
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Booommmm…!!!
*Booommmm….!!!
*Booommmm….!!!
Suara ledakan-ledakan keras membahana di salah satu sudut Gurun Darah Gersang.
"Boss…!!! Kita di mendapat sergapan!" Teriak salah satu anggota Bandit kepada pemimpinnya.
"B4jingan! Siapa yang berani melakukannya! Tak tahukah mereka panji-panji yang berkibar di perkemahan ini?"
"Siapa yang begitu kurang ajar melakukan sergapan di markas Bandit Tengkorak!" Bentak Sang Boss.
"Boss…! Sebelah Selatan!"
Saat Boss Bandit tampak masih sangat marah, suara panik anggotanya kembali terdengar. Boss Bandit yang mendengarnya segera melihat kearah yang di maksud.
"Panji-panji itu!" Gumam Boss Bandit, ekspresi wajahnya seketika berubah buruk saat melihat deretan panji-panji yang berkibar pada puncak bukit.
"Boss! Itu kelompok Bandit Serigala!" Teriak anggotanya sekali lagi. Menjadi semakin panik saat ini.
"Kenapa? Sudah lebih dari dua bulan tak ada kabar tentang pergerakan kelompok mereka! Kenapa sekarang mereka kembali bergerak? Dan kenapa harus kita yang mereka targetkan!" Dengus Boss Bandit.
Karena intruksi dari Theo, semenjak ia pergi melakukan perjalanan pertama kali ke kota Gurun Zordan, kelompok Bandit Serigala memang menghentikan semua kegiatannya. Membuat nama kelompok Bandit Serigala yang sempat melambung, kini menjadi sedikit dilupakan, banyak kelompok Bandit lain yang sebelumnya waspada kepada mereka, mulai beranggapan bahwa Bandit Serigala sudah bubar.
Namun, begitu melihat panji-panji berlambang Serigala menyalak yang saat ini berkibar diatas tebing dimana merupakan panji khas milik Bandit Serigala yang sempat begitu di segani beberapa bulan lalu, Boss besar kelompok Bandit Tengkorak segera menyadari bahwa Bandit Serigala kembali aktif.
"Boss! Apa yang harus kita lakukan?" Tanya anggota kelompok Bandit Tengkorak.
"Lebih baik kemasi barang-barang berharga dan segera meninggalkan tempat! Kita masih sempat!" Ucap anggota lainnya memberi saran.
Mendengar saran-saran panik yang mulai menggema disekitar, wajah pemimpin Bandit Tengkorak tampak bimbang. Sampai kemudian kembali serius, terlihat telah memutuskan sesuatu.
"Hmmmm… Jangan terlalu panik dengan nama besar mereka! Sudah lebih dari dua bulan mereka tak melakukan pergerakan! Semua itu pasti ada alasannya!" Ucap Boss besar Bandit Tengkorak.
"Boss, mungkin saja mereka baru menghadapi konflik umum yang sering terjadi di kelompok Bandit! Yakni perebutan posisi Boss besar!" Sahut anggotanya.
"Hmmm… Bisa jadi seperti itu! Merekrut anggota Bandit lain secara sembarangan, rawan memicu terjadinya konflik internal!" Ucap sang Boss Besar.
"Perebutan posisi Boss Besar biasanya akan berakhir dengan perpecahan! Dan perpecahan berarti menurunnya kekuatan kelompok!"
"Pasti seperti itu! Jadi, sekarang jangan takut dengan nama besar mereka! Kelompok Bandit Serigala yang sekarang, pastilah tidak sama dengan beberapa bulan yang lalu!"
"Dengan aku yang merupakan seorang King tahap langit! Dan empat wakil ketua lainnya yang merupakan King tahap Bumi, kita tak akan kalah!" Ucap Boss besar Bandit Tengkorak.
"Kalian semua b4jingan yang ada di bawah! Dengarkan!"
Boss besar Bandit Tengkorak baru menyelesaikan kata-katanya dan hendak mengatur anggota sampai kemudian, suara dari seorang pria Gendut yang saat ini sedang berdiri diatas tebing, terdengar lantang.
"Kami adalah Kelompok Bandit Serigala! Dengan ini menyatakan akan merampok kelompok Bandit kalian! Tapi sebelumnya, Boss Besar Bandit Serigala menyampaikan pesan, untuk memberi kalian dua pilihan!"
"Pilihan pertama adalah dengan patuh serahkan semua harta dan bergabung menjadi anggota kelompok Bandit Serigala, atau…."
Pria Gendut yang tak lain adalah Thomas belum sempat menyelesaikan pesannya, ketika tiba-tiba Boss Besar kelompok bandit Tengkorak memotong.
"Kami memiliki 105 anggota yang seluruhnya adalah Knight dengan kelas General! Sedangkan aku dan empat orang wakil pemimpin, memiliki kelas King! Dengan fakta tersebut, kau pikir kelompok Bandit Tengkorak takut dengan kalian!" Bentak Boss Besar Bandit Tengkorak.
"Hmmmm… 105 General dan 5 King?" Ucap Thomas.
