
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Didalam Glory Land Warship)
"Uhuukkk…!!!"
Theo segera muntah banyak sekali darah segar begitu ia memasuki ruang kendali Glory Land Warship.
Bagaimanapun juga, teknik Rage buatan Absolute, tak seperti Rage buatan biasa, karena merupakan salah satu teknik warisan Tiankong yang paling berbahaya, ia bahkan sempat memberi peringatan pada Theo untuk tak terlalu mengandalkan teknik tersebut.
Meski dengan teknik ini Theo mampu memaksa potensi tubuhnya untuk berada pada titik puncak, dimana seharusnya belum bisa ia capai dalam kelas kultivasi saat ini, namun teknik Rage buatan juga memberi efek buruk yang cukup serius. Salah satu yang paling berbahaya adalah, teknik Rage buatan Absolute, menyebabkan Element Seed kehilangan energi kehidupan selama aktifnya teknik tersebut.
Dengan kehilangan energi kehidupan, Element Seed akan mengalami penurunan kualitas, setiap 3 menit teknik aktif, Element Seed Theo akan mendapat efek berupa menurunnya satu tingkat kultivasi.
Semakin lama mempertahankan teknik, tingkat Element Seed akan terus menurun, sampai pada akhirnya, bila tingkat kultivasi berada di titik terendah dan tidak bisa turun lagi, maka Element Seed akan meledak. Menyebabkan Theo mati seketika bila itu benar-benar terjadi.
Dan pada pertarungan melawan Gahui sebelumya, Theo mengaktifkan teknik Rage buatan Absolute, kurang lebih selama 6 menit. Menurunkan tingkat kultivasi Theo dari King tahap Bumi puncak, menjadi King tahap awal puncak. Satu kerugian yang sebenarnya cukup besar harus ditanggung oleh seorang Knight.
"Tuan! Kau baik-baik saja?" Tanya Sasi, saat melihat wajah Theo yang saat ini tampak pucat pasih.
"Tak perlu mengkhawatirkanku!" Jawab Theo singkat.
"Bagaimana dengan pria tua berkelas Emperor yang tadi kumasukkan kedalam kapal perang?" Lanjut Theo. Memberi pertanyaan balik kepada Sasi.
"Dia kulempar masuk kedalam realm kecil Istana Emas, dan saat ini sedang bertarung melawan puluhan Demonic Beast ganas!" Jawab Sasi.
"Puluhan? Bukankah di dalam sana hidup ratusan Demonic Beast? Kenapa tak memerintahkan semuanya untuk menyerang pria tua itu?" Tanya Theo. Merasa tindakan Sasi kurang efisien.
"Tuan! Demonic Beast yang dimasukkan untuk tinggal di dalam sana oleh Panglima Cinta-Kasih, bukanlah Demonic Beast biasa! Mereka berasal dari realm yang lebih tinggi! Terlebih telah hidup selama ribuan tahun!"
"Jadi, meskipun kekuatan para Demonic Beast ini sedang ditekan oleh energi alam dari realm kelas rendah Gaia Land, sama halnya denganku, banyak dari mereka yang telah bermutasi dan sedikit mencapai kesadaran! Memiliki jalan pikiran layaknya manusia, walau hanya sebatas pikiran balita!" Ucap Sasi.
"Kombinasi dari tingkat kekuatan dan juga kesadaran yang telah kujelaskan tadi, menyebabkan aku tak bisa menaklukkan semua Demonic Beast yang ada di dalam realm kecil Istana Emas. Hanya sebagian saja yang patuh kepadaku! Sebagian yang lain masih liar!"
Jawaban Sasi, segera membuat Theo yang saat ini telah dalam posisi duduk bersila memulai proses pemulihan Element Seednya, mengerutkan kening.
"Untuk makhluk yang tinggal di dalam Istana Emas selama ribuan tahun seorang diri, dan tak memiliki kegiatan penting apapun untuk dilakukan, kurasa kau cukup payah hanya bisa menaklukkan puluhan dari Demonic Beast tersebut!" Ucap Theo.
Kata-kata meremehkan Theo, segera disambut Sasi dengan satu lirikan tajam.
"Tuan, sebenarnya selama ribuan tahun ini, dalam waktu senggang yang kupunya, aku sudah menaklukan cukup banyak, berjumlah ratusan. Namun, bukankah itu kau yang dulu membantai sebagian besar dari mereka ketika awal memasuki Istana Emas? Menyebabkan sekarang yang tersisa cuma puluhan!" Tutup Sasi.
Sekarang menjadi ingat bahwa dulu ketika pertama kali memasuki Istana Emas, ia dengan liar mengeksekusi teknik pertama dosa Keserakahan berkali-kali. Tak cukup di luar, Theo bahkan melompat masuk kedalam realm kecil untuk kembali mengeksekusi teknik pertama dosa Keserakahan beberapa kali lagi.
