Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
204 - Set Tempur Yang Keren


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur selatan, kelompok Desa tersembunyi+Issabela, Gregoric, dan Arthur V.S House Helsinsberg)


"Hahhaha…! Kenapa terkejut begitu?" Tanya Arthur saat melihat ekspresi terkejut di wajah kelompok House Helsinsberg dihadapannya.


"Ohh…! Aku tau! Kalian terpukau dengan set tempurku bukan?" Tanya Arthur. Sambil membusungkan dada, terlihat ingin memamerkan set tempur pemberian Theo pada orang-orang disekitarnya.


Set tempur dari sisa-sisa tubuh Hydra buatan Theo memang tampak sangat mengesankan. Dengan satu set lengkap Armor, Arthur saat ini seperti seorang Knight legendaris.


Selain menutup seluruh bagian tubuhnya, set Armor ini juga di beri tambahan Theo taring-taring tajam Hydra di beberapa bagian, yang paling mencolok adalah dua taring besar yang ada di pundak kanan dan kiri Arthur. Serta dua taring melengkung lain yang berada di belakang sikunya.


Saat ini, dalam posisi masih berdiri diatas kepala Skull Hydra, Arthur menatap secara bergantian kearah kelompok House Helsinsberg, Gregoric, kemudian kearah Issabela. Terlihat menunggu orang-orang ini untuk memberi tanggapan tentang set tempur yang sedang ia kenakan.


"Hmmmm… kenapa kalian diam saja? Boss besar Gregor! Bagaimana menurutmu?" Tanya Arthur. Tak tahan dengan situasi hening yang tiba-tiba terjadi.


"Hmmm… apa bagusnya set tempur? Itu hanya akan menghalangi perkembanganmu untuk menjadi lebih kuat! Sebaiknya jangan terlalu mengandalkan senjata atau set tempur! Bertarung dengan mengandalkan tubuh sendiri adalah jalan terbaik!" Dengus Gregor.


Mendengar itu, sudut-sudut mata Arthur segera berkedut. 'Lalu, kenapa kau memakai set tempur yang di berikan Boss padamu?' Gumam Arthur dalam hati, sambil memandang dengan tatapan aneh kearah Gregor yang sedang memakai Armor serta menggenggam Gada besar pemberian Theo.


Melihat tatapan aneh Arthur kearahnya, Gregoric yang tau mata anak ini sedang memandang pada Armor dan Gada yang ia kenakan, segera menjadi memerah wajahnya.


"Berhenti melihatku dengan cara seperti itu? Apa yang mau kau katakan hah?" Bentak Gregoric, mencoba menutupi rasa malunya dengan menggunakan ekspresi marah.


"Hahhh… bukan apa-apa! Lupakan saja!" Dengus Arthur, memilih tak meladeni Gregoric dengan semua sikap anehnya. Dia tahu Boss besarnya ini sedang malu. Jadi berusaha untuk tidak mempermalukannya lebih jauh.


"Boss besar pertama! bagaimana menurutmu? Apakah set tempurku ini sangat keren?" Teriak Arthur kemudian, ganti mengalihkan pandangannya kearah Issabela yang berada diatas bukit. Sedang fokus mengisi Mana dalam Element Seednya.


"Tutup mulutmu! Kupikir aku peduli? Kalian para laki-laki sungguh makhluk narsis yang menjijikkan!" Bentak Issabela. Merasa kesal dengan sikap Arthur yang menurutnya sangat narsis.


"Dan kau idiot atau apa? Bukankah tugasmu adalah untuk melindungiku sampai selesai mengisi penuh simpanan Manaku?"


"Kenapa malah berteriak dan membuat posisiku terpapar oleh musuh!" Bentak Issabela lagi, dengan ekspresi wajah kesal yang tak bisa di sembunyikan. Sambil melihat kearah kelompok House Helsinsberg yang saat ini memandang balik kearahnya.