"Itu benar! Jika tak ingin dibantai, lebih baik segera pergi! Tak seperti kalian, aku masih memiliki cukup belas kasihan untuk sesama Bandit!" Sahut Boss Besar Bandit Tengkorak.
"Cukup di sayangkan! Kalian sebenarnya memiliki jumlah yang lumayan!" Ucap Thomas.
"Tapi, mungkin ini juga baik untuk langkah awal dan memberi peringatan pada kelompok Bandit yang lain!"
"Baiklah! Kalau begitu, bisa kuambil kesimpulan kalian memilih opsi kedua yang di tawarkan oleh Boss Besar Bandit Serigala!"
"Dan opsi kedua adalah, bertemu dengan raja neraka!" Ucap Thomas. Sambil mulai memasang senyum mengerikan.
Bersamaan dengan kalimat yang diucapkan Thomas, panji-panji Serigala menyalak lainnya mulai bermunculan dari berbagai arah, mengepung sepenuhnya perkemahan Bandit Tengkorak.
"Boss!! Jumlah mereka terlalu banyak!" Ucap anggota Bandit Tengkorak. Dengan ekspresi wajah ketakutan begitu melihat jumlah anggota Bandit Serigala yang mengepung.
"Boss! Ada lebih dari 10 King diantara mereka!" Tambah salah satu wakil pemimpin Bandit Tengkorak.
Mendengar itu, wajah Boss Besar Bandit Tengkorak berubah kacau. Tanpa berfikir, ia segera mengambil sikap berlutut.
"Mohon maaf, kami memilih opsi pertama! Kami akan tunduk!" Teriak Boss Besar Bandit Tengkorak dengan panik.
"Percuma merengek sekarang! Bandit Serigala tak akan pernah menarik kata-katanya lagi!" Ucap Thomas.
"Kumohon tunggu! Kalian boleh mengambil semua harta!" Teriak Boss Besar Bandit Tengkorak, tampak sangat putus asa.
"Itu tetap bisa dilakukan setelah kalian semua mati! Lagipula harta tak perlu memilih pemiliknya!" Ucap Thomas. Senyum licik di wajahnya semakin mengembang.
"Sesuai intruksi dari Boss besar, karena mereka memilih opsi kedua, maka habisi semuanya! Jangan sisakan satupun untuk hidup!" Seru Thomas lantang.
Bersamaan dengan seruannya, anggota kelompok Bandit Serigala yang mengepung, segera memasang senyum licik yang sama dengan di Gendut. Kemudian tanpa menunda menerjang maju kedepan secara serentak.
***
Dalam perampokan tersebut, kelompok Bandit Tengkorak, secara resmi terhapus dari muka Gurun Darah Gersang. Hanya menyisakan puing-puing dari perkemahan mereka yang kini menjadi pemandangan menyeramkan disalah satu sudut wilayah Gurun Darah Gersang.
Dimana seluruh mayat dari anggota kelompok Bandit Tengkorak ditumpuk menjadi satu, membentuk gundukan besar. Dan pada puncak tumpukan mayat tersebut, terntancap bendera dengan lambang Serigala menyalak berkibar ringan diterpa angin.
Pemandangan tersebut, segera menyajikan kengerian mendalam bagi siapapun yang melewati bekas perkemahan Bandit Tengkorak. Disisi lain, juga membuat nama Bandit Serigala kembali mencuat.
Pada hari-hari berikutnya, kelompok Bandit Serigala terus melancarkan aksi perampokan pada sesama Bandit.
Aktivitas tersebut, menyebabkan selain nama Bandit Serigala semakin tersohor dengan kekejamannya karena tak ragu membantai seluruh anggota kelompok Bandit yang menolak tunduk, juga membuat mereka berhasil menambah banyak jumlah anggota dari kelompok Bandit yang memilih menyerah. Bergabung menjadi anggota Bandit Serigala.
***
(Perkemahan Bandit Serigala)
Tengah malam di minggu ketiga dari waktu pertama Bandit Serigala kembali melakukan pergerakan, saat Theo sedang melakukan pertemuan rutin untuk mengevaluasi kegiatan kelompoknya sepanjang hari, portal ruang Istana Emas yang melayang diatas perkemahan tiba-tiba terbuka.
Razak yang telah berada didalam Istana Emas selama tiga minggu penuh, akhirnya berhasil menyelesaikan perjalanan latihan di dalam Istana.
Bocah ini melompat keluar dengan tubuh penuh bekas luka, sambil menggenggam erat sepasang Gauntlet atau sarung tangan besi ditangannya. Aura Mana Besi intens bergerak liar disekitar tubuhnya begitu ia mendarat.
Razak yang menjadi perhatian utama seluruh anggota Bandit Serigala dimana saat ini sedang berkumpul di perkemahan menunggu hasil evaluasi harian yang menentukan langkah kelompok esok harinya, menatap tajam orang-orang disekitarnya untuk sementara waktu, sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.
Melihat hal itu, Syakira yang sudah berlari kecil begitu menyadari sosok Razak melompat keluar dari Istana Emas, kini semakin mempercepat larinya sambil menangis keras.