Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Memancing Keributan


EVENT KHUSUS MINGGU INI : POPULARITAS 800K BUKA GEMBOK DAN PUBLISH SECARA UMUM CHAPTER SPIN OFF…!


Caranya mudah, cukup sempatkan beri like serta komentar di tiap chapternya novel Seven Deadly Child ini. Atau sempatkan buka chapter2 sebelumnya yang belum sempat di like untuk sekedar memberi like atau komentar.


Event 800k Popularitas untuk Spin Off (Arthur Wild : Putra kegelapan) Dimulai…!


Periode event : Minggu 28 Juni - Sabtu 04 Juli 2020.


Sekian, selamat menikmati Chapter terbaru ^^


------------


"Ohh… tatapan yang menyeramkan!" Kata Alex. Sejurus kemudian ikut membocorkan aura miliknya yang merupakan seorang General tahap awal.


"Kita lihat bagaimana kau akan menghadapi Dual Element Seed tipe petir milikku!"


Alex berniat menekan Theo dangan aura miliknya, mempermalukan pemuda tak tahu diri di hadapannya yang hanya seorang Immortal Bumi tapi berani bermain aura dengan seorang di kelas General.


*Wooshhhh…


*Bzzzttt….


Benturan antar aura pun tak terhindarkan. Yang sedikit mengejutkan Alex adalah, ketika benturan terjadi, dia lagi-lagi bisa merasakan atribut petir dari aura yang di keluarkan Theo. Atribut petir yang sama seperti yang menghalau serangan mental miliknya diawal.


Hal ini menurut Alex cukup aneh, karena berdasarkan beberapa catatan yang pernah ia baca, keturunan langsung dari House Alknight biasanya hanya akan memiliki Element Seed antara atribut Angin atau Air.


Jikapun mereka memiliki Dual Element Seed, otomatis itu adalah atribut Es. Seperti milik Issabela dan Gregoric. Nona muda pertama serta tuan muda kedua House Alknight. Kini melihat Theo mengeluarkan atribut petir, mau tak mau dia menjadi sedikit heran.


*Bzzzzttt….


"Apa?"


Ditengah rasa heran Alex, dia kembali dikejutkan dengan semakin menguatnya atribut petir milik Theo, yang secara perlahan mulai menekan aura miliknya.


Melihat hal itu, Alex yang tak mau dipermalukan di depan umum, segera ingin menambah intensitas auranya. Namun….


*Wooosshhh…..


Tiba-tiba, sebuah semburan elemen api yang sangat ganas, menerjang ditengah benturan aura milik Theo dan Alex. Terjangan dari api ganas ini dengan cepat membuat Theo serta Alex yang sebelumnya masih terfokus memperkuat aura masing-masing, segera menarik aura milik mereka. Keduanya mundur beberapa langkah, sebelum mulai melihat, siapa orang yang berani ikut campur ini.


"Hihihihi… generasi muda jaman sekarang memang berjiwa panas! Gelora jiwa panas kalian bahkan membuat api dari Xiao ini tak tahan untuk tidak berhamburan keluar!"


Sebuah suara centil seorang wanita terdengar, begitu kobaran api mulai mereda. Kini di hadapan Theo, Xiao Shiu, Manajer dari Gaia Inn, berdiri dengan gaya feminim, menatap kearahnya dengan tatapan manja.


"Hmmmm... Manajer Xiao, kenapa mencampuri urusanku?" Alex yang juga mengenali siapa wanita yang berdiri di hadapannya ini, segera bertanya dengan memasang wajah tak puas.


Mendengarnya, Xiao Shiu yang awalnya masih menatap Theo, mulai berbalik kearah Alex. "Tuan muda Alex, Xiao ini sama sekali tak berniat menyinggungmu!" Kata Xiao Shiu, dengan nada manja.


"Namun lihatlah sekitar! Apakah kalian benar-benar berniat bertarung disini? Di depan pintu masuk Gaia Treasure? Tepat di hari penyelenggaraan Lelang akbar tahunan?" Lanjut Xiao Shiu.


Mendengarnya, Theo dan Alex mulai melihat sekeliling, keduanya kini sadar, bahwa benturan aura yang baru mereka lakukan, telah menarik perhatian banyak orang.


Ratusan orang yang awalnya mengantri masuk ketempat lelang, serta ratusan lainnya yang berniat hanya ingin nongkrong di depan lokasi lelang akbar, sekedar ikut merasakan kemeriahan lelang tahun ini, kini semua membentuk lingkaran disekitar Theo dan Alex.


Tak ketinggalan para Knight penjaga Gaia Treasure, yang juga sudah mulai berdatangan untuk melihat siapa yang berani membuat keributan di depan tempat mereka.


Mendengarnya, beberapa orang yang tak mau terlibat masalah, dengan cepat mulai meninggalkan tempat. Namun banyak juga diantara kerumunan yang merupakan tuan muda atau perwakilan dari House-house besar, dengan santai masih tinggal ditempat. Orang-orang ini masih ingin melihat pertunjukkan sambil mulai berdiskusi satu sama lain.


"Hmmm… bukankah itu Alex, tuan muda dari House Helsinsberg?" Tanya salah satu orang yang masih tinggal.