Dari awal kemunculan Arthur, ia sudah mulai sedikit tak fokus menghimpun aliran Mana di dalam Element Seednya. Ocehan ribut bocah ini sungguh membuatnya terganggu. Ditambah dengan bocah ini bersikap sangat bodoh berteriak kearahnya, membuat posisinya terpapar, hal ini menyebabkan Issabela mau tak mau menjadi sangat kesal.


"Ahhh… kalian berdua bersaudara dengan Boss! Tapi kenapa memiliki sikap yang sangat berbeda jauh? Padahal Boss orangnya sangat keren!" Dengus Arthur. Kemudian mulai berubah kedalam Mode Soul Knightnya. Aliran Mana kegelapan berbentuk Kalajengking dengan cepat menyelubungi seluruh tubuhnya.


Hal ini membuat set tempur Hydra yang awalnya tampak mengesankan ketika di pakai oleh Arthur, berubah menjadi sangat mengerikan begitu selesai diselubungi oleh Mana kegelapan berbentuk Kalajengking.


Bersamaan dengan perubahan bentuk Arthur, Skull Hydra yang saat ini ia tunggangi, juga mulai mengeluarkan Hell Fire membara dari dalam tubuhnya, menyelubungi tubuh tulangnya dengan api hitam pekat. Sosok ganas Skull Hydra ini, menjadi pelengkap bagi penampilan menyeramkan milik Arthur.


"Hmmm… kalian yang ada disana? Bagaimana penampilanku? Apa tampak keren?" Tanya Arthur lagi, kali ini kepada kelompok House Helsinsberg yang ada dihadapannya.


Mendengar pertanyaan tiba-tiba Arthur, kelompok House Helsinsberg yang berjumlah lima orang, tak segera memberi jawaban, melainkan mulai saling menatap satu sama lain.


Setelah saling menatap untuk beberapa saat, secara serempak mereka kembali menoleh kearah Arthur.


"Keren kepalamu!" Kata salah satu anggota House Helsinsberg.


"Itu tampak sangat mengerikan!" Tambah anggota yang lain.


"Hahhh… berhenti bermain-main! Bagaimanapun bocah ini dan makhluk panggilannya hanya dikelas Immortal surga! Sama dengan dua pemuda yang lain! Segera selesaikan dengan cepat!" Kata anggota House Helsinsberg lainnya.


"Terutama gadis muda yang ada disana! Itu pasti dia yang tadi melancarkan serangan beratribut es mengerikan!"


"Bocah?"


Saat anggota House Helsinsberg yang tadi berbicara tampak akan menambahkan beberapa kata lagi, Arthur yang mendengar orang tersebut menyebutnya dengan kata bocah, segera bergumam pelan, sambil mulai semakin membocorkan aura kegelapannya dengan intens.


"Groooahhh…..!!!!"


Seolah bisa merasakan kekesalan Arthur, Skull Hydra tiba-tiba berteriak liar, dan semakin menambah intensitas Hell Fire yang ada di dalam tubuhnya.


"Hmmm….! Bocah ini berbahaya! Habisi dia terlebih dahulu dengan serangan kombinasi!" Kata anggota House Helsinsberg, saat mulai merasakan aura kegelapan milik Arthur mengunci tepat kearahnya.


*Wooooshhhh…..!!!!


Saat kelompok House Helsinsberg tengah bersiap untuk melakukan serangan kombinasi kepada Arthur, tanpa mereka duga, bocah ini justru mendahului maju menerjang kedepan.


*Woooshhh…!!!


*Woooshhh….!!!


*Woooshghh….!!!


*Booommmmm….!!!


Arthur menerjang kedepan dengan cepat, sambil menyebarkan aliran Mana kegepalannya kesegala arah. Mencoba menerkam orang yang baru saja memanggilnya dengan sebutan bocah dengan kegelapan ganas miliknya.


*Bzzzzzz….!!!


*Bbbbzzzz…..!!!


*Bbzzzz…..!!!