"Tapi, itu semua bukan sepenuhnya salahku bukan? Kau sendiri yang berusaha menyudutkan kelompokku dengan terus mengeluarkan puluhan dari Demonic Beast tersebut! Aku hanya sekedar mencoba mempertahankan diri! Hahhaha…!" Tambah Theo, kini berusaha membuat alibi.
"Hmmmm… Mempertahankan diri? Bagaimana itu bisa disebut sebagai mempertahankan diri? Yang kau lakukan waktu itu adalah sebuah pembantaian total!" Dengus Sasi, tampak mulai kesal.
"Hahhahaha…! Sudah, sudah! Lupakan saja! Baiklah aku minta maaf!" Jawab Theo.
"Sekarang katakan, apakah puluhan Demonic Beastmu mampu menghabisi pria tua itu?" Tanya Theo.
"Jelas tidak! Bagaimanapun juga lawannya adalah seorang Emperor! Mereka sebatas hanya bisa menahan untuk beberapa waktu! Jika terus berlanjut, kemungkinan besar aku akan kehilangan seluruh Demonic Beast patuh milikku yang masih tersisa!" Ucap Sasi.
"Jadi begitu, ngomong-ngomong Sasi, tingkat kultivasi milikmu, saat ini tepatnya ada di kelas apa?" Tanya Theo.
"King tahap Surga! Itu adalah batas maksimal dari kelasku di realm tingkat rendah ini! Seperti sempat kujelaskan, ada satu energi alam misterius di Gaia Land yang menahan agar setiap penghuni realm yang lebih tinggi, akan tertekan tingkat kultivasinya begitu menginjakkan kaki disini!" Jawab Sasi.
"Hmmmm… Penjelasanmu itu dari dulu sebenarnya membuat satu pikiran ganjil di otakku! Jika yang kau katakan itu benar, lalu kenapa aku pernah menjumpai seseorang yang tampak mampu menunjukkan kekuatan diatas kelas Emperor!" Ucap Theo. Dimana tentu saja orang yang ia maksud adalah Masternya sendiri, Tiankong.
"Ohhhh… Fakta yang cukup menarik! Aku tak memiliki satu jawaban untuk yang satu itu!" Tanggap Sasi.
"Hanya beberapa kemungkinan yang bisa disangkutkan dengan Ancient Thing!" Tambah Sasi.
"Ahhh, benar juga! Orang yang kukenal adalah mantan pemilik dari beberapa jenis Ancient Thing sekaligus!" Jawab Theo.
"Jika memang begitu, maka sedikit bisa diterima! Karena Gaia Land ini, meskipun merupakan realm kelas rendah, namun entah kenapa memiliki kesinambungan energi alam yang sangat sempurna dengan Six Ancient Thing!" Ucap Sasi.
"Hal ini pula yang menyebabkan kenapa Six Ancient Thing yang begitu dahsyat, bahkan untuk ukuran realm yang lebih tinggi, hanya muncul di Gaia Land yang merupakan realm kelas rendah." Tutup Sasi.
"Jadi seperti itu!" Gumam Theo.
"Hmmmm… Berbincang denganmu memang selalu menyenangkan! Tapi, sepertinya kita harus menundanya di lain waktu!" Ucap Theo.
"Sasi, jika kau dan aku bekerja sama, sepertinya itu bukan hal yang cukup sulit membunuh pria tua yang ada di dalam!" Tambah Theo.
"Tuan, sejujurnya aku tau kau akan meminta itu!" Jawab Sasi. Dengan ekspresi wajah datar.
"Tapi, lebih baik kau memulihkan kondisi Element Seedmu sedikit lebih lama lagi! Tampaknya teknik yang tadi kau gunakan, cukup berbahaya!" Gumam Sasi.
"Lagipula, Demonic Beast bisa ditaklukkan lagi kapan saja! Biarlah puluhan milikku yang tersisa menjadi penahan sementara! Aku tak suka bertarung dalam sebuah perjudian! Itu bukan sifat seorang Goblin! Jika tak yakin akan menang, lebih baik menghindari pertarungan!"
"Jadi, sebelum kau benar-benar pulih, lebih baik kita menunda sedikit lebih lama!" Tutup Sasi.
"Hmmmm… Baiklah!" Jawab Theo.
"Tapi, dari pada kau menganggur tak ada kegiatan disini, lebih baik habiskan waktumu untuk pergi keluar!"
"Sedikit berikan bantuan pada kelompok Bandit Serigala yang sedang bertempur! Pastikan seluruh anggota kelompok Bandit Kumbang Gurun, mati tak tersisa satupun!" Ucap Theo. Menutup obrolan dengan memberi satu intruksi kepada Sasi, sebelum mulai menutup mata. Sepenuhnya fokus pada proses pemulihan.
Mendengar intruksi dari Theo, Sasi hanya mengangguk singkat. Sebelum sosoknya menghilang. Menyisakan sedikit riak aliran Mana Besi pada tempatnya tadi berdiri.