
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Wooossshhhh….!!!!
Glory Land Warship terbang cepat membelah kegelapan malam. Menyebabkan satu kilau cahaya emas tampak begitu menawan diatas langit wilayah Gurun yang malam itu penuh bintang.
Siapapun yang kebetulan berada di bawah langit tempat jalur Glory Land Warship melintas malam itu, akan di sajikan satu pemandangan indah bagai lukisan kuno yang begitu menawan. Memberi senyum hangat atau inspirasi bagi siapapun yang menatap kearah langit.
Sementara itu, di balik semua keindahan yang sedang tersaji, diatas dek Glory Land Warship yang sedang melaju kencang, para anggota kelompok Bandit Serigala justru dengan gaduh sibuk merawat kawan-kawannya yang saat ini sedang terluka parah.
Divisi Medis yang dipimpin oleh para wakil pemimpin tua mantan Boss Besar kelompok Bandit wilayah Gurun Darah Gersang, dimana merupakan wilayah yang paling awal ditaklukkan Theo, dibantu Syakira dan tiga gadis kembar anak buah Shadex, tampak sibuk memberi intruksi untuk melakukan berbagai upaya perawatan.
Selain itu, ada juga beberapa anggota lain yang kini tampak terdiam dengan ekspresi wajah suram, memandang kosong kearah belakang, menyesali tak sempat mengangkut jasad kawan-kawannya yang tertinggal di medan pertempuran.
Bagaimanapun juga, meski kelompok Bandit Serigala bisa di bilang memenangkan pertempuran yang baru saja dihadapi, tapi lawan mereka adalah satu dari 3 kelompok Bandit besar penguasa wilayah Gurun Purba.
Hampir seluruh anggota kelompok Bandit Kumbang Gurun adalah Knight berkelas King tahap Bumi keatas. Sementara jumlah anggota kelompok Bandit Serigala yang mencapai kelas tersebut, tak lebih dari setengahnya. Menyebabkan walau mereka memiliki jumlah anggota yang lebih banyak, namun dalam hal Kultivasi, masih jauh tertinggal.
Fakta tersebut tentu saja berakibat pada jalannya pertempuran berkembang menjadi begitu intens. Jika saja tak ada Darsa dengan divisi Thousand Beast yang ia pimpin dimana melipat gandakan jumlah pasukan menjadi beberapa kali lipat dengan Spirit Beast panggilannya, kerugian yang di terima kelompok Bandit Serigala pasti akan jauh lebih besar lagi.
Ditambah langkah Theo yang dengan sigap mengurus tiga orang Knight berkelas Emperor di pihak lawan, menjadi kunci utama bagi kelompok Bandit Serigala membalik keadaan, dimana satu orang Emperor dari Kelompok Bandit Menara Langit ia bunuh begitu cepat.
Sementara dua Emperor Kelompok Bandit Kumbang Gurun yakni Gahui sang Boss Besar ia lumpuhkan, sekarat meregang nyawa sebelum ia berikan pada Yahuwa dan Oscana untuk mereka urus, dan satu lagi wakil pemimpin tua ia lempar ke dunia kecil Istana Emas.
Langkah awal pada jalannya pertempuran tersebut, cukup membuat kekuatan pihak lawan berkurang drastis lebih dari setengahnya. Karena bagaimanapun juga, para Emperor adalah tulang punggung bagi setiap kelompok Bandit besar di wilayah Gurun Purba.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Theo. Melihat dengan tatapan prihatin pada tubuh tak sadarkan diri Zota.
Kondisi Zota sendiri, tampak begitu menggenaskan. Satu lengan dan kakinya buntung, sementara kulit tubuhnya pucat pasih seperti tak memiliki darah sama sekali. Jika saja tak ada gerakan naik turun secara perlahan pada dadanya, setiap orang pasti mengira bahwa Zota sudah mati.
"Boss! Aku benar-benar tak bisa melakukan apapun? Saat ini ia masih bertahan, hanya karena tekadnya saja! Element Seed dalam ranah jiwanya telah begitu kering! Zota… Bisa meninggalkan kita kapan saja!" Jawab salah satu wakil pemimpin tua. Dengan ekspresi wajah menyesal.
Mendengar jawaban tim medis, setiap orang segera berubah cemas ekspresi wajahnya. Tindakan Zota yang telah bersikap heroik dengan mengorbankan dirinya menahan Emperor seorang diri, telah menjadi cerita penggugah semangat banyak anggota kelompok Bandit Serigala. Menyebabkan kini banyak dari mereka yang berkumpul untuk melihat kondisi Zota.
