Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
167 - Bala Bantuan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Uhukkk… hhahaha… benar bukan, jatuh dari ketinggian adalah pengalaman yang mendebarkan!" Kata pemimpin pertama, dengan raut muka penuh kegembiraan meskipun beberapa kali batuk sambil memegang punggungnya.


"Kakak..! Kau tak apa-apa?" Tanya pemimpin kedua, mendekati kakaknya, saat ini dia sedang menumpang pada Spirit Beast berbentuk gajah raksasa milik anggota Klan Arsega lainnya.


"Tidak masalah! Hanya sedikit sakit dipunggung! Hahahha…."


"Ngomong-ngomong bagaimana situasi adik ketiga dan keempat?" Tanya pemimpin pertama.


"Ohhh… adik ketiga masih mengekor nona Jasia di sebelah sana!" Jawab pemimpin kedua, sambil menunjuk kearah adik ketiganya. Yang saat ini, sedang menumpang tunggangan Spirit Beast berbentuk badak. Terus mengikuti kemanapun Jasia pergi.


"Dasar! Dia sepenuhnya tergila-gila pada nona Jasia! Padahal kan itu bukan pos serangannya!" Dengus pemimpin pertama.


"Entahlah! Aku juga tak habis pikir dengan tingkah laku adik!"


"Lalu, bagaimana adik keempat?" Tanya pemimpin pertama lagi.


"Ohh… dia baru saja meninggalkan medan pertempuran, bersama Knight muda yang memberi tumpangan padamu tadi!"


"Ck… sama saja! Selalu tak mau mengotori pakaiannya dan menghindar!" Dengus pemimpin pertama lagi.


"Hehhehe…."


Mendengar itu, pemimpin kedua hanya bisa tertawa canggung. Selama ini, memang dua adik terkecilnya ini sering melakukan tindakan seenaknya sendiri, karena memang fakta bahwa umur keduanya terpaut jauh dari dua kakak tertuanya.


*Bbzzztttt….!!!


Ketika pemimpin pertama dan pemimpin kedua dari Bandit Lebah Hitam ini masih sibuk mengobrol sambil mengamati jalannya serangan gerilya, sebuah panah Mana yang terbuat dari listrik kembali dengan tajam menerjang kearah keduanya.


"Awas!"


Teriak pemimpin pertama begitu menyadari datangnya serangan tersembunyi ini. Dengan cepat ia juga segera bangun dari posisi duduknya kemudian melompat mundur.


Hal yang sama juga di lakukan oleh pemimpin kedua, mendengar peringatan dari kakaknya, dia segera membopong Knight muda di hadapannya menjauh dari tempat semula.


*Bzzaaaaattttt….


Dan begitu keduanya menghindar, panah listrik mendarat dengan tajam ketubuh Spirit Beast gajah raksasa milik pemuda dari klan Arsega yang belum sempat di tarik kembali kedalam tatto segel.


"Guaahhhhh……!"


Gajah ini berteriak kesakitan begitu panah listrik mendarat di tubuhnya, terlebih lagi, panah listrik ini juga menyebar menjadi baut-baut listrik kecil, menjalar keseluruh tubuh sang gajah.


"Urrroooookkkkkk…!!!!"


Knight muda klan Arsega berteriak parau memanggil nama Spirit Beastnya, begitu melihat Beast kontraknya tersebut menggeliat kesakitan. Dengan cepat ia kemudian membentuk segel tangan dan menarik kembali sang gajah kedalam tatto segel, untuk segera mendapatkan perawatan alami dari Element Seed nya.


Disaat yang sama, ketika pemimpin pertama masih memindai area, serangan-serangan tersembunyi lain mulai berterbangan menyerang setiap anggota tim gerilya dari berbagai arah yang berbeda.


Serangan ini memiliki bentuk yang bermacam-macam, namun kebanyakan adalah pisau es, panah listrik, dan beberapa senjata rahasia berupa pisau lempar.


Melihat hal ini, Jasia yang juga beberapa kali menjadi target serangan, segera mengerutkan kening. Dia kemudian melebarkan sayap api miliknya, melompat tinggi keudara, mengepakkan sayap beberapa kali untuk menambah ketinggian.


Dan begitu berada di lokasi yang cukup tinggi, Jasia akhirnya bisa melihat dari mana serangan-serangan tersembunyi yang menargetkan kelompoknya berasal.


"Sialan! kali ini mereka memiliki bala bantuan!" Dengus Jasia, ketika melihat kelompok penyerang jarak jauh.


Dari pakaian yang di kenakan oleh bala bantuan milik House True Alknight ini sendiri, Jasia dapat menyimpulkan, meskipun beberapa memang benar-benar anggota House True Alknight, namun beberapa lagi terlihat bukan berasal dari House tersebut.