Mendapat serangan tak terduga ini, anggota House Helsinsberg yang menjadi target Arthur, segera bergerak cepat menghindari semua kegelapan tersebut menggunakan teknik gerakan berelemen listriknya.


"Bocah kau mencari kematian!" Dengus sang Knight. Sambil menatap geram kearah Arthur.


Ia merasa sangat kesal seorang junior berkelas Immortal dengan sombong berani menerjang maju seorang diri kearahnya yang sedang bersama empat orang lain kawan-kawannya.


"Habisi bocah ini!" Teriaknya kemudian.


*Bbzzttt….!!!


*Bbbzttt….!!!


*Bbbzzztt….!!


Tanpa menunda, kelompok House Helsinsberg segera melakukan gerakan kombinasi berelemen listrik untuk melumpuhkan bocah sombong di depan mereka.


*Boooommmm….!!!


*Grooaaahhhh…..!!!!


*Wooosssshhhh….!!!


Namun, belum sempat serangan kombinasi mereka sampai pada tubuh Arthur, Skull Hydra mendarat dengan keras tak jauh dari lokasi. Kemudian mulai menyemburkan Hell Fire kearah lawan-lawannya. Membuat kelompok House Helsinsberg kembali melompat mundur dengan cepat, menghindari api hitam yang tampak sangat berbahaya tersebut.


*Booommmm….!!!


Saat anggota House Helsinsberg bergerak mundur untuk menghindar, sebuah serangan lain beratribut Es menghujam tepat mengenai kepala salah satu orang di kelompok ini. Membuat anggota yang menerima serangan, terpental cukup jauh menabrak dinding tebing.


"Hahhahaha… kalian melupakanku?" Teriak Gregoric lantang sambil tertawa gila.


Serangan brutal barusan berasal darinya. Yang dengan cepat memanfaatkan situasi tak waspada kelompok House Helsinsberg, dengan melancarkan serangan menyelinap menggunakan Gada raksasanya yang telah dialiri atribut Es.


*Woooshhhh…..!!!!


Seluruh anggota House Helsinsberg yang tersisa masih terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Gregoric, sampai sebuah semburan api hitam ganas kembali menerjang kearah mereka.


*Wuuuussshhh….!!!!


Seperti tak ingin memberi jeda sama sekali kepada lawan-lawannya untuk mengambil nafas. Arthur menambahkan semburan api hitam ganas dari Skull Hydra dengan serangan atribut kegelapannya.


"Sialan! Api hitam dan kegelapan ini benar-benar merepotkan!" Dengus anggota House Helsinsberg. Sambil terus bergerak menghindar.


"Hahhahah…. Bakar! Bakar! Bakar!" Sementara Arthur yang saat ini telah kembali berdiri di kepala Skull Hydra, terus berteriak kegirangan, seperti seorang psikopat yang ingin membakar apapun dihadapannya.


"Hahhaha… pertarungan!" Seolah tak mau ketinggalan dengan aksi Arthur, Gregoric beberapa kali maju menerjang. Menggunakan Gada raksasanya, ia melakukan serangan menyelinap kearah anggota House Helsinsberg yang sibuk menghindari api hitam dan kegelapan Arthur.


*WUNGGGGGG…..!!!


Saat anggota House Helsinsberg masih sibuk menghindari semua serangan brutal yang terarah pada kelompok mereka, sebuah suara mendengung yang diiringi dengan hawa dingin intens tiba-tiba menyebar luas di lingkungan sekitar.


"Sialan! Hentikan gadis itu!" Teriak salah satu anggota House Helsinsberg, saat melihat kearah sumber dari hawa dingin yang tiba-tiba menyeruak.


Diatas tebing, Issabela tampak telah berdiri. Dalam posisi menarik Panah Musim Dinginnya, gadis ini terlihat siap menembakkan anak panah es raksasa yang telah ia bentuk kearah medan pertempuran besar disisi lain. Kali ini membidik tepat pada kelompok House Helsinsberg pimpinan Alexis yang tengah bertarung melawan pejuang Klan Asura.