"Tidak salah lagi! Dan orang di sebelahnya yang terlihat bermuka panas itu adalah Lagor, tuan muda dari House Estrabat!" Jawab orang di sebelah yang bertanya barusan.


"Hmmm… menarik, lalu siapa pemuda berambut putih yang mampu menahan aura milik Alex itu? Bukankah dia cuma seorang Immortal Bumi?"


"Ohh… kalau itu aku tak tahu, aku belum pernah melihat pemuda ini sebelumnya!"


"Aku mengenalinya, beberapa hari yang lalu, bersama Aria Braveheart, Nona muda dari House of Braveheart, dia membuat sedikit keributan di dalam Gaia Inn!" Seseorang di belakang dua orang yang sedang mengobrol tiba-tiba menyahut, ikut masuk dalam obrolan.


"Kebetulan aku ada disana waktu itu! Dan kau harus tahu, pemuda ini sangat tak terduga! Hanya dengan satu aura aneh! Tanpa menyentuhkan tangan sekalipun, dia membuat orang-orang di dalam Gaia Inn lantai satu jatuh berlutut di hadapannya!"


"Hmmm… Gaia Inn lantai satu? Mereka hanya kumpulan sampah! hanya seperti itu saja dan kau menceritakannya begitu menggebu-nggebu! Aku juga bisa melakukannya!"


"Ohhh benarkah begitu? Tuan muda, kau adalah seorang General tahap awal, jadi apakah kau bisa menjatuhkan 50 lebih Knight dengan kelas yang sama tanpa menyentuh mereka?" Tanya orang yang ceritanya di remehkan.


"50 lebih?"


Mendengarnya, pemuda yang meremehkan cerita orang tersebut, yang merupakan salah satu tuan muda dari House besar, hanya mengerutkan kening. Tak bisa menjawab, atau lebih tepatnya terlalu gengsi untuk menjawab tidak bisa melakukan seperti yang ditanyakan orang tersebut.


"Hahahha… sungguh menarik! Jadi siapa pemuda berambut putih itu? Kulihat tadi dia juga sempat menekan aura milik Alex, padahal perbedaan kelas mereka cukup jauh!"


Melihat teman disampingnya tak bisa menjawab, rekan tuan muda tersebut segera menengahi untuk menyelamatkan mukanya.


Mendengarnya, orang yang bercerita diawal tampak kembali antusias, seperti pendongeng jalanan yang menceritakan kisah acak luar biasa, kepada anak-anak kecil yang ia temui dijalan. Ia dengan menggebu-nggebu mulai mengenalkan pemuda berambut putih di hadapannya.


"Dia adalah Theodoric Alknight, tuan muda ketiga dari House of Alknight! House yang lama tenggelam demi menjaga keutuhan serta kejayaan Glaire Empire kita di masa lampau!"


"Kurasa dengan munculnya pemuda ini, masa kebangkitan House Alknight yang legendaris, tak akan lama lagi!"


Bersamaan dengan sang pendongeng menutup ceritanya, dua orang yang dari tadi mendengarkan, serta orang-orang lain disekitar yang juga ternyata ikut mendengarkan, kini mulai menatap Theo dengan berbagai tatapan berbeda, ada yang sangat tertarik, tapi tak sedikit pula yang menatapnya dengan tatapan menyelidik.


Sementara itu, mendapat tatapan orang-orang di sekitar, Theo yang tidak suka menjadi pusat perhatian, kini kembali menatap dengan tajam Alex yang ada di hadapannya.


"Hmmm… kita selesaikan ini lain waktu! Dan aku punya firasat, bahwa lain waktu ini tak akan terlalu lama!" Kata Theo, kemudian segera menarik Arthur pergi membelah kerumunan orang, ingin masuk secepatnya ketempat lelang.


Mendengarnya, Alex tak menjawab, dia hanya terus menatap punggung Theo yang mulai perlahan berjalan menjauh.


Xiao Shiu yang merasa masalah telah selesai, memilih memerintahkan para penjaga untuk membubarkan kerumunan. Menyisahkan Alex dan Lagor yang masih diam di tempat.


"Brother Lagor, apa dia benar-benar tuan muda dari House Alknight?" Tanya Alex kepada Lagor tiba-tiba, setelah diam untuk beberapa saat.


Lagor yang mendapat pertanyaan tersebut, justru mengernyitkan dahinya, merasa pertanyaan dari Alex agak aneh. "Tentu saja, aku melihatnya mengunjungi Issabela dan Gregoric di akademi beberapa hari lalu!"


"Hmmm… kalau memang begitu? Kenapa dia memiliki atribut Petir? Bukankah darah murni dari House Alknight harusnya ber Elemen Air atau Angin?"


Mendengarnya, Lagor yang baru menyadari keanehan tersebut, terlihat sedikit terhenyak. Mau tak mau dia kini juga ikut memikirkan hal ini.


"Ituu…."


Lagor tak bisa menjelaskan apapun, dia kemudian semakin bingung ketika teringat saat Theo memukulnya beberapa hari lalu, itu adalah pukulan yang menggunakan atribut Besi.