
"Tuan muda, sudah cukup! Kau sudah sangat mempermalukan mereka!" Kata wanita tersebut, dengan senyum hangat, sambil menepuk pundak Theo.
"Hmmm…?"
Melihat wanita yang tiba-tiba mendarat disampingnya tak terpengaruh oleh tekanan dari medan gravitasi, Theo menjadi sedikit waspada.
"Nona Xiao!"
Berbeda dengan Theo yang menjadi sedikit waspada, ekspresi tetua Chu terlihat sangat lega ketika melihat wanita ini muncul.
"Tetua Chu, aku akan mengambil alih dari sini!" Jawab wanita tersebut singkat.
"Itu... baiklah!"
"Tapi sebelumnya… " Tetua Chu mulai melihat sekeliling, kearah para Knight yang masih jatuh tersujud.
Wanita berpakaian putih yang mengerti maksud dari tetua Chu, segera kembali menatap kearah Theo.
"Tuan muda, sudah cukup! Saya mohon, tolong tarik kembali teknikmu ini!"
"Aku berjanji, Gaia Inn akan memberi kompensasi yang layak, sebagai ganti rugi atas ketidaknyamanan anda!" Kata wanita tersebut, sambil menangkupkan tangan dan menundukkan kepalanya. Menunjukkan dia benar-benar meminta maaf kepada Theo.
"Hmmm…!"
Merasa tidak ada keuntungan bila meneruskan semua ini, dan karena tidak ingin mencari masalah lebih jauh. Terlebih karena pihak lain sudah mau mundur satu langkah untuk menunjukkan sikap permohonan maaf, Theo segera menarik medan gravitasinya.
Bersamaan dengan Theo menarik medan gravitasinya, tekanan sebesar gunung yang sebelumnya menekan para Knight di dalam ruangan lantai satu perlahan menghilang, mereka segera mulai bisa kembali bernafas lega.
Namun meskipun begitu, tak ada satupun dari para Knight ini yang berani berdiri, mereka semua masih tersujud dan menatap Theo dengan tatapan ngeri. Berusaha mengingat dengan baik wajahnya, sehingga kedepan tidak akan lagi terlibat masalah dengan pemuda dihadapan mereka ini.
"Pemuda ini masihlah kelas Immortal, namun sudah bisa mengeluarkan aura yang begitu mengerikan! Aku tak tahu lagi bagaimana bila dia terus tumbuh kedepannya!" Gumam salah satu Knight.
Kata-kata dari orang ini segera memecah keheningan, setiap orang menatapnya sebentar, kemudian mengangguk. Setelah itu kembali menatap kearah Theo dengan tatapan ngeri.
"Hihihi… kau lihat, mereka menjadi sangat takut padamu!" Kata wanita berpakaian putih ketika melihat ekspresi para Knight di lantai satu.
Mendengar itu, Theo hanya memberi tatapan sekilas kepada sang wanita, kemudian mulai memapah Arthur dan Aria untuk berdiri.
"Ohh... Maafkan ketidaksopanan saya! perkenalkan, nama saya adalah Xiao Shiu, Manajer dari Gaia Inn cabang Ice Lotus City!" Kata Wanita tersebut, memperkenalkan diri sambil kembali menangkupkan tangan.
'Xiao?' Gumam Theo dalam hati.
"Bolehkah saya tahu nama dari tuan muda?" Tanya Xiao Shiu kemudian.
"Oh... Namaku adalah Theodoric Alknight, dari House of Alknight! Kau bisa memanggilku Theo." Jawab Theo, sambil memberi salam tangan balik.
"House Alknight?"
Seketika suasana menjadi sedikit riuh ketika Theo selesai memperkenalkan diri, bagaimanapun juga, nama house Alknight masihlah sangat tersohor di kalangan Knight Glaire Empire.
Setiap Knight diruangan lantai satu, kini berganti menatap Theo dengan tatapan tertarik. Mereka tak menduga, setelah lama tenggelam, House Alknight akhirnya berhasil menumbuhkan pemuda dengan bakat monster seperti Theo.
Para Knight yang sudah kembali berdiri, saat ini mulai berbisik-bisik ringan dengan orang yang ada di sebelahnya, mulai mendiskusikan informasi yang baru saja mereka terima.
Sementara Theo, memilih tak memperdulikan reaksi orang-orang ini, dia lebih tertarik dengan nama wanita dihadapannya yang memiliki marga Xiao. Sama seperti Masternya.
"Master, apa dia masih ada hubungan darah denganmu? Sekilas kalian sangat mirip!" Tanya Theo kepada Tiankong.
"Pemilik marga Xiao di dunia ini sangatlah banyak, tapi melihat ciri-ciri fisik serta jenis Element Seed tipe api miliknya, tidak salah lagi, dia adalah salah satu anggota Xiao Klanku!" Jawab Tiankong.
"Mungkin dia adalah salah satu nenek moyangku. Hahahhaha…. Sungguh lucu, aku bertemu nenek moyang di tempat seperti ini!"
"Aku mulai berfikir ingin menyalakan dupa untuk menghormatinya! Hhahhahaha….!" Jawab Tiankong, sambil tertawa lepas.
