gada raksasa yang ia genggam, mengarah tepat pada tubuh Boss Besar Bandit Elang Merah yang masih menatap kearahnya dengan ekspresi wajah bercampur ngeri dan tergagap. Sama sekali tak menduga situasi akan berakhir seperti yang sedang ia hadapi saat ini. Sampai akhirnya….


*BOOOOOOMMMMM…..!!!!


Ledakan keras yang begitu dahsyat, menggema dan menggetarkan area sekitar. Menyebabkan setiap orang yang saat ini sedang melakukan pertempuran, sedikit teralihkan pandangannya untuk melihat kearah sumber suara ledakanan dahsyat tersebut.


"Bahhh…! Untuk orang yang menyandang posisi Boss Besar salah satu dari 10 kelompok Bandit terkuat wilayah Gurun Kematian, orang ini benar-benar konyol!" Ucap Thomas, kini mulai berjalan keluar dari kepulan debu yang masih berhamburan.


*Boooommmm….!!!


*Boooommmm.…!!!


*Booommmm….!!!


Tepat ketika Thomas menyelesaikan kata-katanya, secara tiba-tiba, rentetan ledakan yang berasal dari beberapa serangan senjata rahasia, meledak tepat di muka tempat Thomas berdiri.


"Bahhh…!!! B*jingan! Apa maksudmu melakukan itu!" Bentak Thomas, melihat dengan ekpsresi wajah kesal kearah Darsa yang baru saja menyerangnya.


"Bukan, apa-apa, itu tadi tak sengaja! hanya sekedar membuang beberapa sampah senjata yang tak kuperlukan!" Ucap Darsa.


Mendengar kata-kata acuh Darsa, Thomas tentu saja semakin kesal. "Kau pikir aku idiot! Dengan tubuhku yang sebesar ini, bagaimana bisa tak sengaja!" Bentak Thomas.


"Ohhh… Sejujurnya, kadang memang aku tak bisa melihatmu! Meskipun dengan tubuh Gendutmu itu!" Ucap Darsa.


"Hehhehe….! Muka kain! Sungguh menarik! Baru sekarang aku sadar, ternyata kau punya mulut yang lumayan tajam!" Gumam Thomas. Mulai memasang senyum dingin mengerikan. Tampak benar-benar terpancing dengan kalimat sarkas yang diucapkan Darsa.


"Apa kalian tak punya otak? Selesaikan dulu tugas masing-masing! Silahkan saling hajar sepuasnya nanti saat pertempuran telah benar-benar selesai!" Bentak Zota, dari arah belakang. Tampak sangat kesal dengan perseteruan tak jelas yang tiba-tiba terjadi antara Thomas dan Darsa.


"Bahhh…! Kenapa juga kau mengaturku!" Bentak Thomas balik.


"Hmmmm… Aku melakukan apapun itu yang memang kuinginkan!" Ucap Darsa.


"Ohhhh…. Teruskan seperti itu! Lihat saja, apa yang akan kalian berdua lakukan setelah aku melapor pada Boss Besar tentang hal tak penting ini!" Dengus Zota.


Kata-kata terakhir yang diucapkan Zota. Segera disambut oleh Darsa dan Thomas dengan pura-pura tak mendengarnya. Dalam sekejap bergerak kembali mengatur divisi masing-masing.


"Kekanakan!" Dengus Zota. Begitu melihat sikap Darsa dan Thomas.


***


(Sisi lain medan pertempuran)


Ketika di bagian depan kelompok aliansi Bandit Elang Merah sedang di bantai habis-habisan, di bagian belakang, kelompok aliansi Bandit Sisik Ular, masih dalam kondisi yang bisa dikatakan agak baik bila dibandingkan dengan kawan mereka itu dalam pertempuran kali ini.


Seluruh aliansi kelompok Bandit Sisik Ular, membentuk barikade kecil pertahanan solid untuk menghalau anggota kelompok Bandit Serigala yang berhasil melewati gerombolan anggota Bandit Elang Merah yang ada di depan, situasi tersebut bertahan untuk beberapa saat, sampai kemudian, dari arah belakang, gelombang besar pasukan yang dipimpin oleh Guan Zifei, akhirnya sampai di lokasi medan pertempuran.


Guan Zifei yang bersenjata Tombak ramping, memimpin dibarisan paling depan, telah dalam mode Soul Knightnya. Aliran Mana angin, menyelimuti seluruh tubuhnya membentuk satu sosok Spirit Beast berbentuk Harimau.


Gelombang pasukan besar yang baru datang ini, tentu saja dalam sekejap memberi benturan keras pada kelompok aliansi Bandit Sisik Ular yang sedang melakukan sikap bertahan. Berhasil menyudutkan mereka sepenuhnya dalam sekali terjang.


Selain Guan Zifei dengan Tombaknya yang menagih banyak nyawa pihak lawan, dalam gelombang serangan tersebut, trio Hella, Razak, dan Gerel, juga menjadi pusat perhatian karena mampu membongkar beberapa formasi bertahan solid yang dibentuk oleh pihak lawan. Ketiganya bergerak dalam satu tim dan melakukan beberapa serangan kombinasi silih berganti.


"Baiklah! Baiklah! Cukup! Kami menyerah!"


Saat situasi sudah sepenuhnya berada di tangan kelompok Bandit Serigala, satu suara lantang tiba-tiba terdengar. Yang mengucapkan kata-kata tersebut, tak lain adalah pemuda tampan Boss Besar Bandit Sisik Ular.


Mendengar hal itu, Guan Zifei segera memberi intruksi agak pasukannya berhenti melancarkan serangan. Kemudian bersama Razak, Hella, dan Gerel, berjalan mendekat pada Boss Besar Bandit Sisik Ular.


"Ohhh…. Wajah yang tak asing!" Ucap Guan Zifei, dengan ekspresi wajah sedikit terkejut begitu sampai di hadapan Boss Besar Bandit Sisik Ular.


"Orang-orang bilang, Boss Besar Bandit Sisik ular adalah pemuda misterius yang jarang menampakkan diri!"


"Tak kusangka, ternyata pemuda itu adalah kau! Benar-benar satu kejutan untukku!" Ucap Guan Zifei.


"Hehehe…! Guan Zifei! Aku sendiri tak mengira akan bertemu denganmu di tempat seperti ini!" Ucap Boss Besar Bandit Sisik Ular.


"Tuan muda kelima dari Klan Zhou, Zhou Kang! Kau sedang tersesat? Apa yang membuatmu berkeliaran jauh dari South Region, dan berakhir ditempat seperti ini!" Ucap Guan Zifei.