Dan yang paling membuat Jasia agak terkejut adalah, dia bisa melihat beberapa orang dengan pakaian khas anggota House Ironhead diantara bala bantuan tersebut. Hal ini membuat Jasia yang memang memiliki dendam pribadi dengan House Ironhead, menjadi panas hatinya. Memandang kelompok bala bantuan dengan tatapan kontenplatif.


'Hahhhh… tenangkan dirimu Jasia! Ini bukan waktunya! Jangan bertindak ceroboh seperti ayah! kalina menunggu di rumah!' Gumam Jasia, menenangkan dirinya sendiri.


Setelah berkata demikian, dengan kepakan sayap ringan, Jasia mulai terbang turun.


"Pemimpin pertama! Suruh orang-orangmu untuk mundur secara teratur! Kali ini mereka memilki bala bantuan! Dan bisa kukatakan, bala bantuan yang mendukung mereka, tidaklah sederhana!" Teriak Jasia, begitu kembali mendarat ketanah.


Mendengar itu, pemimpin pertama yang saat ini juga terlihat menatap kearah kelompok pendukung yang dimaksud oleh Jasia, mulai memasang wajah serius. Meskipun tak bisa melihat secara langsung, ia yang seorang General, bisa merasakan aura kuat dari arah yang di maksud oleh Jasia.


"Hmmm…. Sekumpulan General! Ini bukan masalah kecil!" Gumam pemimpin pertama.


"Semuanya! Saatnya mundur secara teratur! Serangan hari ini kita akhiri sampai disini!" Teriak pemimpin pertama kemudian.


Mendengar itu, kelompok Bandit yang semuanya berada di atas tumpangan Spirit Beast milik anggota klan Arsega, segera mengintruksikan pada pemuda di hadapannya masing-masing untuk mengambil langkah mundur ke lokasi yang telah di tetapkan ketika terjadi sesuatu diluar rencana.


Dengan cepat dan tampak sangat terorganisir, kelompok gerilya bergerak kesegala arah, memasuki rerimbunan Hutan Pinus. Menghilang dalam sekejap. Meninggalkan Basecamp House True Alknight yang belum sepenuhnya berhasil mereka hancurkan.


Beberapa saat setelah kepergian kelompok gerilya, rombongan bala bantuan dari House True Alknight akhirnya sampai di lokasi.


"Hmmmm… ini sudah kesekian kalinya kelompok misterius itu menargetkan Basecamp kita! Sebenarnya siapa mereka?" Dengus salah satu tetua House True Alknight, terlihat sangat kesal melihat Basecamp House nya yang saat ini sedang dalam kondisi berantakan.


"Saudaraku! Tenangkan dirimu! Kedepan, dengan adanya kita, mereka tak akan bisa bertindak semaunya lagi!" Kata seorang pria tua, yang dari pakaiannya, terlihat berasal dari House Ironhead.


"Hmmm… hanya House kecil! Namun terlalu membesarkan perannya! Sungguh lucu!" Kata seorang seorang pria muda, yang saat ini terlihat mendekat memimpin beberapa Knight lain yang berpakaian serba biru di belakangnya.


"Anak muda! Jaga mulutmu! Siapa yang kau maksud House kecil itu!" Bentak tetua House Ironhead, terlihat tak terima ketika mendengar Housenya di remehkan.


"Itu kau yang seharusnya menjaga mulut! Dia adalah Victor Helsinsberg! Tuan muda kedua dari House of Helsinsberg! Dibandingkan dengan mereka, Housemu itu memanglah hanya House kecil antah berantah!" Bentak seorang pemuda lain yang berpakaian baju lapis baja putih. Dengan beberapa Knight berpenampilan hampir sama, ia berjalan mendekat.


Mendengar itu, tetua House Ironhead yang sebelumnya terlihat memasang ekspresi sombong, kini mulai menunjukkan ekspresi wajah canggung penuh ketakutan.


"Hmmm… Brother Legalus! Lama tak jumpa!" Jawab Victor Helsinsberg, begitu melihat siapa yang baru saja bicara.


"Brother Victor tak perlu sungkan!" Jawab pemuda bernama Legalus, sambil memberi salam tangan. Dia tak lain adalah tuan muda kedua dari House of Estrabat.


Keduanya kemudian terlibat obrolan santai, mengabaikan semua orang yang ada di lokasi. Dari cara keduanya mengobrol, baik Victor maupun Legalus, tampak sudah saling akrab satu sama lain sejak lama.


Sementara itu, dilokasi lain tak jauh dari Basecamp, seorang yang keberadaannya tak di sadari oleh semua tokoh besar ini, karena menggunakan teknik elemen api aneh yang mana bisa mengaburkan kondisi fisik serta aura miliknya, saat ini sedang dengan teliti dan mendengarkan secara seksama semua percakapan yang terjadi.


'Hmmm… House Ironhead, Estrabat, dan Helsinsberg! Ini adalah informasi penting! Tuan muda harus tahu secepatnya!' Gumam sosok tersebut, kemudian melangkah dengan halus meninggalkan lokasi.