"Master! nenek moyang dihadapanmu ini masih hidup dan segar bugar! Apa-apaan dengan ingin menyalakan dupa!" Gumam Theo, sangat heran dengan jenis lelucon Tiankong yang menurutnya sama sekali tak lucu.
"Hahhaha… yah, sangat segar bugar, dia juga terlihat sangat montok, apa kau tak tertarik menjadikannya istri?" Kata Tiankong. Dengan senyum isyarat aneh.
"Ohh… bukankah kau sendiri yang tadi mengatakan dia masih hidup dan segar bugar? Kenapa sekarang kau memposisikan wanita ini sebagai orang mati!" Kata Tiankong.
"Hahh… lupakan!" Theo yang mulai merasa Masternya sedang mencoba menggiring untuk mengerjainya lagi, memilih menutup obrolan.
Sementara Xiao Shiu yang dari tadi merasa Theo beberapa kali menatapnya dengan tatapan tak biasa, kini mulai tersenyum nakal.
"Tuan muda, kenapa terus menatapku dengan tatapan seperti itu? Apakah kau tipe yang tertarik dengan mereka yang lebih tua? Xiao ini jadi sangat malu!" Kata Xiao Shiu, masih dengan senyum nakalnya.
"Apa?"
Mendengar itu, Theo segera merasa kikuk, dia sendiri tak sadar bahwa ketika mengobrol dengan Masternya, secara reflek dia juga memperhatikan Xiao Shiu beberapa kali.
Apalagi ketika Tiankong mengatakan wanita ini sangatlah montok, otomatis Theo secara naluria memastikan kata-kata Tiankong, ikut memperhatikan setiap lekuk tubuh wanita dihadapannya tersebut.
Merasa kembali jatuh kedalam perangkap masternya, Theo segera menoleh kearah Tiankong. Memberinya tatapan tajam.
"Hahahha… apa? Kau mau menyalahkanku? Kau sendiri yang menatap setiap lekuk tubuhnya dengan tatapan liarmu! Aku sama sekali tak menyuruhmu melakukannya! Hahhaha…!" Sergah Tiankong, sambil tertawa keras, sebelum Theo membuka mulut untuk menyalahkannya.
"Ck… sialan!" Gumam Theo.
Theo yang sedikit kikuk, hendak meluruskan yang terjadi, namun tiba-tiba hawa dingin menyebar liar dari arah sampingnya.
"Apakah tubuh wanita ini sangat bagus? sampai-sampai kau menatapnya tanpa berkedip?" Tanya Aria, sambil menatap tajam kearah Theo.
"Apa yang kau katakan?" Dengus Theo, ketia melihat Aria mulai bersikap aneh. Sejurus kemudian, dia juga mulai melindungi area kejantanannya dengan dua tangan.
"Hahha… sudah kubilang! Suatu saat pasti ada wanita lain yang akan menggusur posisimu!" Arthur yang melihat kesempatan untuk kembali menggoda Aria, tanpa menunda segera menyambarnya.
"Apa lagi ini?" Tanya Theo, ketika mendengar kata-kata Arthur.
*Woooshhhh….
Sebuah hawa dingin menyebar lebih kuat. Aria yang kembali terdiam ketika mendengar kata-kata Arthur. Mulai membocorkan aura dingin yang tak tertahankan.
"Aku akan membunuhmu!" Gumam Aria, sambil menatap tajam kearah Arthur.
"Ohh… coba ulangi lagi? Aku ingin melihat bagaimana kau melakukannya!" Jawab Arthur, mulai ikut membocorkan aura kegelapannya.
"Hahaha… mereka berdua sungguh hiburan tambahan untuk mengisi waktu luang!" Tiankong yang melihat Aria dan Arthur mulai bertengkar lagi, kembali tertawa keras.
"Master..!" Bentak Theo. Sangat kesal dengan perilaku Masternya ini.
"Dan kalian berdua! Cepat hentikan! Ini bukan saat yang tepat!"
"Ohh… nona dan tuan muda sekalian! Tolong tenangkan diri dulu!" Xiao Shiu ikut menambahi.
"Ahh… bila calon kakak ipar yang meminta, apa boleh buat, aku akan menurut!" Kata Arthur, kembali mencoba menggoda Aria lebih lanjut.
"Bedebah sialan! Tutup mulutmu! Siapa kakak iparmu! Dan kau juga wanita sialan! Berhenti bersikap menggoda!" Bentak Aria kearah Arthur dan Xiao Shiu.
"Aria, sudahlah... Kau ini kenapa?" Theo mulai mendekat untuk menenangkan Aria.
"Diam! Kau juga sama saja! Apa-apaan dengan tatapanmu liarmu tadi?" Bentak Aria kepada Theo.
"Tatapan liar apaan?" Bentak Theo balik, mulai tak tahan dengan situasi ini.
"Diam!" Bentak Aria lagi, kemudian dengan keras menginjak kaki Theo.
"Kau ini kenapa?" Theo kembali membentak lebih keras. Meskipun injakan kaki Aria tak terlalu membuatnya sakit, dia tetap merasa kesal.
Aria kembali akan membalas bentakan Theo, namun…
"Nona muda! Itu benar-benar kau!"
Ditengah situasi kacau, sebuah suara familiar tiba-tiba terdengar dari arah lantai dua. Seorang pria paruh baya berlari dengan terburu-buru kearah Aria.