
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Hawa membunuh intens yang secara tiba-tiba keluar dari dalam tubuh Theo, membuat seluruh peserta Arena Pedang yang ada di ruang tunggu kini merasa dingin di punggungnya masing-masing. Menjadi ngeri sekaligus penasaran dengan identitas dari pria bertopeng yang ada di hadapannya.
"Sepertinya, selain memenuhi kebutuhan Kultivasi, malam ini aku juga akan bisa membalaskan dendam dari seorang teman lama!" Gumam Theo. Sebelum kembali menarik semua hawa membunuh pekat yang tadi secara tak sengaja ia keluarkan.
Theo yang tampak sudah sedikit tenang, kini mengabaikan kelompok Barbarian Tribe. Kemudian berjalan santai kesalah satu sudut ruang tunggu. Sementara setiap orang yang berada di hadapan Theo, segera membuka jalan. Tak ingin menyinggungnya.
Bagaimanapun juga, dengan hawa membunuh intens yang sempat ia keluarkan, para peserta Arena Pedang bisa menduga bahwa Theo adalah orang yang sangat berbahaya.
Karena hanya dengan telah membunuh ratusan orang, atau setidaknya seorang pembunuh kelas tinggi yang tak memiliki perasaan ketika sudah memutuskan akan membunuh targetnya, seorang Knight baru akan bisa memiliki hawa membunuh pekat seperti yang dikeluarkan Theo tadi.
"Apakah ia salah satu Assassin kelas tinggi dari Dark Guild?" Tanya salah satu peserta.
"Bisa jadi begitu! Hanya Assassin Dark Guild yang bisa mengeluarkan hawa membunuh seperti itu!" Tanggap peserta lain.
"Jangan bodoh! Jelas-jelas ada aturan yang melarang anggota Dark Guild untuk ikut serta dalam pertandingan Death Arena!" Bantah peserta lain.
Diskusi-diskusi ringan yang membahas tentang identitas Theo kini mulai terdengar di dalam ruang tunggu peserta Arena Pedang. Sementara disisi lain, Theo yang jelas bisa mendengar diskusi tentang dirinya, memilih mengabaikan. Hanya diam duduk bersila di salah satu sudut ruangan.
"Boss! Orang itu cukup berbahaya! Kita harus segera mengeliminasinya begitu pertandingan dimulai!" Ucap salah satu anggota Barbarian Tribe.
"Itu benar! Dengan kami berdua ikut bertanding bersamamu, langkah serangan kombinasi akan cukup untuk mengeliminasinya secepat mungkin! Jangan biarkan ia mengambil kesempatan apapun!" Tambah anggota Barbarian Tribe lainnya.
"Hmmmm… Aku ragu akan semudah itu! Entah kenapa aku memiliki firasat bahwa orang ini juga sedang memikirkan hal yang sama!"
"Dia tampak juga menargetkan kita!" Jawab sosok bertudung.
"Tak masalah! Lagipula kita bertiga, sementara ia hanya seorang diri! Apapun yang terjadi, kau tak boleh gagal merebut gelar Kaisar Pedang malam ini!" Jawab anggota Barbarian Tribe.
Mendengar kata-kata kawannya, pria bertudung tak memberi jawaban apapun. Masih mempertahankan tatapan tajam kearah dimana Theo berada.
***
(Tribun Death Arena)
Seperti biasa, sorak sorai antusias yang begitu menggebu terdengar menggelora dari atas tribun penonton saat para peserta dari lima Arena pertandingan Death Arena mulai memasuki Ring masing-masing.
Pertandingan Death Arena tak pernah sepi dari penonton karena selalu menyuguhkan pertandingan menarik pada setiap malam dimana penyelenggaraannya berlangsung.
Terlebih lagi, perputaran Mutiara Mana Perunggu yang terjadi dalam pertandingan Death Arena pada tiap penyelenggaraan, itu akan berjumlah miliaran. Sebuah jumlah yang akan membuat setiap orang baik itu penduduk asli kota Gurun Zordan, atau yang berasal dari luar, begitu tertarik untuk ikut menikmati kemeriahan. Mengadu nasib dengan ikut menjadi petaruh dalam pertandingan.
Death Arena menjadi magnet yang menarik perhatian hampir seluruh penduduk wilayah Gurun East Region.
Kini, di bawah tatapan serta sorak antusias ribuan penonton yang hadir di tribun, salah satu tetua Dark Guild cabang kota Zordan yang menjadi pembawa acara, memberi kata sambutan ringan untuk sesaat, sebelum akhirnya, pertandingan Death Arena malam itu secara resmi dimulai.
Dan begitu mendengar isyarat bahwa pertandingan dimulai, pada Arena Pedang, tiga anggota Barbarian Tribe tanpa menunda bersiap akan melakukan langkah kombinasi untuk sesegera mungkin menyingkirkan Theo.