"Boss…! Setelah Yaseya, kita juga tak boleh kehilangan Zota!" Ucap Oscana, yang saat itu juga sedang ada di lokasi.
Permintaan Oscana, tak segera mendapat jawaban dari Theo, ia hanya mulai melakukan gerakan tangan menunjuk, menyentuh kening Zota dengan ujung jari telunjuknya. Bersamaan dengan aksi Theo tersebut, aliran Mana Cahaya, menyala terang pada ujung jarinya. Merasuk kedalam tubuh Zota.
"Oscana! Sebaiknya kau pergi merawat Yahuwa! Dari awal kondisinya sudah dalam keadaan terluka! Setelah pertempuran tadi, pastinya luka-luka yang ia miliki, menjadi semakin bertambah parah!" Ucap Theo.
Tanpa menoleh kebelakang, Theo membawa tubuh sekarat Zota memasuki ruang bagian dalam Glory Land Warship.
***
(Sisi lain Glory Land Warship, di depan ruang segel dunia kecil Istana Emas)
Darsa tampak menatap tajam kearah pintu penuh ukiran rune formasi segel, dalam tatapan matanya yang tajam tersebut, terlihat jelas suatu tekad yang begitu mendalam. Ia tampak telah memutuskan sesuatu.
"Kau memanggilku?" Ucap Sasi, yang secara tiba-tiba muncul di sebelah Darsa.
"Salam tuan Goblin!" Jawab Darsa, seraya memberi salam tangan pada Sasi.
"Salam! Katakan saja kau perlu apa? Aku tak bisa meninggalkan ruang kendali terlalu lama!" Balas Sasi.
"Aku ingin anda membuka segel ruangan ini untuk sementara waktu! Biarkan aku masuk kedalam sana!"
Mendengar jawaban ringkas Sasi, Darsa yang tahu bahwa sang Goblin ini sepertinya punya sifat yang tak suka pada hal berbelit, langsung pada topik utama. Menyampaikan keinginannya.
Permintaan tiba-tiba Darsa, segera disambut Sasi dengan kerutan kening untuk sesaat, sebelum ekspresinya kembali datar.
"Kau sudah meminta ijin pada tuan?" Tanya Sasi.
"Sejujurnya belum!" Jawab Darsa singkat.
"Boss saat ini sedang melakukan perawatan tertutup pada Zota!"
"Sementara aku tak bisa menunggu terlalu lama lagi! Bagaimanapun juga, melihat pertempuran terakhir yang baru saja kita lewati, kelompok Bandit Serigala masih terlalu bergantung pada Boss Besar!"
"Itu sungguh memalukan saat aku yang menjanjikan padanya untuk menemani berjalan di belakang, membantu ia untuk mencapai kejayaan, nyatanya masih tak mampu terlalu banyak mengambil peran!" Ucap Darsa.
"Hmmmm… Bukankah divisi Thousand Beast yang kau pimpin cukup berperan besar pada pertempuran sebelumnya!" Tanggap Sasi.
"Masih kurang! Itu belum cukup! Tak bisakah kau lihat bahwa seluruh Emperor pihak lawan di urus Boss seorang diri? Bahkan ketika Barbarian Tribe muncul, itu masih Boss Besar yang mengurus hampir semuanya sendiri!" Jawab Darsa.
"Itu benar!" Jawab Sasi singkat.
"Jadi, apa hubungan semua percakapan ini dengan permintaan membuka segel?" Tanya Sasi.
Mendengar pertanyaan Sasi, Darsa kembali menatap tajam kearah pintu ruang yang penuh rune formasi segel. Seraya mulai melepas kain penutup wajahnya.
"Sudah saatnya aku menunjukkan wajah asliku ke hadapan dunia! Tak perlu lagi takut pada Endless Heavens Sect! Masa dimana Thousand Beast bangkit, harus segera dimulai!" Gumam Darsa. Ekspresi penuh keteguhan, kini tersirat di wajahnya yang penuh ukiran tatto-tatto segel aneh.
"Tuan Goblin! Didalam sana, bukankah hidup ratusan Demonic Beast ganas?" Tanya Darsa. Tatapan matanya menjadi semakin teguh saat ia menanyakan pertanyaan tersebut.
Satu pertanyaan yang membuat Sasi kembali menunjukkan reaksi, kehilangan ekspresi wajah datarnya. Menatap dengan tatapan tertarik kearah Darsa, kini paham apa yang sebenarnya diinginkan orang di hadapannya ini.