Namun, langkah mereka terhenti ketika Theo yang saat ini sudah menggenggam dua pedang kembar Asmodeus di tangannya. Tiba-tiba menghilang dari pandangan setiap orang. Berubah menjadi sekelebat derak listrik ungu.
"Teknik kedua dari dosa Nafsu!" Gumam Theo pelan. Suaranya lirih terdengar entah dari mana.
*Bbzzzz….!!!
*Bzzzzzttt….!!!
*Bzzzzzttt….!!!
Melihat kejadian aneh tersebut, bukan hanya ketiga anggota Barbarian Tribe, kini setiap peserta pertarungan Arena Pedang, mulai memasang ekspresi wajah bingung. Sebelum kemudian, ketika setiap orang masih memasang ekspresi wajah bingung, suara Theo kembali terdengar.
Namun kali ini bukan hanya satu suara, melainkan puluhan suara. Terdengar dari tiap-tiap puluhan baut listrik ungu yang terlihat samar.
"Sikap Dunia Penuh Gairah….!" Kata Theo. Dengan intonasi nada yang begitu mencekam.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt….!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Tepat setelah Theo menyelesaikan kata-katanya, puluhan baut listrik berwarna ungu yang sebelumnya terlihat samar, kini mulai menguat, membuat suara menderu yang sangat berisik. Suara-suara menderu ini kemudian diakhiri dengan puluhan baut listrik tadi berubah bentuk, menjadi sosok puluhan Theo.
"Apa-apaan!"
"Teknik macam apa itu?"
"Ini tak adil!"
Suara berbagai tanggapan mulai terdengar diatas Ring Arena Pedang. Aksi Theo, nyatanya tak hanya membuat para peserta Arena Pedang menjadi terkejut, bahkan seluruh penonton diatas tribun Arena kini menjadi begitu antusias memfokuskan perhatian kearah Arena Pedang. Benar-benar tak menyangka akan segera diberikan pertunjukan spektakuler begitu pertandingan baru saja dimulai.
Dibawah tatapan mata ribuan orang, puluhan sosok Theo yang saat ini berada diatas ring Arena Pedang, mulai menampilkan ekspresi menyeramkan. Seringai lebar bagaikan iblis terpahat di wajahnya. Diiringi dengan hawa membunuh intens yang begitu pekat, menyebar luas dari masing-masing sosok tersebut.
"Peringatan terakhir, targetku hanya ketiga orang anggota Barbarian Tribe yang ada disana! Jika masih ada yang berada diatas ring dalam waktu satu satu detik dari setelah aku menyelesaikan kalimatku ini, maka kuanggap orang itu juga ingin mati bersama mereka!" Ucap puluhan suara Theo. Bersama derakan keras aliran listrik ungu.
Mendengar kata-kata Theo, dan juga merasakan hawa membunuh intens yang keluar dari puluhan sosoknya, hampir setengah peserta Arena Pedang digerakkan insting bertahan hidup masing-masing melompat turun dari atas Ring. Menyisahkan hanya setengah yang tetap bertahan.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt….!!!
Dalam sekejap, satu detik setelah ia menyelesaikan kalimat peringatannya. Puluhan sosok Theo kembali berubah menjadi sekelebat derak listrik ungu. Bergerak amat sangat cepat membantai siapapun orang yang masih bertahan diatas Ring.
Puluhan sosok ini menghilang dan muncul dengan gerakan gesit, tak mampu di tangkap oleh mata para peserta Arena Pedang yang masih bertahan. Terlebih lagi, jumlahnya ada puluhan. Membuat mereka menjadi semakin kebingungan.
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh….!!!
Dimanapun puluhan sosok Theo muncul untuk sesaat, pada saat itu juga akan ada bagian tubuh dari peserta Arena Pedang yang terpotong. Sampai kemudian, setelah beberapa saat berlalu, ring Arena Pedang kini berubah menjadi tempat yang sangat mengerikan.
Bagaikan ladang penjagalan manusia, potongan-potongan tubuh berserakan di segala tempat. Tubuh tanpa kepala menjadi satu hiasan disetiap sudutnya. Sementara beberapa peserta yang cukup beruntung hanya kehilangan bagian kaki atau tangannya, sambil menahan rasa sakit, segera merangkak keluar dari atas ring.
Kini diatas ring Arena Pedang, yang tersisa hanyalah tiga orang peserta dari Barbarian Tribe. Theo tampaknya sengaja tak menyentuh sama sekali tiga orang ini.
*Bzzzzzttt….!!!
*Bzzzzzttt….!!!
*Bzzzzzttt….!!!
Suara derak listrik kembali terdengar saat puluhan sosok Theo berubah kembali menjadi baut listrik ungu. Menghilang dari atas ring. Menyisahkan hanya satu sosok Theo. Dimana sekarang sedang menatap tajam kearah tiga anggota kelompok Barbarian Tribe dihadapannya.
Masih dengan seringai lebar menyeramkan bagaikan iblis.
----
Note :
Pengumuman pemenang Spin Off akan saya berikan pada hari minggu malam bersama chapter terbaru.